Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik mulai dari tingkat desa. Hal ini ditegaskan Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat menghadiri sekaligus memberikan pengarahan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur dan Lembaga Desa di Grand HAP Kintamani Sarangan, Magetan, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema untuk mewujudkan "Madiun Bersahaja" (Bersih, Sehat, Sejahtera, dan Bersahaja) ini diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Dagangan.
Turut mendampingi Bupati dalam acara tersebut, Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, serta Camat Dagangan, Joko Susilo.
Acara ini diikuti secara antusias oleh para aparatur desa se-Kecamatan Dagangan, yang meliputi 17 Kepala Desa, Sekretaris Desa (Sekdes), perangkat desa, hingga Ketua TP PKK Desa.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, hadir sebagai pemateri dengan membawakan tema “Optimalisasi Peran Pemerintah Desa Dalam Memfasilitasi Lembaga Kemasyarakatan Desa”.
Dalam paparannya, dr. Purnomo menjelaskan secara rinci mengenai elemen-elemen utama Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), seperti BPD, PKK, LPMD, RT/RW, Karang Taruna, hingga Posyandu ILP, lengkap dengan tugas pokok dan fungsinya. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor di tingkat desa.
“Semua elemen LKD harus ada sinergi agar bisa menghasilkan perencanaan dan pelaksanaan yang bagus untuk kesejahteraan masyarakat. Yang tak kalah terpentingnya adalah juga membuat pertanggungjawaban yang baik,” tegas Wakil Bupati.
Sementara itu, Bupati Madiun yang akrab disapa Mas Hari, menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada keselarasan program kerja. Menurutnya, program dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Pemda), hingga Pemerintah Desa harus linier dan saling mendukung.
Bupati memaparkan Visi "Bersahaja" yang dijabarkan ke dalam 6 misi strategis agar menjadi acuan bagi pemerintah desa dalam menyusun program kerja. Bimtek ini, lanjut Bupati, merupakan momentum yang sangat baik untuk mendongkrak kapasitas aparatur desa demi memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Selain aspek birokrasi, Bupati juga menitipkan pesan moral dan adaptasi teknologi kepada seluruh peserta yang hadir.
“Mari kita selalu hidup *guyub rukun*. Tolong jaga dan hidupkan kembali budaya gotong royong, dan kita juga harus terus belajar IT karena saat ini era digitalisasi,” ajak Bupati.
Di akhir pengarahannya, Bupati Hari Wuryanto juga menyinggung program strategis nasional di bidang kesehatan, yaitu Program Asri dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah Kabupaten Madiun menargetkan pada tahun 2030, seluruh lapisan masyarakat sudah tersentuh oleh fasilitas kesehatan gratis ini. Langkah preventif ini dinilai sangat penting untuk mendeteksi dini berbagai penyakit yang rawan di masyarakat.
“Tujuannya agar penyakit seperti hipertensi dan TBC bisa dideteksi sejak dini. Karena target pemerintah di tahun 2030 Indonesia sudah zero TBC,” pungkas Bupati menutup arahannya.













