Iki Radio - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan, bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas Gabon demi memperjuangkan penyelamatan anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang diculik bajak laut dari kapal ikan mereka di perairan Gabon.
![]() |
| Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah |
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah, pihaknya telah mendapat informasi terkait adanya korban WNI dalam pembajakan kapal penangkap ikan IB FISH 7 di Gabon, pada Minggu (11/1/2026) waktu setempat.
“Segera setelah mendapat informasi pembajakan, Kemlu melalui
KBRI Yaounde telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat, perusahaan
kapal, dan pihak terkait lainnya untuk mempercepat upaya penyelamatan awak
kapal yang diculik,” kata Heni, dalam keterangan resmi, Rabu (14/1/2026).
KBRI Yaounde juga telah meminta informasi terbaru terkait
kondisi kesehatan para WNI awak kapal yang terdampak pembajakan, khususnya yang
lolos dari penculikan oleh bajak laut.
Pelaku pembajakan diketahui menculik 9 dari 12 awak kapal
IB FISH 7, sementara 3 lainnya – 2 di antaranya adalah WNI – lolos dari
penculikan dan bertahan di atas kapal hingga diselamatkan otoritas setempat,
yang mengawal kapal sampai Libreville, ibu kota Gabon.
Heni memastikan, WNI yang selamat tersebut dalam kondisi
aman, sementara personel Angkatan Laut Gabon telah memulai operasi pemburuan
terhadap para pelaku penculikan ABK tersebut.
KBRI Yaounde terus berkoordinasi dengan pihak terkait
untuk memastikan bahwa penanggung jawab tetap melaksanakan semua hak
ketenagakerjaan yang dimiliki para ABK WNI maupun keluarganya, ucap dia. “Kemlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau perkembangan
situasi dan melakukan penanganan kasus ini,”
kata Heni.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Gabon Laksamana
Madya Charles Hubert Bekale Meyong mengkonfirmasi bahwa ada 4 WNI dan 5 WN
Tiongkok yang diculik bajak laut dalam peristiwa tersebut.













