Iki Terbaru/Paling Greeess

Ini Tema, Makna dan Filosofi Logo Hari Santri 2025

Iki Radio - Pada tanggal 22 Oktober, diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Logo Hari Santri 2025 bukan sekadar gambar, melainkan pernyataan sikap, doa, sekaligus arah peradaban.

Dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, logo ini merepresentasikan tekad santri untuk tetap berada di garda terdepan menjaga bangsa, sekaligus menatap jauh ke cakrawala global.

Filosofi logo ini mencerminkan perjalanan panjang kaum santri sejak resolusi jihad 1945 hingga era digital hari ini. Bentuk pita cakrawala yang membentang menjadi simbol keterbukaan santri dalam merengkuh dunia, tanpa kehilangan akar tradisi dan nilai-nilai pesantren.

Warna yang dipilih bukan kebetulan: hijau merepresentasikan kesucian, kedamaian, serta identitas santri; sementara nuansa biru dan merah menyiratkan keberanian dan optimisme untuk melangkah maju di kancah global.

Slogan “Mengawal Indonesia Merdeka” menegaskan peran santri sebagai benteng moral dan spiritual bangsa. Sedangkan frase “Menuju Peradaban Dunia” adalah loncatan visi: santri tidak hanya berkutat pada isu domestik, tetapi juga ikut mengukir jejak dalam peradaban global — dari pemikiran, karya intelektual, hingga kontribusi nyata di berbagai bidang kehidupan.

Dengan desain tipografi modern, logo ini menyatukan tradisi dan modernitas. Inilah simbol bahwa santri bukan sosok tertinggal, melainkan generasi yang siap berdialog dengan zaman, berkompetisi di dunia internasional, namun tetap teguh menjaga nilai keindonesiaan.

 

Sumber : kemenag.go.id

7 Potret Nguyen Huong Giang Miss Universe Vietnam 2025, Seorang Transpuan!

Iki Radio - Kabar menghebohkan datang dari dunia pageantry Vietnam. Menjelang pagelaran Miss Universe 2025, Vietnam memilih perwakilannya secara hand-picked. Kandidat yang dipilih bukanlah wajah baru di dunia beauty pageant.

Perempuan bernama Nguyen Huong Giang adalah sosok yang berhasil dinobatkan sebagai Miss Universe Vietnam 2025. Menariknya, yang menjadi sorotan adalah status Nguyen Huong Giang sebagai transpuan. Nguyen Huong Giang bahkan pernah memenangkan ajang transpuan pada tahun 2018.

Penasaran, yuk, cari tahu profil Nguyen Huong Giang.

1. Nguyen Huong Giang adalah seorang beauty queen kelahiran Hanoi, 29 Desember 1991


2. Perempuan dengan nama asli Nguyen Ngoc Hieu ini adalah peserta Vietnam Idol 2012


3. Namanya kini popular sebagai penyanyi, model, artis, presenter, host, dan produser



4. Nguyen Huong Giang pernah memenangkan kontes The Amazing Race 2014



5. Di kontes kecantikan, ia adalah pemenang ajang transpuan Miss International Queen 2018



6. Tahun ini, ia dipilih untuk mewakili Vietnam pada kontes Miss Universe 2025 di Thailand



7. Huong Giang menjadi transpuan pertama dari Asia yang berkompetisi di ajang Miss Universe


Nguyen Huong Giang mencatat sejarah sebagai peserta transpuan pertama dari Asia di Miss Universe. Setelah diumumkan sebagai Miss Universe Vietnam 2025, ia melakukan sejumlah persiapan seperti catwalk dan public speaking. Kabar ini lantas menjadi sorotan di dunia beauty pageant.

Polres Demak Ungkap Sindikat Uang Palsu, Empat Tersangka Diamankan

Iki Radio - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Demak berhasil mengungkap sindikat peredaran uang palsu yang melibatkan empat tersangka yang masih memiliki hubungan keluarga. Dari operasi ini, polisi mengamankan ribuan lembar uang palsu siap edar serta peralatan produksi.

Wakapolres Demak, Kompol Hendrie Suryo Liquisasono, menjelaskan pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan peredaran uang palsu di sejumlah pasar tradisional. Tim Resmob Polres Demak kemudian melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya menangkap tiga orang tersangka, yakni R (47), RA (24), dan BY (20), warga Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

“Tersangka diamankan saat membelanjakan uang palsu di Pasar Gajah, Kecamatan Gajah, serta di wilayah Kecamatan Kebonagung,” ungkap Kompol Hendrie dalam konferensi pers di Mapolres Demak.

Dari hasil operasi, polisi menyita barang bukti berupa: Uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 1.468 lembar, Uang palsu pecahan Rp50 ribu sebanyak 149 lembar, Uang asli Rp93 ribu hasil kembalian, Dua printer merek Fuji Xerox, satu laptop, empat screen sablon, rakel, cat, meja sablon bergambar Soekarno-Hatta dan logo BI, kertas HVS, serbuk fosfor, hingga alat pemotong kertas

Tidak berhenti di situ, polisi juga berhasil menangkap tersangka lain berinisial BR (31), warga Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, yang diketahui sebagai pelaku utama sekaligus produsen uang palsu. BR, yang merupakan residivis kasus serupa, ditangkap di kediamannya di Kabupaten Boyolali saat tengah memproduksi uang palsu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para tersangka telah beraksi selama lima bulan dengan mengedarkan uang palsu senilai Rp500 ribu hingga Rp800 ribu per hari. Total, sekitar Rp5 juta uang palsu telah dibelanjakan di pasar tradisional maupun warung makan. Keuntungan diperoleh dari uang asli hasil kembalian.


Ancaman Hukuman Berat

“Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat Pasal 36 ayat (3) jo Pasal 26 ayat (3), Pasal 36 ayat (2) jo Pasal 26 ayat (2), dan Pasal 36 ayat (1) jo Pasal 26 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana. Ancaman pidananya maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga Rp50 miliar,” tegas Kompol Hendrie.

Polres Demak mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam melakukan transaksi tunai, khususnya di pasar tradisional, dengan selalu memeriksa keaslian uang menggunakan teknik 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).

Tasya Farasya Buang Baju Tidur Lama Usai Gugat Cerai Ahmad Assegaf

Iki Radio - Artis Tasya Farasya mengaku sengaja membeli sejumlah baju tidur untuk dikenakan pasca menggugat cerai suaminya, Ahmad Assegaf.

Menurutnya, hal itu dilakukan agar memori tidurnya terasa berbeda.

Lewat akun Thread, Tasya mengunggah foto dirinya memegang tas belanja berisi baju-baju tidur.

"Mau ganti semua baju tidur aku, biar memori tidurnya beda, because im crazy like that," tulis Tasya dalam akun Thread-nya dikutip, Sabtu (27/9/2025).

Tasya mengaku tidak akan menyumbangkan baju-baju tidur lamanya.

Sambil berkelakar, ia sempat berencana membakarnya.

"Baju yang lama ga akan aku sumbangin ga akan aku kasi siapapun.. akan ku.. bakar? Dramatis g? Wkwkwk," tulis Tasya.

Namun, setelah mendapat saran dari warganet agar tak membakar karena khawatir polusi udara, Tasya akhirnya mengurungkan niat tersebut.

"Oke gajadi aku kubur aja," tulis Tasya.

Tak lama kemudian, Tasya memperlihatkan dirinya sudah mengenakan piyama barunya.

"Beli langsung laundry langsung pake. Piyama baru ini lebih lembut daripada janji yang pernah diucapkan," tulis Tasya.

Tasya Farasya menangis dan lega

Sebelumnya, melalui akun Thread, Tasya mengaku menangis sekaligus merasa lega setelah resmi melayangkan gugatan cerai.

Ia menggambarkan dirinya seperti aktor dalam sebuah film, di mana semua mata tertuju kepadanya.

“Kemarin semua mata tertuju ke perceraianku, seakan-akan aku premiere film box office. Bedanya, aku yang nangis, yang lega juga aku,” tulisnya.

Tasya juga sempat berseloroh, “Kalian cuma nonton, enggak tahu deh pada pakai popcorn apa enggak.”

Ia menambahkan bahwa saat ini dirinya sedang aktif menggunakan aplikasi Thread, tempat ia merasa lebih bebas mencurahkan isi hati.

“Kadang kalau abis upload atau nulis sesuatu bisa kepikiran sampai tiga hari. Salah nggak ya gue upload, salah nggak ya gue nulis… kayak ngerasa semua omongan aku ini akan jadi boomerang. Tapi kadang aku sadar aku hanya manusia biasa yang juga butuh mencurahkan isi hati,” tulis Tasya.

Alasan Tasya Farasya ceraikan Ahmad Assegaf

Dalam sidang perdana, Tasya enggan memberikan banyak keterangan dan menyerahkan penjelasan pada kuasa hukumnya, Sangun Ragahdo.

Menurut Sangun, persoalan utama perceraian ini adalah hilangnya kepercayaan karena adanya dugaan penggelapan dalam perusahaan.

“Yang menjadi titik berat adalah adanya dugaan. Ini masih dugaan, tapi kami sudah punya data-data yang kami pelajari, yaitu dugaan penggelapan dalam perusahaan,” ujar Sangun. Meski tidak mempermasalahkan nominal, ia menegaskan kliennya sangat kecewa.

“Mau nilainya miliaran, puluhan miliar, belasan juta, atau satu juta rupiah sekalipun, ini soal rasa kecewa atas kepercayaan yang dikhianati,” tegas Sangun.

Dalam kesempatan itu, Tasya juga menuntut nafkah dari Ahmad Assegaf hanya sebesar Rp100.

Selama menikah, Tasya Farasya mengaku tak mendapatkan nafkah dari suaminya.

Diketahui, Tasya Farasya melayangkan gugatan cerai melalui sistem e-court pada 12 September 2025.

Dari Kuliner ke Ekonomi, Festival Ketan Darungan Dongkrak UMKM Lokal

Iki Radio - Festival Ketan kembali digelar di Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun. Festival Ketan IV membuktikan bahwa pembangunan berbasis kearifan lokal mampu menghasilkan dampak nyata. Ketan yang dahulu hanya dipandang sebagai pangan lokal kini menjelma menjadi daya tarik wisata, penggerak UMKM, dan sumber kebanggaan masyarakat Darungan.

Memasuki tahun keempat, festival ini tidak hanya menjadi ajang perayaan kuliner, tetapi juga simbol identitas desa sekaligus penggerak budaya dan ekonomi masyarakat.

Ribuan warga memadati Balai Desa Darungan untuk menikmati beragam olahan ketan, mulai dari kudapan tradisional hingga kreasi modern.

Antusiasme warga menegaskan bahwa ketan bukan lagi sekadar pangan sehari-hari, melainkan ikon yang menyatukan tradisi, inovasi, serta peluang usaha.

Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menyebut Festival Ketan sebagai bukti kekuatan kuliner lokal yang mampu berkembang menjadi motor ekonomi desa.

“Ketan adalah identitas Darungan. Dari sinilah kita melihat bagaimana potensi sederhana bisa diolah menjadi kekuatan budaya dan promosi wisata,” ujarnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan pentingnya mengarahkan festival ini sebagai motor ekowisata.

“Festival ini tidak boleh hanya berhenti sebagai pesta tahunan. Ketan Darungan bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Lumajang sebagai destinasi kuliner, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi keluarga,” katanya.

Belanda Setuju Kembalikan 30 Ribu Artefak dan Fosil Bersejarah Milik Indonesia

Iki Radio - Dosen Ekowisata Universitas Lancang Kuning (Unilak), Dr. Dodi Sukma, memberikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas keberhasilan diplomasi budaya dengan Belanda yang berujung pada kesepakatan pengembalian 30 ribu artefak bersejarah milik Indonesia.


Menurutnya, capaian tersebut merupakan langkah monumental dalam menjaga martabat bangsa sekaligus memperkuat identitas nasional. “Bangsa Indonesia harus ikut bangga, karena Presiden Prabowo telah berhasil memperjuangkan pengembalian puluhan ribu artefak yang dulunya dibawa keluar dari tanah air,” ujar Dr. Dodi di Pekanbaru, Minggu (28/9/2025).

Presiden Prabowo, dalam keterangan usai kunjungan kerja ke Eropa, menegaskan bahwa Belanda berkomitmen menyerahkan koleksi benda bersejarah yang mencakup artefak dari berbagai wilayah nusantara, termasuk fosil, dokumen, dan benda budaya bernilai tinggi bagi peradaban bangsa.

Dr. Dodi berharap, salah satu di antara ribuan artefak tersebut berasal dari peninggalan sejarah kerajaan di Provinsi Riau. “Artefak ini memiliki nilai historis penting karena menjadi bukti peradaban besar di wilayah Bumi Lancang Kuning,” sebutnya.

Ia menambahkan, pengembalian artefak bukan sekadar simbolis, melainkan juga membuka peluang besar bagi riset akademis, arkeologis, serta pengembangan wisata budaya di daerah asal artefak.

“Selain meningkatkan nilai edukasi dan kebanggaan generasi muda, pengembalian ini juga memperkuat potensi wisata sejarah yang bisa memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Atas nama civitas akademika, Dr. Dodi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo. “Pengembalian artefak merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah mengembalikan harta karun bangsa ke pangkuan Ibu Pertiwi. Langkah ini memastikan warisan leluhur tetap lestari bagi generasi yang akan datang,” tandasnya.

Hari Bhakti Postel ke-80, Menkomdigi Ingatkan Kedaulatan Sektor Pos dan Telekomunikasi Nasional

Iki Radio - Kedaulatan sektor pos dan telekomunikasi nasional merupakan hal penting karena setiap paket pos membawa data pribadi Warga Negara Indonesia (WNI) pengirimya yang bisa dimanfaatkan oleh pihak asing jika tidak menjaganya dengan baik.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pada Sabtu (27/9/2025)  (Foto: Humas Kemkomdigi )

Hal ini tegaskan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Bhakti Postel ke-80 di Kantor Pusat PT Pos Indonesia (Persero), Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (27/09/2025).

“Setiap paket yang bergerak membawa data, membawa harapan, membawa pesan, dan juga pola konsumsi masyarakat. Ini harus menjadi sebuah kebaikan dan kebermanfaatan bagi bangsa. Jika sektor ini tidak berdaulat, data tersebut bisa menjadi celah strategis yang bisa dimanfaatkan oleh pihak luar,” kata Menkomdigi.

Menurut Meutya, layanan pos bukan sekadar mengantarkan barang, melainkan menghubungkan hidup banyak orang, dari pekerja migran yang mengirim uang ke kampung halaman, pedagang kecil yang berjualan lewat daring, hingga siswa di pelosok yang membutuhkan buku pelajaran.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan sektor pos yang membuat Indonesia dipercaya sebagai anggota Council of Administration (CA) dan Postal Operations Council (POC) periode 2025–2029 pada Kongres Universal Postal Union (UPU) ke-28.

“Kesempatan ini harus kita manfaatkan untuk menjadi bagian dari ekosistem pos global dan ikut menentukan arah pos global, selain juga tentu menguatkan industri pos di dalam negeri,” ujarnya.

Lebih lanjut Meutya mengungkapkan bahwa saat ini masih ada 2.333 desa yang belum memiliki koneksi internet, 2.017 desa yang belum mendapat layanan 4G, serta 316 desa berupa ladang non-pemukiman yang belum terhubung sama sekali.

“Hari ini perjuangan belum selesai. Mari kita teruskan perjuangan yang telah dilakukan Angkatan Muda Pos, Telegraf, dan Telepon (AMPTT) di tahun 1945,” ajak dia.

Meutya juga mengatakan, setiap menara, kabel serat optik, hingga sinyal yang menjangkau desa, bukan sekadar infrastruktur, melainkan jembatan agar rakyat bisa lebih mudah belajar, berjualan, bekerja, bersuara, sebagai fondasi nyata menuju target pertumbuhan ekonomi nasional delapan persen.

Selain itu, lanjutnya, infrastruktur telekomunikasi yang kuat adalah bagian dari pertahanan nasional sekaligus syarat agar anak muda di desa punya kesempatan sama dengan warga kota.

Mengutip tema Hari Bhakti Postel ke-80, Kolaborasi Percepat Digitalisasi, Meutya mengajak semua pihak untuk ikut mendukung program digitalisasi nasional.

“Hari Bhakti Postel akan selalu menjadi pengingat bahwa masa depan kita bentuk dengan tangan kita sendiri. Pos akan tetap menjadi jantung logistik bagi rakyat, telekomunikasi terus menjadi urat nadi digital bagi bangsa, dan bersama, keduanya, menjadi fondasi kedaulatan Indonesia yang kokoh,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wamenkomdigi Nezar Patria, Plt. Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Haris, perwakilan lembaga penyiaran, operator telekomunikasi, perusahaan teknologi, media massa, asosiasi industri, serta perwakilan Korps Veteran Karyawan Postel/Legiun Veteran Republik Indonesia (KVK Postel/LVRI).

Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Rampungkan Lawatan ke Empat Negara Mitra Strategis

Iki Radio -  Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air usai merampungkan rangkaian lawatan luar negerinya ke empat negara mitra strategis yakni Jepang, Amerika Serikat, Kanada, dan Belanda. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden beserta rombongan tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu (27/9/2025), pukul 15.30 WIB.

Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu, 27 September 2025, pukul 15.30 WIB. (Foto: BPMI Setpres)

Dikutip dari BPMI Setpres, ketibaan Presiden Prabowo di Indonesia disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Kepala BIN Muhammad Herindra, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.

Rangkaian lawatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama Indonesia di bidang diplomasi, ekonomi, pertahanan, dan hubungan antarbangsa. Presiden Prabowo, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa rangkaian lawatan luar negeri yang baru saja dituntaskan berlangsung produktif, serta membawa sejumlah capaian penting bagi Indonesia.

“Alhamdulillah perjalanan cukup lama. Tapi saya kira bermanfaat, produktif. Kita dapat sambutan yang baik di mana-mana. Dan alhamdulillah pertemuan-pertemuan di PBB sangat produktif,” ujar Presiden.

Di New York, Amerika Serikat, Presiden menyampaikan pandangan Indonesia dalam Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurutnya, sambutan positif dari berbagai pemimpin dunia membuka peluang tercapainya langkah konkret untuk isu-isu global, khususnya konflik di Palestina.

“Mudah-mudahan ada terobosan dalam beberapa hari ini. Ya kita berdoa. Saya lihat ada itikad baik dari banyak pihak. Kita segera butuh gencatan senjata untuk rakyat Gaza dan penyelesaian yang substantif. Jadi saya kira alhamdulillah kunjungan saya bawa manfaat,” katanya.

Dalam kunjungan ke Kanada, Presiden Prabowo menyaksikan penandatanganan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), sebuah kesepakatan perdagangan bebas yang telah lama dinegosiasikan. “Ini terobosan juga. Kita sudah dengan Eropa, dengan Eropa 10 tahun, dengan Kanada juga berapa tahun. Terobosan,” jelas Presiden.

Sementara di Belanda, Presiden diterima oleh Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch, Den Haag. Presiden mengungkapkan apresiasinya atas langkah Belanda yang mengembalikan 30 ribu artefak bersejarah kepada Indonesia.

“Saya kira itikad baik dari Belanda ingin memelihara hubungan baik dengan kita. Kemudian Ratu juga seorang, ternyata seorang ahli keuangan dan akan ke sini tanggal 25 November untuk diskusi sama ahli-ahli keuangan kita. Bagaimana untuk membantu keuangan rakyat yang belum mahir, belum pandai soal keuangan akan dibantu oleh PBB,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden turut menuturkan bahwa sejumlah pimpinan negara menghubunginya secara langsung untuk mengapresiasi sikap Indonesia terhadap isu global yang disampaikan dalam pidatonya. “Ya, beberapa Kepala Negara nelpon saya. Ada yang datang juga ke saya. Mereka terkesan oleh sikap Indonesia yang benar-benar ingin mencari titik tengah, kita ingin mencari penyelesaian yang substantif. Saya kira itu,” tandasnya. (BPMI Setpres)

Top

Modal Rp5 Juta Pengusaha Kerupuk Ini Berhasil Tembus Pasar Regional

Iki Radio - Bantuan sosial tidak selalu berakhir sebagai konsumsi semata. Kisah Lukman (35), warga Desa Sememu, Kecamatan Pasirian, membuktikan bahwa bantuan yang disalurkan secara tepat dan terarah dapat menjadi titik awal kemandirian ekonomi.

Mantan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) ini kini sukses menjadi pelaku usaha kerupuk dengan jangkauan pasar hingga Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa pemerintah menginginkan bantuan sosial menjadi jembatan menuju kemandirian, bukan ketergantungan.

“Kami ingin warga tidak hanya menerima bantuan, tetapi mampu berdiri sendiri, menjadi pelaku usaha produktif, dan membuka lapangan kerja bagi orang lain,” ujar Indah Amperawati, saat mengunjungi kegiatan P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga) di Desa Sememu.

Lukman mengatakan usaha kerupuk keluarga yang hampir berhenti total. Melalui bantuan modal sebesar Rp5 juta dari Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE), ia membeli alat produksi dan mengembangkan desain kemasan yang lebih menarik. Usahanya, yang dikenal dengan merek Kerupuk Mahkota atau kerupuk latah, perlahan tumbuh menjadi produk unggulan di pasar lokal dan regional.

Tak hanya membangun usaha sendiri, Lukman kini mempekerjakan sekitar 18 warga, sebagian di antaranya adalah mantan penerima PKH. Ia secara aktif memotivasi rekan-rekannya untuk berani memulai usaha dan mandiri.

“Dulu kami semua berjuang bersama. Sekarang saya ingin memberi contoh, agar mereka juga bisa mandiri. Kemandirian itu dimulai dari keberanian mencoba,” ujar Lukman.

Pendamping PKH Desa Sememu, Putri Hindra, menyebut Lukman sebagai sosok ideal yang mencerminkan tujuan program PKH dan PPSE. Menurutnya, bantuan modal yang disertai dengan pelatihan dan pendampingan wirausaha memberikan ruang bagi penerima untuk mengenali potensi dan memilih usaha yang sesuai.

“Kombinasi bantuan, pelatihan, dan pendampingan inilah yang membuat mereka mampu melihat potensi diri,” ungkapnya.

Kisah Lukman menjadi contoh nyata bahwa bantuan sosial, bila dikelola dengan pendekatan pemberdayaan, dapat menumbuhkan semangat wirausaha, menggerakkan ekonomi lokal, dan memperkuat kemandirian masyarakat.

Surplus Pangan Terjaga, Kapolda dan Bupati Ipuk Panen Jagung Serentak di Banyuwangi

Iki Radio - Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar panen raya jagung serentak, bagian dari program nasional Swasembada Pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Panen serentak kuartal III ini dipimpin langsung Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, di areal persawahan Lingkungan Wonosari, Kelurahan Sobo, Banyuwangi, Sabtu (27/9/2025).

Kegiatan ini bagian dari Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III nasional yang dipimpin Kapolri Listyo Sigit Purnomo di Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan di hari yang sama.

Hadir pula Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, Perwakilan Dandim 0825 Banyuwangi, dan Kepala Bulog Banyuwangi Dwiana Puspitasari, dan jajaran Forkopimda Banyuwangi lainnya.

Kapolda mengapresiasi kinerja Banyuwangi yang mampu menjaga surplus pangan.

“Ini komitmen bersama dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto,” ujar Kapolda.

Dia berharap capaian ini dapat terus ditingkatkan, sehingga Banyuwangi semakin kokoh sebagai lumbung pangan strategis. “Saya bangga atas kerja keras seluruh pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga jajaran kepolisian. Semoga panen ini membawa berkah dan semangat baru untuk terus meningkatkan produksi,” katanya.

Sementara Bupati Ipuk mengatakan Banyuwangi berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional Presiden. Dia berterima kasih kepada Polri yang bergerak bersama-sama pemerintah daerah mensukseskan program ini.

“Terima kasih kepada Polri yang bersama-sama mengawal berjalan program. Juga kepada TNI, Bulog dan semua pihak yang turut mendukung penuh,” kata Bupati Ipuk.

Panen raya jagung tersebut merupakan bagian dari Gerakan penanaman jagung serentak seluas 1 juta hektar, yang merupakan kerjasama antara Polri dan Kementerian Pertanian. Program ini mendukung target swasembada pangan nasional pada tahun 2025.

Data dari Dinas Pertanian produksi jagung di Banyuwangi pada tahun 2022 sebesar 253.857 ton, 225.416 ton pada 2023, dan 209.078 ton pada 2024. Untuk produksi jagung 2025 mulai Januari – September sebesar 193.542 ton sementara kebutuhan daerah hanya sebanyak 46.786 ton.

"Setiap tahun Banyuwangi selalu mengalami surplus jagung, di mana hasil produksinya selalu lebih besar dari tingkat kebutuhannya. Seperti di tahun ini sampai Bulan September surplus 146.756 ton," terang Ipuk.

Ditambahkan Kapolresta total lahan jagung yang didampngi Polresta Banyuwangi seluas 1.772 hektare. Dari jumlah itu, 1.048 hektare sudah ditanami dan 433 hektare di antaranya telah dipanen.

“Hasil panennya kurang lebih 1.445,46 ton. Pendistribusiannya melalui tiga jalur. Yakni diserap Bulog sekitar 67 ton, pengepul 957,8 ton, dan sisanya 421 ton diserap oleh pengusaha serta pihak lain,” ungkapnya.

close
Pasang Iklan Disini