Iki Terbaru/Paling Greeess

Rahasia di Balik Logo HUT ke-81 RI, Berawal dari Kritik hingga Jadi Karya Nasional

Iki Radio - Sebuah notifikasi muncul di grup percakapan Auman Design Bureau pada awal Mei 2026. Isinya berupa pamflet digital dari akun Instagram Asosiasi Desainer Grafis Indonesia yang mengumumkan pembukaan sayembara desain logo resmi HUT ke-81 Republik Indonesia.


Bagi Fajar Novario, pesan itu mulanya tidak lebih dari informasi lomba yang layak dicoba. Ia bersama rekan-rekannya di studio desain yang berbasis di Kota Padang, Sumatra Barat, memutuskan ikut tanpa memasang ekspektasi berlebihan.

Mereka ingin menguji kemampuan sekaligus melihat sejauh mana karya desainer dari daerah mampu bersaing di panggung nasional.

Keputusan sederhana tersebut kemudian membawa perubahan besar. Fajar, yang berusia 27 tahun, bersama sepuluh anggota Auman Design Bureau berhasil menyisihkan sekitar 120 peserta dari berbagai daerah. Karya mereka terpilih sebagai logo resmi peringatan HUT ke-81 RI.

Nama Fajar diumumkan sebagai perancang utama. Namun, sejak awal ia menegaskan bahwa identitas visual tersebut lahir dari kerja kolektif seluruh anggota tim.


Kritik Pedas yang Mengubah Arah

Jalan menuju kemenangan tidak berlangsung mulus. Setelah melewati seleksi administrasi, kurasi portofolio, dan wawancara, Fajar terpilih sebagai satu dari lima finalis yang berhak mengikuti tahap inkubasi.

Pencapaian itu sudah terasa istimewa bagi Auman Design Bureau. Sejak berdiri pada 2020, studio tersebut lebih banyak mengerjakan proyek di tingkat daerah. Sayembara logo HUT RI menjadi salah satu pengalaman nasional terbesar mereka.

Selama sekitar empat minggu, para finalis menjalani asistensi intensif di bawah supervisi ADGI. Setiap konsep dievaluasi melalui pertemuan mingguan, mulai dari riset hingga pengembangan bentuk visual.


Ujian terberat datang pada pekan kedua.

Konsep awal yang diajukan Fajar dan tim dinilai terlalu rumit. Mereka mencoba memasukkan sekitar 40 hingga 50 simbol ke dalam satu logo. Alih-alih memperkuat pesan, banyaknya unsur tersebut justru membuat desain kehilangan fokus.

“Bukan ditolak mentah-mentah, tapi dapat kritik yang lumayan pedas tuh dari asosiasi, karena terlalu muluk-muluk dan terlalu cocoklogi istilahnya, kayak gitu,” kata Fajar, dikutip dari ANTARA, Rabu, 15 Juli 2026.

Kritik tersebut menjadi titik balik. Fajar dan tim menyadari bahwa identitas peringatan kemerdekaan tidak harus menampung seluruh simbol kebangsaan dalam satu bidang visual. Pesan besar justru dapat disampaikan melalui bentuk yang lebih sederhana dan mudah dikenali.

Dengan waktu tersisa sekitar dua minggu, mereka mengambil keputusan berisiko: mengulang proses perancangan dari awal.


Menemukan Persatuan dalam Angka 8 dan 1

Tim kemudian mengubah pendekatan riset. Mereka tidak lagi berusaha menjejalkan beragam motif tradisional ke dalam satu logo, melainkan mencari bentuk yang mampu membuka ruang bagi berbagai tafsir budaya.

Salah satu pijakan gagasan ditemukan melalui kajian sejarah mengenai pemikiran Presiden pertama RI, Soekarno. Fajar menelaah tiga unsur pembentuk bangsa: kesamaan nasib, kehendak untuk hidup bersama, serta kecintaan kepada tanah air.

“Nah, tiga ini kita coba direlevansikan dengan gaya desain dan tema yang ada sekarang. Dari instrumen-instrumen tiga itu tadi, mereka itu merumuskan Pancasila,” ujarnya.

Semangat persatuan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam susunan angka 8 dan 1. Desain itu diselaraskan dengan tema HUT ke-81 RI, yakni “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Setelah mendapat penilaian dan persetujuan Panitia Nasional HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dikoordinasikan Kementerian Sekretariat Negara, lima karya finalis diperkenalkan kepada publik.

Pemungutan suara berlangsung pada 24–28 Juni 2026 dengan melibatkan masyarakat di berbagai daerah dan diaspora Indonesia. Sebanyak 68.569 suara masuk. Karya Fajar meraih 30.699 suara atau sekitar 44,77 persen dan ditetapkan sebagai pemenang.

Fajar berhak memperoleh hadiah Rp100 juta serta hadiah lain dari Presiden Prabowo Subianto.

Meski namanya tampil sebagai pemenang, ia menolak menganggap pencapaian tersebut sebagai keberhasilan individu.

“Aku tidak sendiri. Ada tim juga, karena kebetulan aku dikasih tanggung jawab atau dipercayakan sama teman-teman itu sebagai project lead. Kalau di studio itu kepala studio, design principal istilahnya,” katanya.


Ruang Tafsir di Balik Logo

Setelah hasil sayembara diumumkan, perhatian publik beralih kepada bentuk logo. Garis pada angka 8 tampak saling bersilangan, sedangkan bagian angka 1 membentuk bidang menyerupai jajar genjang.

Menurut Fajar, persilangan pada angka 8 menggambarkan kolektivitas, sinergi, dan gotong royong antarlapisan masyarakat. Hubungan antara angka 8 dan 1 melambangkan pertumbuhan menuju tujuan bersama.

Bidang jajar genjang pada angka 1 juga memiliki fungsi teknis. Elemen tersebut digunakan untuk memperjelas keterbacaan logo agar tidak disalahartikan sebagai angka 87.

“Takutnya kebacanya 87. Jadi aku ambil dua poin jadi counternya. Yang pertama, takutnya kebaca 87. Yang kedua, supaya dia lebih jelas terbaca 81,” tutur Fajar.

Selain mempertimbangkan keterbacaan, tim Auman Design Bureau mengeksplorasi pola dan bentuk yang dekat dengan kebudayaan Nusantara. Namun, mereka tidak mengunci logo pada satu motif tertentu.

Pilihan tersebut memungkinkan masyarakat dari latar budaya berbeda menemukan kedekatan masing-masing dengan desain itu. Sebagian orang melihat bentuk yang menyerupai podium pidato, sementara yang lain menghubungkannya dengan motif tradisional dari daerah mereka.

“Bisa jadi orang Sulawesi bilang itu motif ‘tongkonan’, tetapi di Melayu kita bilangnya itu, di Minangkabau itu kami bilang itu kayak motif ‘itik pulang petang’ gitu. Dan perbedaan itulah yang akhirnya jadi poin utamanya,” ujar Fajar.

Keberagaman tafsir itu menjadi bagian penting dari gagasan desain. Satu bentuk dapat dibaca melalui pengalaman budaya yang berbeda, tetapi tetap bermuara pada identitas Indonesia.


Delapan Jam Menyusun Pedoman Visual

Kemenangan bukan akhir dari pekerjaan. Setelah pemungutan suara selesai, panitia meminta pedoman identitas visual tersedia pada hari yang sama dengan pengumuman pemenang.

Fajar dan tim hanya memiliki waktu efektif sekitar delapan jam untuk menyusun panduan dasar penggunaan logo sebelum diperkenalkan kepada masyarakat.

Pedoman awal tersebut sempat mendapat kritik karena dianggap terlalu sederhana. Fajar menjelaskan bahwa penyusunannya harus dilakukan dalam tenggat yang sangat ketat karena para finalis sebelumnya diminta berfokus pada pengembangan konsep.

“Kita memang bukan disuruh untuk mengerjakan pedomannya terlebih dahulu. Kita harus mengajukan konsep terlebih dahulu. Apabila terpilih oleh masyarakat, baru kita bikin pedomannya. Namun karena voting publiknya singkat dan harus mengumumkan pemenangnya di hari yang sama, jadinya ya kita harus diburu dengan panduan yang sederhana,” katanya.

Pedoman awal itu kemudian dikembangkan menjadi dokumen yang lebih lengkap. Buku panduan setebal lebih dari 200 halaman tersebut memuat filosofi logo, elemen grafis, sistem desain, hingga penerapannya pada berbagai media.

Dokumen itu dapat diakses secara gratis melalui laman logohutri.istanapresiden.go.id.


Pembuktian Talenta Kreatif dari Daerah

Bagi Fajar, kemenangan tersebut memiliki arti lebih luas daripada hadiah dan pengakuan personal. Keberhasilan Auman Design Bureau menjadi pembuktian bahwa studio dari luar Pulau Jawa mampu bersaing dalam proyek desain berskala nasional.

Ia menilai kompetisi nasional selama ini lebih sering diikuti atau dimenangi studio mapan yang berbasis di kota-kota besar, seperti Jakarta dan Bandung. Kehadiran tim dari Padang menunjukkan bahwa kualitas talenta kreatif tidak ditentukan oleh jarak geografis.

Kepercayaan Fajar terhadap proses sayembara juga tumbuh karena keterlibatan ADGI dan penerapan prinsip penolakan terhadap praktik free pitching. Seluruh finalis tetap menerima honorarium atas waktu dan tenaga yang dikeluarkan selama proses inkubasi.

“Kelima-lima itu dapat honorarium gitu. Kelima-lima itu hasil jerih payahnya tidak ada yang digratiskan. Jadi secara kredibilitas dan secara kepercayaan, kalau misalnya kayak ADGI yang menyelenggarakan aku percaya,” ujarnya.

Hadiah Rp100 juta yang diterima tidak sepenuhnya digunakan untuk kepentingan pribadi. Fajar dan tim berencana menjadikannya sebagai modal pengembangan studio sekaligus memperkuat ekosistem kreatif di Kota Padang.

Ia berharap pemerintah daerah mulai membangun basis data desainer lokal dan memberi mereka ruang lebih besar dalam proyek-proyek visual di wilayah masing-masing.

“Jangan sampai kalau misalnya pemerintah A, daerah A ingin bikin logo, harus merekrut yang di Jakarta atau di Bandung. Padahal di daerahnya sendiri kita punya loh, gitu,” katanya.

Perjalanan itu bermula dari sebuah notifikasi di grup percakapan. Sesuatu yang awalnya dianggap sebagai kesempatan untuk menguji kemampuan akhirnya membawa Fajar Novario dan Auman Design Bureau menjadi bagian dari sejarah visual peringatan kemerdekaan Indonesia.

Kemenangan tersebut sekaligus menyampaikan pesan lain: karya nasional tidak selalu harus lahir dari pusat industri kreatif. Dari sebuah studio di Padang, gagasan tentang persatuan Indonesia menemukan bentuknya dalam dua angka sederhana yakni 8 dan 1.

Pertahankan Gelar Juara dan Kesiapsiagaan Bencana, Bupati Madiun Cek Armada hingga Mental Personel BPBD

Iki Radio — Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menargetkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun tidak hanya sigap dan siap menghadapi ancaman bencana alam, tetapi juga mampu mempertahankan gelar juara pada Lomba Keterampilan BPBD Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin Apel Gelar Peralatan BPBD yang berlangsung di Pendopo Muda Graha, Madiun, pada Senin (20/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Hari Wuryanto melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan sarana, armada operasional, hingga personel BPBD. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh potensi kebencanaan di wilayah Kabupaten Madiun dapat terdeteksi dan tertangani dengan cepat.

Menurut Hari, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tidak cukup jika hanya mengandalkan infrastruktur dan peralatan yang memadai. Lebih dari itu, kesiapan mental dan spiritual para petugas di lapangan menjadi fondasi utama.

"Kita harus memastikan bahwa usaha lahiriah berupa kesiapan peralatan dan kompetensi personel harus berjalan beriringan dengan ikhtiar batiniah. Jangan pernah abai terhadap protokol keselamatan, namun tetaplah berserah diri dalam menjalankan tugas kemanusiaan agar senantiasa diberikan perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Esa," ujar Hari Wuryanto dalam arahannya.

Selain memastikan kesiapsiagaan wilayah, Bupati juga membakar semangat kontingen BPBD Kabupaten Madiun yang akan bertanding dalam ajang kompetisi keterampilan kebencanaan tingkat Jawa Timur. Ia berharap prestasi gemilang tahun lalu dapat terulang kembali.

"Tahun lalu kita berhasil meraih predikat juara satu. Saya berharap tahun ini kontingen kita mampu mempertahankan prestasi tersebut. Keberhasilan ini bukan sekadar piala, melainkan bukti dedikasi profesionalisme petugas kita. Saya ingin prestasi ini menjadi kado istimewa untuk hari ulang tahun Kabupaten Madiun yang kita cintai ini," tegasnya.

Usai memimpin apel, Bupati Madiun beserta jajaran pimpinan daerah meninjau langsung barisan kendaraan operasional, peralatan penanggulangan bencana, serta perlengkapan teknis yang disiapkan BPBD, baik untuk penanganan darurat maupun untuk kebutuhan kompetisi mendatang.(ir)

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Batam Sukses Besar, Dataran Engku Putri Dipenuhi Ribuan Penonton

Iki Radio - Ribuan masyarakat memadati Dataran Engku Putri, Batamcentre, Senin (20/7/2026), untuk mengikuti nonton bareng (nobar) final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina yang digelar Pemerintah Kota Batam. Antusiasme warga yang terus berdatangan sejak malam hari membuat kawasan tersebut dipenuhi lautan penonton, menjadikan nobar berlangsung semarak sekaligus tertib hingga pertandingan usai.

Wali kota Batam, Amsakar Achmad, menyapa, warga saat nobar final piala dunia FIFA 2026 di Dataran Engku Putri Batamcentre, Senin (20/7/2026).

Wali kota Batam, Amsakar Achmad, hadir bersama masyarakat menikmati laga puncak yang mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia tersebut. Kehadirannya disambut hangat warga yang sejak awal memadati area nobar bersama keluarga, kerabat, hingga komunitas sepak bola.

Amsakar menyampaikan, apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah menjaga suasana nobar tetap kondusif selama penyelenggaraan berlangsung.

“Terima kasih kepada seluruh warga Batam, khususnya para pecinta sepak bola, yang telah hadir dan bersama-sama memeriahkan nobar final Piala Dunia malam ini. Kebersamaan seperti ini menjadi energi positif bagi kita semua,” ujarnya.

Ia menilai, partai final antara Spanyol dan Argentina merupakan laga yang paling dinantikan pencinta sepak bola dunia.

“Ini adalah final yang ideal. Kedua tim memiliki kualitas untuk menjadi juara dunia dan saya yakin pertandingan akan berlangsung ketat,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat terus menjaga sportivitas dan kebersamaan selama menyaksikan pertandingan.

“Saya berharap kita tetap menjaga kekompakan. Siapa pun yang menjadi juara, kita semua tetap bersaudara,” pesannya.

Saat pertandingan dimulai, suasana Dataran Engku Putri semakin bergemuruh. Sorak sorai pendukung Spanyol maupun Argentina silih berganti mengiringi jalannya pertandingan. Setiap peluang yang tercipta langsung disambut tepuk tangan dan teriakan ribuan penonton, menciptakan atmosfer layaknya berada di stadion.

Keseruan nobar semakin lengkap dengan pengundian doorprize pada jeda babak pertama. Panitia menyediakan beragam hadiah, termasuk dua unit sepeda motor sebagai hadiah utama. Pengumuman para pemenang disambut sorak gembira dari masyarakat yang memadati lokasi.

Memasuki babak kedua, Spanyol tampil lebih dominan dengan menguasai jalannya pertandingan, sementara Argentina mengandalkan serangan balik. Namun, hingga waktu normal berakhir, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan.

Laga akhirnya ditentukan pada babak tambahan waktu. Argentina harus bermain dengan 10 pemain setelah Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua pada menit ke-94. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Spanyol untuk terus meningkatkan intensitas serangan.

Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-106 melalui gol Ferran Torres yang sukses memanfaatkan peluang di depan gawang. Gol tunggal itu memastikan Spanyol unggul 1-0 sekaligus mengunci kemenangan hingga peluit panjang dibunyikan.

Keberhasilan Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia FIFA 2026 disambut gegap gempita oleh para pendukungnya. Meski memberikan dukungan kepada tim yang berbeda, seluruh masyarakat tetap menikmati momen tersebut dengan penuh kebersamaan.

Kesuksesan penyelenggaraan nobar ini menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat Batam terhadap ajang Piala Dunia FIFA 2026. Ribuan warga yang memadati Dataran Engku Putri hingga penuh tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan suasana yang kondusif sepanjang acara, menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang kebersamaan sekaligus hiburan bagi masyarakat Batam.

 

Momen Yamal Berdoa lalu Peluk Messi Usai Kalahkan Argentina

Iki Radio - Lamine Yamal kembali menjadi sorotan usai membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Bukan hanya karena penampilannya di final, pemain berusia 19 tahun itu juga mencuri perhatian lewat gestur berdoa sebagai ungkapan syukur dan momen memeluk Lionel Messi setelah pertandingan berakhir.

Spanyol memastikan gelar juara setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Gol tunggal Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu memastikan La Roja meraih trofi Piala Dunia kedua sepanjang sejarah.

Laga berlangsung sengit hingga harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Argentina bahkan mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain setelah Enzo Fernández menerima kartu merah.

Usai peluit panjang dibunyikan, perhatian tidak hanya tertuju pada pesta kemenangan Spanyol. Yamal tampak berlutut di tengah lapangan sebelum mengangkat kedua telapak tangannya di depan wajah untuk memanjatkan doa.

Pemain berusia 19 tahun itu kemudian mengusapkan kedua tangannya ke wajah. Ekspresi haru terlihat jelas saat ia mensyukuri keberhasilan Spanyol menjadi juara dunia.

Momen tersebut dengan cepat viral di media sosial dan menuai pujian dari warganet di berbagai negara.

"Alhamdulillah, aku sangat senang untukmu, kawan. Selanjutnya adalah Ballon d'Or," kata @Harsikolarye.

"Mengucapkan syukur kepada sumber yang menciptakan kehidupan," kata @Yousoupaah.

"Ini sangat indah untuk ditonton, sampai membuatku merinding," ujar @theydoubtedmi.

"Sungguh anak muda yang berbakat dan hebat," puji @KalSal77.

"Bayangkan, dia baru berusia kurang dari 20 tahun dan sudah memenangkan Piala Dunia!" puji @FrankNwaforbe.


Tak lama berselang, Yamal menghampiri Messi yang masih berada di lapangan. Keduanya berbincang sejenak, berjabat tangan, lalu berpelukan setelah pertandingan berakhir.

Yamal memperlihatkan rasa hormat kepada Messi yang harus menerima kenyataan gagal mempertahankan gelar juara dunia. Momen pelukan keduanya pun langsung menyebar luas di media sosial dan mengundang reaksi emosional dari pencinta sepak bola.

Banyak warganet menilai momen tersebut menjadi simbol pergantian generasi. Messi yang telah menjadi ikon sepak bola dunia selama lebih dari dua dekade kini berpelukan dengan Yamal, pemain muda yang digadang-gadang sebagai salah satu penerusnya.

"Dari dimandiin waktu bayi, sekarang malah jadi lawan di Final Piala Dunia, sepak bola seolah-olah menciptakan keindahan tersendiri buat dua orang ini," kata @Superdreey.

"Messi : Kutitipkan legasi besarku dan nomor punggung 10 ke kamu ya Yamal, titip bawa kembali Barcelona berjaya, bawa lagi Barcelona juara UC," tulis @_Bakemono.

"terimakasih leo messi. selamat lamine yamal. ini benar-benar momen pergantian era generasi sepakbola," kata @ebednoorjaman.

"Adem banget liatnya.. Messi bilang gini ke Yamal: nak, lanjutkan perjuangan ini, dominasi la liga dan liga eropa, jangan mau kalah sama group lain di spanyol. Nanti foto kita akan sejajar di sejarah La Masia dan Barcelona," ujar @meyNunaV.


12 Rekor Gila Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Rodri hingga Lamine Yamal Bikin Sejarah!

Iki Radio - Timnas Spanyol tidak sekadar mengangkat trofi Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina pada final di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. La Furia Roja juga menutup turnamen dengan sederet rekor individu dan tim yang mengukuhkan dominasi mereka sepanjang kompetisi.


Keberhasilan meraih gelar dunia kedua diwarnai performa luar biasa dari hampir seluruh lini. Rodri, Lamine Yamal, Unai Simon, Mikel Oyarzabal hingga Ferran Torres sama-sama mencatatkan statistik yang masuk buku sejarah Piala Dunia.

12 Rekor Bersejarah Spanyol di Piala Dunia 2026

 

1. Rodri Pecahkan Rekor Operan Piala Dunia

Rodri mencatat 790 operan sukses sepanjang turnamen. Jumlah itu menjadi rekor baru Piala Dunia sekaligus memecahkan rekornya sendiri saat membukukan 638 operan pada Piala Dunia 2022.

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang Xavi dengan 599 operan di Piala Dunia 2010. Di bawah Rodri ada Pau Cubarsi (668 operan) dan Aymeric Laporte (618 operan).

 

2. Cucurella dan Cubarsi Pemain Lapangan dengan Menit Bermain Terbanyak

Marc Cucurella dan Pau Cubarsi tampil selama 750 menit, menjadikan keduanya sebagai pemain lapangan dengan menit bermain terbanyak di Piala Dunia 2026. Catatan itu juga disamai gelandang Argentina, Alexis Mac Allister.

 

3. Oyarzabal Penyerang Paling Agresif Merebut Bola

Mikel Oyarzabal mencatat 58 kali merebut penguasaan bola lawan, tertinggi dibanding seluruh pemain di turnamen. Pedri dan gelandang Maroko Neil El Aynaoui berada di posisi berikutnya dengan 51 kali. Sementara Dani Olmo menjadi pemain dengan tekanan defensif terbanyak, yaitu 305 kali.

 

4. Spanyol Tak Terkalahkan dalam 38 Pertandingan

Kemenangan di final memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 38 pertandingan internasional.

 

Sejak kalah 0-1 dari Kolombia pada Maret 2024, La Furia Roja membukukan 29 kemenangan dan sembilan hasil imbang. Catatan itu melampaui rekor Italia yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam 37 pertandingan pada periode 2018 hingga 2021.

 

5. Lamine Yamal Raja Dribel Piala Dunia

Lamine Yamal menjadi pemain dengan 35 dribel sukses, terbanyak di Piala Dunia 2026. Dia mengungguli Kylian Mbappe (28), Lionel Messi (25), Vinicius Junior (23), dan Jeremy Doku (21). Rekor dribel terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia masih dipegang Diego Maradona dengan 53 dribel pada Meksiko 1986, sedangkan Messi mencatat 46 dribel pada Brasil 2014.

 

6. Lamine Yamal Masuk Daftar Juara Dunia Termuda

Lamine Yamal menjadi salah satu juara dunia termuda sepanjang sejarah. Pada usia 19 tahun 6 hari, dia menempati posisi keempat dalam daftar tersebut. Hanya Giuseppe Bergomi (18 tahun), Pele (17 tahun), dan Ronaldo Nazario (17 tahun) yang lebih muda saat menjadi juara dunia. Sementara Pau Cubarsi yang berusia 19 tahun 178 hari berada di posisi ketujuh, tepat di atas Kylian Mbappe.

 

7. Spanyol Cetak Rekor Gol Terbanyak dalam Sejarahnya

La Furia Roja mencetak 14 gol di Piala Dunia 2026. Jumlah itu menjadi rekor baru Spanyol dalam satu edisi Piala Dunia, dua gol lebih banyak dibanding pencapaian terbaik sebelumnya pada 1986 yang dipimpin Emilio Butragueño, serta enam gol lebih banyak dibanding saat menjadi juara pada 2010.

 

8. Tujuh Kemenangan Beruntun Menuju Gelar

Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 setelah meraih tujuh kemenangan berturut-turut. Hanya Brasil yang memiliki catatan lebih baik, yaitu 11 kemenangan beruntun pada rentang Piala Dunia 2002 hingga 2006.

 

9. Unai Simon Pecahkan Dua Rekor Sekaligus

Unai Simon mencatat 7 clean sheet dalam 8 pertandingan, rekor terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia. Sebelumnya, rekor tersebut hanya lima clean sheet yang pernah dibukukan Jan Jongbloed (Belanda 1974), Walter Zenga (Italia 1990), Taffarel (Brasil 1994), Fabien Barthez (Prancis 1998), Oliver Kahn (Jerman 2002), Gianluigi Buffon (Italia 2006), dan Iker Casillas (Spanyol 2010).


Tak hanya itu, Simon juga mencatat 650 menit tanpa kebobolan di Piala Dunia sebelum akhirnya gawangnya dijebol Charles De Ketelaere dari Belgia pada perempat final. Dia mematahkan rekor Walter Zenga yang bertahan di angka 517 menit.

 

10. Oyarzabal Samai Rekor Legenda Spanyol

Mikel Oyarzabal mengakhiri turnamen dengan 5 gol, menyamai rekor pencetak gol terbanyak Spanyol dalam satu edisi Piala Dunia. Sebelumnya, rekor tersebut dicatat Emilio Butragueño pada Meksiko 1986 dan David Villa pada Afrika Selatan 2010.

 

11. Ferran Torres Masuk Buku Sejarah

Ferran Torres menjadi pemain pengganti kedua yang mencetak gol kemenangan di final Piala Dunia setelah Mario Gotze bersama Jerman pada 2014.

 

Secara keseluruhan, Torres merupakan pemain kelima yang mencetak gol sebagai pemain pengganti di partai final setelah Dick Nanninga (Belanda), Alessandro Altobelli (Italia), Rudi Voller (Jerman Barat), dan Gotze. Menariknya, empat dari lima gol tersebut tercipta ke gawang Argentina.

 

12. Spanyol Juara Paling Sedikit Kebobolan

Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Catatan itu menjadi rekor terbaik sepanjang sejarah tim juara Piala Dunia. Sebelumnya, rekor terbaik adalah kebobolan dua gol yang pernah dibukukan Prancis pada 1998, Italia pada 2006, dan Spanyol saat menjadi juara pada 2010.

 

Calon Bintara Polri Asal Tidore Diminta Jaga Nama Baik Daerah

Iki Radio - Staf Ahli Wali Kota Tidore, Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam menghadiri Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di SPN Polda Maluku Utara, Kelurahan Gurabati, Senin (20/7/2026).

Staf Ahli Wali Kota Tidore, Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam, melakukan tradisi Siraman Air Kembang kepada calon anggota Polri pada Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri TA. 2026 di SPN Polda Malut, Kelurahan Gurabati, Kota Tidore Kepulauan, Senin (20/7/2026)/ Beni/Prokompim Tidore

Ia berpesan kepada seluruh peserta didik, khususnya calon Bintara asal Kota Tidore Kepulauan, agar mengikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik daerah dan orang tua, serta memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk mengabdi kepada masyarakat.

"Jadilah siswa yang benar-benar mengikuti pendidikan bintara ini hingga selesai. Serap seluruh ilmu yang didapatkan agar ke depan dapat menerapkannya kepada seluruh masyarakat Maluku Utara, khususnya di Kota Tidore Kepulauan. Jangan pernah mengecewakan daerah ini maupun orang tua. Ingat bahwa harus tetap semangat dalam mengikuti pendidikan ini," kata Abdul Hakim.

Upacara dipimpin Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman. Sebanyak 84 calon siswa asal kabupaten/kota di Maluku Utara akan mengikuti pendidikan selama lima bulan.

Membacakan amanat Kapolri, Kapolda menegaskan bahwa pendidikan pembentukan bukan sekadar mengubah status menjadi anggota Polri, melainkan proses membentuk personel yang profesional, bermoral, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat.

"Pendidikan pembentukan ini tidak boleh dipandang sekadar proses untuk mengubah status seseorang menjadi anggota Polri, melainkan harus menjadi proses transformasi pengetahuan, keterampilan, sikap, karakter, mental, dan budaya sehingga setiap peserta didik keluar sebagai insan Bhayangkara yang profesional, bermoral, dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara," kata dia.

Ia juga mengingatkan seluruh tenaga pendidik agar menerapkan disiplin secara tegas, adil, dan konsisten, serta menghindari segala bentuk kekerasan maupun perundungan dalam proses pendidikan.

Upacara pembukaan ditutup dengan prosesi penyiraman air kembang kepada perwakilan peserta didik dan oleh orang tua kepada anak-anak mereka sebagai simbol dimulainya pendidikan pembentukan Bintara Polri.

 

Menkomdigi: Piala Dunia Jadi Momentum Kebersamaan dan Merawat Ruang Publik yang Sehat

Iki Radio - Spanyol memastikan diri menjadi juara Piala Dunia FIFA 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1- 0 pada partai final yang berlangsung di MetLife Stadium East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat. Euforia kemenangan La Furia Roja disambut meriah ribuan masyarakat yang memadati berbagai lokasi nonton bareng (nobar) di Indonesia, termasuk di Garuda Spark Pos Bloc Medan yang dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.

Menkomdigi saat menghadiri nonton bareng (nobar) final Piala Dunia FIFA 2026 di Martubung, Medan, Sumatra Utara, Senin (20/7/2026). Foto: Dunia Meutya/Ditjen KPM Kemkomdigi

Tak hanya di Medan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga menggelar nobar serentak di Bali, Solo, dan Serang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyemarakkan Piala Dunia 2026 yang disiarkan secara langsung oleh TVRI sebagai lembaga penyiaran publik milik negara, sehingga masyarakat dapat menikmati pertandingan kelas dunia secara gratis.

Menkomdigi Meutya Hafid mengatakan, antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa sepak bola mampu menjadi ruang kebersamaan yang mempererat interaksi sosial di tengah era digital.

“Final Piala Dunia bukan hanya soal siapa yang menjadi juara. Momen ini mempertemukan masyarakat dalam ruang publik yang sehat, penuh kegembiraan, dan memperkuat kebersamaan,” ujarnya.

Meutya menegaskan, penyelenggaraan nobar juga merupakan wujud komitmen pemerintah agar masyarakat di seluruh Indonesia memperoleh akses terhadap hiburan berkualitas melalui siaran TVRI.

“Ini adalah komitmen Presiden Prabowo agar masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali, dapat menikmati tayangan hiburan kelas dunia secara gratis melalui TVRI sebagai official broadcaster. Setelah 24 tahun, Piala Dunia kembali hadir di layar TVRI dan dapat dinikmati seluruh masyarakat,” katanya.

Di Medan, kegiatan nobar dipadukan dengan pertemuan bersama komunitas digital yang berhimpun di Garuda Spark. Menurut Meutya, semangat sebuah tim sepak bola yang dibangun melalui pembinaan dan regenerasi juga menjadi inspirasi dalam membangun ekosistem talenta digital Indonesia.

“Siapa pun juaranya, mari kita jaga sportivitas. Karena ini pesat di seluruh dunia, jadi kita ikut bagian dunia yang sedang bergembira menyaksikan piala dunia,” pesannya.

Melalui penyelenggaraan nobar serentak di Medan, Bali, Solo, dan Serang, Komdigi berharap semangat Piala Dunia tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat ruang publik yang positif, mempererat kolaborasi komunitas, serta mendorong tumbuhnya ekosistem digital Indonesia yang sehat dan produktif.

 

Wali Kota Medan Apresiasi Nobar Piala Dunia, Perkuat Kebersamaan Anak Muda

Iki Radio - Antusiasme ribuan warga mengikuti nonton bareng (nobar) final Piala Dunia FIFA 2026 di Pos Bloc Medan, Sumatra Utara, menunjukkan bahwa ruang publik dapat menjadi sarana memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong gaya hidup positif di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waasdalam acara nonton bareng piala dunia FIFA 2026 di Garuda Spark Pos Bloc, Medan, Senin dini hari (20/7/2026). (Foto: Istimewa)

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi penyelenggaraan nonton bareng yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama TVRI adalah kegiatan yang menghadirkan ruang interaksi yang sehat bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat persatuan melalui olahraga.

"Kami senang sekali hari ini banyak titik nonton bareng di Kota Medan. Alhamdulillah Pos Bloc dipenuhi masyarakat yang antusias menyaksikan final Piala Dunia," ujar Rico, dalam acara nonton bareng Piala Dunia FIFA 2026 di Garuda Spark Pos Bloc, Medan, Senin (20/7/2026).

Ia menyampaikan terima kasih kepada Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid beserta seluruh pihak yang menghadirkan kegiatan tersebut di Kota Medan.

Menurut Rico, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan besarnya minat warga terhadap kegiatan publik yang menghadirkan hiburan berkualitas sekaligus mempererat hubungan sosial antarmasyarakat.

Di sela suasana penuh semangat para pendukung tim finalis, Rico juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga keseimbangan antara menikmati hiburan dan menjalankan tanggung jawab sehari-hari. "Silakan menikmati pertandingan sampai selesai, tetapi besok jangan lupa tetap bekerja dan beraktivitas seperti biasa," pesannya.

Ia menilai olahraga, khususnya sepak bola, memiliki kekuatan menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang. Karena itu, kegiatan nonton bareng di ruang publik diharapkan mampu memperkuat budaya kebersamaan sekaligus menjadi hiburan yang sehat bagi masyarakat.

Rico juga mengajak generasi muda untuk terus menumbuhkan semangat hidup sehat melalui olahraga dan aktivitas positif. "Terima kasih kepada seluruh pencinta olahraga yang hadir. Mudah-mudahan masyarakat semakin sehat dan Kota Medan terus menjadi kota yang sehat serta penuh energi positif," ujarnya.

Penyelenggaraan nonton bareng final Piala Dunia FIFA 2026 di Pos Bloc Medan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan serentak Kemkomdigi di berbagai daerah. Selain menghadirkan hiburan yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis melalui siaran TVRI, kegiatan ini juga menjadi ruang berkumpul yang memperkuat interaksi sosial, semangat sportivitas, dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

 

close
Pasang Iklan Disini