Dorongan Senior Bawa Angelica Ukir Sejarah Bondowoso di Paskibraka Nasional

Iki Radio - Sebuah kalimat sederhana dari kakak-kakak senior menjadi titik balik perjalanan Angelica Theona Putri. Saat itu, siswi SMAN 1 Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, belum pernah membayangkan akan berdiri bersama calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) terbaik dari seluruh Indonesia.

Angelica Theona Putri, siswi SMAN 1 Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.


"Coba saja ikut dulu di kabupaten," kata Angelica saat di temui di Pemusatan Pembinaan Paskibraka Tingkat Pusat 2026 di Depok, Selasa (4/8/2026).

Ajakan itulah yang akhirnya mengubah mimpi menjadi kenyataan. Angelica kini menjadi Calon Paskibraka tingkat nasional, sekaligus mencatat sejarah sebagai salah satu putri pertama dari Kabupaten Bondowoso yang berhasil menembus seleksi nasional.

"Tentunya saya sangat senang, karena ini merupakan pengalaman paling berharga dalam hidup saya. Dan juga baru pertama kali di kabupaten saya, Paskibraka belum ada yang tembus sampai nasional," ujar Angelica.

Sebelum berani mengikuti seleksi, Angelica hanyalah seorang siswi yang mengagumi penampilan Paskibraka setiap peringatan Hari Kemerdekaan melalui layar televisi. Kekaguman itu membuatnya mulai berlatih di tingkat kecamatan hingga dipercaya menjadi pembawa baki dalam upacara.

Namun, menurutnya, langkah menuju seleksi kabupaten tidak lahir dari keyakinannya sendiri. Justru kakak-kakak senior di lingkungan Paskibra yang melihat potensinya dan terus mendorongnya agar berani mencoba.

"Awalnya saya latihan Paskibra dari kecamatan. Saat itu sempat menjadi pembawa baki juga. Lalu kakak-kakak kelas bilang, 'coba saja ikut di kabupaten.' Akhirnya saya mencoba, dan ternyata perjalanan itu membawa saya sampai di sini," tuturnya.

Bagi Angelica, dorongan tersebut menjadi bukti bahwa kepercayaan dari orang lain terkadang mampu menumbuhkan keberanian yang belum dimiliki seseorang.

Keberanian itu semakin ditempa selama hampir dua pekan mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka nasional. Di lingkungan baru yang mempertemukannya dengan peserta dari seluruh Indonesia, ia belajar banyak hal yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.

Mulai dari bangun pukul 03.30 WIB, berolahraga pagi, hingga menjalani seluruh aktivitas dengan disiplin waktu. "Di sini saya belajar lebih mandiri. Bangun lebih pagi, olahraga, makan juga harus tepat waktu. Biasanya kalau di rumah saya suka molor," katanya sambil tersenyum.

Tak hanya soal disiplin, Angelica juga merasakan hangatnya persaudaraan dengan teman-teman dari berbagai provinsi. Perbedaan budaya, bahasa, dan kebiasaan justru menjadi pengalaman berharga yang memperluas wawasannya.

"Karena mereka dari berbagai daerah, saya jadi mengetahui banyak hal baru dan belajar dari teman-teman," ujarnya.

Perjalanan Angelica juga tidak lepas dari dukungan keluarga. Ia mengaku pernah merasa kurang percaya diri, bahkan sempat hampir menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan selama proses seleksi.

Di saat itulah kedua orang tuanya menjadi penyemangat terbesar. "Orang tua selalu bilang, apa pun yang kamu jalani jangan sampai putus asa," ujar Angelica.

Saat Angelica merasa usahanya belum membuahkan hasil, orang tuanya kembali menguatkan bahwa rezeki tidak akan tertukar.

"Kalau memang itu rezekimu, tidak akan ke mana. Yang penting kamu sudah sampai di nasional, mama dan papa sudah bangga," ucap Angelica meniru petuah orang tuanya.

Kini, meski belum mengetahui akan bertugas di pasukan mana saat Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan nanti, Angelica memilih menikmati setiap proses yang dijalani. Baginya, kesempatan mengenakan seragam Paskibraka nasional sudah menjadi kebanggaan tersendiri.

Ia pun berharap kisahnya dapat menjadi penyemangat bagi adik-adik di Bondowoso yang memiliki mimpi serupa. "Semangat terus, jangan pantang menyerah. Coba semua hal baru. Tetap punya mimpi dan terus berusaha mewujudkannya," pesannya.

Bagi Angelica, perjalanan menuju Paskibraka nasional membuktikan bahwa sebuah mimpi besar terkadang bermula dari dorongan sederhana. Kepercayaan yang diberikan kakak-kakak senior telah membuatnya berani melangkah, sementara dukungan keluarga membuatnya tetap bertahan hingga akhirnya mengharumkan nama Bondowoso di tingkat nasional.

 

close
Pasang Iklan Disini