Jelang Hari Kereta Api Nasional, Yuk.. Mengenal Singkatan Nama Kereta Api di Indonesia

Iki Radio - Setiap tanggal 28 September, masyarakat Indonesia memperingati peristiwa bersejarah pengambilalihan perusahaan kereta api dari tangan kolonial Jepang oleh para pekerja kereta api Indonesia pada tahun 1945. 

Momen tersebut diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, yang pada Senin, 28 September 2026 mendatang sekaligus menandai HUT ke-81 PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Identitas layanan kereta api di Nusantara memiliki asal-usul yang beragam. Sebagian nama diangkat dari gunung, sungai, kerajaan, tokoh bersejarah, hingga satwa mitologi. Namun, ada pula layanan kereta api yang memiliki nama ringkas dan unik karena dibentuk dari gabungan nama kota-kota lintasannya.

Berikut lima nama unik kereta api di Indonesia yang berasal dari singkatan atau gabungan nama kota:

KA Matarmaja: Nama Matarmaja merupakan akronim dari Malang, Blitar, Madiun, dan Jakarta. Cikal bakalnya dimulai pada 1976 melalui pengoperasian KA Maja (Madiun–Jakarta) dan KA Tatar sebagai pengumpan koridor Madiun–Blitar. Pada 28 September 1983, rute diperpanjang hingga Kota Malang dan nama Matarmaja diluncurkan secara resmi bertepatan dengan Hari Kereta Api Nasional. Hingga kini, armada ini melayani penumpang kelas ekonomi untuk relasi Malang–Pasar Senen PP.

KA Joglosemarkerto: Menggabungkan empat daerah sekaligus—Jogja, Solo, Semarang, dan Purwokerto. Kereta ini dirancang untuk mengelilingi Jawa Tengah dan DIY melalui rute melingkar (loopline) sepanjang 579 kilometer pada awal peluncurannya. Resmi meluncur pada 1 Desember 2018, layanan ini merupakan hasil penggabungan pola perjalanan KA Kamandaka dan KA Joglokerto.

KA Tawang Jaya: Nama ini merujuk pada penanda titik awal dan akhir perjalanan, yaitu Stasiun Semarang Tawang dan Jakarta Raya (Jaya), serta melintasi Cirebon Kejaksan. Beroperasi sejak 14 Mei 1984, KAI kini mengoperasikan KA Tawang Jaya untuk relasi Semarang Poncol–Pasar Senen PP dan KA Tawang Jaya Premium dari Stasiun Semarang Tawang.

KA Bangunkarta: Singkatan dari Jombang, Madiun, dan Jakarta. Layanan ini awalnya bernama KA Tebuireng pada 1985 karena sering digunakan oleh para santri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Nama Bangunkarta resmi dipakai sejak 1 Juli 2001. Setelah sempat diperpanjang hingga Surabaya Gubeng pada 2013, KAI mengembalikan titik awal keberangkatan ke Jombang pada 2021 agar selaras dengan relasi Jombang–Pasar Senen PP.

KA Probowangi: Merupakan paduan dari Probolinggo dan Banyuwangi yang menjadi rute perdananya. Pada 2014, rute kereta ini diperpanjang hingga Kota Surabaya. Meskipun relasinya kini menjadi Surabaya Gubeng–Ketapang (Banyuwangi) PP, identitas historis ini tetap dipertahankan.

Penggunaan nama-nama tersebut memperlihatkan sisi kreativitas dalam penamaan moda transportasi publik di Indonesia, di mana nama daerah yang terhubung oleh rel dirangkai menjadi identitas ikonik.


close
Pasang Iklan Disini