Buka Peluang Pasar Ekspor hingga Arab Saudi, Pemkab Madiun Dorong Petani Beralih ke Padi Organik

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) terus memacu pengembangan pertanian organik di wilayahnya. Langkah ini dinilai menjadi solusi strategis untuk meningkatkan pendapatan petani di tengah melandainya produktivitas pertanian non-organik akibat serangan hama.

Kepala DKPP Kabupaten Madiun, Paryoto menyampaikan bahwa peluang pasar untuk produk pertanian organik, khususnya beras, masih sangat terbuka lebar. Bahkan, potensi permintaan dari luar negeri sangat signifikan.

"Peluang pasar terbuka lebar, salah satunya permintaan beras organik untuk kebutuhan di Arab Saudi yang mencapai 200 ton per bulan. Ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi para petani di Kabupaten Madiun," ujarnya usai Sarasehan Petani Milenial, di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Selasa (13/10/2026).

Bebas HET dan Produktivitas Tinggi

Salah satu keunggulan utama pengembangan beras organik atau beras khusus ini adalah tidak adanya batasan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari pemerintah. Petani memiliki keleluasaan menentukan harga jual sesuai kesepakatan dengan konsumen.

"Beras organik masuk kategori beras khusus, jadi tidak ada batasan HET. Jika beras medium biasa HET-nya di kisaran Rp11.000, beras organik dari petani lokal kita ada yang sudah bisa tembus diserap pasar Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Ini menjadi solusi konkret jika petani ingin mendapatkan hasil dan pendapatan yang lebih tinggi," jelasnya.

Dari segi produktivitas, pertanian organik juga membuktikan keunggulannya dibanding konvensional. Saat produktivitas padi non-organik cenderung menurun dan sulit mencapai 7–7,5 ton per hektar akibat Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) seperti hama tikus, lahan organik justru mampu bertahan dan menghasilkan panen lebih tinggi.

"Hasil laporan dari petani organik kita di Nglames, produktivitasnya mampu menembus 8 hingga 9 ton per hektar. Menariknya lagi, saat lahan non-organik di sekitarnya terserang hama tikus, lahan padi organik ini relatif tidak terserang. Ini bukti nyata keunggulan pola organik," tambahnya.

Pasar Lokal dan Rencana Perluasan Lahan

Saat ini, beberapa titik embrio pertanian organik telah berkembang di Kabupaten Madiun, salah satunya di wilayah Kecamatan Nglames yang dikelola oleh Pak Karno. Meski garapannya masih relatif terbatas sekitar 3 hingga 4 kotak sawah (menghasilkan sekitar 2 ton beras), produknya telah memiliki pelanggan dan segmen pasar loyal di tingkat lokal.

Beras organik ini dinilai memiliki keunggulan kualitas, seperti hasil olahan makanan (seperti lontong) yang dapat bertahan hingga tiga hari tanpa basi.

Untuk memperluas areal pertanian organik, DKPP Kabupaten Madiun berencana menyelaraskan program agar pengembangan tidak hanya berhenti di tataran konsep.

"Salah satu upaya perluasan lahan yang sedang kita fasilitasi adalah dorongan bagi desa untuk memanfaatkan aset tanah bengkok desa sebagai percontohan kawasan pertanian organik penuh," pungkasnya.(ir)

close
Pasang Iklan Disini