Iki Radio – Sebanyak 72 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur berpartisipasi dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC).
Dari total peserta asal Jatim tersebut, 17 UMKM tampil secara luring (langsung) memamerkan produk unggulan seperti kopi, wastra, kriya, fesyen, hingga makanan dan minuman olahan. Sementara itu, 55 UMKM lainnya berpartisipasi secara daring.
Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI 2026 menjadi ruang kolaborasi lintas sektor dalam memperluas akses pembiayaan, akselerasi digitalisasi, inovasi produk, hingga pembukaan pasar ekspor.
Secara nasional, gelaran tahun ini diikuti lebih dari 550 UMKM luring dan 1.300 UMKM daring—meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan agar UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jangkauan pasar.
"Pengembangan UMKM membutuhkan sinergi berkelanjutan agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas dan memperluas pasar," ujar Ibrahim.
Sementara itu, Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat membuka acara menyatakan bahwa penguatan UMKM berfokus pada tiga kunci utama.
"Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor," tutur Destry.
Sektor UMKM memiliki peran yang sangat strategis bagi stabilitas ekonomi Jawa Timur. Berdasarkan data terbaru, keberadaan UMKM di Jatim memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah. Jumlah unit usaha 2,57 juta unit UMKM, Penyerapan Tenaga Kerja 96,3 persen tenaga kerja lokal, lebih dari 57 persen berkontribusi terhadap PDRB Jawa Timur.
Hingga saat ini, KPwBI Jawa Timur secara konsisten membina 67 UMKM di berbagai sektor strategis guna mendorong akselerasi digitalisasi dan perluasan rantai nilai (value chain). Through ajang KKI 2026, pelaku UMKM tidak hanya berkesempatan bertemu konsumen langsung, tetapi juga mengikuti business matching untuk pembiayaan dan potensi pasar internasional.
Keterlibatan aktif ini diharapkan semakin memperkuat Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GNBBI) sekaligus membawa produk-produk unggulan Jawa Timur bersaing di kancah global.








