NGAWI, Iki radio – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, secara resmi membuka Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) Jawa Timur di Kabupaten Ngawi, Jumat malam (6/11/2026).
Dalam sambutannya, Emil menegaskan bahwa POPDA dan PEPARPEDA bukan sekadar kompetisi tahunan untuk memperebutkan gelar juara semata. Lebih dari itu, kedua ajang ini memiliki peran mendasar dalam membangun karakter, menempa mental juara, sekaligus menyiapkan generasi muda Jawa Timur yang tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan.
Menurut Emil, kompetisi olahraga tingkat pelajar memegang posisi strategis untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial. Para atlet muda ini diharapkan mampu terus berkembang hingga kelak mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia di tingkat yang lebih tinggi. Kendati demikian, ia menekankan bahwa nilai utama kegiatan ini dapat dirasakan oleh seluruh peserta, tidak terbatas bagi mereka yang bercita-cita menjadi atlet profesional.
“Ini adalah ajang untuk mencetak mental generasi penerus bangsa yang kuat. Adik-adik yang hadir di sini bukan hanya memiliki bakat, tetapi juga mental baja dan mental juara,” ujar Emil di hadapan ribuan peserta dan tamu undangan.
Ia menambahkan, pengalaman bertanding secara langsung akan mengasah kedisiplinan, keberanian, nilai sportivitas, serta kemampuan beradaptasi saat menghadapi tekanan. Nilai-nilai karakter tersebut menjadi bekal krusial yang akan terus melekat pada diri para pelajar dalam menjalani kehidupan bermasyarakat di masa mendatang.
Emil memberikan perhatian khusus pada penyelenggaraan PEPARPEDA. Ia menegaskan pentingnya mewujudkan ruang olahraga yang inklusif dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh anak, termasuk para pelajar penyandang disabilitas, untuk menyalurkan bakat serta mengukir prestasi.
“Jawa Timur adalah milik kita semuanya, termasuk saudara-saudari kita yang memiliki kebutuhan khusus. Mereka juga harus bisa menyalurkan bakatnya di bidang olahraga,” tegasnya.
Kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, hingga perangkat pertandingan, Wagub mengimbau agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas sepanjang kompetisi berjalan. Ia mengingatkan bahwa menang atau kalah bukanlah satu-satunya tolok ukur keberhasilan. Hal yang jauh lebih utama adalah keberanian mengerahkan kemampuan terbaik serta menjaga tali persaudaraan antarpeserta dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Pada kesempatan yang sama, Emil menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi yang telah bersiap diri menjadi tuan rumah pelaksanaan POPDA dan PEPARPEDA. Kehadiran ribuan kontingen yang terdiri dari atlet, pelatih, ofisial, hingga pendamping dan keluarga diyakini membawa dampak positif langsung terhadap perekonomian lokal.
Ia berharap momentum ini dapat dimanfaatkan secara
optimal oleh pemerintah daerah dan masyarakat Ngawi untuk mempromosikan
berbagai potensi lokal, mulai dari destinasi wisata alam, keanekaragaman
kuliner, hingga produk-produk UMKM dan kerajinan khas daerah kepada para
pengunjung.



















