Iki Radio — Sejumlah warga terdampak banjir di Kampung Guo dan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, mulai mengeluhkan gangguan kesehatan pascabencana. Menanggapi situasi tersebut, puluhan tenaga kesehatan dari Puskesmas Belimbing bergerak cepat mendirikan posko pelayanan kesehatan di lokasi terdampak pada Senin (12/10/2026).
Sejak posko dibuka, warga dari berbagai lapisan usia—mulai dari anak-anak, orang dewasa, lansia, hingga ibu menyusui—tampak berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk memeriksakan diri. Langkah penanganan medis ini dilakukan guna mendeteksi penyakit secara dini sekaligus mengantisipasi timbulnya krisis kesehatan masyarakat pascabanjir.
Kepala Puskesmas Belimbing, Siana, menyampaikan bahwa tim medis saat ini memfokuskan pelayanan pada pemeriksaan fisik dan penanganan psikologis warga yang mulai terdampak.
"Saat diperiksa, banyak yang ditemukan batuk, flu, stres karena melihat rumah yang hancur. Ada pula yang tekanan darahnya rendah dan tinggi," ungkap Siana saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).
Berdasarkan data pemeriksaan sementara, penyakit saluran pernapasan seperti batuk dan flu menjadi keluhan yang paling dominan. Selain itu, petugas kesehatan menemukan ketidakstabilan tekanan darah pada sejumlah warga. Tak hanya masalah fisik, tekanan emosional dan trauma psikologis juga membayangi warga akibat menyaksikan kerusakan parah pada tempat tinggal dan lingkungan tempat tinggal mereka.
Banjir bandang yang menerjang kawasan Kuranji pada Sabtu (10/10/2026) lalu diakui masyarakat setempat sebagai salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Selain harus menanggung kerugian material dan membenahi rumah yang rusak, warga kini harus berjuang memulihkan kesehatan fisik dan mental mereka.
Kehadiran posko kesehatan ini diprioritaskan untuk
mengawal kondisi kelompok rentan, khususnya anak-anak, lansia, serta ibu
menyusui agar mendapatkan akses pengobatan medis sedini mungkin. Penanganan
cepat dari Puskesmas Belimbing diharapkan mampu mencegah memburuknya kondisi kesehatan
warga terdampak selama masa pemulihan pascabencana.








