MADIUN, Iki Radio – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di SMP Negeri 9 Kota Madiun berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan nuansa yang berbeda pada Kamis (22/10/2026).
Selain menyemarakkan momen peringatan, seluruh warga sekolah menggelar pelaksanaan salat istisqa' (salat memohon hujan) sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi musim kemarau panjang.
Kepala SMP Negeri 9 Kota Madiun, Ida Sulistyaningsih, menjelaskan bahwa pelaksanaan salat istisqa' ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Pemerintah Provinsi terkait penanganan dampak kekeringan. Lebih dari sekadar kewajiban formal, kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukasi karakter bagi para siswa.
"Kegiatan salat istisqa' ini besar manfaatnya untuk kami. Harapan kami, pertama adalah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT—bahwa manusia harus terus berusaha, namun tetap menyempurnakannya dengan doa. Salat istisqa' ini diniatkan untuk memohon diturunkannya hujan yang membawa keberkahan bagi kita semua," ujar Ida.
Ida menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan pelajaran praktis kepada para siswa mengenai tatacara beragama ketika menghadapi kondisi alam tertentu. "Ini menjadi pembelajaran bagi anak-anak bahwa ada aturan dan ajaran agama tentang bagaimana kita memohon sesuatu secara spesifik, yaitu memohon hujan yang bermanfaat untuk kelestarian alam dan kehidupan manusia," imbuhnya.
Pelaksanaan salat istisqa' kali ini merupakan pengalaman perdana bagi seluruh warga SMP Negeri 9 Kota Madiun. Sebelum rangkaian ibadah dimulai, guru Agama Islam setempat yang bertindak sebagai imam memberikan panduan dan tata cara pelaksanaan salat istisqa' secara detail agar jamaah dapat melaksanakannya sesuai kaidah.
Pengalaman baru ini menyisakan kesan mendalam bagi para siswa. Dimas Dwi, siswa kelas IX, mengaku sangat berkesan dapat mengikuti ibadah tersebut secara langsung meski sebelumnya hanya pernah membaca tata caranya melalui media sosial.
"Kesannya seru dan senang karena ini pertama kalinya di SMPN 9 mengadakan salat istisqa'. Makna salat ini kan meminta pertolongan, jadi saya merasa bersyukur dan bangga karena warga sekolah tetap menjaga ketakwaan kepada Allah SWT," tutur Dimas.
Dimas juga menyoroti pentingnya empati dan rasa kepedulian terhadap bencana lingkungan yang terjadi di berbagai daerah akibat kemarau panjang. "Kita harus melindungi alam. Banyak berita tentang kebakaran hutan dan masyarakat yang kesulitan air bersih. Lewat salat istisqa' ini, kita belajar berempati dan memohon agar hujan segera turun untuk membantu mereka yang membutuhkan," lanjutnya.
Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di SMP Negeri 9 Kota Madiun tidak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan. Untuk mengasah potensi dan bakat peserta didik, sekolah juga menggelar berbagai perlombaan antarkelas, mulai dari pertandingan olahraga bola voli hingga kompetisi bernuansa Islami seperti seni kaligrafi dan pembuatan poster digital.








