JAKARTA, Iki Radio — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mulai mengambil langkah tegas dalam membenahi budaya kerja di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Transformasi ini berfokus pada perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM) serta budaya perusahaan (corporate culture).
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa penataan ulang budaya kerja tersebut mulai dijalankan secara bertahap untuk memastikan pengelolaan perusahaan pelat merah berjalan lebih profesional.
"Tahun depan itu mulai kita masuk kepada people dan corporate culture. Jadi kalau perusahaannya sudah jadi sedikit, nanti kita mulai melakukan corporate culture yang baru," ujar Dony saat ditemui di Hotel Fairmont, Senin (26/10/2026).
Salah satu kebijakan konkret yang langsung diterapkan adalah pembatasan penggunaan ajudan serta pengawalan melekat, seperti patroli dan pengawalan (patwal), yang dinilai selama ini kerap berlebihan bagi jajaran manajemen BUMN.
"Pasti teman-teman enggak menyadari sekarang terjadi perubahan di dalam manajemen BUMN. Kalau kita lihat sekarang BUMN sudah mulai kurang tuh ajudan-ajudan yang berlebihan, patwal-patwal, kan kita sudah mengeluarkan larangan. Tidak boleh lagi pakai itu, karena pada dasarnya kita ini pegawai pemerintah," tegasnya.
Dony menilai, jajaran manajemen BUMN tidak seharusnya menjadikan posisi jabatan sebagai sarana untuk menikmati fasilitas mewah secara berlebihan. Menurutnya, kesederhanaan dan profesionalisme merupakan kunci utama dalam melayani masyarakat dan negara.
"Bukan satu posisi yang harus dibangga-banggakan dan dinikmati dengan berlebihan," tambahnya.
Aturan penataan fasilitas ini tidak hanya menyangkut pengawalan dan ajudan, tetapi juga merambah ke berbagai aspek perilaku manajemen lainnya, termasuk aturan standar perjalanan dinas menggunakan pesawat. Seluruh ketentuan tersebut telah diatur secara rinci melalui kebijakan internal yang diterbitkan Danantara.
"Mana yang boleh, mana yang enggak, termasuk juga penerbangan yang harus seperti apa. Sampai kepada ajudan, sampai kepada patwal. Ini kita maunya seluruh manajemen BUMN itu nanti ya betul-betul profesional. Nah, jadi ini tahapan-tahapan yang kita lakukan," tutup Dony.








