Iki Radio - Lontong sambal tahu khas Blora kembali mencuri perhatian publik. Bukan hanya karena cita rasanya, tetapi juga penyajiannya menggunakan pincuk daun jati yang menjadi daya tarik konten di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.
Kuliner khas Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ini disajikan
dengan bumbu berbahan kacang tanah goreng yang diulek bersama kecap, cabai,
serta pelengkap berupa tahu, tauge, bawang goreng, seledri, jeruk nipis, dan
telur dadar sesuai selera.
Keunikan penyajian menggunakan pincuk daun jati
menghadirkan pengalaman makan yang autentik. Selain itu, proses mengulek sambal
secara langsung di depan pembeli menjadi atraksi yang menarik perhatian, baik
bagi wisatawan maupun kreator konten.
Salah seorang penikmat lontong sambal, Nydia, mengatakan
setiap porsi dibuat secara khusus sehingga pembeli harus mengantre.
"Pembeli harus antre karena sekali mengulek sambal
hanya untuk satu porsi. Prosesnya sekitar tiga menit dan tingkat kepedasan bisa
disesuaikan dengan permintaan," ujarnya di Pasar Rakyat Sido Makmur, Jumat
(17/7/2026).
Dengan harga sekitar Rp12.000 per porsi, lontong sambal
tahu tetap menjadi kuliner favorit masyarakat dari berbagai kalangan. Proses
penyajiannya yang cepat membuat makanan ini tetap diminati hingga kini.
Cita rasa khas lontong sambal Blora juga dipengaruhi
penggunaan kecap produksi industri rumahan yang menjadi ciri pembeda
dibandingkan kuliner serupa di daerah lain.
Pelajar SMK 1 Musaba Blora, Erva, menilai lontong sambal
tahu merupakan kuliner yang layak direkomendasikan karena memiliki cita rasa
khas sekaligus nilai budaya yang tetap bertahan dari generasi ke generasi.
Sementara itu, pembimbing Praktik Kerja Lapangan (PKL) di
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blora, Rudianto, menjelaskan bahwa
kuliner lokal dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi siswa untuk
mengembangkan kemampuan storytelling melalui video pendek.
Menurutnya, proses pengulekan sambal, penataan visual
makanan (food styling), hingga filosofi penggunaan pincuk daun jati menjadi
materi yang menarik untuk dikemas sebagai konten digital sekaligus mendukung
promosi UMKM daerah.
Salah seorang penjual lontong sambal di Pasar Rakyat Sido
Makmur, Yatmi, mengaku telah berjualan selama delapan tahun. Usaha tersebut
mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak dan
renovasi rumah.
Ia juga mengaku, promosi melalui media sosial dan layanan
pesan antar semakin memperluas jangkauan pelanggan.
"Pembeli bisa memesan melalui WhatsApp maupun
layanan delivery yang sudah bermitra,"tambahnya.








