Iki Terbaru/Paling Greeess

Harga Emas di Pegadaian Variatif: Antam Tembus Rp 2,62 Juta per Gram, UBS Naik Tipis

Iki Radio - Harga emas batangan cetakan Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian mencatatkan pergerakan yang bervariasi pada perdagangan Jumat (25/9/2026). Dari ketiga produk logam mulia tersebut, emas Antam menjadi yang tertinggi dengan menembus angka Rp 2,62 juta per gram.

Berdasarkan data dari laman resmi Pegadaian pada pukul 11.36 WIB, harga emas Antam ukuran 1 gram ditetapkan sebesar Rp 2.629.000. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar Rp 16.000 dibandingkan harga perdagangan hari sebelumnya yang berada di level Rp 2.645.000 per gram.

Berbeda dengan Antam, harga emas buatan Galeri24 terpantau stagnan di harga Rp 2.545.000 per gram. Sementara itu, harga emas UBS justru menguat tipis Rp 5.000 menjadi Rp 2.575.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp 2.570.000.

Pegadaian menyediakan berbagai pilihan ukuran gramasi untuk tiap jenis produk. Emas Galeri24 ditawarkan mulai dari ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kg). Emas UBS tersedia dari pecahan 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan emas Antam dapat dibeli mulai ukuran 0,5 gram hingga 100 gram. Perlu dicatat, harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.

Berikut rincian lengkap harga emas di Pegadaian untuk masing-masing pecahan:

Harga Emas Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.336.000
  • 1 gram: Rp 2.545.000
  • 2 gram: Rp 5.030.000
  • 5 gram: Rp 12.482.000
  • 10 gram: Rp 24.897.000
  • 25 gram: Rp 61.907.000
  • 50 gram: Rp 123.717.000
  • 100 gram: Rp 247.312.000
  • 250 gram: Rp 616.759.000
  • 500 gram: Rp 1.233.517.000
  • 1.000 gram: Rp 2.467.034.000

Harga Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.366.000
  • 1 gram: Rp 2.629.000
  • 2 gram: Rp 5.197.000
  • 3 gram: Rp 7.770.000
  • 5 gram: Rp 12.916.000
  • 10 gram: Rp 25.776.000
  • 25 gram: Rp 64.313.000
  • 50 gram: Rp 128.545.000
  • 100 gram: Rp 257.011.000

Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.392.000
  • 1 gram: Rp 2.575.000
  • 2 gram: Rp 5.110.000
  • 5 gram: Rp 12.628.000
  • 10 gram: Rp 25.123.000
  • 25 gram: Rp 62.684.000
  • 50 gram: Rp 125.111.000
  • 100 gram: Rp 250.122.000
  • 250 gram: Rp 625.121.000
  • 500 gram: Rp 1.248.774.000

 

Profil Franda Stefanus: Perjalanan Karier dari Panggung VJ Hunt Hingga Dunia Seni Peran

Iki Radio — Nama Franda Stefanus sudah tidak asing lagi di industri hiburan Indonesia. Wanita kelahiran 8 Februari 1987 keturunan Jawa dan Tionghoa ini dikenal sebagai sosok multitalenta yang berhasil meniti karier sebagai model, pemeran, hingga pembawa acara populer di tanah air.

Langkah awal Franda di dunia hiburan dimulai saat ia mengikuti ajang pemilihan MTV VJ Hunt pada tahun 2007. Meski tidak keluar sebagai pemenang utama, bakat dan pesonanya berhasil mencuri perhatian publik hingga dianugerahi gelar Juara Favorit Pilihan Pemirsa.

Keberhasilan di MTV VJ Hunt membuka jalan lebar bagi karier presenternya. Alumni London School of Public Relations (LSPR) angkatan 2009 bergelar Sarjana Komunikasi ini sempat menjadi pembawa acara tamu di program musik populer Dahsyat (RCTI) bergantian dengan sederet nama besar seperti Olla Ramlan, Astrid Tiar, dan Laura Basuki. Penampilannya di acara tersebut bahkan mengantarkannya masuk ke dalam nominasi Host Tamu Terdahsyat pada Dahsyatnya Awards 2011.

Tidak hanya di ranah hiburan umum, Franda juga makin dikenal luas saat merambah dunia presenter olahraga. Wajahnya kerap menghiasi layar kaca sebagai pembawa acara Lensa Olahraga dan Total Football di ANTV, yang membawanya meraih nominasi Presenter Olahraga Terfavorit pada ajang Panasonic Gobel Awards 2013.


Tak puas hanya di dunia presenting, Franda mengepakkan sayapnya ke dunia seni peran dan model video klip. Ia tercatat membintangi beberapa film layar lebar hits, antara lain Xia Aimei (2012), Radio Galau FM (2012), Marmut Merah Jambu (2014) sebagai Cindy dewasa, dan Ngenest (2015) sebagai Vania. Di layar kaca, ia pernah berperan sebagai Dewi Amba dalam serial Cinta Cenat Cenut 3 (2012). Wajahnya pun kerap menjadi bintang video klip dari grup musik ternama, seperti Seventeen ("Untuk Mencintaimu") dan Ungu ("Dirimu Satu").

Di luar karier profesionalnya, kehidupannya pribadinya turut menyita perhatian publik. Setelah resmi melepaskan masa lajangnya dengan menikahi aktor Samuel Zylgwyn pada 8 Agustus 2016, Franda kini fokus menikmati perannya sebagai seorang ibu dari dua buah hatinya, Zylvechia Ecclesie Heckenbucker dan Faleia Heckenbucker.

 

Aksi Walkout Warnai Pidato Netanyahu di SMU PBB: Protes Massal hingga Sentilan Pedas bagi Negara Barat

Iki Radio — Suasana Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) di New York memanas usai puluhan delegasi dari berbagai negara memutuskan untuk walkout saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, naik ke podium utama, Jumat (25/9/2026).

Protes massal tersebut diiringi sorakan dari dalam ruang sidang serta gelombang demonstrasi besar di luar gedung PBB yang turut diikuti sejumlah figur publik dunia, seperti aktor Elliot Page dan Susan Sarandon.

Aksi keluar ruangan ini memicu reaksi tajam dari Netanyahu. Saat Presiden Majelis Umum PBB berusaha menenangkan ruang sidang, Netanyahu melontarkan cibiran balik secara terbuka sebelum memulai pidatonya.

"Sebelum saya mulai, ada satu pengumuman singkat: jika ada lagi pengecut moral yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan lakukan sekarang," cetus Netanyahu menyindir para delegasi yang berjalan keluar.

Dalam pidatonya, Netanyahu bersikap menantang dan memaparkan sejumlah poin krusial terkait kondisi geopolitik kawasan, eskalasi konflik dengan Iran, hingga tuduhan terhadap tokoh-tokoh pengkritiknya di Amerika Serikat.


Poin-Poin Utama Pidato Netanyahu di SMU PBB

Klaim atas Penghancuran Nuklir Iran: Netanyahu menegaskan bahwa keputusan menyerang fasilitas nuklir Iran merupakan langkah penting yang tak terhindarkan demi kelangsungan hidup Israel dan keamanan dunia.

Tudingan Kemunafikan Internasional: Ia menuding negara-negara yang beraksi walkout bersikap munafik. Menurutnya, banyak pemimpin negara justru berterima kasih secara personal kepada Israel di balik layar karena telah melumpuhkan ancaman nuklir Iran.

Perang di Tujuh Front: Netanyahu menyoroti ketangguhan pasukannya yang mampu bertahan dan menyerang balik di tujuh front sekaligus selama tiga tahun terakhir—menghadapi Hamas, Hizbullah, Houthi, Iran, milisi Irak, milisi Suriah, serta kelompok militan di Tepi Barat (Yudea dan Samaria).

Apresiasi Khusus untuk Donald Trump: Pemimpin Israel tersebut mengutarakan apresiasi mendalam kepada Presiden AS Donald Trump atas kepemimpinannya dan kerja sama militer dalam membendung ancaman kelompok radikal serta rezim Iran.

Tudingan Perang Media dan Media Sosial: Netanyahu menyebut propaganda global dan narasi media sebagai "front kedelapan" yang dihadapi Israel dalam mempertahankan narasi dan kebenaran.

Kritik Langsung terhadap Tokoh AS: Secara eksplisit, ia menyoroti politisi Zohran Mamdani dan streamer/influencer Hasan Piker, menuduh mereka berusaha membungkam suara Israel. "Mamdani, Anda mencoba membungkam saya. Nah, Anda tidak bisa membungkam saya. Anda tidak bisa membungkam kebenaran," tegasnya.

Kendati dihantam gelombang kritik atas tindakan militernya di Timur Tengah, Netanyahu menutup pidatonyas sembari menegaskan bahwa tindakan bersenjata yang diambil Israel bersama sekutu utamanya, Amerika Serikat, adalah upaya untuk "menyelamatkan peradaban" dari ancaman ekstremisme.

 

Menkeu Suahasil Nazara Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Di Atas 5,5% pada Semester II-2026

Iki Radio— Pemerintah optimis perekonomian nasional terus melanjutkan tren positif hingga penghujung tahun. Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester II-2026 mampu menembus angka di atas 5,5 persen, dengan aspirasi jangka panjang bergerak menuju 6 persen.

"Saya yakin di kuartal tiga, kuartal empat, di paruh kedua tahun ini, kita masih bisa tumbuh di atas 5,5 persen. Dan ini merupakan pertumbuhan yang cukup baik. Kalau aspirasi, aspirasi kita menuju enam persen," ujar Suahasil dalam konferensi pers bersama Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Suahasil menegaskan bahwa perekonomian Indonesia terbukti memiliki daya tahan (resiliensi) yang kuat di tengah ketidakpastian dan guncangan ekonomi global. Optimisme tersebut didasari oleh realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang mencatatkan angka 5,45 persen, disokong oleh pertumbuhan kredit yang mendekati 13 persen serta laju inflasi yang tetap terjaga di level 3,19 persen.



Dorong Sektor Riil dan Pembukaan Lapangan Kerja

Guna menjaga momentum ekspansi ekonomi ini, pemerintah bersama Bank Indonesia berkomitmen untuk terus menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter. Sinergi ini diarahkan secara khusus untuk memperkuat sektor riil agar mampu memberikan nilai tambah secara optimal sekaligus menyerap tenaga kerja.

"Kita akan memperkuat koordinasi dan sinergi dalam konteks Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan satu pemahaman bahwa yang paling penting untuk republik kita ini adalah bagaimana menumbuhkan sektor riil," tegas Suahasil.

Menurutnya, pertumbuhan sektor produktif sangat krusial karena menjadi mesin utama penciptaan lapangan kerja dan pemulihan kesejahteraan masyarakat.

 

Permintaan Kredit Swasta Mulai Bergeliat

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengungkapkan bahwa permintaan kredit dari sektor swasta mulai menunjukkan tren peningkatan signifikan. Kondisi ini menandai pergeseran positif, di mana pertumbuhan kredit sebelumnya dominan didorong oleh aktivitas dan proyek pemerintah.

"Data terakhir menunjukkan sektor swasta sudah mulai bergerak naik. Dari sisi demand, sudah ada geliat dari dunia usaha untuk melakukan penarikan kredit," jelas Destry.

Data Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit pada Agustus 2026 mencapai 13,6 persen. Menurut Destry, kenaikan pada jenis kredit investasi dan kredit modal kerja menjadi sinyal kuat bahwa pembiayaan perbankan telah mengalir ke sektor-sektor produktif.

"Ini menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi terus berputar, disertai dengan peningkatan kapasitas ekonomi riil karena masuknya kredit investasi tersebut," pungkasnya.

 

Ria Ricis Buka Suara Soal Fase Terpuruk, Cari Kembali Jati Diri Usai Perceraian

Iki Radio - — Kreator konten dan figur publik Ria Ricis kembali membagikan kisah perjalanan hidupnya saat melewati masa-masa sulit. Di balik kesibukan dan popularitasnya di dunia hiburan, ibu dari Moana ini mengaku sempat berada di titik terendah hingga merasa kehilangan jati diri.

Fase berat tersebut dipicu oleh tekanan mental serta proses perceraian dengan Teuku Ryan yang menguras emosi. Bagi Ricis, pengalaman tersebut memaksanya untuk berefleksi dan mengevaluasi kembali tujuan hidupnya.

"Mungkin setiap orang beda-beda ngerasa dia kehilangan dirinya sendiri," ujar Ria Ricis saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Melaney Ricardo, Kamis (24/9/2026).

Ricis mengungkapkan, perasaan tertekan itu muncul karena adanya ekspektasi pribadi. Ia sempat membayangkan bahwa di usianya saat ini, kehidupan yang dijalani seharusnya dipenuhi kebahagiaan. Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik dengan harapannya.

Meski sempat merasa terpuruk, Ricis memilih untuk belajar menerima kenyataan bahwa dinamika kehidupan tidak selalu berjalan mulus. Pergulatan batin tersebut akhirnya menumbuhkan tekad baru dalam dirinya untuk bangkit dan menata kembali masa depannya.

"Cuma yang namanya roda berputar ya. Menurut aku sudah cukup waktu itu roda aku di bawah, sudah cukup. Dulu aku merasa sengsara, sekarang aku harus bangkit lagi," tegasnya.

Dalam proses pemulihan diri tersebut, keberadaan sang putri, Moana, menjadi sumber kekuatan utama bagi Ricis. Ia merasa bersyukur karena kehadiran anaknya memberikan dorongan positif di tengah padatnya aktivitas harian.

"Alhamdulillahnya Moana supportive banget. Dia selalu tahu misalnya ibunya kerja, alhamdulillah dia enggak rungsing," pungkas Ricis.

Emas Pertama Indonesia! Moh Zaki Ubaidillah Jadi Pahlawan Kemenangan atas Tiongkok di Final Asian Games 2026

Iki Radio – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah yang akrab disapa Ubed, mengungkapkan perasaannya yang campur aduk setelah menjadi penentu kemenangan tim Merah Putih atas Tiongkok pada babak final beregu putra Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah yang akrab disapa Ubed berhasil meraih medali emas dalam Asian Games 2026.(Dok. PBSI)

Bertanding pada partai kelima di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Kamis (24/9/2026), Ubed sukses menundukkan Weng Hongyang dua gim langsung dengan skor 23-21 dan 21-13. Kemenangan dramatis ini memastikan Indonesia unggul 3-2 atas Tiongkok sekaligus menyabet medali emas.

Usai laga penentu tersebut, Ubed mengaku sangat bangga karena mampu menyumbang poin krusial, terlebih setelah Indonesia sempat tertinggal 0-2 pada awal pertandingan.

"Perasaannya campur aduk dan alhamdulillah senang juga bisa mengambil poin ini. Pastinya sangat bangga bisa menyumbang poin untuk tim karena tadi sempat tertinggal 0-2," ujar Ubed.

Ubed tidak menampik bahwa dirinya sempat didera ketegangan luar biasa di awal laga. Tekanan sebagai pemain penentu sempat membuatnya keteteran, terutama saat tertinggal 17-20 pada gim pertama. Namun, arahan pelatih dan dukungan masif dari rekan setim di pinggir lapangan berhasil membantunya bangkit.

"Pertama agak sedikit keteteran karena sedikit gugup. Saya coba berusaha lebih tenang lagi dan pelatih juga terus meyakinkan saya untuk bisa mengambil poin satu per satu. Alhamdulillah bisa mengembalikan keadaan," tambahnya.

Sebelum Ubed memastikan kemenangan, Indonesia sempat kehilangan dua poin pertama setelah Jonatan Christie takluk dari Shi Yuqi dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kalah dari Liang Weikeng/Wang Chang.

Skuat Merah Putih kemudian memperpanjang napas lewat kemenangan Alwi Farhan atas Li Shifeng, diikuti keberhasilan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menumbangkan He Jiting/Liu Yi untuk menyamakan skor menjadi 2-2.

Kemenangan yang dikunci oleh Ubed ini sekaligus menjadi raihan medali emas pertama bagi kontingen Indonesia di ajang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

Dramatis! Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia Sabet Emas Pertama di Asian Games 2026

Iki Radio — Indonesia akhirnya pecah telur meraih medali emas pertama di Asian Games 2026 melalui cabang olahraga bulu tangkis nomor beregu putra. 

Keberhasilan ini dipastikan lewat laga pamungkas yang sangat dramatis usai menundukkan tim China, dengan skor 3-2.

Para pebulu tangkis putra Indonesia berselebrasi merayakan kemenangan rekan mereka, Moh. Zaki Ubaidillah atas pebulu tangkis tunggal putra China Weng Hongyang pada final beregu Asian Games Aichi Nagoya 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Nagoya, Aichi, Jepang, Kamis 24 September 2026. (Antara/Fauzan)


Bertanding di Ichinomiya City Sports Gymnasium pada Kamis (24/9/2026), Moh Zaki Ubaidillah—yang akrab disapa Ubed—menjadi pahlawan penentu kemenangan Merah Putih di partai kelima. Berhadapan dengan Weng Hongyang, Ubed tampil tenang dan mengunci kemenangan dua gim langsung 23-21, 21-13.

Kemenangan ini menjadi ajang comeback spektakuler bagi skuad Indonesia. Indonesia sempat berada di ujung tanduk setelah tertinggal 0-2 akibat kekalahan Jonatan Christie di partai pertama dan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di partai kedua. 

Namun, asa Merah Putih kembali bangkit setelah Alwi Farhan memetik kemenangan di partai ketiga, disusul kebangkitan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Ubed yang turun di partai penentu berhasil menuntaskan tugasnya dengan sempurna sekaligus memastikan lagu Indonesia Raya berkumandang untuk pertama kalinya di ajang Asian Games 2026. 

Hasil ini menyejajarkan posisi Indonesia dengan Singapura, Filipina, Myanmar, dan Vietnam yang telah lebih dulu mengemas satu medali emas.

Capaian bersejarah ini sekaligus mengakhiri dahaga panjang di nomor beregu putra. Indonesia sukses mengulang kejayaan Asian Games 1998 di Bangkok, saat generasi emas yang dihuni para legenda seperti Rexy Mainaky dan Taufik Hidayat juga berhasil membawa pulang medali emas beregu putra ke Tanah Air.

Siap Melangkah ke Jenjang Serius, Wika Salim Tanggapi Santai Soal Rencana Pernikahan dengan Max Adam

Iki Radio - Penyanyi dangdut Wika Salim dikabarkan akan segera mengakhiri masa lajangnya bersama sang kekasih, Max Adam. Tidak menampik kabar bahagia yang beredar, Wika secara terbuka mengakui keinginannya untuk membawa hubungan asmaranya ke jenjang pernikahan.


“Penginnya memang sesuai keinginan,” ujar Wika Salim saat ditemui pada Selasa (22/9/2026).

Meski sudah mantap ingin membawa hubungannya ke tahap yang lebih serius, pelantun lagu Lagi Pengen ini mengaku tidak ingin terburu-buru dalam menggeledah momen sakral tersebut. Wika memilih untuk menjalani prosesnya secara santai tanpa membebani diri dengan target waktu yang ketat.

“Mengalir, sih,” tuturnya singkat.

Hingga saat ini, Wika juga mengungkapkan bahwa dirinya belum menetapkan tanggal maupun bulan pasti untuk hari bahagianya bersama Max Adam.

“Untuk target, harus tanggal sebegini, harus bulan ini, sampai sekarang sebetulnya belum ada. Sekarang enggak ada yang ditargetkan,” pungkasnya.

 

close
Pasang Iklan Disini