Iki Terbaru/Paling Greeess
Berkunjung ke Madiun, Menteri LH Apresiasi Pengelolaan Sampah
Iki Radio - Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Madiun, Minggu (15/3/2026).
![]() |
| Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq bersama Bupati Madiun Hari Wuryanto, saat di Pendopo Ronggo Djumeno, Minggu (15/3/2026) |
Dalam kunjungannya, Menteri Hanif memberikan apresiaai terhadap pengelolaan sampah di daerah yang memiliki 15 kecamatan itu.
Menurutnya, pengelolaan sampah di Kabupaten Madiun dinilai cukup baik dibanding sejumlah daerah lain. Seperti beberapa daerah yang ada di wilayah Semarang hingga Surabaya.
Namun pihaknya juga mengingatkan agar penanganan sampah tidak hanya berfokus pada tahap akhir atau tempat pembuangan akhir (TPA).
’’Kami harapkan kerja keras semua unsur bisa menghadirkan Adipura untuk masyarakat. Namun ini bukan sekadar simbolis, melainkan lambang substansi penyelesaian sampah yang harus dimulai dari hulu,’’ kata Hanif.
Selain itu, lanjutnya, ada instrumen hukum yang harus dipatuhi dalam pengelolaan sampah. Yakni Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.
Dalam penerapannya, kata Hanif, pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan Korwas Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung.
Selain itu pihaknya juga menyoroti kondisi fasilitas umum seperti terminal dan rest area.
Sebab dari pengecekan tim kementerian lingkungan hidup masih banyak ditemukan terminal yang belum memiliki dokumen lingkungan berupa Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH).
"Nanti di Mei bersama PU kami akan memberikan pemberatan sanksi jika tidak diindahkan,’’ tambahnya.
Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam kesempatan ini menuturkan, Kabupaten Madiun terus berupaya semaksimal mungkin dalam hal pengelolaan sampah.
Diantaranya dengan membuat Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di setiap kecamatan, dan pembenahan fasilitas di TPA.
Dukungan serta kerjasama seluruh pihak tentu sangat diharapkan dalam mengatasi permasalahan sampah, sehingga kedepan Kabupaten Madiun dapat meraih Adipura.
"Kalau masyarakat sadar terhadap pengelolaan sampah, insyaallah kita bisa mendapatkan Adipura,’’ kata Bupati.(sw/IR)
Polri Siap Amankan Arus Mudik dan Balik Lebaran melalui Operasi Ketupat 2026
Iki Radio - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan kesiapan dalam mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
![]() |
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho. (Foto: Dok. Divhumas Polri) |
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengatakan, Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berfokus pada pengamanan arus lalu lintas, tetapi juga memastikan negara hadir dalam menjaga momentum sosial dan spiritual masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Operasi Ketupat bukan hanya mengamankan arus mudik dan balik, tetapi bagaimana negara hadir memastikan rangkaian Ramadan, Idulfitri, hingga aktivitas masyarakat berjalan aman dan lancar,” ujar Agus dalam keterangan resminya, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Polri juga telah menyiapkan sejumlah skenario pengamanan pada titik-titik yang diperkirakan menjadi pusat pergerakan masyarakat selama masa mudik.
Menurut Agus Suryonugroho, terdapat lima klaster utama yang menjadi fokus pengamanan dalam Operasi Ketupat 2026. Klaster tersebut meliputi jalan tol, jalur arteri atau alternatif, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, serta kawasan wisata yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas selama libur Lebaran.
“Mudik adalah perjalanan penuh rindu kepada keluarga dan kampung halaman. Tugas kami memastikan masyarakat berangkat selamat, sampai tujuan dengan bahagia, dan kembalinya juga selamat,” jelas dia.
Ia menambahkan, berbagai skenario rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalur-jalur utama.
Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat (Kasatgas Humas) Operasi Ketupat 2026 Brigjen Pol. Tjahyono menekankan, pentingnya penyebaran informasi yang akurat kepada masyarakat selama masa mudik.
Menurut dia, informasi yang cepat dan tepat dinilai dapat membantu pemudik dalam menentukan rute perjalanan serta mengantisipasi potensi kepadatan.
“Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar-benar membantu mereka selama perjalanan, baik saat mudik maupun ketika kembali,” ujar Tjahyono.
Satu hal, ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan hotline Polri 110 apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik.
“Jika membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan hotline 110 yang tersedia di seluruh Indonesia,” kata Tjahyono.
Polri berharap melalui kesiapan personel, pos pengamanan, serta koordinasi dengan berbagai pihak, pelaksanaan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Jelang Lebaran, Lisa Tegas Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik
Iki Radio - Menjelang libur panjang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Wali kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby mengeluarkan penegasan tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru agar tidak menggunakan mobil dinas untuk kepentingan mudik Lebaran.
Kebijakan ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga integritas, kedisiplinan, serta profesionalitas ASN dalam menggunakan fasilitas milik negara.
Lisa menegaskan, kendaraan dinas merupakan aset negara yang diperuntukkan semata-mata untuk menunjang pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, bukan digunakan untuk kepentingan pribadi.
“ASN harus menjaga integritas, profesionalitas, serta menggunakan fasilitas negara secara bertanggung jawab,”ujarnya, Minggu (15/03/2026).
Menurutnya, penggunaan mobil dinas untuk mudik tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap aparatur pemerintah.
Untuk itu, ia mengingatkan seluruh ASN di Banjarbaru agar mampu menjadi teladan bagi masyarakat dalam menjaga etika serta disiplin dalam memanfaatkan fasilitas negara.
“ASN diharapkan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dalam menjaga etika penggunaan fasilitas negara dan tidak menyalahgunakan fasilitas tersebut untuk kepentingan pribadi,”imbuhnya.
Tak hanya menegaskan aturan internal, Wali kota juga membuka ruang partisipasi publik dalam mengawasi penggunaan kendaraan dinas selama masa libur Lebaran.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan kendaraan dinas yang digunakan untuk kepentingan pribadi seperti mudik.
“Apabila masyarakat melihat ada mobil dinas digunakan untuk mudik atau kepentingan pribadi, silakan dilaporkan. Ini sebagai bentuk pengawasan bersama agar fasilitas negara digunakan sesuai peruntukannya,”imbaunya.
Langkah tegas tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya disiplin di kalangan ASN sekaligus menjaga marwah pemerintah daerah sebagai institusi yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan publik.
Susuri Jalur Pantura, Menhub Cek Masjid Ramah Pemudik Jelang Arus Mudik Lebaran
Iki Radio - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyusuri Jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat untuk meninjau kesiapan fasilitas pendukung perjalanan mudik, termasuk masjid yang disiapkan sebagai tempat istirahat bagi pemudik.
Peninjauan dilakukan melalui perjalanan darat pada Sabtu (14/3/2026) hingga Minggu (15/3/2026) menjelang puncak arus mudik Lebaran.
“Kami ingin memastikan fasilitas pendukung perjalanan mudik, termasuk masjid yang kerap menjadi titik singgah, berada dalam kondisi baik dan siap melayani masyarakat,” ujar Menhub Dudy.
Dalam peninjauan tersebut, Menhub mengunjungi Masjid Jamie Nurul Muqorobin di Kabupaten Subang serta Masjid Jami An-Nur di Karawang.
Di kedua masjid tersebut, Menhub mengecek sejumlah fasilitas yang dibutuhkan pemudik, seperti area parkir, toilet, ketersediaan air bersih, penerangan, tempat istirahat, pedagang makanan, hingga fasilitas kesehatan.
Menurutnya, keberadaan masjid di jalur mudik memiliki peran penting karena tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga tempat beristirahat untuk memulihkan kondisi fisik sebelum melanjutkan perjalanan.
Pemanfaatan masjid sebagai tempat istirahat pemudik merupakan hasil sinergi antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Agama. Sinergi untuk menciptakan mudik Lebaran 2026 aman dan nyaman.
Secara nasional, sebanyak 6.859 masjid telah disiapkan untuk mendukung pemudik selama periode angkutan Lebaran tahun ini.
Menhub juga mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri berkendara ketika merasa lelah selama perjalanan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan masjid sebagai rest area. Selain bisa beribadah, pemudik juga dapat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halaman,” katanya.
Setelah menyusuri Jalur Pantura, Menhub mengakhiri rangkaian kegiatan dengan memantau kondisi arus lalu lintas dari Jasa Marga Tollroad Centre di Bekasi.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan, di antaranya Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan, Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, dan Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa.
Pemerintah berharap keberadaan masjid ramah pemudik dapat membantu meningkatkan kenyamanan dan keselamatan perjalanan selama masa angkutan Lebaran 2026.
Nasi Pecel Mbak Yani, Favorit Warga Saat Waktu Sahur Tiba
Iki Radio - Pagi itu memasuki hari ke 25 puasa Ramadan 1447 Hijriyah, bertepatan tanggal 15 Maret 2026. Saat itu jarum jam masih menunjuk pukul 02.04 WIB.
Jika merujuk pada jadwal Imsakiyah untuk wilayah Madiun saat itu, Imsak jatuh pada pukul 04.13 WIB. Artinya masih cukup banyak waktu untuk makan sahur.
Meski demikian, suasana pada sebuah warung nasi pecel di sekitar Bok Malang, Kelurahan Pilangbango Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun, terlihat sudah sangat sibuk.
Sang penjual seakan tak bisa berhenti meski hanya untuk sekedar minum seteguk air. Hilir mudik pembeli seakan tak ada habisnya.
Para pembeli rela antri untuk bisa menikmati nasi pecel untuk menu makan sahurnya.
"Nasi pecelnya enam, sambalnya yang satu sedikit," kata seorang pembeli.
"Kulo nasinya empat, bungkus," sahut pembeli lainnya.
Warung Nasi Pecel Mbak Yani, seakan menjadi favorit warga saat waktu sahur tiba. Meski hanya menempati sebuah kios kecil di jalan alternatif Madiun - Caruban, namun banyak mencuri perhatian pembeli.
Lokasinya yang dekat dengan rel kereta ini sesekali membuat pembeli agak kaget saat ada kereta api yang melintas.
"Enak sambalnya terasa, dan harganya bersahabat," ujar salah seorang pembeli.
"Pilihan lauknya juga banyak. Ada telur ceplok, dadar, tempe, ayam goreng dan banyak lagi," sahut pembeli lainnya.
Bukan hanya nasi pecel, di warung ini juga menyediakan menu nasi jotos.
Warung ini sengaja berjualan untuk sahur selama bulan puasa. Jika dihari biasa diluar Ramadan, warung ini buka sore hingga malam.(sw/IR)
Polres Balangan Gelar Gerakan Pangan Murah, Bantu Warga Peroleh Sembako Terjangkau
Iki Radio - Polres Balangan berkolaborasi dengan pemerintah daerah menggelar Gerakan Pangan Murah guna membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Mako Polres Balangan, Jumat (13/3/2026).
Kapolres Balangan, AKBP Yulianor Abdi, mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan pangan murah yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia untuk mengantisipasi inflasi serta menjaga ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
"Kegiatan ini kami laksanakan untuk mengantisipasi inflasi serta membantu memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Lebaran," ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut Polres Balangan berkolaborasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Balangan dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok penting bagi masyarakat.
"Berdasarkan pemantauan kami, harga di sini lebih murah sekitar Rp1 ribu hingga Rp5 ribu dibandingkan harga normal di pasaran. Tujuannya agar masyarakat, khususnya yang ekonominya menengah ke bawah, dapat membeli bahan pokok tanpa harus mengeluarkan biaya besar," jelasnya.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan organisasi Bhayangkari melalui program Bhayangkari Peduli yang turut mendukung pelaksanaan gerakan pangan murah di lingkungan Polres Balangan.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Kabupaten Balangan, Dewi Diniati, menyatakan, keterlibatan pihaknya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari program stabilisasi pasokan dan harga pangan.
"Dari Dinas Ketahanan Pangan kami menyediakan bawang merah, bawang putih, telur, dan tepung. Selain itu juga berkolaborasi dengan pedagang pangan seperti daging, ayam, bebek, serta ikan,"ungkapnya.
Ia berharap, kegiatan ini dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri ketika permintaan bahan pokok biasanya meningkat.
Salah seorang warga, Herni, mengaku sangat terbantu dengan adanya gerakan pangan murah tersebut karena harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan di pasaran.
"Alhamdulillah sangat membantu. Perbedaannya cukup jauh, untuk telur saja di pasar bisa sampai Rp3 ribu sampai Rp5 ribu per kilogram, sedangkan di sini lebih murah,"imbuhnya.
Kegiatan gerakan pangan murah seperti ini dapat lebih sering dilaksanakan sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Dirut PT PII Ceritakan Bantu Terangkan Madiun Tanpa Bebani APBD
Iki Radio - Plt Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) (PT PII) Andre Permana membagikan kisah sukses penjaminan atas proyek infrastruktur dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), yaitu Proyek Alat Penerangan Jalan (APJ) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada 2022-2023.
Menurutnya, skema KPBU yang diinisiasi oleh Kabupaten Madiun dalam memperbaiki penerangan jalan umum banyak direplikasi oleh pemerintah daerah lainnya di Indonesia.
"Kalau boleh saya cerita di level pemerintah daerah ada satu fenomena yang cukup menarik dan cukup banyak sekarang diminati oleh banyak daerah itu untuk infrastruktur alat penerangan jalan atau penerangan jalan umum jadi di banyak daerah," kata Andre, dikutip dari cnbcindonesia, Jum'at (13/3/2026).
Sebelumnya, perbaikan atau pembangunan alat penerangan jalan biasanya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dengan skema konvensional ini, penambahan atau pembangunan alat penerangan jalan tidak bisa maksimal. Menurut Andre, penambahan titik lampu penerangan hanya terbatas pada ratusan titik.
Namun, ketika pemerintah daerah menggunakan skema KPBU, mereka bisa langsung mendapatkan 7.500 titik dan ini bisa dikelola selama 10 tahun sesuai dengan kontrak yang dikelola badan usaha.
Di skema KPBU ini, pemerintah daerah juga menggunakan skema Availability Payment (AP). Artinya, pengembalian investasi swasta yang dibayarkan pemerintah secara berkala berdasarkan ketersediaan layanan infrastruktur yang memenuhi standar, bukan dari pengguna langsung.
Dengan skema AP di KPBU ini, maka pembayaran atas ketersediaan layanan dibayar langsung sehingga standar layanan menjadi lebih baik.
"Artinya kalaupun putus ataupun gelap itu langsung diganti, segala macam. Mereka bisa merasakan satu efisiensi biaya listrik," katanya.
Pemerintah daerah, menurut Andre, bisa hemat hingga 50% untuk biaya listrik.
"Itu jadinya dari sisi quality spending juga terjadi karena mereka menggunakan teknologi yang lebih baik," paparnya.
Selain itu, pajak penerangan jalan sebagai sumber pendanaannya untuk membayar layanan tadi tercatat meningkat. Di Madiun, kata Andre, sekarang sudah meningkat sekitar hampir 30-40%.
Alhasil, pendapatan asli daerah (PAD) meningkat dan beban pemerintah daerah menurun. Dari sisi ekonomi, skema KPBU pada penerangan jalan juga mendorong perekonomian daerah lebih aktif.
"Artinya kalau kita sebelum ada alat penerangan jalan yang efektif, yang baik gitu ya, mungkin Maghrib tuh sudah sepi kalau aktivitas ekonomi karena malamnya gelap. Ketika ini sudah tersedia, umur ekonomi transaksi dan sebagainya bisa lebih panjang bisa lebih malam UMKM tumbuh, perekonomian juga semakin meningkat," papar Andre.
Presiden Prabowo Dorong Pemerintah Siapkan Skenario Hadapi Krisis Global
Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran pemerintah untuk tetap waspada terhadap dinamika global yang berkembang saat ini.
![]() |
| Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). |
Presiden menegaskan bahwa meskipun Indonesia berada dalam kondisi relatif aman, pemerintah tidak boleh lengah dan harus mempersiapkan berbagai skenario, termasuk kemungkinan terburuk yang dapat memengaruhi stabilitas energi dan ekonomi nasional.
“Kita menghadapi perkembangan global di kawasan Eropa dan Timur Tengah yang dapat berdampak pada harga bahan bakar minyak. Harga BBM juga dapat memengaruhi harga pangan. Namun alhamdulillah kita sudah mengamankan kebutuhan pangan yang mendasar,” ujar Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Presiden juga menyinggung langkah-langkah yang dilakukan sejumlah negara dalam menghadapi situasi global saat ini, termasuk kebijakan efisiensi yang diterapkan pada berbagai sektor.
Ia meminta jajaran pemerintah melakukan kajian lebih lanjut terkait langkah-langkah efisiensi yang dapat diterapkan di dalam negeri.
“Beberapa negara bahkan kembali menerapkan pola kerja dari rumah hingga 50 persen untuk menghemat energi. Hal-hal seperti ini perlu kita kaji,” katanya.
Selain itu, presiden menekankan pentingnya upaya penghematan konsumsi energi, khususnya bahan bakar minyak, sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap ketidakpastian global.
“Meskipun kita relatif aman, kita tetap harus melakukan penghematan konsumsi energi. Kita harus mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan yang terjadi,” ujarnya.
Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas keuangan negara, termasuk dengan mengendalikan defisit anggaran.
Menurutnya, pemerintah menargetkan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang semakin sehat dan ideal.
“Cita-cita kita adalah memiliki anggaran yang seimbang atau balance budget. Itu merupakan kondisi yang paling ideal bagi pengelolaan keuangan negara,” jelasnya.
Terkait cadangan bahan bakar minyak, presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mempercepat penguatan ketersediaan energi nasional.
Ia juga mengingatkan jajarannya untuk terus melakukan langkah proaktif, termasuk melalui upaya penghematan konsumsi energi.
“Kita tidak bisa beranggapan bahwa apa pun yang terjadi kita akan selalu aman. Kita harus tetap berupaya mengurangi konsumsi BBM dan meningkatkan efisiensi,” tegasnya.
Menutup arahannya dalam sidang kabinet menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Presiden Prabowo mengajak seluruh jajaran kabinet untuk terus bekerja bagi kepentingan rakyat dengan mengedepankan persatuan di atas kepentingan kelompok maupun golongan.
Menurutnya, kesetiaan kepada bangsa dan negara harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan dan langkah pemerintah.
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Madiun
BAPPERINDA KABUPATEN MADIUN
Alamat : Jl. Alun Alun Timur No.2, Caruban, Krajan, Kec. Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur 63157
Tujuh Kementerian Sepakati Pedoman Penggunaan AI di Pendidikan
Iki Radio - Pemerintah menetapkan pedoman bersama pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan guna memastikan teknologi memberi manfaat bagi proses belajar sekaligus melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital.
Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tujuh Menteri tentang Pedoman Pemanfaatan dan Pembelajaran Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial di Jalur Pendidikan Formal, Nonformal, dan Informal yang mengatur pemanfaatan teknologi digital dan AI mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengatakan pengaturan ini diperlukan agar penggunaan teknologi dalam pendidikan tetap memperhatikan kesiapan dan perkembangan anak.
“Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan bagi anak-anak harus dilakukan secara bijak, memberi manfaat positif dan mengurangi risikonya. Kriteria umur dan kesiapan anak menjadi sangat penting dalam pengaturannya,” ujar Pratikno usai penandatangan kesepakatan bersama di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan semakin muda usia anak maka penggunaan teknologi harus semakin terkontrol, baik dari sisi durasi, maupun jenis konten yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan kebijakan ini penting karena Indonesia memiliki jumlah pengguna internet yang sangat besar, termasuk dari kalangan anak.
“Indonesia memiliki jumlah anak pengguna internet yang sangat besar. Karena itu kita harus memastikan mereka tidak hanya menjadi target atau pasar industri teknologi, tetapi mampu memanfaatkan teknologi sesuai kesiapan mereka,” kata Meutya.
Menurutnya pengaturan ini menjadi langkah pemerintah agar perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial benar-benar memberi manfaat bagi pendidikan.
“Setiap kemajuan teknologi harus melihat kesiapan penggunanya, terutama anak-anak. Prinsip Tunggu Anak Siap yang selama ini kita dorong dalam kebijakan pelindungan anak di ruang digital (PP TUNAS), juga bisa dilihat dalam pemanfaatan AI di bidang pendidikan,” ujarnya.
Pemerintah berharap kebijakan ini membantu sekolah, guru, dan keluarga memanfaatkan teknologi digital secara tepat sehingga anak Indonesia dapat belajar teknologi sejak dini tanpa mengabaikan perkembangan kognitif dan karakter mereka.
SKB tersebut ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Choiri Fauzi, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.
ASN Lumajang Boleh Bawa Mobil Dinas Saat Mudik Lebaran, Ini Syaratnya
![]() |
| Kendaraan Dinas |
Mudik Lebaran 2026, Polri Siapkan 161 Ribu Personel dan Layanan Darurat 110
Iki Radio - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya menghadirkan mudik Lebaran 2026 yang aman, lancar, dan responsif bagi masyarakat.
Hal ini disampaikan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dedi Prasetyo, dalam konferensi pers kesiapan arus mudik Lebaran 2026 dan pengamanan nasional di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Komjen Pol. Dedi Prasetyo, menjelaskan, Polri menyiagakan 161.000 personel gabungan dalam Operasi Ketupat 2026. Personel tersebut ditempatkan di titik strategis untuk mengantisipasi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga potensi gangguan keamanan selama periode mudik hingga Idulfitri.
Selain personel, Polri menyiapkan 2.746 pos pengamanan, terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu. Pos-pos ini tersebar di jalur utama mudik, rest area, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga kawasan wisata dan tempat ibadah yang diprediksi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat.
“Polri juga terus meningkatkan layanan kepada masyarakat melalui berbagai fasilitas, termasuk layanan darurat 110 yang dapat diakses masyarakat selama perjalanan mudik,” ujar Dedi Prasetyo.
Ia menjelaskan, layanan 110 dirancang untuk memangkas birokrasi pelaporan sekaligus mempercepat respons petugas di lapangan.
Dalam situasi darurat—baik kecelakaan, gangguan keamanan, maupun kendala kendaraan—masyarakat dapat langsung terhubung dengan Command Center Polda atau Polres terdekat.
“Kami ingin memastikan kehadiran polisi dapat dirasakan hanya dalam genggaman tangan melalui layanan 110. Saat laporan masuk, sistem akan melacak posisi pelapor dan menginstruksikan petugas di posko terdekat untuk bergerak dalam hitungan menit,” jelas dia.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan Polri yang semakin presisi, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama saat mobilitas tinggi selama mudik.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menambahkan, keberhasilan pengelolaan mudik nasional bergantung pada integrasi layanan publik lintas kementerian dan lembaga.
Pemerintah menyiagakan 386 posko komunikasi dan sekitar 2.700 pos layanan kesehatan untuk memastikan masyarakat memperoleh bantuan secara cepat jika menghadapi kendala selama perjalanan.
Sinergi antara kesiapan pengamanan Polri, digitalisasi layanan 110, dan integrasi layanan lintas sektor menandai babak baru manajemen mudik nasional yang responsif. Sistem ini memungkinkan kendala pemudik terdeteksi lebih cepat, diproses real-time, dan ditindaklanjuti secara efektif oleh petugas di lapangan.
Dengan pendekatan ini, Polri berharap masyarakat dapat menjalani mudik Lebaran dengan aman, nyaman, dan tenang, serta merasakan kehadiran negara yang sigap melindungi warganya di setiap perjalanan menuju kampung halaman.
Stabilkan Harga Pangan, Pemprov Gorontalo-Kejati Gelar Pasar Murah
Iki Radio - Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo menggelar pasar murah bersubsidi di halaman kantor Kejati Gorontalo, Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, pada Rabu (11/3/2026).
![]() |
| Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail melayani masyarakat berbelanja di pasar murah bersubsidi digelar di halaman kantor kejati Gorontalo, Desa Toto Selatan Kecamatan Kabila, Rabu (11/3/2026). |
Kegiatan itu bertujuan menstabilkan harga sembako di tengah bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Sejumlah 1.500 paket sembako disediakan dalam pasar murah tersebut. Setiap paket terdiri dari tujuh komoditas pangan yang disubsidi, yaitu beras, cabai rawit, bawang merah, gula pasir, telur, minyak goreng, dan daging ayam.
Masyarakat dapat membeli satu paket dengan harga Rp95.000, jauh di bawah harga pasaran yang mencapai Rp247.000 per paket.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok selama Ramadan dan Idulfitri.
“Kami ingin memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa kebutuhan pokok masyarakat saat Ramadan dan menjelang Idulfitri tersedia cukup dan dijamin oleh pemerintah bisa dibeli dengan harga yang tidak terlalu tinggi,” ujar Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, saat membuka pasar murah bersubsidi.
Gubernur mengatakan, pihaknya telah mengundang para distributor untuk berpartisipasi dalam pasar murah agar harga barang yang dijual tetap terjangkau.
Menurutnya, langkah itu semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang hari raya.
“Semoga kita semua bisa beridulfitri dengan senyum, bergembira, dan tanpa kurang satu pun di dapur dan rumah masing-masing. Ke depan, hal yang sama akan kami gelar di Mapolda dan kemudian di pangkalan angkatan laut,” katanya.
Sementara, Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo Riyono menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan pasar murah tersebut.
Ia menegaskan, bahwa kejaksaan tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk mendukung langkah pemerintah dalam memastikan distribusi bahan pokok berjalan baik serta mencegah tindakan kriminal seperti penimbunan atau permainan harga.
“Kegiatan pasar murah ini menjadi simbol nyata bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat guna memastikan masyarakat dapat menyambut Idulfitri dengan rasa nyaman dan kebahagiaan,” ungkap Riyono.
Harmoni Ramadan PKK Kanigaran Jadi Ruang Penguatan Iman dan Ekonomi Keluarga
Iki Radio - Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Kanigaran menggelar kegiatan Harmoni Ramadan 2026 sebagai upaya memperkuat keimanan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua TP PKK Kecamatan Kanigaran, Anita Roosaria Endah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, mempererat silaturahmi antaranggota PKK dan masyarakat, serta mendorong perekonomian keluarga melalui pemberdayaan UMKM, khususnya Warung PKK.
“Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi dalam merencanakan ekonomi keluarga menuju keluarga yang sejahtera.
Anita menambahkan bahwa rangkaian kegiatan Ramadan di Kecamatan Kanigaran telah dimulai sejak 6 Maret 2026 melalui Gerakan PKK Berbagi Takjil Serentak seluruh Kecamatan Kanigaran,” kata Anita di Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur pada Rabu (11/3/2026)
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bersamaan di setiap kelurahan dengan total penerima takjil mencapai 5.265 orang. Rinciannya, Kelurahan Kanigaran 2.762 orang, Kebonsari Wetan 410 orang, Kebonsari Kulon 272 orang, Tisnonegaran 180 orang, Sukoharjo 800 orang, Curahgrinting 411 orang, ditambah dari kecamatan 250 orang, Balai Penyuluh KB 50 orang, dan KUA Kecamatan Kanigaran 30 orang.
Selain itu, masyarakat juga dapat mengikuti pasar murah dan bazar UMKM Warung PKK, hiburan line dance, serta layanan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB).
“Ini merupakan kegiatan pertama kami dan dilaksanakan tanpa anggaran APBD. Oleh karena itu kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan,” ujar Anita.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Probolinggo, Evariani Aminuddin, memberikan apresiasi kepada TP PKK Kecamatan Kanigaran yang berhasil menyelenggarakan kegiatan tersebut untuk pertama kalinya.
“Saya sangat mengapresiasi TP PKK Kecamatan Kanigaran. Memulai sesuatu memang tidak mudah, tetapi ketika berani mencoba maka kreativitas akan tumbuh. Kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi kecamatan lain,” ungkapnya.
Menurut Evariani, kegiatan Harmoni Ramadan tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi wujud kontribusi sosial PKK dalam meningkatkan spiritualitas masyarakat, khususnya kaum perempuan melalui kegiatan khotmil Al-Qur’an dan kajian keagamaan.
Ia juga menegaskan bahwa PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan masyarakat. Peran perempuan dalam keluarga dinilai sangat penting, tidak hanya dalam mendukung ekonomi rumah tangga tetapi juga sebagai madrasah pertama bagi anak-anak.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa perempuan dapat menjadi motor penggerak di masyarakat. Rumah tangga yang berhasil adalah ketika perempuan juga kreatif dan aktif berkontribusi,” tambahnya.
Evariani berharap kegiatan Harmoni Ramadan dapat terus dilaksanakan dan menjadi pemicu lahirnya berbagai inovasi di tingkat kecamatan.
Ia juga berharap Kecamatan Kanigaran dapat berkembang menjadi salah satu kecamatan yang paling kreatif di Kota Probolinggo.
TMMD ke-127 Resmi Berakhir, Bupati HSU Apresiasi Sinergi TNI-Masyarakat
Iki Radio - Komandan Korem 101/Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus, menutup secara resmi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Rabu (11/3/2026).
![]() |
| Penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang dilaksanakan di Desa Hambuku Hulu, Kecamatan Sungai Pandan, Rabu (11/3/2026). |
Acara penutupan yang berlangsung di Lapangan Pahlawan Amuntai itu ditandai dengan penandatanganan naskah serah terima hasil program dari TNI kepada Pemerintah Kabupaten HSU.
Sebelum apel penutupan, Brigjen Ilham Yunus tiba di Mess Negara Dipa dan disambut oleh Wakil Bupati HSU, Ketua DPRD HSU, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat daerah.
Kehadiran danrem dalam rangkaian TMMD ke-127 yang dilaksanakan di Desa Hambuku Hulu, Kecamatan Sungai Pandan, itu bertujuan untuk melihat langsung hasil pembangunan yang telah dikerjakan selama sebulan terakhir.
Bupati HSU, H Sahrujani, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam program TMMD.
Menurut bupati, program tersebut merupakan bentuk nyata percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 1001/HSU–Balangan, yang telah melaksanakan program TMMD dengan baik sehingga berbagai pembangunan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Bupati Sahrujani.
Ia berharap, hasil pembangunan yang telah dilaksanakan melalui TMMD dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara maksimal oleh warga, sehingga mampu mendukung aktivitas sehari-hari serta meningkatkan perekonomian daerah.
Sementara itu, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus menegaskan, TMMD adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Program ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menggelar kegiatan sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui program TMMD ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan serta memperkuat semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat,” kata danrem.
Usai apel penutupan, dilakukan penandatanganan naskah serah terima hasil program TMMD dari TNI kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Rombongan danrem bersama Bupati HSU dan jajaran kemudian meninjau langsung lokasi pelaksanaan TMMD di Desa Hambuku Hulu untuk melihat hasil pembangunan yang telah dikerjakan.
Bupati Gresik Minta Pendamping PKH Perkuat Layanan Sosial Setelah Jadi ASN
Iki Radio - Sebanyak 148 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Gresik resmi menyandang status baru sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Perubahan status tersebut diharapkan memperkuat kualitas layanan sosial bagi masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat.
Hal itu disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menghadiri Rapat Koordinasi Pendamping PKH Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Selasa (10/3/2026).
Para pendamping PKH tersebut kini berada di bawah koordinasi Direktorat Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial sebagai PPPK yang bertugas memperkuat implementasi program perlindungan sosial di daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Yani mengucapkan selamat kepada para pendamping yang telah resmi diangkat menjadi ASN. Namun ia menegaskan, status baru tersebut harus diiringi dengan peningkatan tanggung jawab dan kinerja di lapangan.
“Dengan status sebagai PPPK, otomatis tanggung jawab juga semakin besar. Pelayanan kepada masyarakat harus semakin optimal,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Yani juga menyinggung rencana pengembangan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Program tersebut sebelumnya telah berjalan pada jenjang SMA di Kecamatan Sidayu. Pemerintah daerah kini berencana memperluasnya hingga jenjang SD dan SMP.
Menurutnya, peran pendamping PKH sangat penting dalam memastikan program tersebut tepat sasaran, khususnya dengan membantu mengidentifikasi calon peserta didik dari keluarga miskin ekstrem.
“Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan tidak melalui mekanisme PPDB. Karena itu pendamping PKH diharapkan membantu mengidentifikasi calon siswa dari keluarga penerima manfaat,” jelasnya.
Ia menambahkan, prioritas penerima program tersebut berasal dari keluarga pada kategori desil 1, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah berdasarkan hasil verifikasi di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh menjelaskan bahwa perubahan status pendamping PKH menjadi PPPK juga membawa konsekuensi peningkatan tugas dan tanggung jawab.
Jika sebelumnya pendamping fokus pada proses pendampingan lebih dari 56 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Gresik, kini mereka juga memiliki peran dalam pengawasan dan pemutakhiran data sosial secara lebih mendalam.
Menurutnya, para pendamping PKH merupakan ujung tombak implementasi berbagai program prioritas Kementerian Sosial di tingkat lapangan, mulai dari program Sekolah Rakyat hingga penyaluran bantuan sosial bagi kelompok masyarakat rentan.
“Kami berharap dengan arahan Bupati Gresik, para pendamping PKH dapat menjalankan tugas tambahan ini secara optimal meskipun tantangan di lapangan cukup dinamis,” ujarnya.
Melalui penguatan peran pendamping PKH tersebut, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap program perlindungan sosial dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
RSUD Raja Ampat Siapkan Strategi Pelayanan Optimal saat Libur Idul Fitri
Iki Radio - Manajemen RSUD Raja Ampat menyiapkan strategi khusus untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah.
![]() |
| Kepala Pelayanan Medis RSUD Raja Ampat, Jeremias Sarwa/Petrus Rabu |
Hal ini dibahas dalam rapat internal yang dipimpin Kepala Pelayanan Medis RSUD Raja Ampat, Jeremias Sarwa, bersama sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di ruang rapat RSUD Raja Ampat, pada Selasa (10/3/2026).
Jeremias Sarwa menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan mengatur pembagian tugas tenaga kesehatan selama masa libur Lebaran, mengingat sebagian nakes akan mengambil cuti untuk merayakan hari raya.
“Kami membahas bagaimana pelayanan di rumah sakit tetap berjalan tanpa kekosongan petugas, meskipun ada tenaga kesehatan yang libur merayakan Idul Fitri,” ujar dia.
Menurut Jeremias, kondisi tersebut hampir setiap tahun dihadapi RSUD Raja Ampat. Komposisi tenaga kesehatan yang merayakan Lebaran dan yang tetap bertugas perlu diatur dengan baik agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Karena itu, manajemen rumah sakit melakukan penyesuaian dengan memaksimalkan tenaga yang tersedia, termasuk mengatur kembali distribusi petugas di berbagai ruang rawat inap.
“Prinsipnya, dokter spesialis sebagai DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pasien) yang mengambil libur akan dikoordinasikan melalui kepala ruangan. Tenaga di bawahnya dapat diperbantukan di ruangan lain yang kekurangan petugas,” kata dia.
Jeremias menambahkan, pengaturan teknis akan dimasukkan dalam jadwal shift masing-masing ruangan. Dengan sistem tersebut, pelayanan kesehatan di rumah sakit diharapkan tetap berjalan normal selama masa libur Lebaran.
“Teman-teman dari ruangan yang petugasnya lebih longgar bisa diperbantukan di ruangan lain yang membutuhkan. Dengan cara ini, jadwal pelayanan bisa kembali normal dan tidak ada kekosongan,” ujar dia.
Terkait kemungkinan penambahan tenaga dari fasilitas kesehatan lain seperti puskesmas, Jeremias mengatakan hal tersebut harus melalui koordinasi dengan pimpinan, khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat.
Ia mengakui bahwa tenaga kesehatan di puskesmas juga memiliki keterbatasan, sehingga RSUD pada prinsipnya tetap mengutamakan optimalisasi tenaga yang ada.
“Kalau memang ada dukungan tambahan dari puskesmas tentu sangat baik, tetapi kalau tidak pun kami tetap berusaha memaksimalkan tenaga kesehatan yang tersedia di RSUD,” kata dia.
Stok Obat Dipastikan Aman
Selain kesiapan tenaga medis, RSUD Raja Ampat juga memastikan ketersediaan obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) dalam kondisi aman menjelang libur Lebaran.
Jeremias mengatakan pihak manajemen telah mengingatkan seluruh unit pelayanan agar melaporkan kondisi stok lebih awal, sehingga tidak terjadi kekosongan obat.
“Stok obat sampai saat ini masih aman dan terkendali. Kami juga meminta teman-teman di unit pelayanan jangan menunggu sampai stok benar-benar habis baru melapor, karena kondisi geografis Raja Ampat membutuhkan waktu untuk mendatangkan pasokan,” jelas dia.
Lebih jauh, Jeremias berharap peningkatan manajemen pelayanan ini dapat menjadi bagian dari persiapan RSUD Raja Ampat sebelum menempati gedung baru rumah sakit yang direncanakan berstatus tipe C.
“Kami berharap dengan tenaga kesehatan yang lebih seimbang dan pengaturan yang baik, pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap optimal, termasuk saat hari besar keagamaan seperti Lebaran,” ujar dia.
Aksi Korvei Lingkungan, Banjarbaru Gaungkan Gerakan Bersih Kota
Iki Radio - Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar Apel Kesiapan dan Aksi Korvei Lingkungan bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, yang dipusatkan di Lapangan Sepak Bola dr. Murdjani, Kota Banjarbaru, Senin (9/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan bersih-bersih lingkungan secara besar-besaran yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari jajaran pemerintah daerah, komunitas, hingga masyarakat umum. Melalui aksi korvei ini, diharapkan kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat semakin meningkat.
Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Ir Noer Adi Wardojo, menegaskan bahwa kegiatan korvei tidak hanya dilaksanakan sekali, namun diharapkan dapat terus berlanjut secara konsisten.
“Tidak hanya satu kali, tetapi berlanjut. Yang penting konsisten dan efektif untuk membersihkan Banjarbaru supaya bersih dan resik,” ujarnya saat diwawancarai.
Ia juga menekankan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, komando pengurangan sampah berada di tangan kepala daerah.
Untuk itu, tanggung jawab pengelolaan sampah tidak hanya berada pada Dinas Lingkungan Hidup, tetapi juga melibatkan berbagai perangkat daerah lainnya.
Sebagai contoh, pengelolaan kebersihan di pasar menjadi tanggung jawab dinas yang membidangi pasar. Begitu pula dengan pengelolaan sampah di hotel, restoran, dan kafe yang berada dalam pembinaan Dinas Pariwisata.
Menurutnya, berbagai ilmu dan teknologi pengelolaan sampah sebenarnya sudah tersedia. Hal yang diperlukan saat ini adalah komitmen dan kemauan bersama untuk menerapkannya secara nyata di lapangan.
“Ilmunya sudah ada, teknologinya sudah ada, sekarang pertanyaannya adalah mau apa tidak? Sekarang kita harus nyatakan bahwa semuanya harus bisa, semuanya harus wajib melaksanakan,”imbuhnya.
Melalui kegiatan apel kesiapan dan aksi korvei ini, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap gerakan menjaga kebersihan lingkungan dapat menjadi budaya bersama.
PP Tunas Tunda Akses Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Iki Radio - Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) merupakan upaya negara menunda akses media sosial dan aplikasi berisiko tinggi bagi anak berusia di bawah 16 tahun. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan anak di ruang digital yang semakin kompleks.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid, menjelaskan bahwa kebijakan ini lahir dari berbagai kajian yang melibatkan psikolog, pemerhati tumbuh kembang anak, serta sejumlah pihak yang fokus pada isu perlindungan anak di era digital.
Menurut Meutya Hafid, usia sekitar 16 tahun dinilai sebagai fase yang lebih tepat bagi anak untuk mulai mengakses media sosial secara mandiri karena pada usia tersebut kemampuan emosional dan psikologis anak dinilai lebih matang dalam menghadapi berbagai dinamika di dunia digital.
“Usia yang dinilai paling tepat untuk mulai mengakses media sosial adalah sekitar 16 tahun. Itu bukan hanya keputusan kementerian, tetapi hasil diskusi dengan para psikolog, pemerhati tumbuh kembang anak, dan juga berbagai pihak yang mempelajari dampak penggunaan media sosial pada anak,” ujar Meutya saat kegiatan Kelas Digital Sahabat Tunas: Tunggu Anak Siap di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bukan bertujuan melarang anak menggunakan teknologi digital, melainkan menunda akses media sosial hingga anak benar-benar siap secara mental dan psikologis.
Kebijakan tersebut juga mengusung slogan “Tunggu Anak Siap”, yang menekankan bahwa anak perlu memiliki kesiapan sebelum menjelajahi ruang digital secara bebas.
Menurut Meutya Hafid, selama ini pemerintah menerima banyak masukan dari masyarakat terkait berbagai risiko penggunaan media sosial bagi anak. Risiko tersebut mulai dari kecanduan digital, paparan konten negatif, perundungan siber, hingga penipuan daring yang kerap menargetkan pengguna usia muda.
“Banyak sekali keluhan yang kami terima, baik dari orang tua maupun pengguna sendiri. Selain itu berbagai studi juga menunjukkan adanya risiko kecanduan serta paparan konten yang tidak sesuai bagi anak-anak,” jelasnya.
Ia menambahkan, anak-anak juga menjadi kelompok yang rentan terhadap berbagai bentuk penipuan di internet, termasuk transaksi daring yang tidak aman. “Banyak kasus anak-anak tertipu saat berbelanja secara online atau terpapar konten yang tidak sesuai dengan usia mereka. Ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa pemerintah perlu hadir memberikan perlindungan,” tambah Meutya.
Sebagai negara dengan jumlah pengguna internet yang sangat besar, Indonesia menghadapi tantangan tersendiri dalam mengelola ekosistem digital yang aman bagi anak.
Menkomdigi menyebutkan bahwa platform digital global seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan berbagai platform lainnya memiliki jutaan pengguna di Indonesia, termasuk dari kalangan anak-anak.
Di sisi lain, platform tersebut juga merupakan industri digital yang memperoleh keuntungan besar dari aktivitas pengguna. Oleh karena itu, pemerintah menilai perlu adanya regulasi yang memastikan platform digital turut bertanggung jawab terhadap perlindungan pengguna anak.
“Platform digital ini tidak hanya sekadar media sosial, tetapi juga industri yang mendapatkan keuntungan besar dari pengguna. Karena itu mereka juga harus meningkatkan perlindungan terhadap anak-anak,” tegas Menkomdigi.
Menkomdigi Meutya Hafid menambahkan bahwa pemerintah sebenarnya telah berulang kali mengingatkan platform digital untuk meningkatkan sistem perlindungan anak. Namun hingga saat ini masih banyak ditemukan konten negatif yang beredar di media sosial.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk mengambil langkah lebih tegas dengan menghadirkan regulasi yang membatasi akses anak terhadap platform digital hingga usia tertentu.
Langkah serupa, kata Meutya, juga mulai diterapkan di sejumlah negara lain yang menghadapi tantangan serupa dalam melindungi anak di ruang digital.
Dipicu Perkembangan Teknologi AI
Selain itu, perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) juga menjadi faktor yang mempercepat lahirnya kebijakan tersebut. Kemajuan teknologi AI dinilai dapat membawa manfaat besar, tetapi juga berpotensi meningkatkan berbagai risiko di ruang digital.
“Dengan perkembangan AI, konten digital akan semakin sulit dibedakan antara yang asli dan yang dimanipulasi. Anak-anak tentu akan semakin kesulitan memilah mana informasi yang benar dan mana yang tidak,” ujar Meutya Hafid.
Karena itu, menurut Meutya, regulasi seperti PP Tunas menjadi langkah penting untuk memastikan anak-anak memiliki perlindungan yang memadai sebelum terpapar secara luas oleh ekosistem digital yang semakin kompleks.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 500 pelajar dari berbagai sekolah mulai dari tingkat SMP hingga SMA turut hadir untuk berdiskusi mengenai keamanan digital dan penggunaan media sosial secara bijak.
Menkomdigi juga mengajak para pelajar yang hadir untuk menjadi “Duta TUNAS” di lingkungan masing-masing, baik di sekolah maupun di keluarga.
Ia berharap para pelajar dapat menyampaikan pesan mengenai pentingnya kesiapan mental sebelum menggunakan media sosial serta mengajak teman sebaya untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi.
Melalui kebijakan PP Tunas, pemerintah berharap anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara sehat di era digital, sekaligus menjadi generasi yang mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab di masa depan.
“Kami berharap kalian bisa menjadi generasi yang bijak dalam menggunakan teknologi. Jika memahami aturan ini, kalian juga bisa menyampaikan kepada teman-teman dan keluarga tentang pentingnya menggunakan media sosial secara aman,” pungkas Meutya.

































