Iki Terbaru/Paling Greeess

Tambah Greget, Ini Upaya Pemkab Madiun Jaga Kelestarian Lingkungan

Iki Radio - Beragam cara dilakukan Pemerintah Kabupaten Madiun, dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan. Diantaranya Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun, menggelar Lestari Awards 2025.

Salah satu penerima Lestari Awards 2025 Kabupaten Madiun, kategori Putra Putri Lingkungan Hidup

“Lingkungan hidup ini menjadi masalah global, bukan hanya di Kabupaten Madiun. Ini menjadi tanggungjawab kita bersama. Dengan pemberian Lestari Awards ini diharapkan mereka para penggiat lingkungan ini semakin bersemangat. Menularkan kemampuannya kepedualiannya kepada teman atau kantor, instansi dan masyarakat yang lain,” ujar Wakil Bupati Madiun, Dr. Purnomo Hadi, usai pemberian penghargaan Lestari Awards 2025 di Hotel Mercure Madiun, Senin (27/10/2025).

Dijelaskan, pemberian Lestari Awards ini menjadi bagian penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kondisi lingkungannya.

“Prinsipnya bukan menang atau kalah, tetapi mereka punya kepedulian. Semoga lingkungan semakin hijau segar dan sehat untuk anak cucu kita nanti,” tambahnya.

Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, didampingi Kepala DLH Madiun M. Zahrowi saat wawancara dengan wartawan di Hotel Mercure Madiun, Senin (27/10/2025)

Kepala DLH Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi mengatakan, Lestari Awards Kabupaten Madiun 2025 ini untuk kali pertama diselenggarakan. Hal ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Madiun.

"Ini melaksanakan visi kabupaten Madiun BERSAHAJA, melalui misi kedua bersahaja di lingkungan hidup,” katanya.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah, memberikan apresiasi kepada masyarakat dari komunitas, individu, atas desikasi dan kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan hidup.

"Ada 165 penerima dari delapan kategori. Pemberian penghargaan ini merupakan awal untuk meningkatkan kepedulian secara bersama sama seluruh komponen di kabupaten madiun. Sehingga mampu memunculkan kolaborasi secara bersama dan komitmen bersama, tanggung jawab bersama menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup berkelanjutan di Kabupaten Madiun," lanjutnya.

Delapan kategori penerima Lestari Awards 2025 Kabupaten Madiun ini meliputi Adiwiyata untuk sekolah, ProKlim, Desa Berseri, Mandor Sampah, Eco Pesantren, Bank Sampah, Ketaatan Pelaporan Pelaksanaan Lingkungan, dan Putra Putri Lingkungan Hidup (LH).

Launching Si PEPELING diacara Lestari Awards 2025

Selain pemberian penghargaan, Pemkab Madiun juga meluncurkan  Aplikasi Si PEPELING (Sistem Pengaduan dan Pelaporan Lingkungan Hidup) Kabupaten Madiun. Melalui system ini seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi dalam menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan di wilayahnya masing masing.

Deklarasi komitmen bersama KALIBER (Ketahanan Lingkungan Berkelanjutan) juga menjadi salah satu jurus Pemerintah Kabupaten Madiun dalam menjaga lingkungan. Melalui deklarasi ini, diharapkan ada gerakan kolektif seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga Bumi madiun agar tetap bersih sehat dan lestari.

Dalam rangka memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat, dalam Lestari Awards 2025 ini juga dilaksanakan dialog dengan narasumber Dr Nurkholis Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, yang menyampaikan tema Kewenangan Pengelolaan Lingkungan Hidup Berkelanjutan. 

Selain itu juga hadir Dr Hendro Asmoro, dari Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup, Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, yang menyampaikan tema Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan.

Gresik Gratiskan BPHTB bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Iki Radio - Kabar gembira datang bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Gresik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik secara resmi membebaskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi warga yang ingin memiliki rumah bersubsidi. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam kegiatan Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Senin (27/10/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP) Didyk Choiroel, dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari ASN, pelaku UMKM, buruh, guru, nelayan, pengemudi ojek online, hingga asosiasi pengembang perumahan. Kehadiran lintas profesi ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kebijakan pembiayaan yang inklusif dan berkeadilan sosial.

Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan, kebijakan pembebasan BPHTB sebesar lima persen bagi MBR merupakan langkah strategis Pemkab Gresik dalam mendorong masyarakat agar lebih mudah memiliki rumah sendiri.

“Banyak masyarakat kita ingin punya rumah, tapi terkendala biaya awal, terutama BPHTB. Karena itu, Pemkab Gresik mengambil langkah tegas untuk menggratiskan BPHTB bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Harapannya, kebijakan ini meringankan beban mereka dan semakin banyak warga Gresik bisa punya rumah layak,” ujar Bupati Yani.

Ia menjelaskan, kebijakan ini juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program nasional pembiayaan perumahan melalui FLPP yang digulirkan pemerintah pusat.

“Program FLPP dari pemerintah pusat sangat baik. Kami ingin memastikan masyarakat Gresik bisa ikut merasakan manfaatnya. Karena itu, kami dukung penuh dengan pembebasan BPHTB agar akses rumah bersubsidi makin terbuka luas,” tambahnya.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Bupati Gresik Nomor 2 Tahun 2025, yang secara resmi menghapus beban BPHTB sebesar 5 persen yang sebelumnya menjadi tanggungan masyarakat. Dengan kebijakan ini, warga MBR dapat memperoleh rumah bersubsidi tanpa harus menanggung biaya tambahan di luar kemampuan mereka.

Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan skema pembiayaan rumah dari pemerintah dengan bunga tetap 5 persen selama 20 tahun. Melalui skema ini, masyarakat dapat memiliki rumah layak huni dengan harga terjangkau.

Sekretaris Jenderal KemenPKP Didyk Choiroel mengapresiasi langkah progresif Pemkab Gresik yang dinilai selaras dengan kebijakan Presiden Prabowo dalam percepatan program 3 juta rumah rakyat.

“Tahun ini, pemerintah menargetkan 350.000 unit rumah, meningkat dari 220.000 unit tahun lalu. Jawa Timur, termasuk Gresik, masih memiliki serapan FLPP yang rendah. Kami berharap ke depan bisa ditingkatkan, apalagi dengan dukungan kebijakan seperti ini,” jelas Didyk.

Ia juga mengimbau masyarakat agar memastikan legalitas dan ketersediaan rumah bersubsidi melalui laman resmi https://sikumbang.tapera.go.id sebagai bentuk transparansi dan perlindungan konsumen.

Wakil Bupati Asluchul Alif menekankan pentingnya tanggung jawab sosial dan moral para pengembang agar tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menjaga kualitas perumahan bersubsidi.

“Kualitas hunian adalah hak dasar masyarakat. Kami berharap pengembang jujur dan bertanggung jawab dalam membangun rumah yang layak, agar program ini benar-benar menghadirkan kesejahteraan,” ujarnya.

Melalui pembebasan BPHTB ini, Pemkab Gresik menunjukkan komitmen kuat menghadirkan keadilan sosial di sektor perumahan. Sinergi antara pemerintah daerah, pengembang, dan masyarakat diharapkan menjadi katalis untuk mempercepat tercapainya target nasional kepemilikan rumah layak bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bupati Ipuk Buka Kejurprov Voli U-19 di Banyuwangi

Iki Radio - Kabupaten Banyuwangi menjadi tuan rumah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bola Voli Indoor U-19 di GOR Tawangalun Banyuwangi. 

Kejurprov yang digelar Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) ini diikuti 38 tim dari kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Ajang tersebut berlangsung pada 27 Oktober hingga 3 November 2025.

Pembukaan dilakukan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Senin (27/10/2025). Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan dukungan para suporter dan pelajar yang memadati tribun.

Bupati Ipuk menyampaikan rasa bangga karena Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut.

“Ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi kami,” kata Ipuk.

Ia mengatakan, kejuaraan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan dan melahirkan atlet voli profesional yang nantinya bisa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Selamat bertanding. Tunjukkan bahwa kalian bukan hanya pemain. Kalian adalah masa depan kebanggaan daerah dan bangsa,” kata Ipuk.

Ajang ini melengkapi deretan kegiatan pembinaan generasi muda yang terus digelar Banyuwangi. Mulai Tour de Banyuwangi Ijen, Ijen Geopark Downhill, Jagoan Banyuwangi, Smart Gasing, hingga Gandrung Sewu yang sukses memukau ribuan penonton.

“Pemerintah Kabupaten Banyuwangi selalu berkomitmen dalam pengembangan minat dan bakat generasi muda. Baik di bidang olahraga, seni, maupun bidang lainnya,” kata Ipuk.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra menuturkan, Kejurprov ini diikuti 22 tim putra dan 16 tim putri se-Jatim.

“Ini dengan harapan mencari bibit-bibit atlet untuk dipersiapkan ke Kejurnas nantinya. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan sukses,” ujar Rama.

Bupati Ipuk bersama Kapolresta juga memberikan semangat langsung kepada tim tuan rumah Lare Osing Banyuwangi yang ikut bertanding.

“Banyuwangi menerjunkan dua tim, baik putra dan putri. Kita berharap bisa tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik,” harap Rama yang juga Ketua Umum PBVSI Banyuwangi.

Ia menambahkan, penyelenggaraan kejuaraan ini tak hanya memupuk semangat olahraga, tetapi juga memberi dampak positif bagi sektor ekonomi dan pariwisata.

“Dengan hadirnya para atlet, ofisial, dan orang tua, tentu menumbuhkan iklim pariwisata serta menggerakkan UMKM di Banyuwangi,” imbuhnya. (*)

Antisipasi Bencana, Buleleng Gelar Gerakan Tanam Pohon

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali, menggelar gerakan penanaman pohon dan pembersihan sungai serta saluran air di seluruh wilayah.

Gerakan masif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat itu, merupakan langkah antisipatif untuk meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang kerap mengancam di periode musim penghujan.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan, komitmennya  menjaga kelestarian lingkungan sebagai upaya nyata pencegahan bencana.

Berdasarkan pengamatannya, akhir dan awal tahun merupakan periode dengan curah hujan cukup tinggi yang berpotensi menyebabkan bencana longsor dan banjir di Kabupaten Buleleng.

Menurut Sutjidra, gerakan pembersihan sungai dan penanaman pohon sengaja dilaksanakan sebelum musim hujan tiba.

“Hal tersebut dilakukan untuk membuat air bisa mengalir tanpa hambatan sehingga curah hujan yang tinggi itu tidak berakibat atau berdampak buruk terhadap lingkungan yang ada di sekitar,” ujar Sutjidra saat ditemui usai memimpin Kegiatan Penanaman Pohon dan Bersih-Bersih Sungai Gotong Royong Semesta Berencana, di areal Pura Tirta Sudhamala, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Minggu (26/10/2025).

Kegiatan juga dihadiri oleh Wakil Bupati Gede Supriatna, dan Sekretaris Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Buleleng,  Hermawati Supriatna.

Sutjidra mengatakan,  Pemkab memang memiliki program rutin di setiap  Oktober, tepat pada masa menjelang musim hujan.

Pada periode tersebut, pembersihan menyeluruh pada daerah-daerah aliran sungai (DAS) dan saluran-saluran air di sekitar perkotaan secara intensif dilakukan.

Menurutnya, penyumbatan pada saluran inilah yang sering menjadi pemicu utama bencana banjir, khususnya di sepanjang aliran sungai yang melewati kawasan permukiman.

Sutjidra menegaskan, kekuatan gerakan itu  tidak hanya bertumpu pada jajaran instansi pemerintah.

“Seluruh lapisan masyarakat hingga tingkat desa dan perangkatnya turut digerakkan secara masif. Setiap wilayah memiliki tanggung jawabnya masing-masing untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungannya tanpa mencemari daerah lain. Instruksi tersebut telah sering disampaikan untuk memastikan gerakan ini benar-benar dilakukan bersama-sama,” kata Sutjidra.

Nilai lokalitas dan kearifan budaya Bali juga turut menguatkan gerakan itu.

Sutjidra menyatakan,  momentum itu selaras dengan filosofi Hari Tumpek Wariga, hari suci dalam kepercayaan Hindu Bali untuk memuliakan tumbuh-tumbuhan.

"Aksi nyata itu tidak hanya memiliki dasar ekologis tetapi juga dilandasi oleh nilai-nilai spiritual yang hidup dalam masyarakat," katanya.

Sutjidra juga mengharapkan tumbuhnya kesadaran kolektif seluruh masyarakat Buleleng,  akan pentingnya menjaga lingkungan dan bumi.

“Kita harus jaga betul bumi ini dengan cara membersihkan kemudian melaksanakan penanaman pohon agar sumber-sumber air itu tetap terjaga,” katanya.

Untuk diketahui, penanaman pohon dan bersih-bersih sungai dilakukan serangkaian peringatan Hari Suci Tumpek Wariga.

Kegiatan dilakukan di lima titik yaitu Daerah Aliran Sungai (DAS) Banyumala, DAS Buleleng di Kelurahan Kampung Singaraja, DAS Buleleng di Kelurahan Banjar Bali, DAS Buleleng di Kelurahan Kampung Baru dan Muara Sungai Kerobokan di Pantai Kerobokan, Kecamatan Sawan. 

Dorong UMKM Naik Kelas, BPJPH Gelar Jogja Halal Market 2025

Iki Radio - Ribuan pelaku usaha kecil tampak antusias memenuhi arena Jogja Halal Market 2025 di Yogyakarta, Minggu (26/10). Acara yang digelar Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH RI) ini menjadi ajang untuk mendorong percepatan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah DIY dan sekitarnya.

Ribuan pelaku usaha kecil tampak antusias memenuhi arena Jogja Halal Market 2025 di Yogyakarta, Minggu (26/10). Acara yang digelar Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH RI) ini menjadi ajang untuk mendorong percepatan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah DIY dan sekitarnya./Foto Humas BPJPH

Sekretaris Utama BPJPH Muhammad Aqil Irham menegaskan, gerakan halal kini bukan lagi isu keagamaan semata, melainkan arus utama ekonomi global yang menentukan daya saing produk Indonesia.

“Produk halal kini terus berkembang dan dikembangkan oleh siapa saja dan dari negara mana saja. Jika UMKM kita tidak segera bersertifikat halal, maka akan tertinggal,” ujar Aqil, Minggu (26/10/2025).

Menurut Aqil, sertifikasi halal akan membantu pelaku UMKM memperluas pasar dan memperkuat kepercayaan konsumen, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

“Dengan bersertifikat halal, produk UMKM makin mudah diterima pasar dan memperluas konsumen. Apalagi di Yogyakarta, kawasan wisata dengan beragam kuliner yang jadi daya tarik wisatawan,” lanjutnya.

Aqil menyebutkan, halal kini telah menjadi gaya hidup dunia (global lifestyle) yang diakui lintas agama dan budaya.

“Halal bukan sekadar urusan umat Islam, tapi sudah menjadi lifestyle global dan simbol kualitas produk yang meningkatkan nilai ekonomi,” jelasnya.

BPJPH menargetkan percepatan sertifikasi halal sebelum aturan wajib halal mulai diberlakukan pada Oktober 2026, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal (JPH).

“Kami mengajak para pelaku UMK di Jogja untuk segera memanfaatkan program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) dari BPJPH yang masih tersedia bagi satu juta pelaku usaha,” imbau Aqil Irham.

Program SEHATI merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan inklusi dan literasi halal bagi pelaku UMKM, terutama di sektor kuliner, kriya, dan pariwisata.

Acara Jogja Halal Market 2025 juga dihadiri oleh Asisten Setda DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan Trisaktiyana, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Agus Mulyono, serta perwakilan dinas dan lembaga pendukung halal.

Trisaktiyana menyampaikan apresiasi atas komitmen BPJPH dalam membantu pelaku usaha kecil di Yogyakarta agar mampu bersaing secara global.

“Halal bukan hanya untuk umat Muslim. Bahkan, banyak produsen halal berasal dari negara non-Muslim seperti China. Karena itu, penting bagi kita mengedukasi pelaku UMKM agar produknya bersertifikat halal,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Daerah DIY siap berkolaborasi dalam program sertifikasi halal guna mendorong kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan nilai tambah produk lokal.

Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal BPJPH, Abd Syakur, menyampaikan bahwa kegiatan di Yogyakarta merupakan bagian dari Roadshow Halal 20, program nasional yang digelar di 20 kota besar Indonesia.

“Jogja Halal Market 2025 memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pemeriksa halal, pendamping PPH, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan program sertifikasi halal,” ungkapnya.

Menurut Syakur, kegiatan ini bukan sekadar pameran produk, tetapi juga gerakan sosial dan ekonomi untuk memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Dengan dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah, BPJPH berharap Yogyakarta dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi halal nasional.

Sertifikasi halal diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas produk lokal, tetapi juga menarik minat investor dan wisatawan global untuk berbelanja produk halal Indonesia.

“Melalui Jogja Halal Market 2025, kami ingin memastikan setiap produk wajib halal di Yogyakarta segera tersertifikasi, agar tidak hanya memenuhi regulasi, tapi juga menguatkan daya saing ekonomi nasional,” tutup Aqil Irham.

Presiden RI: Persatuan ASEAN Adalah Strategi, Bukan Sekadar Slogan

Iki Radio - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, Minggu (26/10/2025).

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, padaMinggu (26/10/2025). 

Presiden Prabowo menegaskan bahwa persatuan ASEAN merupakan kekuatan utama dalam menghadapi meningkatnya ketegangan global.

Ia memuji kepemimpinan tegas Perdana Menteri Anwar Ibrahim dalam penyelesaian sengketa regional yang baru-baru ini terjadi, serta menegaskan kesiapan Indonesia mendukung langkah-langkah lanjutan dari perjanjian gencatan senjata.

“Saya mengapresiasi kepemimpinan tegas Dato’ Seri Anwar Ibrahim dalam menyelesaikan perselisihan baru-baru ini. Indonesia siap mendukung langkah-langkah selanjutnya dari perjanjian gencatan senjata.

Bagi ASEAN, persatuan bukan sekadar slogan, melainkan strategi yang direncanakan untuk menjaga perdamaian dan keamanan regional,” tegas Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, di tengah ketegangan geopolitik dan perubahan global yang cepat, ASEAN harus memperkuat koordinasi ekonomi, integrasi regional, dan transformasi digital agar mampu menghadapi guncangan eksternal serta ketidakpastian di masa depan.

“Persatuan ASEAN harus tercermin dalam koordinasi, integrasi, dan transformasi ekonomi yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Presiden Prabowo juga memberikan apresiasi kepada para Menteri Luar Negeri dan Menteri Ekonomi ASEAN atas solidaritas dan kerja sama mereka dalam menghadapi tantangan geoekonomi. Ia menekankan pentingnya pembaruan ASEAN–China Free Trade Agreement (FTA) serta penguatan kerangka ekonomi digital kawasan.

“Kita akan terus menegaskan peran ASEAN sebagai penggerak pertumbuhan dan pusat inovasi serta peluang,” ucapnya.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa kekuatan ASEAN di kancah global harus berakar pada fondasi yang kuat di dalam negeri.

“Fondasi yang kuat di rumahlah yang memampukan kita membangun jembatan ke dunia. Fondasi ini memberi kita kredibilitas untuk terlibat dan membantu membentuk masa depan di luar batas-batas kita,” tutur Presiden Prabowo.

Presiden juga mengingatkan bahwa perjalanan ASEAN dari masa konflik menuju kerja sama adalah bukti nyata kekuatan solidaritas kawasan.

Ia mengajak seluruh anggota ASEAN menjadikan peringatan 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dan 15 tahun East Asia Summit Bali Principles pada tahun depan bukan sekadar seremonial, melainkan momentum memperkuat kebersamaan.

Menutup pidatonya, Presiden Prabowo mengajak negara-negara ASEAN untuk berani, adaptif, dan visioner dalam menghadapi masa depan.

“Menghadapi ketidakpastian global, mari kita memimpin dengan tujuan. Bukan hanya untuk kawasan kita, tetapi untuk dunia yang lebih stabil, adil, dan inklusif,” pungkas Presiden Prabowo.

Siswa SMP Negeri 2 Kota Madiun, Juarai Festival Dai Cilik 2025

Iki Radio - Denting AlunanMendayu, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Kota Madiun, menjadi juara pertama di ajang Festival Dai Cilik 2025. Penampilannya mampu memukau dan berhasil mengumpulkan nilai tertinggi, hingga mampu mengalahkan 29 peserta lainnya di babak grand final.

Sebelumnya pada babak penyisihan, dari masing masing daerah di Madiun Raya, yang meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo dan Pacitan, diambil 5 besar untuk mengikuti grand final yang dilaksanakan 25 oktober 2025.


"Saya tidak menyangka, semuanya tadi juga bagus bagus penampilannya. Dan Alhamdulillah, bisa menang," kata Denting usai penyerahan hadiah.

Penampilan Denting Alunan Mendayu, siswa SMP Negeri 2 Kota Madiun pada Grand Final, Festival Dai Cilik tingkat SMP/MTs Se Karisidenan Madiun. Sabtu (25/10/2025)

Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, yang berkesempatan turut hadir memberi dukungan penuh pada seluruh peserta grand final Festival Dai Cilik yang dilaksanakan di Sun City Madiun, Sabtu (25/10/2025).

Walikota Madiun menilai kegiatan ini penting untuk melahirkan dai muda sebagai penerus perjuangan para ulama.

“Para kiai kita sudah banyak yang sepuh, kini saatnya generasi muda mengambil peran. Dai cilik ini, insyaallah, akan menjadi penerus dakwah para ulama,” ujarnya.

Wali kota menegaskan komitmennya untuk terus membina para dai muda berprestasi. Menurutnya, pembinaan berkelanjutan dibutuhkan agar kemampuan mereka semakin matang dan pengaruh positifnya kian luas.

“Materi dan kualitas mereka sudah baik, tinggal menambah jam terbang. Para juara nanti akan saya dampingi dan latih. Jika dai muda seperti ini makin banyak, pengaruh negatif di masyarakat bisa ditekan,” tegasnya.

Kemkomdigi Akselerasi Penyelesaian Regulasi untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

Iki Radio - Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengadakan Uji Petik terhadap rancangan awal peraturan teknis penguatan tata kelola pelindungan anak di ruang digital. Uji Petik itu merupakan bagian dari proses akselerasi mempersiapkan Rancangan Peraturan Menteri Pelaksana Peraturan Pemerintah 17 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Mediodecci Lustarini

“Rancangan peraturan menteri (permen) pelaksana PP Tunas berisi setidaknya enam materi amanat PP Tunas, yang terdiri dari pengawasan tata kelola pelindungan anak di ruang digital, penilaian profil risiko, batasan usia anak dan rentang usia anak,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Mediodecci Lustarini, di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Uji Petik terhadap draf awal Rancangan Peraturan Menteri Amanat PP Tunas dilaksanakan secara virtual untuk membahas dua bagian besar pengaturan, yaitu pengawasan dan penilaian profil risiko. Menurut Mediodecci, Uji Petik dilaksanakan untuk menghimpun masukan awal dan tanggapan dari pemangku kepentingan strategis secara terbatas, termasuk memastikan proses penyusunan regulasi berjalan secara konsisten dan selaras.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan platform digital, lembaga pelindungan anak, perwakilan pemerhati anak dan digital, serta asosiasi industri, Ketua Tim Hukum dan Kerja Sama, Josua Sitompul menyampaikan bahwa pengaturan pengawasan dalam RPM Amanat PP Tunas dilakukan melalui kegiatan pemantauan dan penelusuran, penerimaan laporan dan aduan, pemeriksaan, dan pengendalian.

“Selain itu, rancangan awal ini telah menetapkan indikator risiko penggunaan produk dan layanan digital, yang masih memerlukan pembahasan lebih lanjut setelah mendapat masukan dari pemangku kepentingan,” kata Josua.

Josua menegaskan bahwa RPM Amanat PP Tunas direncanakan untuk memberikan ruang fleksibilitas bagi platform digital dalam memitigasi risiko penggunaan produk dan layanan digital. Ia mencontohkan platform digital dapat menggunakan berbagai jenis dan bentuk mitigasi risiko, mulai dari privasi dan keselamatan bagi anak berdasarkan desain, hingga peran orang tua dalam mengawasi atau mengontrol penggunaan gawai anak.

“Pengetahuan yang minim dalam memahami risiko penggunaan produk dan layanan digital mengancam keselamatan dan kesehatan anak,” kata Josua.

Sehingga, berbekal pemahaman atas risiko tersebut, PP Tunas mengatur tata kelola penyelenggaraan produk dan layanan digital sehingga anak Indonesia dapat memanfaatkan produk dan layanan digital secara aman dan terlindungi.

RPM Amanat PP Tunas nantinya, lanjut Josua, akan memberikan pengaturan teknis mengenai bagaimana pengawasan tata kelola akan dilakukan oleh Kementerian Komdigi. Dalam proses penyusunan, ujarnya, Kemkomdigi menerima masukan dan audiensi dari berbagai pihak, termasuk perwakilan platform digital global dalam upaya memahami pola pikir pengembangan fitur teknologi pelindungan anak di ruang digital.

“RPM diharapkan dapat mulai dibahas dengan kementerian/lembaga awal tahun depan diyakini dapat membangun ruang digital yang aman dan kondusif bagi anak,” kata Josua.

Dana Dusun Jadi Strategi Dorong Kemandirian dan Gotong Royong Warga

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menegaskan arah pembangunan daerah yang berorientasi dari bawah ke atas (bottom-up development).

Melalui kebijakan Dana Dusun senilai Rp50 juta per dusun yang mulai diberlakukan pada tahun 2026, Pemkab Lumajang berupaya menumbuhkan kemandirian masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan di tingkat paling dasar.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar program bantuan fiskal, tetapi strategi memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan di wilayah masing-masing.

“Pembangunan tidak bisa hanya dikendalikan dari atas. Harus dimulai dari bawah, dari dusun yang memahami betul kebutuhan masyarakatnya. Dana Dusun ini kita berikan agar masyarakat punya daya kendali dalam memperbaiki lingkungannya sendiri,” ujar Bupati Indah, dalam keterangan pers Jumat (24/10/2025).

Melalui Dana Dusun, setiap wilayah akan memiliki kesempatan untuk merancang prioritas pembangunan secara mandiri, mulai dari perbaikan infrastruktur sederhana, penguatan kegiatan sosial, hingga peningkatan kapasitas ekonomi warga. Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan tanggung jawab kolektif serta menegaskan kembali nilai gotong royong sebagai roh pembangunan desa.

Pemkab Lumajang menilai bahwa kebijakan ini juga merupakan bentuk pengakuan terhadap kearifan lokal dan potensi unik tiap dusun. Dengan memberikan otonomi pengelolaan anggaran di tingkat dusun, pemerintah ingin memastikan bahwa program pembangunan benar-benar relevan dengan kondisi lapangan dan memberi manfaat langsung bagi warga.

“Kita ingin pembangunan di Lumajang tidak lagi bersifat seragam. Tiap dusun memiliki karakter dan tantangan berbeda. Karena itu, kebijakan ini memberi ruang bagi masyarakat untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan sesuai kebutuhan nyata mereka,” tegasnya.

Kebijakan Dana Dusun juga menjadi langkah strategis Pemkab Lumajang dalam menjaga kesinambungan pembangunan di tengah penyesuaian Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) dari pemerintah pusat. Dengan intervensi di tingkat dusun, pemerintah memastikan pembangunan tetap berjalan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Lebih dari sekadar anggaran, Dana Dusun diharapkan menjadi alat pemberdayaan sosial dan ekonomi yang mengubah paradigma masyarakat dari penerima bantuan menjadi pengelola perubahan. Dusun yang kuat akan menjadi simpul utama pembangunan desa yang mandiri dan berdaya saing.

“Tujuan akhirnya bukan hanya membangun fisik, tapi membangun manusia dan solidaritas sosialnya. Ketika dusun kuat, desa akan maju, dan Lumajang pun akan tumbuh dari bawah secara berkelanjutan,” pungkas Bupati Indah.

Penari Diaspora Merinding Ikuti Prosesi Meras Gandrung di Banyuwangi

Iki Radio - Sehari sebelum pementasan kolosal Gandrung Sewu 2025, sebanyak 1.400 penari mengikuti prosesi sakral Meras Gandrung di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Jumat (24/10/2025).

Tradisi tersebut menjadi tahapan penting yang harus dilalui sebelum ribuan penari tampil di ajang Gandrung Sewu yang akan diselenggarakan,Sabtu (25/10/2025). Prosesi ini dipimpin gandrung senior legendaris Banyuwangi.


Dari ribuan penari yang terlibat, sekitar 200 di antaranya datang dari luar Banyuwangi, seperti Malang, Kediri, Gresik, Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo, Bali, dan Situbondo. Bahkan beberapa diaspora Banyuwangi dari Sorong Papua, Sumatera Selatan, dan satu penari asal Amerika Serikat ikut ambil bagian.

Dian Novita, penari tradisional Indonesia di Amerika mengaku terharu dan merinding saat mengikuti ritual Meras Gandrung.

“Meras Gandrung hari ini sangat magis sekali. Saya sampai merinding karena ini pertama kalinya saya menyaksikannya langsung,” ujar penari kelahiran Tegaldlimo, Banyuwangi ini.

Dia mengatakan, bersama penari lainnya telah berlatih sangat keras dan siap memberikan penampilan terbaik pada acara besok. “Tinggal istirahat yang cukup, makan teratur. Semoga semuanya dilancarkan dan tidak ada halangan apapun,” tuturnya.

Senada dikatakan penari dari Sorong, Papua Barat Daya, Tri Wahyu Puspitasari (20) yang datang bersama dua rekan penarinya Debby Fidtriani Sukma (22) dan Tri Utami (21), mengaku pengalaman pertamanya ikut prosesi Gandrung Sewu di Banyuwangi sangat berkesan.

“Setelah mengikuti prosesi Meras Gandrung, jujur saya terharu dan merinding. Kami sengaja jauh-jauh datang ke Banyuwangi hanya untuk merasakan suasana ini. Rasanya luar biasa menari bersama ribuan penari dari Banyuwangi,” ungkapnya.

Bahkan mereka didukung Wakil Bupati Sorong, Sutejo, beserta jajaran yang juga datang langsung ke Banyuwangi untuk memberikan semangat.

“Kami didukung penuh oleh Pemkab Sorong. Disini kami sekaligus belajar dari semangat masyarakat Banyuwangi yang mampu menggelar event budaya sebesar ini hingga dikenal ke luar negeri,” ujar dia.

Begitu pula yang diutarakan Fitriyatul Sakila (19), penari asal Pasuruan. Ia datang bersama 24 rekannya untuk menari di ajang Gandrung Sewu.

“Rasanya merinding dan tidak menyangka bisa ikut prosesi ini. Harapannya besok acara berlangsung lancar dan meriah,” ujarnya.

Ia mengaku, bisa tampil di ajang Gandrung Sewu ini merupakan keinginannya sejak kecil. Bahkan Sakila belajar les privat tari dan berlatih dengan tekun demi bisa lolos tampil di Gandrung Sewu.

“Saya belajar tari Gandrung lewat les privat. Saya tertarik, karena saya lihat tari Gandrung beda dari yang lain. Jadi saya ingin merasakan rasanya jadi penari Gandrung,” tutur Sakila. (*)

close
Pasang Iklan Disini