Mengenal Tommy J. Pisa, Legend Pop Era 80-an yang Dijuluki 'Raja Galau'

Iki Radio — Nama Raden Muhammad Thomas Djamal Faizal, atau yang lebih populer dengan nama panggung Tommy J. Pisa, tentu sudah tidak asing lagi bagi para pecinta musik tanah air era 80 hingga 90-an. Penyanyi kelahiran 1 September 1954 ini sukses menorehkan sejarah di industri musik Indonesia lewat karakter suara klasiknya yang khas dan lagu-lagu bernuansa puitis nan syahdu.

Karier musik penyanyi alumni Universitas Jayabaya ini bermula dari panggung ke panggung, mulai dari mengisi acara di TVRI hingga menjuarai ajang musik di Sumatra Selatan. Berbekal ijazah SMP, Tommy memberanikan diri merantau ke Jakarta pada tahun 1974. Keberuntungan mulai berpihak saat tampil di sebuah acara pernikahan; suara emasnya memikat penyanyi Endang S. Taurina dan produser Topi Nada Record yang kemudian menawarkannya masuk dapur rekaman.

Album perdananya bertajuk Dia yang Kutunggu resmi dirilis pada tahun 1981. Sebelum album tersebut beredar, ia disarankan memakai nama panggung Tommy J. Pisa—singkatan dari Jose dan Menara Pisa Italia. Pada tahun yang sama, Tommy langsung tancap gas merilis dua album lanjutan, yakni Cinta & Harapan dan Biarkan Aku Menangis.

Sepanjang perjalanan kariernya, penyanyi yang kerap disandingkan dengan Ebiet G. Ade ini telah melahirkan puluhan album pop dan 17 album dangdut. Sederet tembang hits ikonik seperti Suratan, Di Sini Di Batas Kota Ini, Surat untuk Kekasih, hingga Biar Kucari Jalanku sukses meledak di pasaran dan mengukuhkan julukan 'Raja Galau' pada dirinya.

Tak hanya sukses di genre pop, album dangdutnya seperti Nasib Pengamen, Dia Sahabat Karibku, dan Air Mata Perpisahan juga melambungkan namanya hingga berhasil meraih penghargaan 6 Piringan Emas untuk kategori lagu terlaris. Kepopulerannya bahkan menembus pasar internasional hingga sering diundang tampil di negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Selain bermusik, Tommy juga sempat menjajal dunia seni peran lewat film Kamus Cinta Sang Primadona (1988).

Tommy mampu mempertahankan eksistensinya lebih dari satu dekade di tengah gempuran penyanyi baru. Menurutnya, kunci bertahan di dunia hiburan adalah menjalani hidup apa adanya tanpa beban serta menjaga tali silaturahmi.

Dalam kehidupan pribadinya, Tommy menikah dengan Maryani Yani pada tahun 1983. Sang istri tercinta telah berpulang pada 6 November 2015 di usia 51 tahun. Karya-karya Tommy J. Pisa hingga kini tetap menjadi warisan legendaris yang terus dikenang oleh para penikmat musik nostalgik tanah air.

 

close
Pasang Iklan Disini