Iki Radio — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data pemantauan sebaran abu vulkanik dari sejumlah gunung api aktif di Indonesia pada Selasa pagi (13/10/2026). Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar gunung api terpantau nihil sebaran abu vulkanik, kecuali Gunung Semeru di Jawa Timur.
Berdasarkan analisis citra satelit RGB Himawari-9 per pukul 07.00 WIB, sebaran debu vulkanik dari beberapa gunung api aktif lainnya—seperti Gunung Lewotolo, Gunung Ibu, dan Gunung Dukono—tidak terdeteksi.
"Gunung Semeru teramati ke arah Barat, mencakup sebagian Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar," tulis keterangan resmi BMKG dalam rilisnya, Selasa (13/10/2026).
Potensi Cuaca dan Imbauan Masyarakat
BMKG memprakirakan kondisi cuaca di sekitar area gunung api yang dipantau cukup bervariasi, mulai dari cerah berawan, berawan tebal, hingga hujan ringan. Khusus untuk wilayah di sekitar Gunung Semeru, cuaca diprakirakan akan diselimuti asap pada malam hari.
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak diimbau untuk tetap waspada, tenang, serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dipastikan kebenarannya. Warga diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), maupun pemerintah daerah setempat.
Kewaspadaan Dampak Bahaya Abu Vulkanik
Selain merilis data sebaran, BMKG membagikan peringatan mengenai sejumlah bahaya paparan abu vulkanik yang berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari.
Partikel debu vulkanik berisiko memicu iritasi pada mata dan kulit, memicu batuk, serta menimbulkan gangguan saluran pernapasan. Kondisi ini sangat berbahaya dan berpotensi memperburuk kesehatan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan bawaan seperti asma.
Paparan dan tumpukan abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang secara drastis serta membuat permukaan jalan menjadi licin, sehingga membahayakan keselamatan berkendara. Selain itu, partikel abu berpotensi merusak mesin, mengganggu sistem navigasi, hingga memicu penundaan atau penghentian operasional angkutan darat, laut, dan udara.
Masyarakat di wilayah terdampak disarankan untuk
mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan menutup penampungan air
bersih untuk menghindari kontaminasi abu vulkanik.








