Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Madiun terus memantau efektivitas kebijakan Bekerja dari Rumah atau Work From Home (WFH) yang telah memasuki minggu kedua.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyatakan bahwa evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan untuk melihat dampak nyata kebijakan tersebut terhadap kinerja ASN dan efisiensi anggaran.
Menurut Hari Wuryanto, hasil dari penerapan WFH tidak bisa dilihat secara instan.
Diperlukan beberapa siklus kerja agar data yang dihasilkan lebih akurat sebelum dipaparkan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) mendatang.
"Evaluasinya akan kita lihat pertama dari kinerja pada saat Rapim berikutnya. Kalau saat ini belum bisa, harus beberapa kali siklus baru terlihat hasilnya. Apakah betul-betul bisa efisiensi di bidang energi, termasuk bahan bakar," ujar Bupati Madiun.
Selain kebijakan WFH, Pemkab Madiun tengah menggodok perencanaan strategis untuk melakukan penataan ulang penugasan tenaga pendidik dan pegawai.
Rencananya, para guru akan didekatkan lokasinya dengan tempat tinggal masing-masing.
Langkah ini diambil sebagai upaya jangka panjang dalam menekan konsumsi bahan bakar dan meningkatkan kesejahteraan pegawai dari sisi efisiensi waktu serta biaya transportasi.
"Insyaallah guru-guru dan tenaga kita akan ditugaskan dekat dengan rumahnya. Yang penting tetap operasional dan tidak melanggar regulasi," tegasnya.
Bupati Hari Wuryanto juga memberikan simulasi sederhana mengenai dampak ekonomi dari kebijakan pendekatan lokasi tugas ini. Menurutnya, angka penghematan yang dihasilkan bisa sangat signifikan jika diterapkan secara massal.
Jika jumlah guru 2.000 orang, akan menghemat BBM 1 liter per orang perhari. Sehingga bisa menghemat 2.000 liter per hari. Sehingga dalam satu bulan, bisa menghemat 60.000 liter per bulan.
"Itu sangat luar biasa," tambahnya.
Dengan kebijakan ini, Pemkab Madiun berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih efektif sekaligus berkontribusi positif pada pengurangan emisi dan penghematan energi di wilayah Kabupaten Madiun.(ir)












