Iki Terbaru/Paling Greeess

Mentan Pastikan Bantuan Mengalir Cepat ke Sumatra, Distribusi lewat Laut dan Udara

Iki Radio - Pemerintah kembali memperkuat operasi kemanusiaan untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah menyiapkan beras sedikitnya mencapai tiga kali lipat dari kebutuhan di lokasi bencana.

“Kita ingin tidak satu orang pun kekurangan beras. Cadangan kita besar,” tegas Amran di Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Mentan Amran juga menyampaikan permohonan maaf karena sejumlah daerah yang terisolir membutuhkan distribusi via helikopter.

“Saya minta maaf, daerah-daerah terisolir harus menggunakan helikopter. Tim kami sudah bergerak,” ujarnya.

Untuk memastikan percepatan distribusi, dua pejabat eselon I ditugaskan untuk Aceh, termasuk Inspektorat Jenderal Kementan dan Deputi III Bapanas. Seluruh UPT di wilayah terdampak turut digerakkan.

“Kami tugaskan Sumut kepada Pak Ali Jamil dan Deputi I Pak Ketut. Sumatra Barat (Sumbar) kepada Kepala SDM dan Brigjen Hermawan,” tambahnya.

Menteri Amran menekankan kebebasan bagi pejabat yang ingin kembali ke Jakarta, namun meminta para direktur jenderal memperkuat tim darurat di lapangan.

“Stok kita masih tertinggi, 3,8 juta ton. Tidak ada masalah. Itu bisa turun paling rendah 3,7 juta ton,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi mitra strategis yang menyalurkan bantuan dalam berbagai bentuk.

“Hari ini bentuk kepedulian bersama mitra strategis, saya mewakili pengusaha mengucapkan terima kasih. Hari ini kita 34,8 miliar dalam bentuk barang. Kalau bisa dalam bentuk siap saji,” katanya.

Distribusi logistik dilakukan melalui jalur laut dan udara. Menteri menyebut dukungan cepat dari KSAL yang menyediakan kapal pengangkut.

“Pengangkutannya minta tolong pada KSAL. Beliau merespon cepat dan langsung naik di kapal. Kami langsung ke kapal. Ada juga yang lewat Hercules, lewat udara,” ungkapnya.

Bantuan tersebut dikirimkan menuju Sumbar, Sibolga di Sumut, dan Aceh. Total armada mencapai puluhan unit.

“70 truk Aceh, 70 truk Sumut, 67 truk Sumbar,” katanya lagi.

Selain kebutuhan pangan, pemerintah juga menggelontorkan stimulus pemulihan pertanian. Sedikitnya 33 ribu bantuan diarahkan ke Sumut dan Aceh, sementara 119 ribu unit diarahkan mendukung wilayah puso.

“Negara memberikan benih, alsintan, sawah yang rusak kita bangun seperti semula,” tegasnya.

 

Jelang Nataru, Permintaan SPHP Meningkat Hampir 100 Persen

Iki Radio - Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Natal dan Tahun Baru 2026, permintaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), di Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Madiun, meningkat hingga 100 persen. Jika pada hari biasanya rata rata 40 hingga 50 Ton per hari, kini permintaan mencapai 80 Ton per hari.

Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto (baju merah) bersama Bupati Madiun Hari Wuryanto, usai pengecekan Gudang Bulog di Desa Jerukgulung Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun, Kamis (4/12/2025). (Foto : Bulog Madiun)

Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto mengatakan, saat ini stok beras di Bulog Cabang Madiun mencapai 60.900 Ton. Untuk kebutuhan bantuan pangan dan SPHP, masih cukup untuk 12 bulan kedepan.

“Permintaan berapapun kami siapkan. Mau 100 ton atau 200 ton kami siapkan,” ujar Agung Sarianto, Kamis (4/12/2025).

Sebelumnya, saat pemantauan bahan pokok disejumlah titik bersama Bupati Madiun Hari Wuryanto besera jajaran, Bulog Madiun memastikan stok pangan ditingkat distributor hingga pedagang juga masih cukup aman.

“Tadi sama Pak Bupati, kami memantau mulai dari Pasar Sukolilo antusias masyarakat untuk SPHP lumayan bagus. Kemudian di distributor hingga penggilingan juga kami pantau,” lanjutnya.

Karena stok yang melimpah di Bulog Cabang Madiun, meski memiliki cakupan wilayah Madiun Kota dan Kabupaten, serta Kabupaten Ngawi, namun Bulog Madiun juga mengirimkan bantuan pangan ke daerah lain.

“Kemarin kami mengirim bantuan pangan di cabang Madura 2.000 ton, ada juga yang disalurkan ke NTT, diantaranya Kabupaten Ende, Atambua dan Kupang,” lanjutnya.

Meski stok beras di Bulog Madiun terbilang cukup aman dan melimpah, Agung menegaskan pihaknya masih terus memberikan kesempatan pada petani yang ingin menjual hasil panennya ke Bulog Madiun.

“Penyerapan masih terus kita lakukan, sepanjang harganya sesuai dengan harga yang ditentukan Bulog yakni Rp6.500 per kilo. Namun kalau harga diluar lebih dari harga Bulog silahkan petani bisa menjual diluar sehingga keuntungan yang didapat  bisa lebih banyak,” tambahnya.

Sementara itu, melalui Serikat Karyawan (Sekar) Bulog mandiun juga menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Sumatera.

“Bantuan untuk korban bencana seperti di Sumatera, itu dari kantor pusat. Dengan Cadangan Beras pemerintah (CBP) Bulog menyalurkan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Untuk Bulog Madiun itu dari teman teman Serikat Karyawan (Sekar),” pungkasnya.(iw/IR)

 

 

Pernah Berjuang Sembuh dari Stroke dan Kanker Otak, Epy Kusnandar Meninggal di Usia 61 Tahun

Iki Radio - Epy Kusnandar, aktor yang populer dengan perannya sebagai Kang Mus di Preman Pensiun ini meninggal dunia, Rabu (3/12/2025).

Dikenal sebagai aktor senior, perjalanan hidup Epy Kusnandar penuh liku, mulai menjadi aktor yang membintangi banyak film dan sinetron, hingga terakhir diketahui berjualan makanan bersama istrinya, Karina Ranau.

Aktor berusia 61 tahun ini mengawali kariernya lewat serial 1 Kakak 7 Ponakan dan berada di puncak popularitas karena perannya dalam sinetron dan film Preman Pensiun.

Karakternya sebagai Kang Mus selama tujuh musim akhirnya melekat pada sosok Epy Kusnandar.

Selain itu, Epy juga dikenal saat membintangi sinetron Suami-Suami Takut Istri sebagai Dadang.

Di tahun 2020, Epy pernah menghilang dari dunia hiburan dan muncul lagi membawa kabar bahwa dirinya mengalami stroke ringan.

Epy Kusnandar menceritakan awal ia terkena stroke ringan yang dialami secara bertahap melalui bagian tubuh sebelah kiri.

Ia mengatakan bahwa matanya yang terlebih dahulu diserang. Epy menyebut saat terserang stroke, penglihatannya lama kelamaan mulai kabur hingga mengalami kebutaan.

Akhirnya Epy menjalani pengobatan alternatif di daerah Depok, Jawa Barat hingga kondisinya membaik.

Di tahun 2011, Epy juga diketahui pernah didiagnosis dengan kanker otak dan dokter sudah memvonis usianya hanya tinggal 4 bulan.

Saat dunia hiburan mulai tak lagi bisa diandalkan, Epy bersama istrinya, Karina Ranau membuka usaha warung makan.

Tidak hanya berjualan makanan sehari-hari, istri Epy juga ulet berjualan ketika bulan Ramadan dengan menjajakan makanan takjil dan berbuka.

"Saya bukan memutuskan (pensiun), tapi diputuskan," ujar Epy saat itu.

Baca juga: Bintang Preman Pensiun, Epy Kusnandar Akui Kini Berjualan Kerupuk Dorokdok Naik Sepeda

"(Ikut) Casting untuk mencari kecocokan, sampai sekarang belum ada yang pas, skenario yang ditulis," jelasnya.

Epy juga pernah viral karena berjualan kerupuk kerupuk dorokdok dengan sepeda.

Kini semua perjuangannya itu hanya tinggal kenangan, Epy Kusnandar meninggal dunia hari ini, Rabu (3/12/2025) pukul 14.24.

Jenazahnya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan pada 4 Desember 2025 pukul 08.00.(*)

Bersama UNESCO, Bupati Ipuk Paparkan Ijen Golden Route di Indonesia's Geopark Leader Forum

Iki Radio - Perkembangan Geopark Ijen yang telah menjadi perhatian dunia, membuat Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani diminta untuk menjadi pembicara dan memaparkan berbagai program Geopark Ijen, di Indonesia's Geopark Leader Forum: Building Knowledge for Indonesia's Geopark Development, di Kementerian Bappenas, Rabu (3/12/2025).

Dalam forum tersebut, Ipuk menjadi pembicara bersama Dr. Özlem Adiyaman Lopes, Programme Specialist, International Geoscience and Geoparks Programme, UNESCO;  Prof. Dr. Michael Goutama, Penasihat Menteri PPN/Bappenas/Ketua KADIN Komite Singapore;  Leonardo A. A. Teguh Sambodo, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup. Kementerian PPN/Bappenas, serta Lalu Muhammad Iqbal, Gubernur Nusa Tenggara Barat.

Ipuk mengatakan meski kawasan Geopark tidak semua kewenangan pemerintah daerah, melainkan banyak yang berada di wilayah Kementerian dan BKSDA, namun Banyuwangi berupaya mencari manfaat bagaimana keberadaan Geopark Ijen berdampak pada kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.

"Kami jadikan Geopark Ijen promosi. Kami buat beragam event sport tourism dan seni budaya, agar masyarakat Banyuwangi mendapat manfaat dari Geopark Ijen," kata Ipuk.

Banyuwangi menggelar beragam sport tourism bahkan berskala internasional seperti Tour dr Banyuwangi Ijen, Ijen Geopark Downhilll, Ijen Green Trail Run, serta beragam atraksi seni budaya seperti Jazz Gunung Ijen, Musik Tepi Sawah, dan beragam event lainnya.

Bahkan untuk mengenalkan lebih luas keelokan kawasan Ijen, Ipuk telah meluncurkan program Ijen Golden Route. 

Program ini mengolaborasikan seluruh potensi yang ada Ijen. Menelusuri destinasi wisata hidden gem di kawasan kaki Gunung Ijen yang ada dan dikelola masyarakat Banyuwangi .

Ada beragam destinasi yang terangkum dalam Ijen Golden Route. Mulai dari aneka wisata alam, kuliner lokal, cafe yang instagramble, hingga tempat staycation yang keren hingga yang etnik, memadukan keindahan alam dan keluhuran budaya. Banyuwangi juga menggandeng seniman dan budayawan di berbagai atraksi wisata. 

"Semua kita berdayakan dan kolaborasikan. Program ini bertujuan agar pelaku wisata, UMKM, seniman, budayawan, dan masyarakat Banyuwangi mendapat manfaat dari Ijen," kata Ipuk.

Bahkan berkat beragam program tersebut, Desa Adat Osing Kemiren yang juga merupakan salah satu kawasan Geopark Ijen, ditetapkan menjadi bagian Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia, The Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025, oleh United Nations Tourism (UN Tourism) - Badan Pariwisata PBB.

Apa yang dilakukan Banyuwangi diapresiasi Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal. Menurutnya Banyuwangi mampu mengelola potensi untuk kesejahteraan masyarakatnya.

"Saya tahu betul tentang Banyuwangi karena ibu saya orang Pasuruan, jadi saya mengerti tentang Jawa Timur. Saya tahu Banyuwangi yang dulunya daerah miskin, kini justru menjadi daerah dengan angka kemiskinan terendah di Jawa Timur," kata  Lalu.

Untuk itu Lalu yang baru 9 bulan menjabat sebagai gubernur, berharap bisa mengikuti jejak Banyuwangi. 

Mendengar paparan Bupati Ipuk, Prof Gautama mengapresiasi apa yang dilakukan Banyuwangi selama ini. "Welldone. Selamat buat Banyuwangi. Seharusnya ini bisa menjadi yang terbaik di dunia," kata Prof. Gautama. (*)

Pemkab Buleleng Tegaskan Komitmen Penguatan Hak Disabilitas

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali, menjadi satu-satunya kabupaten di Bali yang menyelenggarakan Perayaan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 dengan penyaluran berbagai bantuan sosial bagi penyandang disabilitas. Kegiatan digelar di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, pada Rabu (3/12/2025).

Satu-satunya di Bali, Buleleng Peringati HDI dan Salurkan Berbagai Bantuan (Dok.Pemkab.Buleleng)

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Sosial atas inisiatif tersebut. Menurutnya, HDI bukan sekadar perayaan, melainkan pengingat bahwa penyandang disabilitas adalah bagian utuh dari masyarakat.

“Luar biasanya, hanya Buleleng yang melaksanakan perayaan HDI di Bali. Ini bukti kepedulian kita bersama kepada penyandang disabilitas. Ada berbagai pertunjukan seni dari mereka, dan di sini kita semua setara,” ujar Ariadi Pribadi, mewakili Bupati Buleleng.

Ia menegaskan, Pemkab Buleleng telah berkomitmen memperkuat pemenuhan hak penyandang disabilitas melalui berbagai program daerah, mulai dari peningkatan akses layanan publik hingga pemberdayaan dan peluang kerja.

Ariadi juga mengajak para penyandang disabilitas untuk terus berkarya dan tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang.

“Teruslah bermimpi dan berkarya. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti. Terima kasih kepada keluarga, pendamping, relawan, dan organisasi disabilitas atas pengabdian yang tidak pernah putus,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Buleleng, I Putu Kariaman Putra, melaporkan bahwa perayaan melibatkan sejumlah organisasi penyandang disabilitas. Selain itu, bantuan juga disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Bali dan CSR Bank BPD Bali.

“Tidak hanya menyalurkan bantuan, hari ini juga menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk menampilkan karya. Ada tarian, nyanyian, pameran UMKM, hingga kendaraan modif dan roda adaptif dari Global Village Foundation,” jelasnya.

Bantuan yang disalurkan meliputi:

  • Ratusan paket sembako
  • Lebih dari 100 alat bantu penyandang disabilitas
  • Pelatihan massage gratis untuk tiga penyandang disabilitas tuna netra

Saat ini, jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Buleleng mencapai 6.502 orang. Dinsos mengajak masyarakat aktif mengajukan usulan bantuan bagi warga disabilitas kurang mampu melalui laman SITASMARA (https://bit.ly/SITASMARA).

Di akhir kegiatan, Asisten Ariadi Pribadi bersama Kadis Kariaman menyerahkan bantuan secara langsung serta meninjau pameran karya penyandang disabilitas.

BPJS Kesehatan Luncurkan Data Sampel 2025

Iki Radio - BPJS Kesehatan kembali memperkuat transformasi layanan kesehatan Indonesia dengan resmi meluncurkan Data Sampel BPJS Kesehatan 2025, yang digelar di Jakarta, Rabu (3/12/2025). Peluncuran ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan analitik berbasis big data dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kualitas pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti resmi resmi meluncurkan Data Sampel BPJS Kesehatan 2025, yang digelar di Jakarta, Rabu (3/12/2025). (Foto: BPJS Kesehatan)

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki infrastruktur data kesehatan berskala besar dan terintegrasi, yang saat ini menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Melalui Performance Management Center, pemantauan kinerja seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) di Indonesia kini dapat dilakukan secara real time.  “Seorang tamu dari luar negeri sampai heran bagaimana BPJS bisa menangani klaim lebih dari satu juta setiap hari. Bahkan hari ini, sudah mencapai dua juta klaim per hari,” ujar Ghufron dalam peluncuran bertema Transformasi Layanan Kesehatan yang Inklusif dan Berkelanjutan melalui Analitik Data Sampel JKN ini. 

Ia menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan sedang mengembangkan kerja sama berbasis teknologi AI untuk mengolah data kesehatan secara otomatis sehingga menghasilkan proses pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making).

Menurut Ghufron, perkembangan AI bahkan telah memungkinkan sistem untuk melakukan skrining awal kesehatan berdasarkan gejala dan riwayat data pasien, dengan dukungan tujuh bahasa lokal. “Aplikasi AI untuk identifikasi gejala awal sudah selesai dikembangkan. Dengan data yang besar, AI akan semakin akurat,” jelasnya.

Sejak 2021, BPJS Kesehatan konsisten merilis data sampel general dan kontekstual seperti diabetes melitus, tuberkulosis, kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan mental. Pada 2025 ini, BPJS Kesehatan kembali menambah dataset baru berupa data sampel kontekstual COVID, mencakup status vaksinasi, komorbid, dan pola layanan tahun 2020–2023.

Saat ini total data sampel telah mencapai lebih dari 126 juta data, dengan lebih dari 1.000 peneliti dan 40 institusi akademik dalam dan luar negeri memanfaatkannya untuk riset dan publikasi internasional.  “Data sebesar ini membuka peluang riset global. Saya meyakini publikasi di jurnal internasional berpeluang besar diterima karena basis datanya sangat kuat,” tegas Ghufron.

Proses pengajuan data kini semakin cepat melalui Portal Data JKN, dengan persetujuan otomatis dan pengiriman langsung ke akun pengguna dengan akses melalui portal: www.data-bpjs.kesehatan.go.id

Ali Ghufron Mukti berharap data sampel 2025 dapat memperkuat kolaborasi para peneliti, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat.  “Dengan keterbukaan data, kita membangun masa depan layanan kesehatan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan data, kita memajukan Indonesia,” tutupnya.

Digelar Sederhana, Ratusan Disabilitas Se Kabupaten Madiun Semangat Peringati HDI

Iki Radio – Setiap tanggal 3 Desember, diperingati sebagai Hari Disabilitas Internasional (HDI). Peringatan ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat, akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang disabilitas. Selain itu memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat, hak, dan kesejahteraan para penyandang disabilitas intelektual.

Di Kabupaten Madiun, Ratusan pelajar penyandang disabilitas, dari lembaga Sekolah Luar Biasa (SLB) Se- Kabupaten Madiun, memperingati HDI dengan sederhana, di Lapangan Jiwan Kabupaten Madiun, Rabu (3/12/2025).

Terlihat di panggung hanya ada satu buah speaker yang digunakan dalam acara tersebut. Para siswa penyandang disabilitas didampingi sejumlah guru pembimbing, terlihat duduk lesehan dengan alas seadanya. Selain menggunakan tikar, diantaranya ada yang duduk hanya beralas banner bekas yang sudah tidak terpakai.

Meski demikian, para siswa ini terlihat antusias mengikuti acara yang dikemas dengan penampilan kesenian dari siswa siswi penyandang disabilitas.

"Acara ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi anak anak disabilitas untuk berkreasi," ujar Andy Wijayanto, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Madiun.

Penyandang disabilitas di Kabupaten Madiun saat ini ada sekitar 5000 orang. Jumlah ini berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh pilar sosial di Kabupaten Madiun.

"Pendataan yang dilakukan secara door to door melakukan verval," lanjutnya.

Adapun untuk penyandang disabilitas di Kabupaten Madiun, meliputi penyandang disabilitas baik fisik maupun mental.

"Merata, semuanya ada, dan diwadahi dalam PPDM (Persatuan Penyandang Disabilitas Madiun)" tambahnya.

Kata Andy, pihaknya telah menggandeng Dinas Tenaga Kerja, berkaitan dengan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Kepala SLB Metesih Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun, Agustin Rina menjelaskan, kendala dalam pembelajaran bagi siswa penyandang disabilitas adalah kondisi anak dengan disabilitas yang berbeda, sehingga memerlukan penanganan yang berbeda pada setiap siswa.

"Guru harus punya kompetensi yang lebih dalam manajemen kelas," katanya.

Dikatakan, adanya stikma yang kurang baik terhadap disabilitas, membuat banyak penyandang disabilitas yang belum mendapatkan haknya untuk belajar. Sebab banyak masyarakat yang justru menutup diri jika ada anaknya yang mengalami disabilitas.

"Bisa mungkin karna masyarakat itu malu jika ada yang tahu anaknya penyandang disabilitas, lalu tidak mau menyekolahkan anaknya ke SLB, malah ke sekolah umum," jelasnya.

Metode pendekatan personal saat ini tengah diupayakan, agar masyarakat betul betul memahami pemenuhan hak bagi penyandang disabilitas.

"Kalau perlu nanti kita akan kunjungan langsung ke warga yang mungkin ada anak disabilitas, kita beri motivasi dan pemahaman," pungkasnya.(*)

Siaga Tanggulangi Bencana, BPBD Jatim Gelar Rakor Pengelolaan Aset

Iki Radio - Dalam rangka kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Dan Pengendalian Pengelolaan Barang Milik Daerah, di Lingkungan BPBD Provinsi Jawa Timur, Rabu (3/12/2025).

Dalam rakor yang dilaksanakan di Gedung Wilis, Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur (BAKORWIL I) di Madiun, BPBD Jatim melakukan inventarisir aset.

“Harapannya ini dalam rangka banyak bencana, maka BPBD Jatim menyelenggaraklan rakor terkait pengelolaan aset asetnya. Jangan sampai aset itu tidak tercatat, sehingga pada saat dibutuhkan tidak berada ditempat atau tidak terawat dengan baik,” ujar Kepala Bakorwil I Madiun, Heru Wahono Santoso, usai membuka Rakor.

Untuk itu, mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur ini menekankan, pentingnya koordinasi dalam pengelolaan barang dan aset, seperti kendaraan operasional dan sebagainya.

“Maka dibutuhkan koordinasi pengelolaan barang,” lanjutnya.

Dalam Rakor ini, BPBD Provinsi Jawa Timur, menggandeng Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Timur, sebagai narasumber.

“Akan dijelaskan bagaimana mengelola aset bisa terawat dan bisa dimanfaatkan dengan baik,” tambahnya.

Tenaga ahli BPBD Jatim, Bige Agus Wahyuono menjelaskan, salah satu tugas BPBD adalah fungsi penanggulangan bencana. 

Dengan pengelolaan aset ini akan memudahkan dalam penanggulangan bencana, seperti ancaman bencana hidrometeorologi, dan bencana alam lain yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur.

“Antisipasi hidrometeorologi selalu kita update, kita diskusikan sehingga kedepan BPBD lebih siap lagi dalam penanggulanagn bencana,” kata Bige.

Dikatakan, saat ini potensi bencana hidrometeorologi memang menjadi fokus sebagaimana arahan Gubernur Jawa Timur, dan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Jawa Timur.

“Hidrometeorologi ini memenag menjadi fokus kita, arahan Gubernur dan Kalaksa. Bagaimana kita bisa mengantisipasi, bagaimana kita bisa mensiagakan kejadian yang akan datang,” lanjutnya.

Sementara itu, saat ini BPBD Jawa Timur juga tengah menggalang bantuan serta donasi untuk membantu korban bencana alam di Sumatera.(iw/IR)

close
Pasang Iklan Disini