Pemkab Madiun Salurkan BLT Rp 1,7 Miliar untuk Buruh Tani Tembakau dan Pabrik Rokok

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Sosial (Dinsos) resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai lebih dari Rp 1,7 miliar. 

Bantuan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2026 ini dialokasikan khusus bagi buruh petani tembakau dan buruh pabrik rokok di wilayah Kabupaten Madiun.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan langsung Bupati Madiun Hari Wuryanto, di Pendapa Muda Graha pada Jumat (10/7/2026).

Kepala Dinsos Kabupaten Madiun, Supriyadi, menjelaskan bahwa total penerima manfaat tahun ini mencapai 1.909 orang.

Dari jumlah tersebut 1.400 orang merupakan buruh petani tembakau, dan sebanyak 509 orang buruh pabrik rokok. 

Setiap penerima manfaat mendapatkan BLT sebesar Rp 300.000 per bulan untuk alokasi tiga bulan (Maret hingga Mei 2026), sehingga total yang diterima per orang adalah Rp 900.000. 

Proses penyaluran dana dilakukan secara transparan melalui Perumda BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun.

"Asal data by name by address merupakan usulan resmi dari dinas terkait agar tepat sasaran. Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian dan komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan," ungkap Supriyadi.

Meskipun alokasi dana DBHCHT dari pemerintah pusat mengalami penurunan drastis hingga 50 persen dibandingkan tahun lalu, Pemkab Madiun berkomitmen untuk tidak mengurangi jumlah penerima bantuan sosial ini.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa program perlindungan dan jaminan sosial tetap menjadi skala prioritas utama.

"Penerima BLT tetap sama seperti tahun kemarin. Kegiatan di sektor lain yang terpaksa kami kurangi mengingat jatah dari pusat turun 50 persen. Meskipun anggaran menurun, pemanfaatan DBHCHT akan tetap dioptimalkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Penyaluran BLT ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi buruh di tengah situasi perekonomian global yang tidak menentu. 

Apalagi, momentum pencairan ini dinilai sangat pas dengan dimulainya tahun ajaran baru sekolah.

"Saya rasa momennya sangat tepat karena bersamaan dengan tahun ajaran baru. Bantuan ini bisa digunakan untuk membantu biaya kebutuhan pendidikan anak-anak mereka," tambah Bupati.

Selain untuk BLT, Hari Wur menambahkan bahwa sisa anggaran DBHCHT tahun ini tetap dialokasikan secara proporsional layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di sektor pertanian dan industri tembakau, dan sarana prasarana guna meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi tembakau di Kabupaten Madiun.

Acara penyerahan bantuan ini turut dihadiri oleh jajaran forkopimda dan pejabat penting, di antaranya Wakil Bupati Madiun, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Sekretaris Kepala Biro Perekonomian dan SDA Provinsi Jawa Timur, para Asisten dan Staf Ahli, OPD pengelola DBHCHT, serta sejumlah Camat dan Kepala Desa.(ir)

close
Pasang Iklan Disini