Iki Radio – Sebuah tonggak sejarah baru ditorehkan oleh persyarikatan Muhammadiyah di bidang pendidikan tinggi.
![]() |
| Gedung UMMAD, Jalan Panjaitan Kota Madiun |
Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) kini telah resmi bertransformasi dan berganti nama menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT).
Kepastian perubahan identitas ini disambut hangat oleh keluarga besar Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, dr. Sukadiono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, atas terbitnya Surat Keputusan (SK) perubahan nama tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri atas terbitnya SK perubahan nama ini. Sekarang sudah resmi, namanya menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur,” ujar dr. Sukadiono saat menerima kunjungan silaturahmi Menteri Brian Yuliarto di Kantor PWM Jatim, Sabtu (9/5/2026).
Perubahan besar ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 480/B/0/2026 yang dirilis pada 4 Mei 2026. Langkah ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan momentum penguatan eksistensi akademik.
Saat ini, UMJT mengelola 13 program studi strategis yang terbagi dalam tiga rumpun utama. Diantaranya Rumpun Kesehatan dan Sains yang mencakup Administrasi Kesehatan, Ilmu Aktuaria, Ilmu Lingkungan, Kebidanan (D3), dan Biokewirausahaan.
Rumpun Teknologi, meliputi Informatika dan Sistem Informasi.
Rumpun Sosial dan Humaniora yang meliputi Ilmu Komunikasi, Psikologi, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Hukum, Manajemen, dan PGSD.
![]() |
| Ketua PWM Jatim, Sukadiono (batik hitam) memberikan beberapa buku pada Mendiktisaintek, Prof. Brian Yuliarto. |
Rektor UMJT, Prof. Dr. Sofyan Anif, menegaskan bahwa perubahan nama ini adalah bagian krusial dari strategi revitalisasi institusi.
Menurutnya, transformasi ini menyentuh dua aspek fundamental, yaitu mikro dan makro.
“Secara mikro, kami telah membenahi sarana penunjang pembelajaran untuk memastikan kualitas pendidikan terbaik. Di tingkat makro, kami berhasil menggandakan jumlah program studi dari semula 6 menjadi 13 melalui mekanisme hibah penyatuan,” jelas Prof. Sofyan.
Ia menambahkan bahwa dengan identitas baru ini, UMJT berkomitmen penuh untuk menjadi bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang unggul dan berkemajuan di tingkat nasional.
Proses panjang menuju UMJT dimulai sejak Mei 2024 melalui program Hibah Akselerasi Program Penggabungan/Penyatuan Perguruan Tinggi Swasta (APPP-PTS) dari Ditjen Diktiristek.
Hibah ini menjadi katalisator utama yang memungkinkan penyatuan UMMAD dengan Politeknik Seni Yogyakarta.
Langkah berani ini mendapat dukungan penuh dari seluruh tingkatan organisasi, mulai dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), PWM Jatim, hingga Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Dengan nama baru ini, UMJT kini bersiap melangkah lebih jauh dalam mencetak generasi unggul yang siap berkontribusi bagi Jawa Timur dan Indonesia.(ir)













