Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

UMMAD Resmi Bertransformasi Menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT)

Iki Radio – Sebuah tonggak sejarah baru ditorehkan oleh persyarikatan Muhammadiyah di bidang pendidikan tinggi. 

Gedung UMMAD, Jalan Panjaitan Kota Madiun


Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) kini telah resmi bertransformasi dan berganti nama menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT).

Kepastian perubahan identitas ini disambut hangat oleh keluarga besar Muhammadiyah. 

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, dr. Sukadiono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, atas terbitnya Surat Keputusan (SK) perubahan nama tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri atas terbitnya SK perubahan nama ini. Sekarang sudah resmi, namanya menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur,” ujar dr. Sukadiono saat menerima kunjungan silaturahmi Menteri Brian Yuliarto di Kantor PWM Jatim, Sabtu (9/5/2026).

Perubahan besar ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 480/B/0/2026 yang dirilis pada 4 Mei 2026. Langkah ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan momentum penguatan eksistensi akademik. 

Saat ini, UMJT mengelola 13 program studi strategis yang terbagi dalam tiga rumpun utama. Diantaranya Rumpun Kesehatan dan Sains yang mencakup Administrasi Kesehatan, Ilmu Aktuaria, Ilmu Lingkungan, Kebidanan (D3), dan Biokewirausahaan.

Rumpun Teknologi, meliputi Informatika dan Sistem Informasi.

Rumpun Sosial dan Humaniora yang meliputi Ilmu Komunikasi, Psikologi, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Hukum, Manajemen, dan PGSD.

Ketua PWM Jatim, Sukadiono (batik hitam) memberikan beberapa buku pada Mendiktisaintek, Prof. Brian Yuliarto.


Rektor UMJT, Prof. Dr. Sofyan Anif, menegaskan bahwa perubahan nama ini adalah bagian krusial dari strategi revitalisasi institusi. 

Menurutnya, transformasi ini menyentuh dua aspek fundamental, yaitu mikro dan makro.

“Secara mikro, kami telah membenahi sarana penunjang pembelajaran untuk memastikan kualitas pendidikan terbaik. Di tingkat makro, kami berhasil menggandakan jumlah program studi dari semula 6 menjadi 13 melalui mekanisme hibah penyatuan,” jelas Prof. Sofyan.

Ia menambahkan bahwa dengan identitas baru ini, UMJT berkomitmen penuh untuk menjadi bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang unggul dan berkemajuan di tingkat nasional.

Proses panjang menuju UMJT dimulai sejak Mei 2024 melalui program Hibah Akselerasi Program Penggabungan/Penyatuan Perguruan Tinggi Swasta (APPP-PTS) dari Ditjen Diktiristek. 

Hibah ini menjadi katalisator utama yang memungkinkan penyatuan UMMAD dengan Politeknik Seni Yogyakarta.

Langkah berani ini mendapat dukungan penuh dari seluruh tingkatan organisasi, mulai dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), PWM Jatim, hingga Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Dengan nama baru ini, UMJT kini bersiap melangkah lebih jauh dalam mencetak generasi unggul yang siap berkontribusi bagi Jawa Timur dan Indonesia.(ir)

Peringati Hardiknas 2026, Kabupaten Madiun Perkuat Sinergi Wujudkan Pendidikan Bermutu

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di halaman Pendopo Ronggo Djoemeno, Caruban, Senin (4/5/2026).

Upacara tersebut menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen dalam memajukan kualitas sumber daya manusia di Bumi Kampung Pesilat.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Dalam pidato tersebut, ditekankan bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan manusia yang berlandaskan kasih sayang untuk membentuk insan yang beriman, mandiri, jujur, serta demokratis.

Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kini menetapkan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai program prioritas.

Untuk mendukung visi tersebut, terdapat lima kebijakan strategis yang tengah dilaksanakan, meliputi revitalisasi sarana pendidikan (tercatat 16.167 satuan pendidikan telah direhabilitasi sepanjang 2025). Digitalisasi pembelajaran melalui penggunaan papan interaktif. Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru melalui sertifikasi serta insentif bagi guru honorer. Penguatan karakter melalui kegiatan Pramuka dan pembiasaan positif. Dan perluasan akses pendidikan yang inklusif.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan bahwa tema Hardiknas 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, mengandung pesan mendalam tentang pentingnya kolaborasi.

“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan hasil kolaborasi antara pemerintah, orang tua, dan masyarakat. Sinergi ini adalah kunci menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, serta berakhlak mulia,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dirasakan manfaatnya oleh ribuan siswa di Kabupaten Madiun. Berdasarkan data, program ini telah menjangkau 52 SMP, 405 SD, dan 685 satuan PAUD/TK.

Meski capaian terus meningkat, Pemerintah Kabupaten Madiun terus berupaya mencakup sisa persentase peserta didik yang belum menerima bantuan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata di seluruh jenjang pendidikan.

Upacara ditutup dengan penampilan memukau yang menunjukkan bakat generasi muda Madiun. Atraksi drumband ditampilkan oleh siswa-siswi cilik dari TK Kartika VIII-21, disusul oleh penampilan juara drumband Bupati Cup 2026 dari SDN Kaibon 3.

Selain itu, aksi seni pencak silat turut mewarnai rangkaian acara sebagai simbol pelestarian budaya lokal di tengah semangat pendidikan modern.

Hadir dalam upacara tersebut jajaran Forkopimda, tokoh pendidikan, guru, tenaga kependidikan, serta perwakilan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Madiun.(ir)

Kolaborasi Seni dan Pendidikan, Banyuwangi Hidupkan Hardiknas Lewat Kuntulan Ewon

Iki Radio - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berlangsung meriah dan inklusif dengan melibatkan ribuan masyarakat dalam pesta rakyat pendidikan di Taman Blambangan, Sabtu (2/5/2026).

Momentum ini tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dan seni budaya yang menghadirkan pembelajaran kontekstual sekaligus memperkuat karakter peserta didik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menilai perayaan Hardiknas di Banyuwangi sebagai salah satu yang paling semarak di Indonesia. “Ini peringatan Hari Pendidikan Nasional yang paling meriah se-Indonesia,” ujarnya.

Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang mampu menghadirkan peringatan Hardiknas secara khidmat sekaligus menggembirakan, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini dalam rangka memajukan dan mencerdaskan bangsa menuju Indonesia yang maju dan bermartabat,” tambahnya.

Daya tarik utama perayaan ini adalah pagelaran seni kolosal “Kuntulan Ewon” yang melibatkan lebih dari 1.100 pelajar lintas jenjang pendidikan. Terdiri dari sekitar 600 pemusik dan 500 penari, pertunjukan tersebut memadukan harmoni gerak, musik, dan vokal yang sarat pesan pendidikan karakter, kebersamaan, dan keberagaman.

Penampilan ini menjadi contoh konkret integrasi pendidikan dengan pelestarian budaya lokal, sekaligus ruang ekspresi bagi generasi muda Banyuwangi untuk menampilkan potensi mereka.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika Mendikdasmen turut bergabung bersama para pelajar menyanyikan lagu “Rukun Sama Teman”, yang merefleksikan nilai persahabatan dan semangat belajar yang menyenangkan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini dirancang sebagai kolaborasi lintas sektor, melibatkan pelajar, guru, seniman, dan budayawan dalam satu panggung.

“Hardiknas kami kemas bersama atraksi Kuntulan Ewon sebagai wujud kolaborasi pendidikan dan budaya. Lebih dari seribu pelajar terlibat dalam pertunjukan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, momentum Hardiknas menjadi pengingat pentingnya pendidikan yang inklusif dan menghargai keberagaman potensi setiap anak. “Mari kita hargai setiap potensi anak. Mereka memiliki peran penting dalam membangun masa depan Indonesia,” tuturnya.

Peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi menunjukkan bahwa pendidikan dapat dihadirkan secara lebih dekat, menyenangkan, dan partisipatif. Dari ruang kelas hingga ruang publik, semangat belajar, kreativitas, dan kebersamaan menjadi fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Kabar Gembira! Tahun Ini Kuota Beasiswa Mahasiswa Kabupaten Madiun Naik Menjadi 180 Orang

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) memastikan bahwa program beasiswa untuk mahasiswa tetap berjalan di tahun 2026 ini.



Bahkan kuota tahun ini, mengalami peningkatan. 


Kepala Dispendikbud Kabupaten Madiun, Agus Sucipto menegaskan, meski saat ini sedang dilakukan efisiensi di berbagai lini anggaran, sektor pelayanan masyarakat, khususnya hak atas pendidikan, tidak akan terganggu.


Kata Agus, jumlah penerima beasiswa tahun 2026 ini ditambah sebanyak 30 kuota. 


Dari yang sebelumnya dialokasikan untuk 150 mahasiswa, kini menjadi 180 mahasiswa.


Setiap penerima beasiswa akan mendapatkan alokasi dana sebesar Rp10 juta per orang.


"Untuk hak masyarakat tidak akan kami ganggu gugat. Justru tahun ini kuotanya kami tambah dari 150 menjadi 180 orang," ujar Agus Sucipto.



Saat ini, pihak dinas tengah melakukan tahap inventarisasi data. Prioritas utama penerima beasiswa adalah masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2, yakni kelompok masyarakat yang paling membutuhkan bantuan finansial agar proses pendidikan mereka dapat berjalan tanpa hambatan biaya.


Untuk menjaga akuntabilitas dan ketepatan sasaran, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) guna memvalidasi data calon penerima.


Pendaftaran rencananya akan dibuka secara resmi pada Juli mendatang. Informasi ini juga terus disosialisasikan kepada masyarakat melalui program "Satu Hari di Desa" bersama Tim KOBER (Komunikasi Bersahaja).


"Insya Allah pendaftaran dibuka bulan Juli. Nanti akan kami luncurkan secara resmi dan terbuka untuk umum," tambah Agus.


Program beasiswa ini tidak membatasi pilihan program studi mahasiswa. Pemerintah Kabupaten Madiun membebaskan para mahasiswa untuk memilih jalur pendidikan sesuai minat dan keinginan mereka, baik itu pendidikan keguruan, teknik, kesehatan, maupun bidang lainnya.


Goal atau tujuan utama dari program ini adalah peningkatan kompetensi individu agar generasi muda Kabupaten Madiun memiliki bekal yang kuat untuk bertahan hidup (survive) dan bersaing di masa depan.


"Harapan kami, masyarakat dapat meningkatkan kompetensinya. Yang terpenting, mereka memiliki bekal untuk survive di masa depan," pungkasnya.(ir)

Diikuti 24.681 Siswa , Bupati Ipuk Pantau Pelaksanaan TKA SMP

Iki Radio - Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP telah resmi dilaksanakan mulai 6 hingga 16 April 2026. 

Di Banyuwangi, terdapat 24.681 siswa dari 224 sekolah yang mengikuti ujian serentak secara nasional tersebut. 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau pelaksanaan ujian dan para siswa mengikuti tes dengan baik.

Salah satunya Ipuk meninjau pelaksanaan di SMP Negeri 3 Banyuwangi, Selasa (7/4/2026). SMPN 3 Banyuwangi yang berada di Kelurahan Singotrunan itu menjadi salah satu lokasi pelaksanaan TKA jenjang SMP. 

Di sekolah tersebut, terjadi kendala jaringan internet sejak pagi sehingga pelaksanaan TKA hari ini tertunda. 

Gangguan tersebut menyebabkan ujian yang menggunakan perangkat komputer siswa tertunda. Sejumlah siswa terlihat menunggu di ruang kelas sambil menanti perbaikan sistem diperbaiki oleh petugas teknis.

"Sejak pukul 06.00 jaringan sudah terganggu, kami langsung berkoordinasi dengan Telkom. Laporannya karena ada kabel yang putus. Langsung diperbaiki, dan siang sudah selesai," ungkap Kepala Sekolah SMPN 3, Holilik kepada Ipuk. 

"Mereka nantinya akan mengikuti ujian di lain hari. Kami sudah lapor ke panitia dan pengawas," imbuhnya. 

Saat melihat kondisi tersebut, Ipuk terlihat langsung menghampiri para siswa untuk memberikan semangat agar tetap tenang dan tidak perlu khawatir.

“Tidak perlu khawatir, anak-anak tetap bisa ikut ujian. Ini kendala teknis dan telah diperbaiki,” ujar Ipuk, saat menyapa para siswa.

Ipuk mengatakan sebelumnya pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan kelancaran pelaksanaan TKA, termasuk dengan PLN dan Telkom.

“Kami sudah berkoordinasi sebelumnya, termasuk dengan PLN dan Telkom, mereka siap mensupport. Mudah-mudahan gangguan seperti ini tidak terjadi lagi, dan ujian bisa berjalan baik,” kata Ipuk.

Ia juga meminta pihak sekolah terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar setiap kendala teknis dapat segera ditangani. (*)

Sekolah di Riau Wajib Hemat Energi, Ini Kebijakan Terbarunya

Iki Radio - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau menginstruksikan seluruh kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB untuk menerapkan penghematan energi secara ketat. Kebijakan tersebut berlaku bagi sekolah negeri maupun swasta di seluruh wilayah Riau.

Instruksi itu tertuang dalam surat bernomor 000.8.6.1/3690/Disdik/2026 sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Riau Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara yang diterbitkan pada 3 April 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan langkah konkret untuk menekan biaya operasional di lingkungan pendidikan.

“Melalui surat ini, kami mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk menerapkan efisiensi serta membangun budaya kerja yang terukur,” ujar Erisman di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Selasa (7/4/2026).

Dalam edaran tersebut, sejumlah langkah penghematan energi menjadi perhatian utama. Sekolah diwajibkan mengatur suhu pendingin ruangan pada kisaran 24–25 derajat Celsius serta membatasi waktu penggunaannya.

Selain itu, penggunaan perangkat hemat energi, seperti pendingin ruangan inverter dan lampu LED, juga dianjurkan.

Sekolah juga diminta memaksimalkan pencahayaan alami pada siang hari serta memastikan seluruh perangkat elektronik dimatikan saat tidak digunakan.

Upaya efisiensi turut mencakup penggunaan air secara bijak, perbaikan instalasi yang mengalami kebocoran, serta pembatasan penggunaan kendaraan dinas hanya untuk kepentingan resmi.

Tidak hanya pada aspek penggunaan sumber daya, kebijakan ini juga mendorong perubahan pola kerja aparatur sipil negara di sektor pendidikan. Sistem evaluasi kinerja diarahkan berbasis hasil kerja, bukan sekadar kehadiran.

“Budaya kerja harus bergeser ke arah yang lebih produktif, terukur, dan memberikan dampak nyata,” tegasnya.

Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi anggaran sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di Provinsi Riau.

Top

Kisah Dea Angelia, Usia 26 Tahun Sudah Jadi Doktor AI

Iki Radio - Dea Angelia Kamil resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada di usianya yang baru menginjak 26 tahun 11 bulan 17 hari. Sedangkan usia lulusan Program Doktor rata-rata adalah 40 tahun 5 bulan 15 hari.

Dea diwisuda bersama 1.061 lulusan pascasarjana pada Januari 2026 ini.

Persiapan matang dan dukungan beasiswa menjadi kunci capaian gemilang sebagai lulusan termuda di jenjang program Doktor.


Dari Matematika ke Ilmu Komputer

Di bangku SMA Dea mengikuti program akselerasi. Kala S1 ia menempuh pendidikan di jurusan Matematika.

Dengan ketertarikannya terhadap komputasi Dea memutuskan kuliah S2 jurusan Ilmu Komputer untuk lebih mendalami bidang Machine Learning dan Artificial Intelligence (AI).

“Saya tertarik di bidang machine learning atau AI karena ketika S1 terdapat mata kuliah tersebut. Saya ingin lebih terfokus sehingga mengambil program studi Ilmu Komputer di UGM untuk melanjutkan pendidikan saya,” jelasnya, dikutip dari situs UGM.

Saat mendaftar ia berhasil mendapat beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) sehingg dapat menyelesaikan S2 dan S3 kurang lebih sekitar empat tahun.


Penelitian di Korea Selatan

Pengalaman mengikuti Program Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI) saat jenjang S3 paling berkesan baginya.

Ia melakukan penelitian di University of Ulsan dengan topik intelligent transportation system khususnya pada vehicle speed estimation.

"Jadi saya membuat sistem yang akan berjalan secara otomatis sehingga sangat meminimalkan adanya intervensi secara manual,” papar mahasiswi asal Lamongan ini.

Momen PKPI di Negeri Ginseng juga menjadi ujian ketangguhan baginya.

Sebab, ritme kerja yang padat dan cuaca ekstrem menjadi tantangan utama.

“Etos kerja yang disiplin dari Senin hingga Jumat. Bahkan Sabtu pun masih diisi dengan seminar dan bimbingan profesor. Tantangan itu kian terasa saat harus beradaptasi dengan musim dingin yang mengejutkan,” kenangnya.

Bimbingan dari promotor Prof. Agus Harjoko di Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi (Elins) disebut Dea menjadi dukungan signifikan selama proses riset. “Komunitas belajar di sini sangat positif. Terutama teman-teman di laboratorium yang bertemu setiap hari dan rutin melaksanakan diskusi mingguan,” ujar Dea.

Terakhir, Dea berpesan bahwa perlu kesiapan mental yang kuat untuk menjalani pendidikan S3.

Gubernur Gorontalo Komitmen Wujudkan Pemerataan Pendidikan

Iki Radio - Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, secara resmi telah mengesahkan hasil revitalisasi di dua sekolah penting, yakni SMK Negeri 4 dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Gorontalo Utara, Rabu (21/1/2026).

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menandatangani prasasti peresmian revitalisasi di SMK Negeri 4 Gorontalo Utara, Rabu (21/1/2025).


Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad.

Fokus revitalisasi sekolah di SMK Negeri 4 Gorontalo Utara cukup menyeluruh. Pekerjaan yang dilakukan tidak hanya terbatas pada rehabilitasi dan pengecatan dua ruang kelas serta satu laboratorium komputer, tetapi juga meliputi pembangunan ruang baru.

Ruang bimbingan konseling, ruang OSIS, dan ruang praktik khusus untuk Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) telah berdiri, dilengkapi dengan pengadaan perabot sekolah yang memadai.

Sementara itu, di SLB Gorontalo Utara, upaya revitalisasi sekolah difokuskan pada pembangunan satu ruang kelas baru dan toilet, di samping rehabilitasi besar terhadap sembilan ruang kelas yang sudah ada, ruang administrasi, ruang keterampilan, aula, serta toilet sekolah.

Total anggaran yang dikucurkan untuk kedua proyek strategis ini mencapai Rp1,55 miliar.

Gubernur menegaskan,  peresmian itu bukanlah titik akhir, melainkan bagian dari proses berkelanjutan untuk memastikan fasilitas pendidikan benar-benar berdampak positif.

Ia menyatakan, pemerintah provinsi akan menindaklanjuti seluruh aspirasi dari pihak sekolah dan pemerintah daerah.

Gusnar langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, untuk segera menyusun laporan lengkap beserta dokumentasi sebagai dasar pengusulan.

"Saya meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo segera menyusun laporan pelaksanaan kegiatan ini secara lengkap, dilengkapi dokumentasi foto dan video, untuk disampaikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah," tegasnya.

Ia menjelaskan, laporan tersebut akan menjadi bahan kritikal untuk mengajukan penambahan asrama bagi SLB Gorontalo Utara dan pengadaan bus sekolah bagi SMK Negeri 4 Gorontalo Utara.

Gubernur menekankan, bahwa langkah-langkah lanjutan itu sangat penting untuk menjamin hak pendidikan setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, serta mendorong terwujudnya cita-cita pemerataan pendidikan dan keadilan dalam layanan pendidikan di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.

Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf, menyampaikan apresiasi sekaligus menyebutkan sejumlah kebutuhan lanjutan untuk menyempurnakan layanan pendidikan.

Ia secara khusus memohon perhatian pemerintah provinsi untuk menyediakan bus sekolah bagi SMK Negeri 4 Gorontalo Utara yang masih menghadapi tantangan dalam jumlah peserta didik.

Selain itu, pembangunan asrama di kedua sekolah juga menjadi harapan untuk mendukung kenyamanan belajar, terutama bagi siswa yang berasal dari daerah jauh.

"Harapan saya dengan bangunan ini bisa menambah anak didik yang ada di Gorontalo Utara. Kalau ada anggaran lagi, ditambahkan dengan bus sekolah biar semua bisa sekolah di tempat ini sebab muridnya masih kurang. Kalau bisa juga ditambah dengan asrama," ujarnya.

close
Pasang Iklan Disini