Sumbar Siapkan 5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT, BPOM Pastikan Keamanan Pangan

Iki Radio — Bentuk kepedulian masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) terhadap bencana gempa bumi yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), diwujudkan melalui aksi kemanusiaan. Melalui Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), masyarakat Sumbar tengah menyiapkan sebanyak 5 ton rendang untuk disalurkan kepada para korban terdampak.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI), Taruna Ikrar


Ketua LKAAM, Fauzi Bahar, menyatakan bahwa bantuan rendang tersebut dikumpulkan dari swadaya berbagai lapisan masyarakat hingga pengusaha rendang lokal, dengan target pengumpulan selesai dalam sepuluh hari ke depan. Pemilihan rendang sebagai bantuan pangan dinilai sangat praktis dan relevan bagi para pengungsi di daerah bencana.

"Pertama sekali dia (rendang) tahan lama, kedua siap saji. Orang ketika rumahnya runtuh tidak siap untuk memasak, nah hanya dengan nasi putih dan rendang saja sudah enak," ujar Fauzi, Selasa (18/8/2026).

Menanggapi aksi solidaritas ini, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI), Taruna Ikrar, menegaskan komitmen pihaknya untuk mengawal ketat keamanan dan kelayakan pangan sebelum dikirimkan ke lokasi bencana.

"Tentu, Badan POM akan intervensi karena itu kewajiban kami. Kami juga berkoordinasi dengan berbagai lembaga yang berhubungan dengan pengiriman makanan," kata Ikrar saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).

Ikrar menambahkan, sejumlah asosiasi masyarakat lain saat ini juga aktif berkoordinasi dengan BPOM untuk menyalurkan bantuan makanan serupa. BPOM bertugas memastikan seluruh produk makanan darurat yang dikirim memenuhi standar, belum mendekati masa kedaluwarsa, dan aman dikonsumsi.

Guna mengoptimalkan proses pengawasan bantuan logistik, BPOM akan menerjunkan tim khusus yang fokus pada intensifikasi pengawasan mutu obat, suplemen, serta makanan darurat bagi para pengungsi.

"Badan POM hadir dan punya rasa empati yang sangat besar terhadap saudara kita yang mengalami bencana alam di sana. Kami bahkan membentuk tim khusus untuk membantu hal itu," pungkasnya.

close
Pasang Iklan Disini