Bawa Filosofi Harimau, Penampilan Beda Bupati Hari Wuryanto di HUT ke-62 Partai Golkar Madiun

MADIUN, Iki Radio — Suasana berbeda dan penuh kehangatan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar yang digelar di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Madiun, Selasa (20/10/2026).

Di tengah dominasi atribut partai, penampilan Bupati Madiun, Hari Wuryanto—yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun—sukses mencuri perhatian. Orang nomor satu di Kabupaten Madiun tersebut tidak mengenakan pakaian berlogo Partai Golkar seperti peserta lainnya, melainkan memilih mengenakan pakaian bergambar harimau sepanjang rangkaian acara.

Saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai alasan di balik kostum uniknya tersebut, Hari Wuryanto merespons dengan penuh kelakar dan canda tawa.

"Harimau... 'Hari' itu saya," jawabnya berseloroh sambil menunjuk dirinya sendiri, disambut tawa para hadiri. 

"'Mau' itu berarti ingin. Kita menerkam kebahagiaan... Menerkam kebahagiaan!" lanjutnya.


Filosofi Harimau dan Kaitannya dengan Visi Golkar ke Depan

Meskipun disampaikan dengan penuh kelakar, pemelihan simbol harimau ini dinilai menyimpan makna implisit yang mendalam jika dikaitkan dengan langkah politik serta visi dan misi Partai Golkar ke depan dalam membangun Kabupaten Madiun.

Dikutip dari Buku Pintar Hewan Buas, harimau merupakan jenis kucing paling besar dalam spesiesnya. Hewan ini juga termasuk kucing besar tercepat setelah citah. Harimau, sebagai salah satu raja hutan, dikenal tidak hanya gagah dan cepat, tetapi juga kaya akan filosofi hidup:

1. Kemandirian (Soliter & Tangguh):

Harimau adalah simbol kemandirian. Dalam konteks kepemimpinan dan partai politik, ini mencerminkan semangat ketangguhan untuk berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) serta mampu menyelesaikan berbagai persoalan daerah secara mandiri tanpa bergantung penuh pada pihak lain.

2. Pantang Menyerah:

Sifat berburu harimau yang pantang menyerah hingga mendapatkan hasil melambangkan komitmen dan kerja keras tiada henti. Ini selaras dengan target dan visi Partai Golkar untuk terus memperjuangkan aspirasi dan kesejahteraan masyarakat Madiun hingga tuntas.

3. Strategis dan Bijaksana (Bertahan di Saat Tepat):

Harimau tahu kapan harus menyerang dan kapan harus mengalah atau bertahan saat menghadapi situasi yang tak memungkinkan. Kebijaksanaan ini menggambarkan pentingnya kalkulasi politik yang matang, kesabaran, serta kedewasaan dalam mengambil keputusan demi kepentingan umum.

4. Kuat Namun Adaptif:

Harimau adalah sosok yang perkasa, namun di saat yang sama fleksibel dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Hal ini mencerminkan sikap politik Partai Golkar yang berpegang teguh pada prinsip, namun tetap terbuka untuk berkolaborasi dan menyesuaikan diri demi kemajuan daerah.

Aksi canda "menerkam kebahagiaan" yang disampaikan Bupati Hari Wuryanto seolah menjadi sinyal optimistis bahwa Partai Golkar bersama pemerintah daerah siap 'menerkam' segala peluang dan tantangan demi menghadirkan kesejahteraan serta kebahagiaan nyata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Madiun.

close
Pasang Iklan Disini