Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) memastikan bahwa program beasiswa untuk mahasiswa tetap berjalan di tahun 2026 ini.
Bahkan kuota tahun ini, mengalami peningkatan.
Kepala Dispendikbud Kabupaten Madiun, Agus Sucipto menegaskan, meski saat ini sedang dilakukan efisiensi di berbagai lini anggaran, sektor pelayanan masyarakat, khususnya hak atas pendidikan, tidak akan terganggu.
Kata Agus, jumlah penerima beasiswa tahun 2026 ini ditambah sebanyak 30 kuota.
Dari yang sebelumnya dialokasikan untuk 150 mahasiswa, kini menjadi 180 mahasiswa.
Setiap penerima beasiswa akan mendapatkan alokasi dana sebesar Rp10 juta per orang.
"Untuk hak masyarakat tidak akan kami ganggu gugat. Justru tahun ini kuotanya kami tambah dari 150 menjadi 180 orang," ujar Agus Sucipto.
Saat ini, pihak dinas tengah melakukan tahap inventarisasi data. Prioritas utama penerima beasiswa adalah masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2, yakni kelompok masyarakat yang paling membutuhkan bantuan finansial agar proses pendidikan mereka dapat berjalan tanpa hambatan biaya.
Untuk menjaga akuntabilitas dan ketepatan sasaran, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) guna memvalidasi data calon penerima.
Pendaftaran rencananya akan dibuka secara resmi pada Juli mendatang. Informasi ini juga terus disosialisasikan kepada masyarakat melalui program "Satu Hari di Desa" bersama Tim KOBER (Komunikasi Bersahaja).
"Insya Allah pendaftaran dibuka bulan Juli. Nanti akan kami luncurkan secara resmi dan terbuka untuk umum," tambah Agus.
Program beasiswa ini tidak membatasi pilihan program studi mahasiswa. Pemerintah Kabupaten Madiun membebaskan para mahasiswa untuk memilih jalur pendidikan sesuai minat dan keinginan mereka, baik itu pendidikan keguruan, teknik, kesehatan, maupun bidang lainnya.
Goal atau tujuan utama dari program ini adalah peningkatan kompetensi individu agar generasi muda Kabupaten Madiun memiliki bekal yang kuat untuk bertahan hidup (survive) dan bersaing di masa depan.
"Harapan kami, masyarakat dapat meningkatkan kompetensinya. Yang terpenting, mereka memiliki bekal untuk survive di masa depan," pungkasnya.(ir)

.jpeg)











