Iki Terbaru/Paling Greeess

Disperindag Jatim Gelar Pasar Murah Jelang Natal dan Tahun Baru, Dorong Stabilitas Harga dan UMKM

Iki Radio - Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar kegiatan Pasar Murah, Selasa (16/12/2025). 

Kegiatan di halaman kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur ini, menjadi salah satu langkah konkret Pemprov Jatim untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendukung keberlangsungan pelaku UMKM dan IKM di Jawa Timur.

Antusiasme masyarakat sekitar sangat tinggi. Kegiatan pasar murah hari ini diramaikan dengan adanya IKM sekitar 30 stand dan 3 stand sembako dari pelaku usaha barang dan pokok, Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (APRINDO).

Kegiatan dibuka secara resmi dengan pemukulan gong dan dilanjut dengan sambutan dari Yudi Arianto selaku Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri.

"Terimakasih kepada pelaku usaha UMKM yang sudah dari hari Kamis Jumat sampai hari ini, setia membersamai kegiatan kita di akhir tahun 2025 ini. Mungkin kami ingin sampaikan bahwa sampai dengan hari kemarin, sampai dengan hari Senin, total transaksinya sudah mencapai Rp115.350.300. Terdiri dari untuk komoditas bapok itu Rp92.195.000 dan untuk produk-produk UMKM Rp23.155.300," ujarnya.

"Harapan kami ini bisa menjadi salah satu acara yang bisa memberikan kesempatan masyarakat mengakses utamanya komoditi-komoditi barang bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau daripada harga pasar. Sekaligus mengembangkan usaha dari teman-teman UMKM, sehingga mereka secara tidak langsung bisa memasarkan sekaligus mempromosikan komoditi-komoditi IKM dan UMKM," tutur Muhammad Mulky Hidayat selaku Pengawas Perdagangan Ahli Muda.

Sebagai bentuk kepedulian Pemprov Jawa Timur dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung perekonomian masyarakat, kegiatan Pasar Murah ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat nyata, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang hari besar keagamaan. 

Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, serta UMKM dan IKM, Pasar Murah tidak hanya menjadi solusi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah promosi dan penguatan usaha lokal sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan. 

Gubernur Khofifah Lepas 16 KK Calon Transmigran ke Sulsel, Sulbar, dan Maluku Utara

Iki Radio - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas pemberangkatan 16 kepala keluarga (KK) atau 55 jiwa calon transmigran asal Jawa Timur tahun 2025 menuju Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas pemberangkatan 16 kepala keluarga (KK)
atau 55 jiwa calon transmigran asal Jawa Timur tahun 2025 menuju Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara. Foto : Kominfo Jatim

Dalam sambutannya pada acara pelepasan di Kantor Setdaprov Jatim, Jl Pahlawan Surabaya, Selasa (16/12/2025) Khofifah menyampaikan apresiasi dan penguatan kepada para calon transmigran yang akan memulai kehidupan baru di daerah tujuan. “Saya menyampaikan salam dan penghargaan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, para kepala dinas kabupaten/kota, serta bapak, ibu, dan anak-anak sekalian yang hari ini melanjutkan tugas mulia sebagai bagian dari program transmigrasi,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan, bahwa kehadiran transmigran di wilayah tujuan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, perekonomian, masyarakat, hingga bangsa. “Panjenengan semua akan berangkat ke berbagai daerah, ada yang ke Sulawesi Barat, ke Halmahera Maluku Utara, dan ke Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Di tempat yang baru nanti, saya titip pesan agar anak-anak tetap semangat sekolah dan belajar dengan sungguh-sungguh,” pesannya.

Khofifah juga membagikan kisah inspiratif seorang profesor di Institut Pertanian Bogor (IPB) yang merupakan putra transmigran. Menurutnya, disiplin dan semangat belajar yang kuat di kawasan transmigrasi mampu mengantarkan seseorang meraih pendidikan tinggi hingga menjadi akademisi. “Transmigrasi bukan penghalang untuk berprestasi. Dengan disiplin, kerja keras, dan semangat belajar, siapa pun bisa meraih masa depan yang gemilang,” imbuhnya.

Di akhir sambutan, Khofifah mendoakan agar seluruh calon transmigran diberi keselamatan dan kesuksesan. Ia juga berpesan agar para transmigran senantiasa memperbanyak istighfar sebagai ikhtiar spiritual. “Membaca istighfar itu membukakan pintu kemudahan, kebahagiaan, dan rezeki. Jangan pernah lelah untuk beristighfar di mana pun panjenengan berada,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, menyampaikan bahwa program transmigrasi masih menjadi bagian strategis pembangunan nasional dan tetap diminati masyarakat Jawa Timur. “Setiap tahun, jumlah pendaftar transmigrasi dari Jawa Timur selalu melampaui kuota yang tersedia,” ujarnya.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal PPKTrans Kementerian Transmigrasi RI Nomor 122 Tahun 2025, Jawa Timur memperoleh alokasi 16 KK melalui program Trans Karya Nusantara (TKN) yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja di kawasan transmigrasi.

Sebanyak 10 KK atau 33 jiwa ditempatkan di Lagading, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Selanjutnya, 2 KK atau 7 jiwa diberangkatkan ke Taramanu Tua, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dan 4 KK atau 15 jiwa ke Waleh SP.3, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Para calon transmigran berasal dari 15 kabupaten di Jawa Timur, yakni Madiun, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Malang, Mojokerto, Ngawi, Tuban, Banyuwangi, Bojonegoro, Nganjuk, Blitar, Lamongan, Jombang, dan Sidoarjo.

Selain penempatan transmigran, Jawa Timur juga mengikutsertakan tiga kepala keluarga dalam program pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) di Bandung selama dua bulan. Program ini bertujuan memperkuat sumber daya manusia kawasan transmigrasi, khususnya dalam mendukung kesiapsiagaan dan penanganan keadaan darurat.

Pada tahun 2025, Kementerian Transmigrasi juga bekerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), melalui program Ekspedisi Patriot untuk mendorong riset, pengembangan ekonomi lokal, dan pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap para transmigran mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam pengembangan wilayah tujuan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru.(hjr)


Baca Juga : 

Akhir Tahun 2025, Dukcapil Madiun Maksimalkan Perekaman IKD

Iki radio - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Madiun berusaha memaksimalkan sisa waktu tahun 2025 ini untuk mengejar target capaian perekaman Identitas Kependudukan Digital (IKD).

LELADI SESAMI, layanan unggulan Dukcapil Madiun dalam administrasi kependudukan

Hingga akhir November 2025, target perekaman IKD baru sekitar 19,22 persen. Dan hingga minggu kedua Desember ini, mencapai 19,34 persen.

“Capaian 19 persen itu bukan berarti kecil. Di Jawa Timur kita (Kabupaten Madiun) masih ada di urutan atas, kejar kejaran dengan Kabupaten Magetan,” ujar Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Madiun Sigit Budiarto, melalui  Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Dinas Dukcapil Madiun, Sayoga, Selasa (16/12/2015).

Untuk mencapai target nasional 30 persen dari jumlah orang yang sudah punya KTP elektronik (E-KTP) di Kabupaten Madiun, Dispendukcapil Madiun berusaha memaksimalkan layanan LELADI SESAMI (Keliling Melayani Aminduk setiap Sabtu dan Minggu), serta memberikan sosialisasi hingga ke desa desa.

“Kami sering lakukan sosialisasi hingga ke desa desa. Setiap ada event atau kegiatan yang melibatkan banyak orang, kami juga hadir untuk memberikan layanan IKD,” lanjutnya.

Kata Yoga, ada kecenderungan masyarakat menunda untuk aktivasi IKD karena memang belum mengetahui sisi manfaat yang akan didapat.

“Sebenarnya kalau sudah memiliki aplikasi IKD itu sangat mudah. Misalkan untuk akte kelahiran, hanya dengan surat kelahiran dari rumah sakit atau bidan, lalu buku nikah, akte kelahiran sudah jadi dan akan dikirim melalui email. Jadi tidak perlu KTP saksi atau syarat syarat formulir lain,” jelasnya

Pada saat awal program IKD diluncurkan, ada sekitar 300 hingga 400 orang perhari yang melakukan aktivasi, namun kini hanya sekitar 100 – 150 orang dan bahkan hanya 50 orang sehari.

“Hambatannya bisa dari handphone yang belum support dengan aplikasi IKD, dan jaringan internet di daerah pegunungan kurang maksimal,” tambahnya.

Sayoga, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Dinas Dukcapil Madiun

Diawali dari Kecamatan Kebonsari, mulai hari ini (16/12/2025) layanan keliling LELADI SESAMI akan turun ke desa – desa guna meningkatkan capaian perekaman IKD.

“Tim kami mulai hari ini turun ke desa sesuai jadwal. Pertama Kebonsari , harus selesai dalam waktu satu hari. Jadi satu tim bisa 4 – 5 desa. Ya meski tidak sampai 30 persen, paling tidak mendekati sekitar 25 persen sesuai arahan pak Kadin,” pungkasnya.

Identitas kependudukan digital (IKD) merupakan aplikasi berisikan informasi penduduk yang disimpan dalam bentuk digital di perangkat smartphone atau gadget dan memiliki fitur untuk pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Penerapan IKD ke depan dapat membuka pintu aksesibilitas yang lebih besar bagi masyarakat. Dengan aplikasi IKD, penduduk dapat mengakses layanan pemerintah dan swasta tanpa harus datang ke kantor atau mengurus berbagai dokumen fisik. Hal ini memberikan keuntungan signifikan terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan mobilitas.(iw/IR)

 

Ratusan Siswa SD dan SMP Kabupaten Madiun Ikuti Uji Coba Program MASTER CETE

Iki Radio - Ratusan siswa tingkat SD dan SMP dari wilayah selatan Kabupaten Madiun, mengikuti uji coba program MASTER CETE (Masyarakat Terdidik, Cerdas dan Terampil) di halaman Madiun Umbul Square, Senin (15/12/2025). 

Program MASTER CETE ini digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, sebagai upaya menyiapkan generasi emas 2045, serta mendorong peningkatan potensi dan penguatan perekonomian daerah.

Program MASTER CETE ini juga selaras dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Madiun, Bersahaja.

“Hari ini merupakan uji coba MASTER CETE. Program ini sesuai dengan visi misi yang ketiga Kabupaten Madiun Bersahaja yaitu pembangunan ekonomi. Kemudian pada misi yang kelima yaitu untuk pembangunan manusia yang terampil yang ada di Kabupaten Madiun,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto.

Dijelaskan, program MASTER CETE ini meliputi peningkatan sarana prasarana pendidikan yang merata dan berkualitas baik, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidikan, kurikulum adaptif terhadap dunia usaha dan industri, serta pendidikan ketrampilan kerja berbasis sertifikasi.

Direncanakan,program MASTER CETE ini akan dilaksanakan secara penuh pada tahun 2026 mendatang, dengan mengambil 25 titik lokasi di wilayah Kabupaten Madiun, meliputi tempat-tempat sejarah maupun tempa wisata untuk belajar secara kontekstual.

"Seluruh murid yang ada di Kabupaten Madiun mulai dari SD dan SMP dan nanti di pertengahan semester akan bergabung, untuk PAUD, TK dan seterusnya nanti juga akan bergabung di MASTER CETE," lanjutnya. 

Pelaksanaannya adalah sama seperti di sekolah. Setiap hari mulai dari jam 07.00 sampai jam 14.30, anak-anak akan berada di tempat-tempat destinasi wisata, bisa juga tempat-tempat bersejarah yang di Kabupaten Madiun, yang dijadikan sumber belajar bagi anak-anak. 

"Belajar kontekstual yaitu pembelajaran yang mengaplikasikan teori-teori yang kalian dipelajari di kelas, itu bisa kalian aplikasikan di sini bersama dengan bapak ibu guru sehingga akan membentuk karakter yang sangat luar biasa,” tambahnya.

Diharapkan program MASTER CETE ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. Selain belajar, Outdoor learning juga untuk mengeksplor tempat-tempat wisata atau bersejarah yang potensial di Kabupaten Madiun.

"Program MASTER CETE dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun tersebut tidak membebani APBD. Seluruhnya, sudah tercover oleh Dana BOS," imbuhnya.

Lokasi uji coba program MASTER CETE ini, berada di Madiun Umbul Square, Monumen Kresek dan Waduk Widas.

“Pelaksanaan hari ini secara serentak diuji cobakan," pungkasnya.

Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda Kabupaten Madiun, Ir. Soedjiono menegaskan, program ini merupakan salah satu program prioritas dalam visi misi Kabupaten Madiun.

"Dalam misi kelima Bersahaja dalam pembangunan manusia. Golnya adalah peningkatan derajat kesehatan, derajat pendidikan dan daya beli, salah satu programnya adalah MASTER CETE,” kata Soedjiono.

Harapannya, anak-anakku semuanya nanti ke depan jadi generasi yang tangguh, generasi yang berkualitas. Ilmu yang sudah diberikan di kelas untuk diterapkan di tempat belajar di outdoor.

"Prestasi akademik saja itu belum cukup. Dibutuhkan pengalaman-pengalaman, pengasahan-pengasahan di luar ruang kelas. Dengan adanya kegiatan seperti ini nanti kalau dilaksanakan secara rutin kontinyu akan tumbuh ekonomi. Perekonomian di tempat-tempat yang digunakan untuk pembelajaran seperti tempat-tempat wisata kita akan menjadi lebih ramai, terkenal lebih luas lagi sehingga masyarakat luar daerah akan mengenal dan tertarik untuk berkunjung ke Kabupaten Madiun," tambahnya.(iw/IR)

Dukung Penegakan Hukum Humanis, Bupati Ipuk Tandatangani PKS Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial

Iki Radio - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Kepala Kejaksanaan Negeri Banyuwangi tentang Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial bagi Pelaku Tindak Pidana di Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya, Senin (15/12/2024). Penandatanganan ini sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah untuk penegakan hukuman yang humanis.

Penandatanganan PKS tersebut diawali dengan penandatanganan MoU antara Gubernur Jatim Khofifah dan Kepala Kejaksaaan Tinggi Agus Sahat S.T. Lumban Gaol. MoU tersebut merupakan tindak lanjut UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) baru, terutama Pasal 65 Ayat 1 yang memasukkan pidana kerja sosial sebagai alternatif pemidanaan.

“Dengan pemberlakukan pidana kerja sosial diharapkan dapat mewujudkan penegakan hukum yang humanis karena hukuman ini berfokus pada rehabilitasi dan reintegrasi pelaku tindak pidana ke masyarakat,” kata Ipuk usai melakukan penandatanganan.

Ipuk pun menyatakan komitmen Pemkab Banyuwangi dalam mendukung dan menjalankan amanat KUHP terbaru tersebut. Di antaranya dengan menyediakan fasilitas dan sumber daya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pidana kerja sosial, seperti tempat dan program kerja.

“Semoga dengan adanya hukuman pidana kerja sosial bisa membantu pelaku tindak pidana untuk memperbaiki diri, meningkatkan kesadaran mereka akan kesalahan, dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat,” harap Ipuk.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banyuwangi Agustinus Octovianus Mangotan, penandatanganan PKS dilakukan untuk persiapan penerapan pidana kerja sosial dalam KUHP baru yang akan berlaku efektif mulai 2 Januari 2026.

“Pidana sosial sendiri merupakan alternatif hukuman yang bertujuan untuk merehabilitasi dan memberikan kesempatan kepada pelaku tindak pidana untuk memperbaiki diri dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat,” terangnya.

Agustinus menerangkan hukuman pidana kerja sosial nantinya akan ditentukan oleh hakim di pengadilan. Hakimlah yang akan memutuskan apakah seorang terpidana bisa mendapatkan hukuman kerja sosial atau tidak.

“Tidak semua kejahatan pidana bisa mendapatkan hukuman kerja sosial. Ada kriterianya misalnya pelaku tindak pidana ringan seperti pencurian, penganiayaan dan sejenisnya,” ungkapnya.

Pelaksanaan hukumannya pun akan dinamis, bisa dengan hukuman sosial atau hukuman kerja yang menyesuaikan dengan skill dan kemampuan terpidana. Misalnya hakim memutuskan terpidana mendapatkan hukuman 50 jam kerja sosial. Maka terpidana bisa menjalaninya dengan menjadi tenaga kebersihan atau penyapu jalan. 

“Atau nanti bisa juga menyesuaikan dengan bakat dan ketrampilan terpidana, jadi mereka menjalani hukuman dengan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Pemkab. Karena inti dari hukuman ini adalah pembinaan,” pungkasnya. (*)

Kodim 0827 Sumenep Peringati Hari Juang TNI AD ke-80, Tekankan Kemanunggalan dengan Rakyat

Iki Radio - Komando Distrik Militer (Kodim) 0827/Sumenep menggelar upacara peringatan Hari Juang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) ke-80 Tahun 2025, di Lapangan Upacara Makodim, Senin (15/12/2025).

Upacara dipimpin langsung Komandan Kodim (Dandim) 0827/Sumenep Letkol Arm Bendi Wibisono, SE, M.Han, diikuti jajaran perwira staf, Danramil, prajurit, PNS Kodim, serta anggota Subdenpom V/4-3 Sumenep.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Kasad memberikan ucapan selamat Hari Juang TNI AD 2025 sekaligus apresiasi atas dedikasi dan pengabdian prajurit serta ASN TNI AD.

“Selaku Kepala Staf Angkatan Darat, saya mengucapkan Selamat Hari Juang TNI Angkatan Darat Tahun 2025, disertai terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi serta pengabdian seluruh prajurit dan ASN TNI AD untuk kemajuan dan kejayaan Angkatan Darat,” bunyi amanat yang dibacakan Dandim.

Kasad menegaskan bahwa peringatan ini merupakan momentum untuk mengenang Palagan Ambarawa dan menanamkan nilai-nilai luhur perjuangan kepada setiap prajurit. “Peringatan Hari Juang ini bertujuan untuk mematrikan nilai-nilai luhur perjuangan dan menggelorakan semangat pengabdian yang tulus dalam nadi setiap insan prajurit TNI Angkatan Darat,” tegasnya.

Tema Hari Juang TNI AD 2025, “TNI AD Manunggal dengan Rakyat untuk Indonesia Bersatu, Berdaulat, Sejahtera, dan Maju”, menunjukkan jati diri TNI AD sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional.

Kasad juga menekankan keteladanan Panglima Besar Jenderal Soedirman sebagai simbol integritas, keberanian, ketulusan, dan pengabdian tanpa pamrih. “Keyakinan, keberanian, ketulusan, kerja keras, dan pengabdian tanpa pamrih adalah inti dari jati diri seorang prajurit. Nilai-nilai inilah yang harus terus menjadi obor semangat prajurit TNI Angkatan Darat,” ujarnya.

Amanat diakhiri dengan pesan agar seluruh prajurit dan ASN TNI AD senantiasa menjaga kehormatan diri serta memperkuat kemanunggalan dengan rakyat, sebagai sumber kekuatan utama dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Transmigrasi, Pemkab Madiun Berangkatkan Warga Asal Kebonsari Ke Sulawesi Selatan

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Madiun memberangkatkan Anton Wibowo (35), warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, beserta istri dan dua anaknya, menuju UPT (Unit Permukiman Transmigrasi) Lagading, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Provinsi Sulawesi Selatan.

Pemberangkatan dilakukan di Graha Praja Mukti, Puspem Caruban. Senin (15/12/2025).

“Program transmigrasi ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan usaha pertanian, industri, dan jasa, sekaligus mengurangi kemiskinan dan pengangguran serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto.

Kata Arik, seluruh tahapan telah dilakukan agar calon transmigran siap secara mental, keterampilan, dan administrasi.

“Sehingga saat tiba di lokasi mereka bisa langsung beradaptasi dan mandiri,” lanjutnya.

Pemkab Madiun juga memberikan bantuan uang saku Rp7.500.000, dan sarana pendukung lainnya yang yang dapat dimanfaatkan dilokasi transmingrasi.

“Harapan kami jelas, bekerja keras, beradaptasi, dan menunjukkan hasil. Fasilitas rumah yang disiapkan kini lebih layak, dengan lahan pekarangan dan lahan garapan bertahap hingga total satu hektare,” tambahnya.

Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Madiun, Soedjiono menyampaikan, program transmigrasi merupakan program pemerintah pusat, yang bertujuan selain pemerataan jumlah penduduk, juga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Transmigrasi bukan hanya soal perpindahan tempat tinggal, tetapi juga membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal. Jika dikelola dengan baik dan dijalani dengan kerja keras, peluang keberhasilannya sangat besar,” katanya.

Anton Wibowo mengaku senang bisa mengikuti program transmigrasi ini, yang akan membuatnya bisa meningkatkan kehidupan di lokasi tempat tinggal yang baru.

“Senang sekali. Ini awal kehidupan baru semoga lebih sukses, dan persiapan dari awal siap mental,” kata Anton.

Pada tahun 2025, dari provinsi Jawa Timur memberangkatkan 16 kepala keluarga transmigran, dengan 10 kepala keluarga di antaranya ditempatkan di Kabupaten Sidenreng Rappang.(iw/IR)

 

Resmi, Sigit Budiarto Jabat Pj. Sekda Kabupaten Madiun

Iki Radio - Setelah menjalankan tugas sebagai Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun sejak 1 Desember 2025, Sigit Budiarto akhirnya dilantik sebagai Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Madiun, Senin (15/12/2025).

Bupati Madiun Hari Wuryanto melantik dan mengambil sumpah Sigit Budiarto sebagai Pj. Sekda Kabupaten Madiun, Senin (15/12/2025)

Pelantikan Pj. Sekda Kabupaten Madiun ini berdasarkan Surat Gubernur Jawa Timur Tanggal 10 Desember 2025 Nomor : 800/8467/204.4/2025 tentang persetujuan penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun. 

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekedar seremonial, melainkan bagian proses penting dalam menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintah daerah.

"Peran sekretaris daerah merupakan peran yang sangat vital, diantaranya memimpin sekretariat daerah, mengoordinasikan perangkat daerah, membantu kepala daerah dalam penyusunan kebijakan, dan membina hubungan kerja aparatur khususnya di lingkup Pemkab Madiun," ujar Bupati Madiun.

Kata Bupati, meskipun bersifat sementara, penjabat sekretaris daerah memiliki kewenangan, tugas dan tanggungjawab yang sama dengan sekretaris daerah definitif.

Diharapkan, penjabat Sekda yang baru dilantik agar dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggungjawab, profesional dan berintegritas. 

"Diharapkan mampu memimpin, mengkoordinasikan, dan mengawal tujuan organisasi Pemkab Madiun yang sejalan dengan Visi Misi Kabupaten Madiun yang Bersahaja (Bersih, Sehat dan Sejahtera)," lanjut Bupati.

Kepada Pj. Sekda yang baru dilantik, Bupati berpesan "Biso o ngrumangsani, ning ojo rumongso biso".

“Selamat kepada saudara Sigit Budiarto, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, yang baru saja dilantik. Semoga dapat menjalankan tugas dengan penuh amanah, membawa kebaikan dan keberkahan. Kita satukan dalam satu komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersahaja," pungkas Bupati.(*)

close
Pasang Iklan Disini