Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Pemerintah dan DPR Sepakati Anggaran Pendidikan 2027 Naik Jadi Rp824 Triliun

Iki Radio — Pemerintah bersama DPR RI menyepakati alokasi anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 sebesar Rp824 triliun. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 13,9 persen dibandingkan anggaran tahun sebelumnya yang mencatatkan angka Rp720,8 triliun.

ilustrasi


Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

"Negara akan terus hadir dalam setiap denyut nadi kehidupan rakyat Indonesia, di antaranya melalui anggaran pendidikan Rp824 triliun," ujar Suahasil di hadapan para anggota dewan.

Selain pembiayaan rutin, dana pendidikan tersebut disiapkan untuk mendukung sejumlah program strategis, termasuk pembangunan Sekolah Unggul Garuda, peningatan layanan beasiswa, serta pengembangan talenta nasional melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kendati demikian, dalam paparannya Suahasil tidak menyinggung alokasi khusus untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Perlindungan Sosial dan Ketahanan Pangan

Tidak hanya sektor pendidikan, pemerintah juga menetapkan anggaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) sebesar Rp539,7 triliun. Anggaran ini ditujukan untuk melindungi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, miskin, dan rentan, sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan.

"Manfaatnya hadir melalui berbagai bantuan sosial seperti PKH, bantuan pangan, kartu sembako, bantuan iuran jaminan kesehatan nasional, dan untuk menjaga daya beli serta meningkatkan kemandirian," jelas Menkeu.

Sementara itu, guna memperkuat swasembada nasional dan menyejahterakan para petani serta nelayan, pemerintah mengalokasikan anggaran Ketahanan Pangan sebesar Rp195,3 triliun pada 2027.

 

Peningkatan Transfer ke Daerah

Di sektor hubungan keuangan pusat dan daerah, alokasi Transfer ke Daerah (TKD) disepakati naik menjadi Rp735 triliun. Peningkatan ini ditujukan untuk memastikan pemerataan agenda pembangunan dan penguatan kualitas pelayanan publik hingga ke pelosok negeri.

Suahasil menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah agar pemanfaatan anggaran dapat berjalan optimal.

"APBN dan APBD adalah satu kesatuan, bekerja dalam satu tarikan napas bersama agar setiap rupiah anggaran memberikan manfaat yang makin nyata dan merata bagi masyarakat," tambahnya.

Sinergi tersebut diharapkan dapat membangkitkan perekonomian nasional, memperkuat perlindungan masyarakat, serta menghadirkan kesejahteraan yang merata di seluruh Indonesia.

 

Gandeng BSSN, Rektor UNJ Percepat Transformasi Digital dan Penerapan Sertifikat Elektronik

Iki Radio - Upaya memperkuat arsitektur keamanan siber nasional terus digencarkan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dengan menggandeng sektor akademisi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis bersama Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Lobi Gedung Rektorat UNJ, Jakarta Timur, Senin (28/9/2026).

BSSN bersama UNJ resmi menjalin sinergi penguatan keamanan siber dan transformasi digital kampus melalui penandatanganan MoU dan PKS di Gedung Rektorat UNJ, Senin (28/9/2026).


Kerja sama lintas sektor ini difokuskan pada penguatan pilar pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta akselerasi transformasi digital kampus yang aman dan tepercaya.

Sekretaris Utama BSSN, Soetedjo Joewono, bersama Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, secara langsung menandatangani MoU yang menjadi landasan kolaborasi komprehensif tersebut.

Soetedjo memaparkan, pelibatan perguruan tinggi adalah instrumen esensial dalam membangun ekosistem keamanan siber nasional yang mengintegrasikan peran pemerintah, dunia pendidikan, industri, dan masyarakat.

Ruang lingkup kesepakatan ini dirancang sangat luas, mencakup pengembangan kurikulum, literasi keamanan siber, asistensi penanganan insiden, perlindungan data, hingga forensik digital.

Kendati demikian, Soetedjo mengingatkan, penandatanganan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan titik tolak yang harus segera diterjemahkan ke dalam program-program konkret yang terarah dan berkesinambungan.

Merespons urgensi tersebut, Prof. Komarudin, menyambut baik terbukanya gerbang kolaborasi ini. Ia tidak menampik, salah satu tantangan utama yang tengah dihadapi oleh UNJ saat ini bermuara pada aspek keamanan siber di tengah masifnya digitalisasi administrasi dan pendidikan perguruan tinggi.

Untuk mengurai persoalan tersebut, Prof. Komarudin mendorong agar kesepahaman ini segera ditindaklanjuti melalui Focus Group Discussion untuk memetakan program prioritas baik jangka pendek maupun menengah yang secara spesifik menjawab kebutuhan institusi dalam membangun sistem arsitektur digital yang lebih tangguh.

Sebagai langkah implementasi perdana dari kesepakatan tersebut, turut ditandatangani PKS pemanfaatan sertifikat elektronik oleh Kepala Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) BSSN, Jonathan Gerhard Tarigan.

Intervensi teknologi sandi ini mencakup penerbitan, operasional, hingga dukungan teknis sertifikat elektronik pada sistem informasi di lingkungan UNJ.

Melalui integrasi teknologi autentikasi dari BSrE dan pengayaan literasi digital bagi sivitas akademika, BSSN dan UNJ optimistis mampu mencetak sumber daya manusia unggul sekaligus mewujudkan tata kelola kampus digital yang berdaulat, kebal dari ancaman siber, dan tepercaya.

Bunda PAUD Banjarbaru Ajak Anak Belajar Lewat Cerita dan Bermain

Iki Radio - Wali kota Banjarbaru yang juga Bunda PAUD Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, mengajak, anak-anak usia dini belajar melalui kegiatan yang menyenangkan saat mengunjungi empat satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Banjarbaru Selatan dan Banjarbaru Utara, Kamis (24/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Lisa tidak hanya meninjau layanan pendidikan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui kegiatan membaca buku dan mendongeng.

Kunjungan dilakukan untuk melihat kualitas layanan pendidikan, pemenuhan hak anak, serta penerapan program pendidikan karakter dan inklusi di tingkat PAUD.

Di hadapan para pendidik dan orang tua, Lisa mengingatkan agar anak usia dini tidak dibebani dengan kegiatan belajar yang berlebihan. Menurutnya, proses pendidikan pada usia tersebut perlu disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang anak.

“Pendidikan anak usia dini sejatinya adalah fondasi awal tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh guru dan pendidik agar jangan membebani anak-anak kita. Dunia PAUD pada dasarnya adalah dunia bermain yang menyenangkan,” kata Lisa.

Selain melihat proses pembelajaran, Lisa juga meninjau, kondisi sarana dan prasarana pendidikan. Saat mengunjungi Satuan PAUD Sejenis (SPS) Seroja, ia menemukan sejumlah fasilitas yang masih perlu diperbaiki.

“Saat berkunjung ke SPS Seroja, kami melihat masih ada beberapa sarana dan prasarana yang kurang layak. Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen untuk memberikan bantuan pemenuhan fasilitas yang kurang tersebut agar anak-anak dapat belajar dan bermain dengan lebih nyaman, aman, dan ceria,” ujarnya.

Empat satuan PAUD yang menjadi lokasi kunjungan, yakni:

Satuan Pendidikan Kemala Bhayangkari 23, Kelurahan Guntung Paikat, dengan kegiatan Literasi Karakter melalui program “Bunda PAUD Bercerita” untuk mengenalkan nilai-nilai moral kepada anak sejak dini.

TK Negeri Idaman, Kelurahan Loktabat Selatan, yang menjadi lokasi peninjauan penerapan pendidikan inklusi untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan secara setara.

SPS Seroja, Kelurahan Loktabat Utara, yang menjadi lokasi pelaksanaan program Bina Keluarga Balita sekaligus peninjauan kebutuhan sarana dan prasarana.

TK Negeri Pembina Kota Banjarbaru, Kelurahan Loktabat Utara, untuk melihat penerapan dan penguatan program Sekolah Ramah Anak.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Banjarbaru memperkuat sinergi antara satuan pendidikan, keluarga, dan pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat, berkarakter, dan bahagia.

 

Pemerintah Perluas Program Indonesia Pintar ke Jenjang TK Mulai 2027, Ini Syarat dan Besaran Bantuan

Iki Radio — Pemerintah resmi memperluas jangkauan Program Indonesia Pintar (PIP) hingga ke tingkat Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri mulai tahun 2027. Kebijakan baru ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah nyata mendukung penguatan program Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai sejak jenjang PAUD/TK.


Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa murid TK negeri dari keluarga tidak mampu yang memenuhi syarat bakal menerima dana bantuan sebesar Rp 450.000 per tahun.

"Kebijakan baru dari Bapak Presiden Prabowo adalah TK yang selama ini tidak mendapatkan PIP, mulai tahun 2027 nanti akan mendapatkan dana PIP sebesar Rp 450.000 per tahun," ujar Mu'ti saat konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

 

Dukungan Wajib Belajar 13 Tahun

Selama ini, seluruh murid di sekolah negeri maupun swasta telah ter-cover melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, bantuan PIP khusus keluarga tidak mampu sebelumnya hanya menyasar tingkat SD hingga SMA/SMK.

Menurut Mu'ti, perluasan PIP menyasar sekitar 23 persen TK berstatus negeri di Indonesia. Karena pendidikan TK kini resmi menjadi bagian dari komitmen wajib belajar, komitmen anggaran dan bantuan pemerintah pun disiapkan secara bertahap. Untuk skema awal PIP TK ini, Kemendikdasmen mengalokasikan anggaran sekitar Rp 400 miliar.

 

Kriteria Penerima PIP TK

Status sebagai murid TK Negeri tidak serta-merta membuat siswa langsung mendapatkan bantuan secara otomatis. Bantuan disalurkan berdasarkan kriteria seleksi yang ketat, antara lain:

  • Peserta didik pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP).
  • Berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
  • Memiliki kondisi khusus, seperti status yatim/piatu, terdampak bencana alam, atau anak putus sekolah yang kembali menempuh pendidikan.

 

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menambahkan bahwa mekanisme penyaluran PIP TK pada dasarnya sama dengan jenjang SD hingga SMA. Bantuan ditentukan berdasarkan pemadanan data DTSEN dan usulan resmi dari pihak sekolah, lalu disalurkan langsung ke rekening penerima tanpa perantara tunai di sekolah.

 

Cara Cek Status Penerima PIP TK

Orang tua murid dapat mengecek status kepesertaan anak secara mandiri secara daring (online) melalui portal resmi Sipintar Enterprise:

  • Buka situs https://pip.kemendikdasmen.go.id/home_v1.
  • Gulir ke bagian Cari Penerima PIP.
  • Masukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan NIK orang tua.
  • Selesaikan perhitungan/captcha verifikasi yang diminta, lalu klik Cek Penerima PIP.

Jika nama anak tercantum dalam Surat Keputusan (SK) nominasi penerima, orang tua imbau segera melakukan proses aktivasi rekening di bank penyalur yang ditunjuk.

 

SKD Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dimulai, Ini Rincian Passing Grade dan Aturan Mainnya

Iki Radio - Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi calon praja, mahasiswa, dan taruna sekolah kedinasan tahun anggaran 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 22 September 2026. Pemerintah telah resmi mematok nilai ambang batas (passing grade) melalui Keputusan Menteri PANRB Nomor 406 Tahun 2026.

Tahun ini, pemerintah menyediakan 4.770 formasi CPNS di sembilan instansi penyelenggara sekolah kedinasan. Seleksi tetap mengandalkan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menjamin transparansi dan mencegah kecurangan.


Ambang Batas dan Bobot Nilai SKD 2026

Peserta akan diuji dengan total 110 butir soal dalam durasi waktu 100 menit. Rincian nilai ambang batas dan bobot penilaian tiap materi ujian adalah sebagai berikut:

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK): Minimal 65 dari nilai maksimal 150 (30 soal). Bobot jawaban benar bernilai 5, serta salah atau tidak menjawab bernilai 0.

Tes Intelegensia Umum (TIU): Minimal 80 dari nilai maksimal 175 (35 soal). Bobot jawaban benar bernilai 5, serta salah atau tidak menjawab bernilai 0.

Tes Karakteristik Pribadi (TKP): Minimal 156 dari nilai maksimal 225 (45 soal). Bobot jawaban bernilai 1 hingga 5, sedangkan tidak menjawab bernilai 0.

Nilai akumulasi tertinggi untuk keseluruhan SKD adalah 550. Pemerintah menetapkan pengecualian nilai ambang batas bagi peserta dari daerah tertentu yang masuk dalam program afirmasi sesuai usulan instansi terkait.

Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan agar seluruh peserta percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak tergiur oleh tawaran oknum penipu yang menjanjikan kelulusan. Sistem CAT dipastikan menutup celah bagi praktik kecurangan.

Hasil SKD akan diumumkan oleh masing-masing instansi pada kurun waktu September hingga Oktober 2026 sebelum dilanjutkan ke tahap seleksi berikutnya. Rincian jadwal serta dokumen aturan resmi dapat diakses melalui portal sscasn.bkn.go.id dan jdih.menpan.go.id.

Transformasi Trauma Jadi Karya: Cara Unik Guru di Padang Edukasi Mitigasi Gempa untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Iki Radio — Kenangan pahit atas dahsyatnya bencana gempa bumi di Kota Padang pada tahun 2009 silam meninggalkan trauma tersendiri bagi Gilang Dwi Nanda. Namun, alih-alih larut dalam ketakutan, pengalaman kelam tersebut justru mendorong guru di SLB Negeri 1 Padang ini untuk melahirkan inovasi pembelajaran yang menyelamatkan jiwa.

Suasana pelatihan Lagu dan Tari Mitigasi Bencana Gempa Bumi di SLB Negeri 1 Padang Sumatra Barat.

 

Berangkat dari rasa khawatir akan keselamatan murid-muridnya, Gilang bertekad membekali anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan keterampilan mitigasi bencana yang mencakup tindakan sebelum, saat, dan sesudah guncangan terjadi.

"Saya memiliki trauma pribadi pada tahun 2009, di mana saya melihat bagaimana dahsyatnya gempa menghancurkan Kota Padang saat itu. Saya berpikir, murid-murid saya jangan sampai merasakan betapa paniknya saya dan menjadi korban suatu saat apabila tidak tahu informasi tentang menyelamatkan diri," ujar Gilang.

Mengingat Kota Padang berhadapan langsung dengan zona *megathrust* Mentawai-Siberut serta dilalui Sesar Sumatra, pemahaman mitigasi bencana menjadi hal mendesak. Namun, Gilang menyadari bahwa metode ceramah atau penyampaian informasi berulang di ruang kelas tidaklah efektif bagi anak berkebutuhan khusus.

Sebagai guru keterampilan vokasional seni, drama, tari, dan musik, Gilang memilih pendekatan kreatif melalui lagu dan gerakan senam mitigasi berjudul “Jika Ada Gempa”.

"Akhirnya saya ciptakan lagu ini dan mereka mudah mengingatnya. Kalau mereka lupa, mereka langsung ingat kembali dengan pertanyaan pemantik," jelasnya. Sebelum inovasi ini diterapkan, ia melihat anak-anak masih sangat bingung dan panik ketika simulasi gempa berlangsung.

Manfaat lagu tersebut dirasakan langsung oleh para murid. Dwi, salah satu siswi SLBN 1 Padang, mengaku kini selalu ingat langkah penyelematan diri berkat lagu gubahan gurunya.

"Menghindari kaca, sembunyi di bawah meja, jangan berlari, jangan berisik, jangan mendorong orang lain," tutur Dwi mempraktikkan pesan dalam lagu tersebut.

Langkah kreatif ini mendapat apresiasi penuh dari Kepala SLB Negeri 1 Padang, Sudirja. Menurutnya, instruksi lagu buatan Gilang sangat sederhana dan gampang dipahami, sehingga anak-anak dapat mengikuti irama sekaligus gerakannya dengan baik. Bahkan, inovasi ini dinilai sangat berpotensi untuk direplikasi di sekolah-sekolah lain.

"Untuk membiasakan anak-anak luar biasa yang ada di SLBN 1 Padang ini, agar mereka siap dengan prosedur yang telah diberikan saat gempa terjadi," kata Sudirja.

Sudirja juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus berinovasi dan merancang metode pembelajaran yang sesuai dengan karakter anak didik.

"Bagi Bapak/Ibu guru yang mengayomi anak berkebutuhan khusus, marilah kita sama-sama berinovasi untuk memajukan anak kita, sesuai dengan kemampuan dan karakter mereka masing-masing. Sehingga ke depannya anak kita bisa mandiri dan menyatu dengan lingkungan tempat mereka tinggal," pungkasnya.

STMM Yogyakarta Raih Rekor MURI dengan 1.541 Karakter Animasi dan Game Karya Mahasiswa

Iki Radio - Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta berhasil mencatatkan Rekor MURI kategori “Karakter Animasi dan Game Terbanyak Karya Mahasiswa dari Satu Perguruan Tinggi” dengan menghasilkan 1.541 karakter.

Pemberian Piagam Muri oleh Senior Representative atau Kepala MURI Semarang, Ari Andriani, dan diterima oleh Ketua Sekolah Tinggi Multi Media Dr. H. R.M. Agung Harimurti, M. Kom serta pengalungan medali kepada Ketua Program Studi Animasi Atmaja Septa Miyosa M.Sn

Pencapaian tersebut diraih bertepatan dengan Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode I Tahun Akademik 2026/2027 yang meluluskan 188 wisudawan dan wisudawati di Yogyakarta, Rabu (9/9/2026).

Sebanyak 1.541 desain karakter tersebut merupakan karya 416 mahasiswa Program Studi Animasi dan Teknologi Permainan yang mengikuti mata kuliah Desain Karakter pada periode 2021–2026.

Karya-karya tersebut kemudian dihimpun dalam buku berjudul Desain Karakter Animasi dan Game. Dokumentasi karya ini menjadi bagian dari upaya STMM Yogyakarta menuju Kampus 1000 IP (Intellectual Property).

Piagam Rekor MURI diserahkan oleh Ari Andriani, Senior Representative atau Kepala MURI Semarang, dan diterima oleh Ketua Sekolah Tinggi Multi Media, Dr. H. R.M. Agung Harimurti. Penghargaan tersebut juga ditandai dengan pengalungan medali kepada Ketua Program Studi Animasi, Atmaja Septa Miyosa.

Pencapaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-41 STMM Yogyakarta. Rekor MURI ini menegaskan komitmen STMM dalam mencetak talenta digital yang unggul, kreatif, inovatif, dan berdaya saing.

Melalui karya mahasiswa yang terdokumentasi dan dikembangkan menjadi kekayaan intelektual, STMM Yogyakarta terus mendorong penguatan ekosistem pendidikan di bidang animasi dan teknologi permainan sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya yang bernilai dan berkelanjutan.

 

Wamen Nezar: Algoritma Platform Digital Kini Turut Menentukan Arus Informasi Publik

Iki Radio - Perubahan pola konsumsi informasi membuat distribusi berita tidak lagi sepenuhnya berada di tangan ruang redaksi. Algoritma platform digital kini turut menentukan informasi yang diterima masyarakat berdasarkan perilaku pengguna.

Wamenkomdigi Nezar Patria menjadi narasumber dalam Diskusi Panel Dewan Profesor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya di Jakarta Selatan. (foto: Humas Kemkomdigi)


Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengatakan, perubahan tersebut perlu menjadi perhatian karena platform digital berkembang pesat dan secara bertahap menggeser pola hubungan antara media dengan audiens.

“Saat ini media kehilangan audiens, yang mengontrol audiens adalah platform. Platform media sosial berkembang jauh lebih cepat, lebih dalam, lebih agresif, sehingga menggeser pola hubungan antara media konvensional dan media tradisional dengan audiens,” ujar Wamen Nezar dalam Diskusi Panel Dewan Profesor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya di Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).

Menurut Wamen Nezar, pergeseran kendali distribusi informasi tersebut semakin kuat dengan penggunaan algoritma yang mempelajari perilaku pengguna. Setiap interaksi pengguna menjadi data yang dimanfaatkan platform untuk menentukan konten yang kembali ditampilkan.

“Jadi semua yang kita berikan tanda likes itu kemudian dicatat dalam machine learning yang dipakai oleh media sosial. Jadi apa yang kita suka akan selalu datang kepada kita, itulah yang disebut dengan echo chamber,” jelasnya.

Ia menilai pola tersebut turut menghadirkan tantangan terhadap kepercayaan publik terhadap informasi. Wamen Nezar mengutip Reuters Institute Digital News Report 2026 yang melibatkan lebih dari 100 ribu responden di 48 negara.

Berdasarkan laporan tersebut, media sosial dan platform video telah menjadi sumber berita yang lebih banyak diakses daripada televisi maupun situs berita resmi di 30 negara. Sementara itu, kurang dari empat dari 10 responden menyatakan percaya terhadap berita.

“Yang terjadi adalah bukan delivering the truth, tetapi creating the perception, membentuk persepsi,” tegas Wamen Nezar.

Tantangan terhadap ekosistem informasi tersebut semakin kompleks dengan perkembangan kecerdasan artifisial (AI), termasuk penggunaannya dalam produksi berita.

Wamen Nezar mengingatkan bahwa manipulasi data dapat menyebabkan sistem AI menghasilkan keluaran yang keliru. Karena itu, penggunaan teknologi tersebut perlu disertai perhatian terhadap integritas data dan informasi.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus tetap diiringi upaya menjaga kualitas serta integritas informasi yang diterima masyarakat. Pemerintah telah menyiapkan pedoman etika AI, termasuk pedoman penggunaan AI dalam jurnalistik yang dirumuskan Dewan Pers.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan peta jalan kecerdasan artifisial Indonesia untuk lima tahun ke depan. Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk memastikan pemanfaatan teknologi berkembang secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan kualitas informasi publik.

Wamen Nezar menekankan bahwa di tengah perubahan ekosistem informasi dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, integritas informasi menjadi salah satu hal penting yang perlu terus dijaga oleh pemerintah, media, platform digital, maupun masyarakat.

 

close
Pasang Iklan Disini