Hemat Anggaran, Tiadakan Air Minum Kemasan, Disediakan Dispenser, Pemkab Batang Minta ASN Bawa Tumbler Saat Rapat

Iki Radio - Pemandangan berbeda kini terlihat di ruang-ruang rapat Pemerintah Kabupaten Batang. Botol air mineral kemasan plastik yang biasanya berjejer di meja peserta mulai menghilang, berganti dengan botol minum pribadi yang dibawa masing-masing.

ilustrasi


Perubahan tersebut merupakan kebijakan baru Bupati Batang M. Faiz Kurniawan yang mengimbau seluruh jajaran pemerintah daerah dan peserta kegiatan untuk membiasakan diri membawa tumbler saat mengikuti rapat atau agenda resmi.

Faiz menegaskan, kebijakan ini bukan semata-mata karena keterbatasan anggaran, melainkan bagian dari upaya efisiensi belanja daerah sekaligus pengurangan sampah plastik.

“Satu, memang ini bagian dari efisiensi. Belanja yang saya lihat cukup besar selama ini adalah snack dan makan dalam setiap kegiatan,” katanya saat ditemui di Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Kamis (15/1/2026).

Ia membandingkan kebiasaan rapat di luar negeri yang cenderung sederhana. Bahkan dalam pertemuan pejabat tinggi, konsumsi hanya berupa kudapan ringan dengan air minum dari dispenser.

Selain soal efisiensi, Faiz mengaku sering prihatin melihat banyaknya air mineral kemasan yang terbuang sebelum habis diminum.

“Kalau botolan 300 mililiter atau 600 mililiter itu saya lihat selalu nggak habis dan akhirnya dibuang. Nah, sekarang kita sediakan dispenser supaya bisa mengambil air sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Langkah tersebut dinilai efektif untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai yang selama ini menjadi penyumbang sampah dari kegiatan pemerintahan.

Menanggapi kekhawatiran soal potensi adu gengsi botol minum di kalangan pegawai, Faiz menilai hal itu bukan persoalan utama. Menurutnya, yang terpenting adalah ketersediaan fasilitas dan kesadaran bersama.

“Yang penting saya akan sediakan dispenser saja. Soal botolnya seperti apa, itu urusan masing-masing,” tegasnya.

Faiz mengakui kebijakan ini masih dalam tahap adaptasi. Ia sempat menyinggung momen awal penerapan kebijakan tersebut, ketika peserta rapat enggan menyentuh snack karena tidak tersedia minuman kemasan.

“Waktu rakor pertama, snack ada tapi minum botolan tidak ada. Akhirnya nggak dimakan karena takut seret. Sekarang sudah mulai ada yang ambil minum sendiri, dan nanti terus kita imbau pakai tumbler,” ungkapnya.

Kebijakan ini mendapat apresiasi dari DPRD Batang. Wakil Ketua DPRD Batang Beny Abidin, menilai imbauan membawa tumbler merupakan langkah konkret dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi perhatian daerah.

Menurutnya, kebijakan tersebut patut didukung dan bisa menjadi contoh bagi masyarakat dalam menerapkan gaya hidup lebih ramah lingkungan.

“Oh, sangat bagus sekali. Mengurangi sampah, yang di Kabupaten Batang ini memang menjadi persoalan penting. Selain itu juga efisiensi anggaran,” ujar dia. 

close
Pasang Iklan Disini