Iki Radio - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai memperkuat pembinaan atlet tenis meja melalui Kejuaraan Wali Kota Cup Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) seluruh Kota Malang Tahun 2026.
Turnamen tersebut menjadi ajang penjaringan
atlet potensial untuk dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa
Timur 2027.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara resmi
membuka kejuaraan itu di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu
(5/7/2026).
Ia menegaskan Pemerintah Kota Malang memberi
perhatian terhadap pembinaan cabang olahraga tenis meja, terutama setelah hasil
Pekan Olahraga Provinsi sebelumnya belum menghasilkan medali bagi Kota Malang.
“Saya memang sedang fokus dengan PTMSI Kota
Malang. Kemarin pada Porprov belum menghasilkan medali. Karena itu, saya hadir
untuk memberikan semangat baru agar PTMSI bisa bangkit. Saya yakin Kota Malang
memiliki atlet-atlet yang berprestasi dan berpotensi memberikan hasil terbaik
ke depan,” ujar Wahyu.
Menurutnya, Wali Kota Cup tidak hanya menjadi
ajang pertandingan, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet secara berjenjang.
Kompetisi diperlukan untuk mengukur kemampuan, keterampilan, dan perkembangan
hasil latihan para atlet.
“Kalau hanya berlatih tanpa kompetisi, kita
tidak akan mengetahui sejauh mana perkembangan atlet. Karena itu, kompetisi
seperti ini menjadi wadah untuk melihat kemampuan, keterampilan, sekaligus
perkembangan latihan para atlet. Dari sini nanti akan muncul bibit-bibit
terbaik yang diproyeksikan tampil pada Porprov 2027 maupun kejuaraan tingkat
Jawa Timur,” katanya.
Wahyu mengapresiasi kepengurusan baru PTMSI
Kota Malang yang dinilai memiliki semangat membangun prestasi. Ia optimistis
pembinaan yang lebih terarah dapat memperbaiki pencapaian tenis meja Kota
Malang pada ajang olahraga mendatang.
“Kita tidak perlu terus melihat ke belakang.
Walaupun sebelumnya belum memperoleh medali, saya yakin dengan semangat baru
dan pembinaan yang lebih baik, PTMSI mampu memberikan hasil terbaik bagi Kota
Malang pada Porprov 2027,” tegasnya.
Usai membuka kejuaraan, Wahyu meninjau
jalannya pertandingan dan menyaksikan penampilan para atlet muda. Ia mengaku
optimistis melihat potensi atlet tenis meja Kota Malang, termasuk peserta usia
dini yang menunjukkan kemampuan menonjol.
“Saya melihat potensi atlet tenis meja Kota
Malang sangat baik. Bahkan tadi ada atlet yang masih taman kanak-kanak, tetapi
mampu mengalahkan peserta yang usianya lebih tinggi. Ini menunjukkan pembinaan
usia dini sudah mulai terlihat hasilnya,” ungkapnya.
Wahyu secara khusus mengapresiasi atlet muda
bernama Kenta yang masih berusia taman kanak-kanak dan tampil tenang dalam
pertandingan. Menurutnya, atlet usia dini dengan potensi tersebut perlu
mendapat pendampingan serta pembinaan secara berkelanjutan.
“Anak-anak seperti Kenta harus benar-benar
dilatih, dibimbing, dan dibina oleh PTMSI. Mereka adalah aset Kota Malang yang
berpotensi menjadi atlet berprestasi dan membawa pulang medali di masa
mendatang,” pungkasnya.








