Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Top. Show all posts
Showing posts with label Top. Show all posts
Top

Nasha Anaya, Putri Pasha Ungu dan Okie Agustina, Jadi Finalis Gadis Sampul 2025

Iki Radio - Nasha Anaya, putri dari Pasha Ungu dan Okie Agustina, mengikuti ajang Gadis Sampul 2025.

Nasha Anaya, putri Okie Agustina dan Pasha© Instagram @okieagustina_

Nasha berhasil melaju dan terpilih sebagai salah satu finalis dalam ajang tersebut.

Kabar ini diketahui dari unggahan Okie Agustina di akun Instagram miliknya.

Okie membagikan foto keluarga yang menunjukkan dukungan penuh untuk Nasha selama mengikuti proses sebagai finalis Gadis Sampul 2025.

Dalam foto tersebut tampak Pasha Ungu dan istri, Adelia Wilhelmina, serta Kiesha Alvaro turut hadir memberikan semangat.

"Hey @nasha.anayaa kita semua bangga sama kamu," tulis Okie dalam keterangan unggahannya di Instagram dikutip Kompas.com, Minggu (21/12/2025).

Okie mengungkapkan bahwa keikutsertaan Nasha dalam ajang pemilihan model ini merupakan pengalaman pertamanya. Meski baru pertama kali, Nasha mampu melangkah jauh hingga masuk jajaran finalis.

"Ini pengalaman pertama, pertama kalinya Nasha, mau ikut pemilihan model dan bisa terpilih jadi finalis.. tetap semangat sayang c we u Nasha," tulis Okie.

Dukungan tak hanya datang dari Okie. Ibu sambung Nasha, Adelia juga turut mengunggah momen kebersamaan keluarga sebagai bentuk dukungan moral bagi Nasha.

"Yeaay pokoknya kita semua bangga sama Acha. We Love u 'Gadis Sampul 2025'," tulis Adelia.

Unggahan Adelia pun dikomentari oleh Okie.

"Luuv mamii thanks for always support," tulis Okie di unggahan Adelia.

Sementara itu diketahui sebelumnya, pemenang Gadis Sampul 2025 adalah Leticia Charlotte Agraciana Joseph, putri dari aktris Sheila Marcia. 

Gadis Sampul 

Gadis Sampul adalah acara televisi-pemilihan model remaja yang diselenggarakan oleh majalah GADIS. Acara pemilihan gadis sampul ini pertama kali digelar pada 27-29 Januari 1987. 

Banyak nama yang kini dikenal sebagai selebritas Tanah Air, sebelumnya tercatat sebagai jebolan Gadis Sampul. 

Seperti Lulu Tobing yang menjadi juara Gadis Sampul 1992, Ersa Mayori di tahun 1993, Dian Sastrowardoyo (1996), Astris Tiar (2000), Sigi Wimala (1999), Dahlia Poland (2011). 

Serta nama lain yang menjadi runner up maupun peringkat tiga. Mulai dari Natasha Rizki, Tsania Marwa, Intan Nuraini, Ardina Rasti, Andhara Early, Meisya Siregar, Cindy Fatika Sari. 

Top

Ini Fakta, Potret Dude Harlino wisuda S1 di usia 45 tahun

Iki Radio - Dude Herlino membuktikan kalau usia gak menghalangi niat untuk menyelesaikan pendidikan yang tertunda. Suami Alyssa Soebandono tersebut baru saja menyelesaikan studi S1 di usia 45 tahun.

Dalam unggahan terbaru, Dude diketahui menjalani upacara wisuda dari President University, Bekasi, jurusan Manajemen. Sebelumnya, Dude sempat lulus dari jenjang D3 pada 1999, mengambil jeda yang cukup lama untuk lanjut S1.

1. Dude Herlina membagikan potret bahagia ketika baru saja lulus dari S1 Manajemen President University

2. Dude menjalani prosesi wisuda dengan didampingi oleh Alyssa Soebandono, pada 14 Desember 2025 lalu

3. Ia menyebut jika termotivasi merampungkan jenjang S1 meski di usia kepala empat, karena Alyssa baru saja lulus S2

4. Ketika dipanggil maju, kebahagiaan tampak dari gerak gerik Dude yang akhirnya sah menyandang gelar sarjana

5. Lulusnya Dude gak cuma dirayakan oleh Alyssa, tapi juga keluarga dan sahabat lainnya

6. Setelah acara wisuda, Dude Herlino tampak ngobrol akrab bareng rektor President University, Handa Setya

7. Sang rektor memuji Dude yang masih semangat menimba ilmu di usia yang sudah tidak muda

Rektor President University juga menggoda Dude Herlino, agar mau mengajar di kampusnya tersebut.


Foto : Dude Herlino (instagram.com/dude2herlino)

Top

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina beri sumbangan Rp15 M untuk korban bencana Sumatera

Iki Radio - Aksi pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina baru-baru ini mencuri perhatian publik. 

Raffi dan Gigi menggelontorkan dana pribadi sebesar Rp15 miliar untuk membantu korban bencana banjir Sumatera. 

Bantuan Rp15 miliar tersebut adalah bentuk kepedulian Raffi dan Gigi kepada korban yang terdampak bencana. 

Bantuan tersebut disalurkan melalui tim RANS dan kantor Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. 

Hal ini dilakukan agar donasi dapat segera sampai ke titik-titik terdampak paling parah. 

Alokasi Dana ke Tiga Titik Utama 

Donasi Raffi Ahmad dan Nagita Slavina dibagi rata sebesar masing-masing Rp5 miliar untuk tiga wilayah administrasi guna percepatan pemulihan. 

Tiga wilayah tersebut adalah Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh. 

Sumatera Barat

Bantuan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina untuk Sumatera Barat Rp 5 Miliar

Di Sumatera Barat, bantuan dari Raffi Ahmad diterima langsung oleh Wakil Gubernur Vasco Ruseimy. 

Melalui panggilan video, Raffi memberikan dukungan moral. 

“Semoga bisa membantu meringankan beban saudara-saudara kita di sana,” ucap Raffi dikutip dari TribunStyle.com

Sumatera Utara 

Bantuan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina untuk Sumatera Utara diberikan langsung ke Gubernur Bobby Nasution.

Di Sumatera Utara, bantuan Raffi dan Gigi diserahkan langsung kepada Gubernur Bobby Nasution. 

Aceh 

Sementara di Aceh, juga langsung disalurkan melalui Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi. 

Murni Dana Pribadi 

Asisten Raffi Ahmad, Prio, menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan merupakan hasil penggalangan dana, melainkan aset pribadi pasangan tersebut. 

“Bantuan pribadi ini wujud kedekatan batin Raffi dan Gigi dengan masyarakat Sumatera saat menghadapi masa sulit ini,” ujar Prio. 

Harapan untuk Penyaluran Tepat Sasaran

Nagita Slavina secara khusus menitipkan pesan agar bantuan tersebut dikelola dengan cepat oleh perwakilan pemerintah daerah. 

“Semoga disalurkan dengan baik agar manfaatnya segera dirasakan,” ungkap Nagita. 

Saat ini, beberapa wilayah di Sumatera masih berstatus darurat akibat bencana hidrometeorologi.

Top

Dewi Perssik Menangis Haru Saat Anaknya Lolos Pendidikan Akademi Militer di Magelang

Iki Radio - Dewi Perssik kembali menjadi sorotan publik dalam momen haru saat anaknya, Gabriel Felice, dinyatakan lolos Pendidikan Akademi Militer di Magelang. Penyanyi sekaligus presenter yang akrab disapa Depe itu tak kuasa menahan air mata ketika melihat putranya resmi diterima sebagai taruna.

Momen haru tersebut terekam saat Dewi menghadiri upacara pelantikan yang secara khusus diadakan untuk calon Taruna atau prajurit Taruna di Akademi Militer (Akmil). Ia tampak berdiri di barisan orang tua siswa.

Ketika acara pelantikan usai, Depe langsung mencari dan menghampiri anaknya di antara barisan siswa Akmil dan Akpol lainnya. Ia datang bersama sang ibunda terkasih, nenek Gabriel.

Dewi kemudian memeluk Gabriel dengan erat setelah upacara selesai. Pelukan itu berlangsung cukup lama, seolah menjadi simbol dari perjalanan panjang yang telah mereka lalui bersama.

Dalam momen tersebut, Dewi mengatakan bahwa tangisnya adalah bentuk syukur yang tak bisa ia bendung. Ia merasa perjuangan Gabriel menembus ketatnya seleksi militer adalah hadiah besar yang tak ternilai.

Dewi Perssik mengaku sangat bangga melihat sang anak berhasil menjadi Taruna AAL, selain bangga, ia mengakui suasana berubah menjadi haru biru.

Dewi Perssik pun menceritakan kisah di balik tangisannya itu.

"Iya senang banget, nangis aku loh lihat anak sekarang berseragam (militer)," kata Dewi Perssik ketika ditemui di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, akhir pekan lalu.

Momen saat melihat Gabriel mengenakan seragam taruna untuk pertama kalinya menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Dewi. Ia menyebut seragam itu bukan hanya simbol kebanggaan, tetapi juga komitmen besar untuk bangsa dan negara.

Dewi mengatakan bahwa ia selalu bangga dengan apa pun yang dicapai Gabriel. Namun kali ini, rasa bangganya terasa jauh lebih besar karena perjuangan yang ditempuh sangat panjang dan penuh rintangan.

Dewi juga tak lupa memberikan doa dan pesan khusus untuk putranya itu. Pesan tersebut ia sampaikan dengan suara yang penuh rasa sayang dan kebanggaan mendalam.

“Proud of you mas Gabriel bismilah barokallah… anakku.. tarunaku yang tangguh, berbaktilah kepada bangsa dan negara, serta membahagiakan keluarga ya sayang. Semoga Allah melindungi langkahmu dan mempermudah urusanmu ya nak,” tutur Dewi penuh haru.

Ia kemudian memberikan sebuah pesan penting yang selalu ia tekankan sejak awal.

“Pesan mama hanya satu.. jangan pernah tinggalkan sholat di manapun berada ya sayang.. love you so much mas Gabriel, selalu jaga nama baik ortu ya anakku soleh,” lanjutnya.

Perjalanan Gabriel menuju Akademi Militer juga menjadi inspirasi bagi banyak orang tua. Banyak yang menilai bahwa keberhasilan ini adalah bukti bahwa kasih sayang dan dukungan orang tua dapat mengubah masa depan anak.

Bagi Dewi sendiri, momen ini menjadi salah satu pencapaian paling membahagiakan dalam hidupnya. Ia berharap Tuhan selalu menjaga langkah Gabriel selama menjalani pendidikan dan karier militernya kelak.

Dengan penuh haru, Dewi menutup pesannya bahwa ia hanya ingin melihat anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa. Ia siap mendukung apapun yang menjadi jalan hidup Gabriel kedepannya. (*)

Top

Catatan Kecil, Kenal Lebih Sigit Budiarto, Plt. Sekda Kabupaten Madiun

Iki Radio - Nama Sigit Budiarto, tentu sudah tidak asing lagi di Kabupaten Madiun. Di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun, pria kelahiran 14 Juni 1975 ini telah banyak memberikan kontribusi serta dedikasinya pada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Madiun.

Sigit Budiarto, pernah menjabat sebagai Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang kini Badan Pengembangan Pegawai dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Madiun. Selain itu, anak seorang petani di dusun Notopuro, Desa Duren, Kecamatan Pilangkenceng , Kabupaten Madiun ini, juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Kabupaten Madiun.

Banyak inovasi saat Lulusan Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang ini menjabat sebagai Kepala Bakesbangpol Kabupaten Madiun.

Salah satunya peluncuran buku Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2020-2021. Buku tersebut berisi perencanaan pembangunan khususnya sektor politik, pemerintahan dan sosial kemasyarakatan. 

Buku ini dapat digunakan sebagai alat ukur pencapaian visi misi dan bisa dipakai sebagai bahan kepala daerah dalam menentukan arah pembangunan dan kebijakan.

Sukses dengan berbagai inovasi di Bakesbangpoldagri, Sigit Budiarto dipercaya Pemerintah Kabupaten Madiun sebagai nahkoda pada Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Madiun.

Dengan mengusung transformasi digital, setelah Identitas Kependudukan Digital (IKD), Dispendukcapil Kabupaten Madiun langsung gencar dengan beragam layanan digital. Yakni dengan mengusung Dispendukcapil Go Digital di tahun 2023.

Dari transformasi layanan itu, membawa Dispendukcapil Kabupaten Madiun berada di urutan ke 7 terbaik se Jawa Timur, dan 30 terbaik secara nasional. Salah satu layanan Dispendukcapil Kabupaten Madiun adalah LELADI SESAMI (Keliling Melayani Aminduk Setiap Sabtu dan Minggu), MASMEDI (15 Menit Jadi), SENOPATI (Sistem Online Pelayanan Kependudukan Terintegrasi) dan berbagai inovasi lainnya.

Bukan hanya di birokrasi, Sigit Budiarto juga aktif diberbagai kegiatan organisasi. Diantaranya PCNU Kabupaten Madiun, dan pengurus Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Madiun.

Dan per tanggal 1 Desember 2025 ini, selain sebagai Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto juga dipercaya sebagai Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun.(*)

Top

Della Sabrina, Istri Irfan Hakim Resmi Lulus S2 dengan Predikat Memuaskan, Perjuangannya Tuai Pujian Publik

Iki Radio - Kabar membanggakan datang dari keluarga presenter Irfan Hakim. Sang istri, Della Sabrina Indah Putri, berhasil menamatkan pendidikan S2 Akuntansi Syariah di Institut Agama Islam Tazkia.

Prestasi akademik Della menuai perhatian publik karena ia menempuh pendidikan sembari mengurus keluarga. Seperti diketahui, Della adalah ibu dari lima anak dan tetap mampu menyelesaikan studi tepat waktu.

Dalam unggahan yang beredar, Della terlihat memberikan pernyataan penuh haru usai dinyatakan lulus. Ia mengatakan pencapaiannya bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk keluarganya di rumah.

“Saya berdiri di sini bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai seorang ibu dari lima orang anak,” ujar Della dalam pidatonya.

“Selama menjalani perkuliahan ini, MasyaAllah rasanya seperti roller coaster,” tambah Della.

Ia mengaku banyak tantangan yang harus dilalui selama berkuliah di tengah kesibukan sebagai ibu. Namun Della tetap bersyukur semuanya dapat terlewati dengan baik.

“Saya bisa lulus juga, dan Alhamdulillah tepat waktu,” lanjut Della penuh rasa haru. Kalimat itu langsung mendapat tepuk tangan dari para hadirin yang menyaksikan prosesi wisudanya.

Di sisi lain, Irfan Hakim juga turut menyampaikan rasa bangganya di hadapan publik. Sang presenter menceritakan bahwa ia melihat sendiri perjuangan istrinya selama menjalani studi S2.

“Saya menjadi saksi mata bagaimana istri saya bekerja keras,” kata Irfan dalam kesempatan yang sama. Ia menggambarkan perjalanan akademik sang istri sebagai proses yang sangat menantang.

“Memang tidak mudah, bukan hanya istri saya, pasti Anda pun tidak mudah,” ujar Irfan memberi apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang lulus bersamaan. Ucapannya menuai respons positif karena dinilai sangat suportif.

Irfan kemudian menegaskan bahwa pencapaian Della bukan sekadar gelar. Menurutnya, keberhasilan sang istri adalah bukti bahwa seorang ibu juga bisa meraih mimpi sambil menjalankan tanggung jawab keluarga.

“Della Sabrina Indah Putri, istri saya tercinta ini bisa menyelesaikan hari ini membuktikan bahwa tanggung jawab dilakukan, tapi cita-cita juga diwujudkan,” tuturnya.

Kalimat itu langsung viral karena dinilai penuh makna dan dukungan emosional.

“Kata-katanya sangat menginspirasi,” tutur salah satu warganet di kolom komentar.

Tak sedikit warganet yang terinspirasi oleh perjalanan akademik Della. Banyak yang memuji kegigihan ibu lima anak itu dalam membagi waktu antara kuliah dan keluarga.

Komentar-komentar positif memenuhi media sosial, terutama dari para ibu yang merasa relate. Mereka mengatakan bahwa perjuangan Della menjadi bukti bahwa usia dan status bukanlah halangan untuk menempuh pendidikan tinggi.

Selain itu, warganet juga menyoroti sikap suportif Irfan Hakim selama istrinya berkuliah. Banyak yang memuji Irfan sebagai sosok suami yang hadir, mendukung, dan memberi ruang untuk pasangannya berkembang.

Moment kelulusan itu pun menjadi inspirasi bagi pasangan muda maupun keluarga Indonesia. Dukungan satu sama lain diyakini menjadi kunci keberhasilan Della meraih gelar akademiknya.

Kini setelah lulus, publik menantikan langkah Della berikutnya dalam karier dan kehidupan pribadinya. Sebagian warganet berharap Della bisa mengembangkan ilmu akuntansi syariahnya ke bidang yang lebih luas.

Perjalanan panjang Della menuju kelulusan S2 menjadi salah satu kisah inspiratif yang banyak dibicarakan. Kisah ini membuktikan bahwa perempuan bisa tetap berkarya, berprestasi, dan berpendidikan tinggi sambil menjalankan peran sebagai ibu dan istri.

Dengan predikat memuaskan yang ia raih, Della kini berdiri sebagai contoh nyata perempuan tangguh. Perjuangannya membawa pesan bahwa semangat dan ketekunan akan selalu menghasilkan pencapaian yang membanggakan. (*)

Top

Lembaga Sensor Film Indonesia Sebut Banyuwangi Potensial jadi Pusat Industri Sinema

Iki Radio - Kekayaan alam, budaya, dan adat istiadat Banyuwangi yang telah mendunia, membuat kabupaten di ujung timur pulau Jawa itu potensial menjadi pusat industri sinema. 

Hal itu disampaikan Ketua Subkomisi Penyensoran Lembaga Sensor Film (LSF) Hadi Armoto, dalam Literasi Layanan Penyensoran Film dan Iklan Film, serta sosialisasi aplikasi e-SiAS bagi pegiat perfilman di Jawa Timur, di Banyuwangi, Rabu (19/11/2025). Banyuwangi dipilih menjadi tuan rumah lantaran dinilai memiliki potensi besar di dunia perfilman. 

"Banyuwangi mempunyai cerita legenda yang begitu hebat. Alamnya bagus. Budayanya banyak. Jadi jangan ditanya lagi, semuanya sudah mendunia. Banyuwangi bisa jadi pusat industri sinema," kata Hadi.

Hadi mengatakan Banyuwangi telah memiliki semua tolok ukur suatu daerah, yang potensial dieksplorasi dalam karya sinematografi.

Seluruh nilai positif Banyuwangi itu, kata dia, bisa materi dalam dunia sinematografi. Bukan hanya untuk film komersil, potensi Banyuwangi juga layak untuk digarap sebagai film bendek, film dokumenter, dan lain sebagainya.

"Potensinya memang besar banget. Film dokumenter yang saya buat juga berkisah tentang Banyuwangi," ucap dia.

LSF mendorong agar film-film yang berlatar di Banyuwangi bisa digarap secara maksimal. Baik film yang diproduksi oleh sineas-sineas terkenal, sineas komunitas lokal, maupun pemerintah daerah.

Hadi juga mendorong agar film-film yang diproduksi bisa diurus penyensorannya. Saat ini menurut Hadi, pengurusan sensor dipermudah dengan aplikasi e-SiAS, yang membuat pengurusan sensor bisa dilakukan tanpa harus ke Ibu Kota.

Dengan memiliki surat tanda lulus sensor atau STLS, kata dia, film akan memiliki perlindungan hukum.  LSF juga akan menentukan klasifikasi film atau produk serupa lainnya dalam klasifikasi kelompok usia yang tersedia.

Hadi mengatakan, LSF menangani sekitar 42 ribu film setiap tahunnya. Dengan dorongan agar film-film baru dengan berbagai jenis dan genre bisa muncul, ia berharap jumlah tersebut bisa meningkatkan pada tahun-tahun mendatang.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berterima kasih dengan dukungan LSF. Menurutnya ini menjadi penyemangat pelaku perfilman lokal Banyuwangi untuk kian kreatĂ­f membuat film-film berkualitas dan lebih memahami mekanisme pengajuan sensor film untuk mendapatkan STLS.  

"Selama ini Banyuwangi telah banyak menjadi lokasi syuting film-film nasional di Indonesia. Dengan dukungan ini, harapannya pelaku film di Banyuwangi kian kreatif dan sesuai dengan regulasi yang ada," kata Ipuk. 

“Kami juga berharap nantinya ada film besar yang dihasilkan dari orang Banyuwangi, syuting di Banyuwangi dan artisnya dari Banyuwangi,” tambah Ipuk. (*)

close
Pasang Iklan Disini