Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mematangkan proyek Alat Penerangan Jalan (APJ) melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Madiun, Achmad Hariyanto Mayangkoro, memberikan arahan dalam acara Pemantauan Bersama Proyek APJ di Ruang IT Puspem Kabupaten Madiun, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan yang digelar bersama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) (Persero) ini turut dihadiri oleh Deputi Direktur Keuangan PT PII M. Rido beserta jajaran, Direktur PT Tri Tunggal Madiun Terang, Kepala Dinas Perhubungan Suryanto, serta sejumlah pimpinan OPD dan Kepala Bagian terkait.
Acara diawali dengan paparan dari Kadishub mengenai hasil monitoring Inspektorat terhadap proyek KPBU APJ tahun 2026.
Deputi Direktur Keuangan PT PII, M. Rido, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Madiun yang dinilai sukses mengeksekusi proyek APJ dengan skema KPBU. Keberhasilan ini bahkan kerap dijadikan percontohan nasional maupun internasional.
“Kami selalu mempromosikan keberhasilan KPBU APJ ini kepada daerah lain, dan mereka sangat tertarik. Bahkan, KPBU APJ Kabupaten Madiun telah mendapatkan pengakuan internasional dari Korea Selatan,” ungkap M. Rido.
Bupati Madiun Hari Wuryanto, menambahkan bahwa setelah berjalan selama tiga tahun, proyek KPBU APJ ini berjalan dengan sangat baik dan menjadi primadona bagi daerah lain untuk melakukan studi banding.
Kendati demikian, Bupati menegaskan pentingnya evaluasi berkala.
"Jika setelah evaluasi ternyata ditemukan hal-hal yang masih kurang, harus segera dilakukan perbaikan. Monitoring ini esensinya adalah untuk mencari solusi terbaik," tegas Bupati Hari Wuryanto.
Keberhasilan proyek ini tidak hanya berdampak pada estetika wilayah, namun juga efisiensi anggaran daerah yang sangat signifikan. Berdasarkan data teknis, proyek KPBU APJ ini berhasil mencatatkan penghematan biaya energi yang cukup besar mencapai Rp 662,8 juta (23,56%). Dengan realisasi biaya energi hanya mencapai 76,44% dari batas maksimum yang ditetapkan.
Bupati berharap hasil dari penghematan anggaran energi tersebut dapat dialokasikan untuk kegiatan produktif lainnya. Lebih lanjut, pihaknya menargetkan perluasan cakupan penerangan di wilayah Kabupaten Madiun.
"Saya berharap akan ada penambahan 4.000 titik APJ baru, sehingga Kabupaten Madiun benar-benar ‘terang benderang’," imbuhnya.
Rencana penambahan 4.000 titik APJ baru tersebut mendapat dukungan penuh dari aparat penegak hukum.
Kajari Kabupaten Madiun, Achmad Hariyanto Mayangkoro, menyatakan kesiapannya untuk mengawal proyek strategis ini dari hulu ke hilir.
"Kami siap memberikan pendampingan mulai dari tahapan perencanaan hingga pelaksanaan terhadap penambahan 4.000 titik tersebut. Proyek ini sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, terbukti mampu mengurangi daya energi secara besar, dan di sisi lain turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Madiun," pungkas Kajari.(ir)














