Iki Terbaru/Paling Greeess

Arab Saudi Mencegat Rudal Houthi Dekat Mekkah, Komunitas Internasional Lontarkan Kecaman keras

RIYADH, Iki Radio — Otoritas Arab Saudi mengeklaim berhasil mencegat rudal yang diluncurkan milisi Houthi ke arah Mekkah dan Madinah pada Sabtu (24/10/2026).

Pencegatan tersebut memicu serpihan rudal berhamburan di sejumlah lokasi, termasuk di Wadi Al-Mughammas—wilayah yang hanya berjarak sekitar 23 kilometer dari Masjidil Haram. Pihak Saudi menuduh kelompok Houthi terus-menerus menyerang wilayah mereka dan dengan sengaja menargetkan situs-situs suci umat Islam.

Gelombang Kecaman Internasional

Serangan yang mengarah ke dua kota suci umat Islam tersebut memicu gelombang kecaman luas dari komunitas dan organisasi internasional, salah satunya datang dari Liga Dunia Muslim (Muslim World League).

"Menargetkan wilayah Mekkah dan Madinah adalah pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian agama dan serangan terhadap perasaan lebih dari satu setengah miliar umat Muslim di seluruh dunia," tegas Liga Dunia Muslim, seperti dikutip dari Asharq Al-Awsat.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) turut mengutuk keras serangan Houthi yang mengincar Provinsi Mekkah, Madinah, Taif, hingga Jeddah. Pihaknya mewanti-wanti adanya dampak berbahaya bagi stabilitas kawasan jika serangan semacam ini terus berlanjut.

Respons dan Klaim Balasan Houthi

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi terbaru dari pihak Houthi yang secara spesifik menanggapi tuduhan penargetan Mekkah dan Madinah.

Namun, melalui sejumlah unggahan di platform X (Twitter) dalam tiga hari terakhir, Juru Bicara Houthi, Yahya Al-Saree, menyatakan bahwa koalisi pimpinan Saudi telah lebih dulu menggempur berbagai wilayah di Yaman, termasuk ibu kota Sanaa. Al-Saree menyebut koalisi Saudi meluncurkan lebih dari 100 serangan udara ke negara tersebut.

Sebagai bentuk aksi balasan, Houthi melancarkan serangan yang menargetkan sejumlah objek vital di Saudi, mulai dari bandara internasional, gudang senjata, hingga fasilitas minyak. Kelompok tersebut juga mengeluarkan peringatan tegas bagi maskapai penerbangan dan wisatawan internasional.

"Pasukan Bersenjata [Houthi] memperbarui peringatannya untuk perusahaan penerbangan internasional dan regional, serta karyawan dan penumpang, agar tidak bepergian melalui Bandara Internasional King Khalid di Riyadh karena tidak aman, begitu pula wilayah udara Saudi—kecuali wilayah udara suci di Makkah Al-Mukarramah dan Madinah Al-Munawwarah," tulis Saree di X.

Saling serang antara koalisi Saudi dan Houthi ini telah berlangsung sengit selama beberapa bulan terakhir. Escalasi militer ini kian memperkeruh ketegangan di kawasan Timur Tengah yang juga tengah diwarnai konflik antara Serikat dan Iran.

 

Polisi Usut Kasus Kematian Remaja Usai Nonton Bola di Stadion Pakansari

MADIUN, Iki Radio — Kepolisian Resor (Polres) Bogor tengah menyelidiki kasus kematian seorang remaja berinisial ARK (16) yang ditemukan tergeletak di Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 50, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Minggu (25/10/2026) malam. 

Korban diketahui tewas usai menyaksikan pertandingan sepak bola di Stadion Pakansari, Cibinong.

Kasi Humas Polres Bogor, Ipda Sigit Wahyudi, menyatakan bahwa pihak kepolisian saat ini masih fokus mendalami kronologi kejadian serta mengumpulkan alat bukti yang sah.

"Polres Bogor masih melakukan penyelidikan dan penyidikan guna mendalami kronologi kejadian, mengumpulkan keterangan dari para saksi, serta menelusuri pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Seluruh informasi yang diperoleh terus didalami untuk mengungkap fakta-fakta secara menyeluruh berdasarkan bukti yang sah," ujar Sigit dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).

Sigit menegaskan bahwa jajaran Polres Bogor berkomitmen untuk menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan transparan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku demi membuat peristiwa tersebut menjadi terang.

Imbauan dan Belasungkawa

Dalam kesempatan yang sama, Polres Bogor menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat luas agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta bijak dengan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

"Masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa tersebut diharapkan dapat menyampaikannya kepada pihak kepolisian guna membantu proses penyelidikan," tambah Sigit.

Respons Pemerintah Kabupaten Bogor

Kematian tragis ini turut mendapat perhatian dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Senin (26/10/2026), Rudy menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian korban.

"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya," ucap Rudy.

Ia juga menyayangkan insiden tersebut mengingat hakikat sepak bola yang seharusnya menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan sportivitas. Rudy berharap kejadian serupa tidak lagi terulang di masa mendatang.

"Dan tentunya, kita sama-sama pecinta bola. Sepak bola mengajarkan kita kebersamaan, sepak bola mengajarkan kita kekuatan tim. Dan semoga hari ini adalah tangisan terakhir seorang ibu yang kehilangan putra terbaiknya. Maju terus sepak bola Indonesia," pungkasnya.

 

Ledakan Tabung Gas 12 Kg Hancurkan Belasan Bangunan di Surabaya, Dua Lansia Terluka

SURABAYA, Iki Radio — Ledakan dahsyat yang diduga berasal dari kebocoran tabung gas 12 kilogram menghancurkan belasan bangunan di Jalan Kupang Segunting, Kelurahan Dr Soetomo, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, pada Senin (26/10/2026) pagi. 

Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.22 WIB ini mengakibatkan dua orang lanjut usia (lansia) mengalami luka-luka.

Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Arif Sunandar, menjelaskan bahwa kekuatan tekanan ledakan membuat atap dan bagian dalam rumah korban hancur berantakan. Gelombang ledakan juga berdampak pada rumah-rumah warga di sekitarnya.

"Enam rumah rusak berat hingga sedang, enam rumah lain rusak ringan," ujar Arif.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, merinci bahwa dua korban luka telah dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Korban berinisial JL (54) mengalami luka bakar 75 persen, sementara RLOA (84) mengalami luka akibat terkena serpihan kaca di bagian tangan sebelah kiri.

Dugaan kebocoran gas ini diperkuat oleh kesaksian warga sekitar, Agus Pramono (51). Menurutnya, warga sempat mencium bau gas yang sangat menyengat sebelum terjadi ledakan.

"Sekitar jam 7.25 WIB tadi, ada suara teriakan dari rumah itu. Ternyata tabung gas di rumah milik korban bocor, lalu ada percikan api listrik dan langsung meledak," kata Agus.

Di tengah proses evakuasi bangunan yang hancur, petugas gabungan juga berhasil menyelamatkan empat ekor anak anjing peliharaan yang sempat terjebak di lantai dua rumah korban.

Saat ini, Tim Inafis Polrestabes Surabaya bersama kepolisian setempat telah memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendalami penyebab pasti ledakan. Petugas BPBD Surabaya juga fokus membersihkan puing-puing reruntuhan serta menghalau warga agar tidak mendekati lokasi kejadian demi keamanan.

 

 

Polda Metro Jaya Gelar Operasi Patuh Jaya 2026, Terjunkan 2.938 Personel Gabungan

JAKARTA, Iki Radio — Polda Metro Jaya resmi memulai Operasi Patuh Jaya 2026 pada Senin (26/10/2026). Dalam operasi keselamatan lalu lintas yang akan berlangsung selama 14 hari hingga 8 November 2026 ini, sebanyak 2.938 personel gabungan dikerahkan ke lapangan.

Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menjelaskan bahwa Operasi Patuh Jaya 2026 mengusung tema "Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan". Menurutnya, penegakan hukum dan pengawasan lalu lintas tidak bisa dilakukan oleh kepolisian saja, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh lapisan masyarakat.

"Tema tersebut menegaskan bahwa kepolisian tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas), tetapi perlu sinergi dan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat—mulai dari instansi terkait, tokoh masyarakat, orang tua, guru, hingga masyarakat itu sendiri," ujar Dadang saat memimpin apel gelar pasukan di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Senin.

Dadang menekankan bahwa pendekatan operasi tahun ini lebih mengedepankan upaya preemtif dan preventif untuk membangun kepatuhan yang tumbuh dari kesadaran pribadi masyarakat.


Sasaran Prioritas Pelanggaran

Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Jaya 2026 menargetkan sejumlah pelanggaran lalu lintas prioritas, antara lain:

  • Pengendara sepeda motor tanpa helm berstandar SNI
  • Pengemudi yang tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt)
  • Penggunaan ponsel saat berkendara
  • Pelanggaran rambu atau marka jalan
  • Menerobos lampu merah
  • Melebihi batas kecepatan
  • Berkendara melawan arus

Pemetaan Akar Masalah dan Penindakan Wajib Video

Guna mengoptimalkan efektivitas operasi, Kapolda meminta seluruh personel yang bertugas untuk melakukan pendataan dan pemetaan wilayah berbasis akar masalah, khususnya di titik rawan pelanggaran melawan arus serta lokasi rawan kecelakaan.

"Petakan titik rawan pelanggaran melawan arus. Identifikasi akar masalahnya, apakah kurangnya rambu peringatan, minimnya pengawasan, atau faktor rekayasa lalu lintas. Petakan juga titik rawan kecelakaan—apakah karena kondisi jalan rusak, kurangnya penerangan jalan, minimnya rambu, atau pengawasan yang kurang," tegasnya.

Selain itu, Dadang menginstruksikan personel di lapangan untuk bertindak secara tegas, humanis, dan transparan. Ia mewajibkan seluruh tindakan kepolisian didokumentasikan dalam bentuk video.

"Setiap tindakan atau penindakan kepolisian, baik berupa teguran, harus dilakukan dengan menggunakan video, baik melalui bodycam maupun rekaman ponsel," lanjut Dadang.

Melalui Operasi Patuh Jaya 2026, Polda Metro Jaya berharap angka pelanggaran berulang dapat ditekan, keselamatan pengguna jalan meningkat, serta pembinaan kesadaran masyarakat melalui Polmas dapat berjalan secara optimal.

 

Menuju Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98: Kemenpora Rilis Tema dan Filosofi Logo Tahun 2026

JAKARTA, Iki Radio — Bangsa Indonesia tak lama lagi akan merayakan Hari Sumpah Pemuda (HSP) yang ke-98 pada tanggal 28 Oktober 2026. Menjelang perayaan bersejarah ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) secara resmi telah menetapkan tema serta filosofi logo melalui surat edaran Nomor B/DP.00/10.14.13/MPO/X/2026.

Peristiwa Sumpah Pemuda sendiri tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Melalui gerakan para pemuda pada 28 Oktober 1928 silam, cikal bakal semangat persatuan bangsa Indonesia mulai terbentuk dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Tema Sumpah Pemuda 2026

Pada peringatan tahun ini, Kemenpora mengangkat tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia".

Tema tersebut mengandung pesan kuat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus mengobarkan semangat kebangsaan, menunjukkan kegigihan dalam menghadapi berbagai tantangan, serta mengedepankan kepedulian terhadap sesama. Pemerintah berharap nilai-nilai luhur ini dapat membawa bangsa Indonesia menjadi lebih maju, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Logo Peringatan HSP 2026 dan Filosofinya

Berdasarkan panduan umum yang dirilis Kemenpora, logo peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 mengusung filosofi "Besi yang Menjadi Cahaya".

Secara visual, logo ini menampilkan lingkaran berwarna merah yang dilengkapi dengan empat sayap burung Garuda serta gambar panah yang mengarah ke kanan dalam gerak melingkar.

Berikut adalah rincian makna dari setiap elemen logo tersebut:

  • Sayap Burung Garuda: Melambangkan besarnya semangat nasional dan kekuatan bangsa Indonesia yang bersumber tidak hanya dari kekuasaan, tetapi juga dari nilai-nilai luhur bangsa.
  • Empat Sayap yang Membentuk Tangan: Menggambarkan kolaborasi antarmanusia serta kekuatan bangsa yang sejati, yang bersumber dari persatuan, kerja sama, dan semangat saling mendukung.
  • Panah ke Kanan: Menjadi simbol gerak progresif yang menggambarkan kondisi bangsa Indonesia yang selalu bergerak maju, berani menghadapi tantangan masa depan dengan tetap berpijak pada sejarah dan nilai-nilai luhur kebangsaan.
  • Gerak Melingkar: Menyimbolkan kolaborasi antarelemen bangsa serta pengingat bahwa setiap orang harus saling menguatkan tanpa memandang rendah pihak lain.

Melalui momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 ini, seluruh masyarakat—khususnya generasi muda—diharapkan dapat memupuk rasa cinta tanah air, menjaga kedaulatan bangsa, serta meneladani nilai-nilai positif yang telah ditunjukkan oleh para pemuda sejak 28 Oktober 1928.

 

Peringati Kekayaan Budaya Nusantara, Festival Negeri Kami 2026 Dorong Ekonomi Kreatif Daerah

JAKARTA, Iki Radio — Festival Negeri Kami (FNK) 2026 resmi dibuka di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Acara ini mencatatkan momen istimewa dengan menghadirkan perwakilan dari seluruh 38 provinsi di Indonesia dalam satu panggung. Selain menjadi ruang promosi keberagaman budaya Nusantara, festival ini menyoroti potensi besar budaya sebagai aset yang dapat dikembangkan untuk mendukung ekonomi kreatif daerah.

Festival yang digagas oleh International Creatives Exchange (ICE) bekerja sama dengan Forum Komunikasi Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (Forkappsi) ini dibuka secara simbolis oleh Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Ahmad Mahendra, yang hadir mewakili Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

Penyelenggaraan acara berlangsung semarak dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Antusiasme pengunjung dari berbagai kalangan terlihat memenuhi area TMII untuk menyaksikan ragam pergelaran busana, musik, hingga tarian khas Nusantara.

Rangkaian acara diawali dengan pawai budaya yang diikuti oleh kontingen dari 38 provinsi. Masing-masing kontingen tampil memukau mengenakan pakaian adat khas daerahnya. Kemeriahan pawai semakin terasa dengan iringan marching band, musik Tanjidor, serta kehadiran Ondel-ondel sebagai ikon budaya Betawi yang menegaskan peran Jakarta sebagai tuan rumah. Usai prosesi pembukaan, panggung utama menyuguhkan pertunjukan tari-tarian daerah secara bergantian dari seluruh provinsi.


Wujud Rasa Terima Kasih untuk Indonesia

Pendiri sekaligus Global Head International Creatives Exchange, Atta Ul Karim, mengungkapkan bahwa gagasan menggelar festival ini lahir dari rasa terima kasih dan utang budinya kepada Indonesia.

"Saya berasal dari Pakistan, tetapi sudah 18 tahun tinggal di Indonesia. Saya dan keluarga merasa berutang budi kepada negeri ini. Itulah alasan kami menggagas Festival Negeri Kami," ujar Atta, dikutip Senin (26/10/2026).

Ia menjelaskan, konsep FNK dirancang bersama timnya sejak delapan bulan lalu. Luasnya kekayaan budaya Indonesia sempat membuat timnya kesulitan menentukan format acara yang tepat.

"Budaya Indonesia sangat banyak, sampai kami sempat bingung harus membuat acara seperti apa. Akhirnya saya memutuskan untuk mengumpulkan 38 provinsi Indonesia di satu tempat. Hari ini, alhamdulillah, cita-cita itu tercapai," tambahnya.

Hal senada disampaikan Ketua Pelaksana FNK, Rifai Akif. Ia mengakui bahwa mengumpulkan 38 provinsi bukanlah pekerjaan mudah, terlebih dengan adanya beberapa provinsi hasil pemekaran baru di wilayah Papua.

"Namun hari ini, impian itu terwujud. Perwakilan 38 provinsi berkumpul untuk berparade dan menampilkan keseniannya di panggung FNK," ungkap Rifai.

Potensi "Mega Diversity" dan Aset Ekonomi

Sementara itu, Dirjen Ahmad Mahendra menilai FNK sebagai sebuah terobosan penting dalam upaya pemajuan kebudayaan.

"Biasanya hanya sebagian provinsi yang tampil. Sekarang 38 provinsi hadir bersama. Pawai seperti ini sangat mendidik karena membiasakan masyarakat menyaksikan secara langsung keragaman Indonesia," tuturnya.

Ahmad Mahendra menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan telah dijamin oleh Pasal 32 UUD 1945 dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Saat ini, Indonesia tercatat memiliki 1.340 kelompok etnis, 718 bahasa daerah, 29.304 objek pemajuan kebudayaan, dan 3.277 warisan budaya takbenda yang telah ditetapkan.

"Bahasa daerah kita mewakili sekitar 10 persen bahasa di dunia. Dengan kekayaan sebesar ini, Indonesia bukan lagi sekadar diversity, melainkan mega diversity," tegasnya.

Ia menambahkan, Kementerian Kebudayaan kini menaruh perhatian khusus pada pembaruan anjungan provinsi di TMII sebagai miniatur Indonesia. "Kekayaan budaya adalah aset ekonomi. Seni dan adat istiadat yang dikelola serta dikembangkan dengan baik akan menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat," pungkas Ahmad.

Pembukaan FNK 2026 turut dihadiri oleh sejumlah tamu kehormatan, kepala kantor penghubung provinsi, dan para undangan. Melalui gelaran ini, ICE berharap Festival Negeri Kami dapat menjadi agenda budaya berkelanjutan yang terus memperkuat kebanggaan publik terhadap kekayaan budaya Indonesia.

 

 

close
Pasang Iklan Disini