Iki Radio — Nama Hj. Itje Trisnawati tentu sudah tidak asing lagi di telinga para pencinta musik dangdut Tanah Air. Penyanyi kelahiran 27 Maret 1963 ini dikenal sebagai salah satu biduanita berparas cantik dengan karakter suara yang khas. Sosoknya sukses mengukir sejarah sebagai legenda dangdut yang karya-karyanya tetap dikenang hingga kini.
Mengawali kariernya sejak tahun 1979, popularitas Itje meroket tajam setelah bertemu dengan pelawak sekaligus Koordinator Acara Aneka Ria Safari, Eddy Sud. Lewat tangan dingin Eddy yang dikenal piawai mencetak artis sukses, karier musik Itje makin menanjak pesat hingga mereka berdua memutuskan untuk menikah.
Sepanjang perjalanan musiknya, Itje telah merilis puluhan album hits yang laris manis di pasaran. Beberapa lagu ikoniknya yang begitu populer di akhir era 80-an hingga 90-an antara lain "Duh Engkang", "Enggak Lagi Lagi Ah", "Madu Merah", "Dana Asmara", hingga "Satu Malam". Tak hanya dangdut, ia juga merambah genre pop dan lagu daerah. Selain bernyanyi, Itje sempat menguji bakat aktingnya lewat beberapa judul film layar lebar seperti Aduh Aduh.. Mana Tahaaan (1980) dan Mystics in Bali (1981).
Namun, perjalanan asmara sang legenda tidak semulus kariernya di panggung hiburan. Setelah membina rumah tangga selama kurang lebih 23 tahun dan dikaruniai dua orang anak (Eka Sutrisna & Ety Suryawati), pernikahan Itje dan Eddy Sud berakhir dengan perceraian.
Tiga bulan berselang, Itje kembali merajut asah dengan menikahi seorang pengusaha ruang pamer mobil, Agung Indra Permana Sarwono. Sayangnya, takdir berkata lain. Di saat keduanya tengah mempersiapkan rencana comeback Itje ke industri musik dangdut, Agung meninggal dunia pada tahun 2007 akibat penyakit jantung.
Meski harus melewati berbagai dinamika kehidupan dan
kepedihan, kontribusi Itje Trisnawati dalam seni musik Indonesia tak
tergantikan. Karya-karya emasnya tetap menjadi bagian penting dalam sejarah
perkembangan musik dangdut di Indonesia.









