KSP Dudung Abdurachman Tampung 11 Aspirasi Buruh, Siap Diteruskan ke Kementerian dan DPR

Iki Radio — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menerima perwakilan organisasi buruh guna menampung 11 poin aspirasi terkait perlindungan serta kesejahteraan pekerja di Indonesia. Pemerintah berkomitmen menindaklanjuti masukan tersebut ke pihak terkait.

"Aspirasi-aspirasi yang disampaikan tentunya kami catat dan nanti akan kami komunikasikan, kita koordinasikan dengan kementerian terkait," kata Dudung, Kamis (24/9/2026).

Poin-poin yang disampaikan para perwakilan buruh mencakup perundang-undangan perlindungan tenaga kerja yang berpihak kepada buruh, kepastian kerja, hingga pencegahan penyalahgunaan sistem outsourcing, kontrak, dan pemagangan.

Selain itu, buruh menyuarakan tuntutan mengenai upah layak, perlindungan pekerja platform, jaminan pesangon, kebebasan berserikat, keselamatan kerja, penegakan hukum bagi pelanggar hak buruh, serta kepastian status pekerja honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun.

"Rekan-rekan buruh juga meminta upah yang layak, perlindungan pekerja platform, jaminan pesangon, dan kebebasan berserikat," ujar Dudung.

Aspirasi lainnya mencakup perlindungan buruh perempuan, pembukaan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas, serta penyediaan pelatihan keterampilan guna menghadapi era otomatisasi.

Dudung memastikan KSP bakal mengawal seluruh masukan tersebut agar sampai ke lembaga berwenang dan pembuat kebijakan. "KSP akan melakukan koordinasi agar aspirasi ini sampai kepada kementerian, lembaga, dan para pemangku kepentingan yang berwenang, terutama ke DPR RI ya," sebutnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah dan pekerja memiliki muara tujuan yang sama, yaitu menciptakan dunia kerja yang adil, produktif, dan sejahtera. Menurutnya, perlindungan pekerja harus berjalan selaras dengan keberlangsungan usaha, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah juga siap terbuka terhadap masukan maupun kritik, serta menganggap perbedaan pandangan dalam pembahasan kebijakan sebagai hal yang wajar.

"Yang terpenting komunikasi tidak terputus dan setiap persoalan kita selesaikan melalui dialog," kata Dudung.

 

close
Pasang Iklan Disini