JAKARTA, Iki Radio — Program Sekolah Rakyat yang digagas sebagai salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto telah berjalan lebih dari satu tahun. Hingga kini, program tersebut sukses menjangkau dan memulihkan puluhan ribu anak dari berbagai latar belakang rentan di seluruh Indonesia.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa program ini menyasar kelompok masyarakat yang sebelumnya sangat sulit mengakses pendidikan formal.
"Ada yang sebelumnya tidak pernah sekolah, di jalanan menjadi pengamen, ada yang sudah putus sekolah dua tahun dan jadi pembantu, ada yang jadi kuli, ada juga yang bekerja di tempat-tempat yang tidak semestinya," kata Gus Ipul pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Gus Ipul menyampaikan rasa haru dan syukurnya atas perkembangan signifikan yang ditunjukkan oleh para siswa Sekolah Rakyat setelah mendapat pendampingan intensif. Ia menjelaskan, saat awal penjangkauan, sebagian besar anak berada dalam kondisi memprihatinkan, baik dari segi kesehatan seperti masalah gigi dan anemia, maupun minimnya motivasi belajar.
Bahkan, terdapat anak usia 17–18 tahun yang belum pernah
mengenyam pendidikan formal serta belum bisa membaca. Anak-anak tersebut harus
melewati proses rehabilitasi dan penyetaraan terlebih dahulu di sentra-sentra
milik Kementerian Sosial.
Capaian dan Fasilitas Sekolah Rakyat
Melalui pendekatan berbasis multientry-multiexit serta
tata kelola yang terarah, Sekolah Rakyat kini mencatatkan jumlah siswa lebih
dari 44.000 anak telah mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat secara nasional. Sebanyak
100 titik Sekolah Rakyat permanen telah dibangun—93 di antaranya sudah
beroperasi aktif dan 7 sisanya dalam tahap penyelesaian. Terdapat 82 titik
Sekolah Rakyat rintisan yang sudah berjalan. Dan sebanyak 182 titik Sekolah
Rakyat telah beroperasi penuh di seluruh Indonesia.
Pengentasan Kemiskinan Terpadu
Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo yang dirancang untuk menyediakan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1–4) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Mengusung konsep pengentasan kemiskinan terpadu, Sekolah Rakyat mengintegrasikan berbagai layanan unggulan pemerintah, mulai Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan Jaminan Kesehatan PBI-JK.
Keterhubungan dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah
"Intervensi yang diberikan tidak hanya menyasar anak
melalui pendidikan berkualitas, tetapi juga memberdayakan orang tua mereka
melalui penyaluran bantuan sosial, kepesertaan PBI Jaminan Kesehatan, hingga
perbaikan rumah agar menjadi layak huni," ujar Gus Ipul.








