Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Top. Show all posts
Showing posts with label Top. Show all posts
Top

Siap Jadi Ikon, HARPI Melati Madiun Rilis Busana Pengantin Gagrak Retno Djumillah

Iki Radio - Himpunan Ahli Rias Pengantin Indoneaia (HARPI) Melati Kabupaten Madiun, secara resmi meluncurkan busana pengantin, yang diiljami dari sejarah berdirinya Madiun.

Peluncuran busana pengantin khas Madiun ini, dilakukan saat digelar agenda rutin pertemuan HARPI Melari se Jawa Timur, yang untuk kali ini dilaksanakan di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Sabtu (25/4/2026).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HARPI Melati Kabupaten Madiun, Andarwati Ning Susanti menuturkan, busana pengantin khas Kabupaten Madiun ini, diberi nama Gagrak Retno Djumillah.

Dijelaskan, proses penggalian busana pengantin ini bukanlah perjalanan singkat. Busana tersebut telah digali oleh para sesepuh dan pendahulu HARPI di Madiun sejak tahun 1995.

"Kami ingin memperkenalkan lebih luas baju pengantin khas Madiun. Ini adalah hasil penggalian mendalam para sesepuh kami. Kami mempersembahkan rancangan ini agar dapat menjadi identitas budaya dan segera dibukukan sebagai aset resmi Kabupaten Madiun," jelasnya.

Keanggunan busana ini, lanjutnya, sebelumnya telah teruji dalam berbagai even. 

Salah satunya saat dikenakan oleh Ibu Hana Anton (Istri Kapolres Madiun) dalam ajang promosi wisata yang berhasil meraih juara tiga tingkat Polda Jatim.

Selain itu, sempat menghiasi laman majalah resmi kepolisian saat dikenakan oleh Ibu Dana (Kasatreskrim). 

"Hal ini menjadi bukti bahwa busana Retno Djumilah memiliki daya tarik estetika yang kuat dan relevan di era modern," tambahnya.

HARPI Melati Kabupaten Madiun berharap, Pemkab Madiun mau memfasilitasi, agar busana pengantin Gagrak Retno Djumilah ini, dikukuhkan sebagai aset budaya Kabupaten Madiun.

"Kami berharap Bapak Bupati dan dinas terkait dapat memberikan dukungan serta arahan untuk mempercepat proses pengesahan ini. Kami yakin dengan dukungan semua pihak, busana ini dapat menjadi ikon budaya yang membanggakan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HARPI Melati Jawa Timur, Endah Setyowati, menegaskan komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas SDM agar mampu bersaing mengikuti perkembangan tren tanpa meninggalkan nilai budaya.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas SDM, khususnya dalam bidang prakarya pengantin, agar mampu bersaing dan mengikuti perkembangan tren tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah dalam proses pengesahan busana pengantin khas daerah sangat penting, agar dapat diakui secara nasional.

“Untuk pengesahan secara nasional memang membutuhkan dukungan, termasuk pembiayaan untuk menghadirkan tim penguji dari pusat dan budayawan. Kami berharap Kabupaten Madiun dapat segera menyusul daerah lain,” ujarnya.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, memberikan respon positif sekaligus tantangan bagi para perias. 

Bupati Hari Wuryanto menekankan bahwa pemerintah daerah siap mendukung penuh proses pembakuan busana ini, namun menuntut komitmen nyata dari para pemangku kepentingan (stakeholder).

"Pemerintah selalu hadir. Tapi kami butuh kebersamaan. Jangan sampai setelah diputuskan dan ditandatangani, lalu bablas tidak pernah diupayakan (keberlanjutannya)," tegas Hari Wuryanto.

Anggota HARPI Melati harus menjadi garda terdepan dalam menjaga budaya. Sangat ironis jika organisasi memperjuangkan busana daerah, namun anggotanya sendiri lebih memilih gaya modern atau gaya luar negeri saat menyelenggarakan hajatan pribadi.

"Kalau bukan kita, siapa lagi? Kita harus berkolaborasi agar budaya ini bisa diterima dengan santun dan dilestarikan dengan baik," tutup Bupati Hari Wuryanto.

Dalam acara ini juga hadir seninam kondang asal Madiun, H.M. Syakirun, atau yang lebih dikenal Abah Kirun.(ir)

Top

Membanggakan, Batik Kabupaten Madiun Bakal Tampil Di Ajang Internasional

Iki Radio - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Madiun, memberikan apresiasi dan dukungannya pada sejumlah perwakilan peserta peragaan busana dari Kabupaten Madiun, yang akan tampil di Kuala Lumpur, Malaysia dalam waktu dekat.

Apresiasi dan dukungan ini disampaikan saat ketua Dekranasda Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, saat menerima kunjungan Wijaya Nusantara Pageants (WNP) sebagai penyelenggara ajang kecantikan dan bakat di Indonesia, ketika melakukan audiensi dan memohonan doa restu, di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Senin (20/4/2026).

Menariknya, di ajang itu juga membawa misi pengenalan potensi Kabupaten Madiun, di kancah internasional.

Diantaranya fashion show yang akan menampilkan batik khas Kabupaten Madiun.

"Kami tentu sangat senang dan bangga, karena kegiatan ini bisa mengenalkan pada dunia internasional tentang potensi Kabupaten Madiun," ujarnya.

Lebih lanjut ditegaskan, Dekranasda Kabupaten Madiun, akan senantiasa memberikan dukungan segala bentuk kegiatan positif utamanya generasi muda, untuk kemajuan Kabupaten Madiun.

"Tentu kami akan support untuk itu," lanjutnya.

Semwntara Founder WNP, Irfan Arga Wijaya menjelaskan, kegiatan yang akan diikuti para peserta merupakan ajang delegasi budaya yang melibatkan berbagai negara. 

Dalam ajang tersebut, peserta akan menampilkan beragam bakat, termasuk peragaan busana (fashion show) serta kompetisi lintas negara. 

"Kami membawa sekitar 15 peserta dari beberapa ajang nasional seperti Srikandi Indonesia, Putra Nusantara, Putra Putri Kampus Indonesia, dan Miss Kids Teen National Model. Nantinya para pemenang dari ajang ini akan mewakili ke tingkat internasional," ujarnya.

Meski berbasis di Kabupaten Madiun, Wijaya Nusantara Pageants telah berkembang secara nasional dengan menjaring peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam ajang tersebut, Kabupaten Madiun akan turut diperkenalkan melalui berbagai penampilan. 

Salah satunya melalui fashion show yang menampilkan batik khas Kabupaten Madiun. 

Selain itu, perwakilan daerah juga akan membawakan lagu daerah sebagai bentuk promosi budaya. 

"Harapan kami, Kabupaten Madiun semakin maju dan terus mendukung kegiatan positif bagi generasi muda," pungkasnya.

Diketahui, Dekranasda adalah organisasi nirlaba tingkat daerah (provinsi/kabupaten/kota) yang dibentuk untuk menghimpun pecinta seni, melestarikan warisan budaya, serta membina, mengembangkan, dan mempromosikan produk kerajinan lokal. 

Organisasi ini bertujuan meningkatkan kualitas pengrajin dan ekonomi kreatif daerah.(ir)

Top

Iki Profil Fita Anggriani, Si Cantik Disebut Ratu Film Lebaran 2026

Iki Radio - Fita Anggriani mencuri perhatian usai membintangi dua film Lebaran 2026 sekaligus, Na Willa dan Tunggu Aku Sukses Nanti. Namanya pun ramai diperbincangkan di media sosial, bahkan tak sedikit yang menjulukinya sebagai 'Queen of Film Lebaran 2026'.

Menariknya, sebelum dikenal lewat layar lebar, Fita Anggriani juga pernah membintangi sejumlah sinetron populer. Yuk, kenalan lebih dekat dengan sosoknya lewat biodata dan profil lengkap berikut ini!

1. Biodata dan profil Fita Anggriani

  • Nama lengkap: Fita Anggriani Ilham
  • Nama panggung: Fita Anggriani
  • Nama panggilan: Fita
  • Tanggal lahir: 11 Mei 1995
  • Usia: 30 tahun
  • Status: Menikah (2016)
  • Anak: Satu
  • Pekerjaan: Aktor
  • Tahun aktif: 2011 hingga sekarang
  • Akun Instagram: @fitaanggriani


2. Perjalanan karier Fita Anggriani, dari pemeran pendukung di sinetron

Fita Anggriani memulai kariernya sebagai aktris lewat peran-peran kecil di beberapa sinetron. Mulai dari Arti Sahabat (2011), Si Miskin & Si Kaya (2012), hingga Diam-Diam Suka: Cinta Lama Bersemi Kembali (2014). Sampai akhirnya, ia memerankan salah satu tokoh utama di sinetron Pangeran (2015), yang beradu akting dengan Ricky Harun dan Nina Zatulini.

Sejak sinetron tersebut, Fita Anggriani mulai dikenal luas oleh publik dan mendapat banyak tawaran berakting di FTV hingga film. Terbaru, ia bahkan membintangi dua film Lebaran 2026 sekaligus, lho, yakni Na Willa dan Tunggu Aku Sukses Nanti.


3. Daftar karya Fita Anggriani

Berikut daftar karya Fita Anggriani sejak 2011, dari peran kecil hingga berhasil mencuri perhatian lewat peran-peran yang lebih besar.

Sinetron

  • Arti Sahabat (2011)
  • Perempuan Pembawa Berkah (2011)
  • Si Miskin & Si Kaya (2012)
  • Diam-Diam Suka: Cinta Lama Bersemi Kembali (2014–2015)
  • Pangeran (2015)
  • Rahasia Tuhan (2016–2017) - Episode: "Yang Maha Menutup Aib" dan "Hati Terbelah Dua"
  • Sinema Pintu Taubat (2016) - Episode: "Aku Bangga Sujud di Kaki Tukang Sapu"
  • Cermin Kehidupan (2016) - Episode: "Terjebak Dosa Masa Lalu", "Sajadah Terbalik", dan "Surga karena Seekor Anjing"
  • Pangeran 2 (2016)
  • Seribu Kisah (2017) - Episode: "Pencuri Adzan"
  • Jo & Jay Detektif Jaman Now (2018)
  • Masjid yang Dirindukan (2019)

Serial

  • Dear Jo (2024)


FTV

  • Tunjuk Satu Cinta (2011)
  • Keren, Macho, Tapi Jomblo
  • Caper untuk Camer
  • Satu Kwintal Cinta di Emperan Pasar (2013)
  • Cinta Di Balik Lensa
  • Satu Mimpi Saling Cinta
  • Tere Kapok Tebar Cinta
  • Cinta 5 Langkah (2013)
  • Jangan Panggil Aku Jomblo Ngenes (2013)
  • Gara-gara Minum Kopi Sesajen (2014)
  • Cintaku Gak Kayak Mantanmu (2015)
  • Dokter Hewan Cantik yang Kumau (2015) sebagai Rachel
  • Cintaku Diantar Anjing Pudel (2015)
  • Jodohku Tour Guide Ganteng (2017)
  • Lurah Cantik Rebutan (2017)
  • Miss Duren Lupa Kulitnya (2019)
  • Kue Thok Cinta DP 0 Rupiah (2019)
  • Putus Cinta, Feeling Gud Lakasud (2020)


Film

  • 8 Hari Menaklukan Cowo (2016)
  • Udah Putusin Aja! (2018)
  • Home Sweet Loan (2024)
  • Waktu Maghrib 2 (2025)
  • Tunggu Aku Sukses Nanti (2026)
  • Na Willa (2026)

Kemampuannya aktingnya pun tak usah diragukan lagi, ya. Sukses mencuri perhatian penonton lewat karakter-karakter yang beragam!

Top

Cara Mendapatkan Uang dari Skill Sederhana di Internet

Iki Radio - Anda tidak perlu menjadi ahli teknologi untuk bisa menghasilkan uang dari internet. 

Banyak skill sederhana yang sebenarnya bisa diubah menjadi sumber penghasilan jika dimanfaatkan dengan cerdas. Cukup dengan smartphone atau laptop, kamu sudah bisa mulai bekerja secara online tanpa harus keluar rumah. 

Dunia digital membuka banyak peluang baru bagi siapa pun yang mau belajar dan konsisten.

Bahkan skill dasar seperti menulis, desain sederhana, atau komunikasi bisa menjadi pintu masuk menuju penghasilan tetap. 

Banyak platform online yang menyediakan wadah bagi pekerja kreatif pemula untuk menjual jasa atau hasil karya mereka.

Berikut beberapa cara mudah untuk mendapatkan uang dari skill sederhana di dunia digital yang bisa langsung kamu coba.

Menulis Artikel dan Konten Blog

Anda bisa menulis artikel untuk situs web, blog, atau media online. Banyak platform seperti Projects.co.id, Sribulancer, dan Upwork yang membuka peluang bagi penulis lepas. Mulailah dengan topik yang anda kuasai dan kembangkan gaya tulisanmu.

Desain Menggunakan Canva

Bagi anda yang suka mendesain tapi tidak mahir Photoshop, gunakan Canva. Dengan alat gratis ini, anda bisa membuat desain poster, logo, atau konten media sosial dan menjualnya secara online.

Menjadi Admin Media Sosial  

Banyak UMKM atau pebisnis membutuhkan orang untuk mengelola akun media sosial mereka. Skill dasar seperti menulis caption menarik dan mengatur jadwal posting sudah cukup untuk memulai pekerjaan ini.

Membuat Video Pendek untuk Promosi  

Anda bisa membantu bisnis lokal membuat video pendek promosi untuk TikTok atau Instagram Reels. Tidak perlu kamera mahal, cukup gunakan ponsel dan aplikasi editing gratis seperti CapCut.

Menjadi Voice Over atau Narator 

Jika anda punya suara yang jelas dan enak didengar, kamu bisa menawarkan jasa voice over untuk video, iklan, atau audiobook. Banyak pekerjaan seperti ini tersedia di marketplace freelance.

Menjual Jasa Mengetik atau Transkripsi

Skill mengetik cepat bisa menghasilkan uang juga. Banyak perusahaan atau kreator membutuhkan orang untuk mentranskrip audio atau mengetik dokumen ke dalam format digital.

Membuat Presentasi atau PowerPoint  

Kemampuan dasar membuat presentasi bisa dijual ke mahasiswa, guru, atau perusahaan kecil. Anda bisa menawarkan jasa membuat slide yang rapi dan menarik di platform freelance lokal.

Menjadi Penerjemah Online   

Kalau anda menguasai bahasa asing, manfaatkan kemampuan itu untuk menjadi penerjemah. Banyak proyek penerjemahan dari bahasa Inggris ke Indonesia yang tersedia di internet.

Menjual Template dan File Digital  

Buat template seperti CV, kalender, planner, atau desain kartu undangan. Upload di marketplace seperti Etsy atau Creative Market dan dapatkan penghasilan pasif setiap kali ada yang membeli.

Membuka Kelas Online atau Tutorial

Kalau anda punya kemampuan tertentu, ajarkan ke orang lain melalui kelas online di YouTube, TikTok, atau platform kursus digital. Ini bisa menjadi sumber penghasilan jangka panjang.

Skill sederhana bukan berarti tidak bernilai. Selama kamu bisa memanfaatkannya di dunia digital, peluang untuk menghasilkan uang selalu terbuka. 

Kuncinya adalah konsistensi, keinginan belajar, dan kemampuan melihat peluang yang ada. 

Dunia digital memberi kesempatan bagi siapa saja untuk sukses, bahkan tanpa modal besar.(*)

Top

Kisah Dea Angelia, Usia 26 Tahun Sudah Jadi Doktor AI

Iki Radio - Dea Angelia Kamil resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada di usianya yang baru menginjak 26 tahun 11 bulan 17 hari. Sedangkan usia lulusan Program Doktor rata-rata adalah 40 tahun 5 bulan 15 hari.

Dea diwisuda bersama 1.061 lulusan pascasarjana pada Januari 2026 ini.

Persiapan matang dan dukungan beasiswa menjadi kunci capaian gemilang sebagai lulusan termuda di jenjang program Doktor.


Dari Matematika ke Ilmu Komputer

Di bangku SMA Dea mengikuti program akselerasi. Kala S1 ia menempuh pendidikan di jurusan Matematika.

Dengan ketertarikannya terhadap komputasi Dea memutuskan kuliah S2 jurusan Ilmu Komputer untuk lebih mendalami bidang Machine Learning dan Artificial Intelligence (AI).

“Saya tertarik di bidang machine learning atau AI karena ketika S1 terdapat mata kuliah tersebut. Saya ingin lebih terfokus sehingga mengambil program studi Ilmu Komputer di UGM untuk melanjutkan pendidikan saya,” jelasnya, dikutip dari situs UGM.

Saat mendaftar ia berhasil mendapat beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) sehingg dapat menyelesaikan S2 dan S3 kurang lebih sekitar empat tahun.


Penelitian di Korea Selatan

Pengalaman mengikuti Program Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI) saat jenjang S3 paling berkesan baginya.

Ia melakukan penelitian di University of Ulsan dengan topik intelligent transportation system khususnya pada vehicle speed estimation.

"Jadi saya membuat sistem yang akan berjalan secara otomatis sehingga sangat meminimalkan adanya intervensi secara manual,” papar mahasiswi asal Lamongan ini.

Momen PKPI di Negeri Ginseng juga menjadi ujian ketangguhan baginya.

Sebab, ritme kerja yang padat dan cuaca ekstrem menjadi tantangan utama.

“Etos kerja yang disiplin dari Senin hingga Jumat. Bahkan Sabtu pun masih diisi dengan seminar dan bimbingan profesor. Tantangan itu kian terasa saat harus beradaptasi dengan musim dingin yang mengejutkan,” kenangnya.

Bimbingan dari promotor Prof. Agus Harjoko di Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi (Elins) disebut Dea menjadi dukungan signifikan selama proses riset. “Komunitas belajar di sini sangat positif. Terutama teman-teman di laboratorium yang bertemu setiap hari dan rutin melaksanakan diskusi mingguan,” ujar Dea.

Terakhir, Dea berpesan bahwa perlu kesiapan mental yang kuat untuk menjalani pendidikan S3.

Top

Sah! Durian Merah Banyuwangi Ditetapkan Sebagai Indikasi Geografis Pertama di Indonesia

Iki Radio - Durian Merah Banyuwangi ditetapkan sebagai produk Indikasi Geografis (IG). Komuditas hortikultura khas Banyuwangi ini menjadi yang pertama kali diterbitkan di Indonesia untuk buah durian.


Sertifikat IG tersebut diterbitkan Kementerian Hukum melalui Direktorat Merek dan Indikasi Geografis setelah melalui proses panjang sejak pertama kali diajukan pada 2023.

"Alhamdulilah, sertifikat IG Durian Merah Banyuwangi sudah terbit. Dan ini pertama yang ada di Indonesia IG untuk durian merah," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (21/1/2026).

Ipuk merasa bangga dan berterima kasih kepada pemerintah pusat atas diberikannya sertifikat IG pada salah satu produk Banyuwangi yaitu Durian Merah. 

Ia berharap pengakuan IG ini bisa menjadi alat promosi, semakin meningkatkan produktifitas petani terutama di wilayah Kecamatan Songgon sebagai sentra durian merah, sekaligus mendorong kunjungan wisata ke Banyuwangi.

"Ayo datang ke Banyuwangi, nikmati durian merahnya. Karena durian merah Banyuwangi sangat unik yang tak dimiliki daerah lain," ajak Ipuk.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi, Ilham Juanda menambahkan, Durian Merah Banyuwangi (Durio Zibethinus L) memiliki keunikan warna daging buah merah, cita rasa khas, serta aroma yang kuat. Kekhasan ini terbentuk dari kombinasi faktor alam seperti tanah, iklim, dan ketinggian wilayah, serta pengetahuan lokal dan praktik budidaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat.

Durian merah ini dikelompokkan dalam beberapa gradasi warna daging, yakni merah, merah pelangi, dan merah semburat. Karakteristik fisiknya meliputi bentuk buah bulat hingga lonjong, warna kulit kuning-hijau, jumlah juring 4-7, ketebalan daging 4,2-18,5 milimeter, serta porsi daging mencapai 41,7 persen. 

"Dari sisi organoleptik, durian ini memiliki aroma kuat, rasa manis-pahit seimbang, tekstur lembut dan pulen, serta kandungan gizi tinggi seperti antioksidan, vitamin C, dan lemak yang relatif rendah," ujar Ilham.

Ia mengatakan, durian merah Banyuwangi tergolong jenis durian langka. Tercatat baru 6 pohon induk yang sudah didaftarkan IG dengan perkiraan produksi rata-rata 4 ton per pohon.

Durian Merah Banyuwangi ini berasal dari 6 varietas unggul nasional. Diantaranya ada Balqis, SOJ, Gandrung, Sayu Wiwit, Tawangalun, dan Madu Blambangan. Keenam varietas tersebut ditanaman di wilayah Kecamatan Songgon, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, Licin, dan Srono.

"Sejak tahun 2015 tercatat sudah 12 jenis durian lokal Banyuwangi yang didaftarkan sebagai varietas unggul. Dari 12 jenis durian unggul lokal tersebut, 6 jenis adalah durian merah," terangnya.

Secara keseluruhan, luas panen durian di Banyuwangi mencapai 3.262 hektare dengan produksi buah durian mencapai 27.890 ton. Tersebar di Kecamatan Songgon, Licin, Glenmore, Kalibaru, Rogojampi, Singojuruh, Glagah dan Srono.

Ilham menambahkan, pihaknya mewakili Bupati Banyuwangi telah menyerahkan sertifikat IG Durian Merah Banyuwangi kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Durian Merah Banyuwangi di Songgon.

"Dengan perlindungan ini, kekayaan genetik lokal Banyuwangi tidak bisa dicuri, diklaim, dan penyalahgunaan pihak luar," ujar dia.(*)

Top

AI Bikin Kaya Raya? Ini Miliarder Baru di Balik Ledakan Teknologi AI

Iki Radio - Ledakan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara manusia bekerja dan berinteraksi dengan teknologi, tetapi juga merombak peta kekayaan dunia.

Chief Technology Officer OpenAI, Mira Murati dalam sebuah wawancara di acara The Daily Show(YouTube/ The Daily Show)


Sejumlah tokoh teknologi papan atas, seperti Jensen Huang dari Nvidia dan Sam Altman dari OpenAI, kini semakin tajir seiring melonjaknya nilai industri AI.

Namun, di balik nama-nama besar tersebut, era AI juga melahirkan gelombang miliarder baru dari startup yang sebelumnya nyaris tak dikenal.

Lonjakan valuasi perusahaan rintisan berbasis AI dalam setahun terakhir membuat saham para pendirinya berubah menjadi “tambang emas”.

Lantas, siapa saja miliarder baru yang lahir dari ledakan teknologi AI ini? Berikut deretan pendiri startup dan eksekutif muda yang kekayaannya melesat berkat valuasi perusahaan AI yang meroket dalam waktu singkat.


Mira Murati

Mira Murati merupakan salah satu contoh paling nyata dari cepatnya lahir miliarder baru di era kecerdasan buatan. Mantan eksekutif OpenAI ini mendirikan Thinking Machines Lab pada Februari 2025.

Meski masih tergolong sangat muda dan belum lama berdiri, startup tersebut langsung melesat dengan valuasi sekitar 10 miliar dollar AS, atau setara Rp 167,74 triliun.

Lonjakan valuasi ini terjadi bahkan sebelum Thinking Machines Lab meluncurkan produk secara luas, mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap rekam jejak Murati serta potensi teknologi AI yang dikembangkannya.


Brett Adcock

Brett merupakan contoh lain bagaimana AI mendorong lonjakan kekayaan dalam waktu singkat. Ia mendirikan Figure AI pada 2022 dengan fokus mengembangkan robot humanoid berbasis kecerdasan buatan.

Seiring meningkatnya minat industri terhadap otomatisasi fisik, valuasi perusahaan ini melesat tajam, membuat kekayaan bersih Adcock diperkirakan mencapai 19,5 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 327,09 triliun.


Aravind Srinivas

Aravind mendirikan Perplexity pada 2022 sebagai mesin pencari berbasis AI generatif. Dalam waktu relatif singkat, perusahaan ini tumbuh pesat dan kini memiliki valuasi sekitar 20 miliar dollar AS, setara Rp 335,48 triliun.

Meski masuk jajaran miliarder baru, Srinivas dikenal kerap menekankan bahwa visi Perplexity berfokus pada pencarian pengetahuan dan kualitas informasi, bukan semata akumulasi kekayaan pribadi.


Winston Weinberg dan Gabe Pereyra

Lonjakan valuasi ekstrem juga dialami Harvey, startup perangkat lunak hukum berbasis AI yang didirikan Winston Weinberg dan Gabe Pereyra. Dalam beberapa bulan, valuasi Harvey melonjak dari 3 miliar dollar AS menjadi 8 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 134,19 triliun.

Meski demikian, salah satu pendirinya menyebut kekayaan tersebut masih bersifat “di atas kertas”, menyoroti rapuhnya status miliarder yang bergantung pada valuasi startup.


Alexandr Wang

Alexandr membangun Scale AI secara relatif senyap sebelum akhirnya mendapat sorotan global. Startup pelabelan data ini melonjak nilainya hingga 14,3 miliar dollar AS, setara Rp 239,87 triliun, setelah menerima investasi besar dari Meta.

Wang kemudian ditunjuk sebagai Chief AI Officer Meta, memperkuat posisinya sebagai salah satu aktor kunci dalam ekosistem AI global.


Lucy Guo

Meski telah keluar dari Scale AI sejak 2018, Lucy Guo tetap masuk jajaran miliarder baru berkat kepemilikan saham awalnya. Dengan nilai acuan perusahaan yang sama, sekitar 14,3 miliar dollar AS atau Rp 239,87 triliun.

Guo menjadi salah satu sedikit perempuan yang berhasil menembus level kekayaan tinggi di tengah dominasi pendiri pria di industri AI. Saat ini, ia aktif membangun firma modal ventura dan mengembangkan bisnis di sektor ekonomi kreator.


Brendan Foody, Adarsh Hiremath, Surya Midha

Gelombang miliarder AI juga datang dari generasi yang sangat muda. Mercor didirikan oleh Brendan Foody bersama Adarsh Hiremath dan Surya Midha, yang saat mendirikan perusahaan masih berusia awal 20-an.

Startup data berbasis AI ini telah dihargai sekitar 10 miliar dollar AS, atau setara Rp 167,74 triliun, menjadikan para pendirinya sebagai salah satu kelompok miliarder termuda di era kecerdasan buatan.


Michael Truell, Sualeh Asif, Aman Sanger, Arvid Lunnemark

Fenomena serupa terlihat pada Cursor, startup AI coding di bawah perusahaan induk Anysphere.

Perusahaan ini didirikan oleh Michael Truell bersama Sualeh Asif, Aman Sanger, dan Arvid Lunnemark. Setelah pendanaan besar pada 2025, valuasi Cursor melonjak hingga 27 miliar dollar AS, setara Rp 452,90 triliun.

Lonjakan tersebut langsung mengangkat para pendirinya, yang masih berusia 20-an, ke jajaran miliarder teknologi dalam waktu sangat singkat.


Itulah beberapa miliarder baru di era kecerdasan buatan ini dirangkum dari laporan The New York Times, yang menyoroti bagaimana ledakan AI tidak hanya mempercepat inovasi teknologi, tetapi juga menciptakan lonjakan kekayaan dalam waktu sangat singkat.

Meski valuasi perusahaan-perusahaan AI tersebut tampak fantastis, laporan itu juga mengingatkan bahwa sebagian besar kekayaan masih bersifat “di atas kertas” dan sangat bergantung pada kemampuan startup untuk bertahan serta membuktikan janji teknologinya di tengah dinamika pasar global.

close
Pasang Iklan Disini