Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Kementerian PU Tuntaskan 51,56 Km Jalur Pansela di Tulungagung

Iki Radio - Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) berhasil menyelesaikan seluruh ruas Jalur Pantai Selatan (Pansela) atau Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, sepanjang 51,56 kilometer (km).

Salah satu ruas Jalur Pantai Selatan (Pansela) atau Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. (Foto: Humas Kemen PU)


Pekerjaan pamungkas pada ruas Brumbun–Sine Lot 1A sepanjang 9,53 km dan Lot 1B sepanjang 3,88 km rampung pada akhir Mei 2026, setelah sebelumnya sempat menghadapi tantangan teknis berupa penanganan longsor di beberapa titik.

Dengan selesainya ruas Brumbun–Sine, Tulungagung kini menjadi kabupaten kedua di Jawa Timur yang seluruh jalur Pansela-nya telah tersambung penuh setelah Kabupaten Pacitan. Ruas ini membentang dan terhubung dari perbatasan Kabupaten Trenggalek di sisi barat hingga Kabupaten Blitar di sisi timur.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa pembangunan Pansela merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan konektivitas, sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan Pulau Jawa.

"Pansela diharapkan menjadi jalur alternatif perjalanan masyarakat untuk mengurangi kepadatan di Jalur Pantura maupun Tol Trans Jawa. Di saat yang sama, keberadaan jalan ini juga membuka akses menuju kawasan wisata dan sentra ekonomi masyarakat pesisir," ujar Menteri Dody dalam keterangan resminya, Kamis (11/6/2026).

Terhubungnya Pansela di koridor Tulungagung secara langsung mempermudah akses wisatawan menuju berbagai destinasi pesisir unggulan. Beberapa di antaranya adalah Pantai Sine yang terkenal dengan panorama teluk dan aktivitas nelayannya, Pantai Dlodo, Pantai Gemah, Pantai Brumbun, hingga objek wisata alam Kedung Tumpang.

Sebagai informasi, JLS di Provinsi Jawa Timur dikenal memiliki bentang alam yang eksotis, mulai dari perbukitan, tebing karst, hingga panorama langsung ke Samudra Hindia. Secara keseluruhan, koridor Pansela di Jawa Timur memanjang dari ruas Panggul, Sendangbiru, Jarit, Puger, hingga Glenmore dengan total panjang mencapai 628,39 km.

Secara nasional, Kementerian PU terus memacu pembangunan Jalan Pansela Jawa yang ditargetkan tersambung sepanjang lebih dari 1.500 km melintasi lima provinsi, mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Aksesibilitas yang semakin prima ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan serta menghidupkan usaha masyarakat lokal di sektor kuliner, jasa wisata, perdagangan, dan perikanan.

Dekranas Bangun Ekosistem Informasi Terpadu bagi Perajin Indonesia

Iki Radio - Di era ketika informasi bergerak lebih cepat daripada produk yang dipasarkan, kualitas komunikasi menjadi faktor penting dalam menentukan daya jangkau sebuah organisasi. Menyadari hal itu, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mulai memperkuat tata kelola komunikasi digital melalui standardisasi pembuatan konten hingga penguatan platform informasi resmi terpadu.

Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian saat membuka Sosialisasi Standardisasi Pembuatan Konten Dekranas di Rumah Kriya Asri, Kamis (11/6/2026) 


Langkah tersebut menjadi salah satu strategi Dekranas untuk memperluas promosi produk kerajinan Indonesia sekaligus memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik memiliki kualitas, akurasi, dan standar yang seragam.

Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian mengatakan media sosial dan platform digital kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena itu, organisasi yang ingin menjangkau publik secara luas harus mampu menghadirkan informasi yang kredibel, menarik, dan mudah dipahami.

“Tidak ada satu orang pun saat ini yang tidak memanfaatkan perangkat digital untuk memperoleh informasi. Karena itu publikasi melalui media sosial menjadi sangat penting untuk memperkenalkan berbagai kegiatan dan program Dekranas,” ujar Tri saat membuka Sosialisasi Standardisasi Pembuatan Konten Dekranas di Rumah Kriya Asri, Kamis (11/6/2026).

Menurut Tri, peran media saat ini semakin strategis dalam membentuk opini publik dan menjadi sarana kontrol sosial. Di tengah melimpahnya informasi dari berbagai kanal digital, organisasi dituntut mampu menyampaikan informasi yang berbasis data dan memiliki standar komunikasi yang jelas.

Ia menilai standardisasi konten menjadi kebutuhan mendesak karena selama ini masih terdapat perbedaan kualitas dokumentasi dan penyajian informasi dari berbagai bidang maupun mitra Dekranas.

“Kadang yang diterima hanya foto tanpa keterangan yang memadai. Bahkan ada dokumentasi yang belum menggambarkan substansi kegiatan secara utuh. Padahal publik membutuhkan informasi yang lengkap dan mudah dipahami,” katanya.

Melalui standardisasi tersebut, setiap bidang di lingkungan Dekranas diharapkan memiliki pedoman yang sama dalam menyiapkan berita, foto, video, maupun materi publikasi lainnya. Dengan demikian proses penyebarluasan informasi dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan profesional.

Selain memperkuat kualitas konten, Dekranas juga tengah mempercepat transformasi digital melalui pengembangan website resmi yang lebih modern dan terintegrasi. Platform tersebut diharapkan menjadi pusat informasi mengenai program kerja, kegiatan, serta promosi produk kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia.

Tri menilai keberadaan website dan media sosial yang dikelola secara profesional akan memperkuat peran Dekranas sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pengembangan sektor kerajinan nasional.

Menurutnya, Dekranas memiliki posisi penting untuk menghubungkan berbagai program kementerian dan lembaga dengan para perajin di seluruh daerah. Melalui komunikasi yang lebih terstruktur, berbagai program pembinaan, pendampingan, maupun promosi produk kerajinan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha.

“Kita harus memanfaatkan ruang digital untuk menyebarluaskan informasi mengenai program dan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan kerajinan. Dengan begitu semakin banyak perajin yang dapat memperoleh manfaat dari berbagai program pemerintah,” ujarnya.

Ia juga mendorong seluruh pengurus dan mitra Dekranas untuk aktif berbagi informasi terkait program yang berpotensi mendukung pengembangan kerajinan nasional. Sinergi tersebut dinilai penting mengingat Dekranas bekerja bersama berbagai kementerian dan lembaga dalam memperluas pembinaan terhadap pelaku usaha kerajinan.

Melalui penguatan standar konten, pengembangan website, serta optimalisasi media sosial, Dekranas berharap promosi kriya dan wastra Indonesia dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat daya saing produk kerajinan nasional di pasar domestik maupun global.

“Semoga Dekranas terus maju dan semakin berperan dalam membantu pemerintah memajukan kerajinan nasional,” kata Tri.

Ancaman Siber Berbasis AI Meningkat, Literasi Digital Jadi Benteng Pertahanan Utama

Iki Radio - Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) menghadirkan peluang besar untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi di berbagai sektor. 

Alexander Sabar dalam diskusi publik bertema Komunikasi Digital dan Etika AI: Tantangan Menghadapi Ancaman Siber di Universitas Jayabaya, Jakarta.


Namun, di balik manfaat tersebut, muncul tantangan baru berupa ancaman siber yang semakin kompleks, mulai dari penyebaran disinformasi, konten deepfake, hingga berbagai bentuk kejahatan digital yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan keamanan negara.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Dirjen Wasdigi Kemkomdigi), Alexander Sabar, mengatakan, ruang digital kini telah menjadi ruang publik utama masyarakat Indonesia. Karena itu, keamanan dan tata kelola ruang digital menjadi isu strategis yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

“Jika pada abad ke-20 ruang publik utama ada di alun-alun dan ruang fisik lainnya, maka pada abad ke-21 ruang publik terbesar di Indonesia ada pada ruang digital,” ujar Alexander Sabar dalam diskusi publik bertema Komunikasi Digital dan Etika AI: Tantangan Menghadapi Ancaman Siber di Universitas Jayabaya, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, pemanfaatan AI harus dibarengi dengan kesiapan masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko yang muncul. Teknologi yang dirancang untuk membantu aktivitas manusia juga dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan, manipulasi informasi, maupun serangan siber.

Karena itu, Alexander menekankan pentingnya membangun keseimbangan antara tiga fondasi utama keamanan digital, yaitu manusia (people), tata kelola (process), dan teknologi (technology).

“Insiden keamanan siber terjadi bukan karena lemahnya teknologi tapi karena manusia. Teknologi hanya alat, efektivitas ditentukan oleh manusia dan tata kelolanya,” katanya.

Ia menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang. Kesadaran masyarakat untuk memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya juga menjadi langkah sederhana namun penting untuk mencegah meluasnya disinformasi di ruang digital.

“Verifikasi sebelum amplifikasi,” tegasnya.

Pandangan serupa disampaikan pakar hukum teknologi informasi Universitas Indonesia, Edmon Makarim. Menurutnya, penggunaan AI dalam berbagai sektor, termasuk pemerintahan, perlu didukung regulasi dan tata kelola yang memadai agar risiko penyalahgunaan dapat diminimalkan.

“Untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya risiko diperlukan aturan-aturan teknis. Sesungguhnya hukum yang baru bukan yang baru, tetapi terangkai dari sistem hukum yang telah ada,” jelas Edmon.

Ia menilai pengembangan AI tidak selalu memerlukan undang-undang baru, melainkan dapat dilakukan melalui optimalisasi kerangka hukum yang telah tersedia dengan penyesuaian terhadap perkembangan teknologi.

Sementara itu, Ketua Lembaga Manajemen Humaniora (LMH) Universitas Jayabaya Yulia Muslim Taher menyoroti pentingnya edukasi AI di lingkungan pendidikan. Menurutnya, pemahaman yang memadai diperlukan agar teknologi tersebut digunakan secara bertanggung jawab dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

“Edukasi sosialisasi penggunaan AI untuk mahasiswa ataupun masyarakat diperlukan agar tidak terjadi lagi impact buruk yang terjadi di masyarakat dan mahasiswa,” ujarnya.

Yulia mengingatkan bahwa AI kerap dimanfaatkan untuk memanipulasi data maupun menciptakan informasi menyesatkan yang berpotensi memengaruhi opini publik.

“Memang harus kitanya yang lebih bijak untuk menggunakan,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Jayabaya Laila Indriyanti Fitria menilai ruang digital kini juga menjadi salah satu arena yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan ekstremisme dan terorisme.

Menurutnya, penyalahgunaan teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk penyebaran ideologi kekerasan, propaganda, hingga pendanaan aktivitas ilegal melalui berbagai platform daring.

“Edukasi terkait ruang digital dan AI menjadi penting, dimulai dari akademisi yang diharapkan mampu menjadi agent of change,” ujar Laila.

Di tengah percepatan transformasi digital nasional, penguatan literasi digital, etika penggunaan AI, dan kesadaran keamanan siber dinilai menjadi fondasi penting agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus meminimalkan risiko yang menyertainya. 

Dengan demikian, AI tidak hanya menjadi alat peningkatan produktivitas, tetapi juga mampu mendukung terciptanya ruang digital yang aman, sehat, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Puncak Musim Kemarau 2026 Diprediksi Terjadi Juli-Agustus

Iki Radio - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim kemarau mulai Juli-Agustus 2026. Selain itu, durasi musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal, sejalan dengan meningkatnya peluang terjadinya fenomena El Nino.

Pimpinan BMKG dalam konferensi pers pemaparan perkembangan musim kemarau 2026 di Jakarta, Rabu (10/6/2026).


Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan bahwa puncak musim kemarau 2026 akan terjadi secara bertahap mulai Juli hingga September di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian besar wilayah Indonesia kita prediksikan akan mengalami puncak musim kemarau pada Juli 2026, yaitu sebanyak 83 zona musim, yang mencakup 12,26 persen luas daratan wilayah Indonesia.

"Pada Agustus, mayoritas sebanyak 369 zona musim, atau 48,84 persen dari luas daratan Indonesia. Dan September, yaitu sebanyak 169 zona musim, yang mencakup 25,41 persen luas daratan wilayah Indonesia," ujar Ardhasena dalam konferensi pers pemaparan perkembangan musim kemarau 2026 di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan, wilayah yang diprediksi mencapai puncak musim kemarau pada Juli meliputi sebagian Sumatra, sebagian kecil Kalimantan, sebagian kecil Jawa, Nusa Tenggara Timur bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian kecil Maluku, Papua Barat Daya bagian selatan, Papua Barat bagian tengah, serta Papua bagian timur.

Sementara itu, wilayah yang diperkirakan mengalami puncak kemarau pada Agustus mencakup Sumatra bagian tengah, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, dan Maluku Utara.

Adapun puncak musim kemarau pada September diprediksi terjadi di sebagian Kepulauan Bangka Belitung, sebagian besar Sumatra Selatan, Lampung, sebagian kecil Jawa, sebagian besar Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian selatan, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku, serta wilayah Pegunungan Tengah Papua.

Selain waktu puncak kemarau, BMKG juga memprakirakan durasi musim kemarau 2026 cenderung lebih panjang dibandingkan kondisi klimatologis normal. "Durasi musim kemarau 2026 ini kita prediksi lebih panjang, jadi masih konsisten dengan informasi yang kami sampaikan pada Maret yang lalu, yaitu sebanyak 437 zona musim yang mencakup 48,77 persen luas daratan wilayah Indonesia," kata Ardhasena.

BMKG mencatat sebanyak 70 zona musim atau 8,32 persen luas daratan Indonesia diprediksi memiliki durasi musim kemarau yang sama dengan kondisi normal. Sementara itu, hanya 79 zona musim atau sekitar 9,23 persen wilayah Indonesia yang diperkirakan mengalami musim kemarau lebih singkat.

Secara umum, BMKG menyimpulkan bahwa awal musim kemarau 2026 di Indonesia cenderung datang lebih awal dibandingkan rata-rata klimatologis. Curah hujan selama periode kemarau juga diprediksi berada pada kategori bawah normal atau lebih kering dari biasanya.

"Puncak musim kemarau diprediksi sebagian besar terjadi pada Agustus. Durasi musim kemarau diprediksi lebih panjang dari normal. Sehingga secara total kita melihat konsistensi pesan yang telah kami sampaikan sama dengan prediksi yang kami sampaikan pada Maret yang lalu," ungkapnya.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG memberikan sejumlah rekomendasi kepada kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, institusi terkait, serta masyarakat untuk melakukan langkah antisipatif sejak dini.

Di sektor pangan, BMKG menyarankan penyesuaian jadwal tanam dengan memilih varietas tanaman yang membutuhkan lebih sedikit air, lebih tahan terhadap kekeringan, serta memiliki siklus tanam yang lebih pendek. Untuk sektor sumber daya air, pemerintah daerah didorong melakukan revitalisasi waduk, memperbaiki jaringan distribusi air, dan memastikan ketersediaan air bagi kebutuhan masyarakat.

Pada sektor energi, BMKG mengingatkan pentingnya menjaga kapasitas air bendungan guna mendukung operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Sementara itu, pada sektor lingkungan dan kesehatan, diperlukan mekanisme respons cepat untuk mengantisipasi penurunan kualitas udara akibat meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan. BMKG juga menekankan perlunya kesiapsiagaan pada sektor kehutanan dan kebencanaan terhadap risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

Di sisi lain, kondisi musim kemarau juga dinilai dapat dimanfaatkan oleh sektor tertentu. BMKG menyebut sektor perikanan dan tambak garam berpotensi memperoleh manfaat melalui pemanfaatan fenomena upwelling yang dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan serta mendukung produktivitas garam.

BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan informasi pemutakhiran prediksi musim kemarau 2026 sebagai dasar penyusunan aksi dini sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

"BMKG juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa merujuk pada saluran resmi BMKG dalam memperoleh informasi cuaca, iklim, gempa bumi sehingga dapat memanfaatkan informasi yang relevan dan tepat untuk bisa digunakan dalam aktivitas keseharian," tutup Ardhasena.

 

Prabowo Lantik Kepala BGN Baru dan Stafsus Presiden di Istana Negara

Iki Radio – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6/2026). Selain Kepala BGN, Presiden juga melantik dua Wakil Kepala BGN baru serta Said Iqbal sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.

Pelantikan Nanik S. Deyang—yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN—dilakukan untuk menggantikan Dadan Hindayana. Dadan bersama dua Wakil Kepala BGN terdahulu, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, resmi dicopot setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain Kepala BGN, Presiden Prabowo melantik jajaran pimpinan baru BGN, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono (telah mengajukan pensiun dini dari TNI) sebagai Wakil Kepala BGN.

Pengangkatan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BGN, serta Pemberhentian Wakil Kepala BPKP.

Dalam upacara yang sama, Presiden Prabowo juga mengambil sumpah jabatan Said Iqbal sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.

Posisi ini diberikan setelah melalui pertimbangan matang. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya sempat mengonfirmasi pada Kamis (4/6/2026) bahwa pemerintah memang mencari posisi yang tepat untuk Said Iqbal guna mengakomodasi rekam jejak perjuangannya di bidang buruh dan ketenagakerjaan.

Prosesi pelantikan dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, diikuti dengan penandatanganan berita acara upacara pelantikan.

"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," ucap para pejabat baru secara serempak di Istana Negara.

Presiden Tinjau Program Sekolah Rakyat di Bali, Pastikan Akses Pendidikan Merata

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan program Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Minggu (7/6/2026).

Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan program Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Minggu (7/6/2026). 


Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pemantauan program prioritas pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang rentan putus sekolah.

Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 11.42 WITA dan disambut antusias oleh para siswa serta masyarakat yang telah menunggu di lingkungan sekolah.

Saat kendaraan yang membawa Presiden memasuki area sekolah, para pelajar menyambut dengan nyanyian dan seruan selamat datang.  “Selamat datang Bapak Presiden Prabowo!” seru para siswa secara bersamaan.

Suasana penyambutan semakin semarak dengan penampilan Tari Kecak yang dibawakan para siswa SRMP 17 Tabanan. Pertunjukan seni khas Bali tersebut ditampilkan sebagai bentuk penghormatan atas kunjungan Presiden.

Usai menyaksikan pertunjukan, Prabowo menyempatkan diri menyapa dan berjabat tangan dengan para siswa. Presiden juga berbincang singkat dengan sejumlah pelajar sebelum melanjutkan peninjauan fasilitas dan proses pembelajaran di sekolah tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program yang digagas untuk menjangkau anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan secara optimal. 

“Sekolah Rakyat ini merupakan arahan langsung Bapak Presiden. Tidak ada pendaftaran berbayar, tidak boleh ada titipan. Kita menjangkau anak-anak yang selama ini belum tersentuh layanan pendidikan,” ujarnya.

Menurut Saifullah, program tersebut dirancang untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan, terutama mereka yang berasal dari kelompok rentan dan berisiko putus sekolah.

Pemerintah terus memperluas pelaksanaan Sekolah Rakyat di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemerataan layanan pendidikan dan memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Pesan Presiden ke Siswa Sekolah Rakyat: Kamu Harus Angkat Derajat Orang Tuamu

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto mengajak para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17,  Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, untuk terus belajar, menghormati orang tua dan guru, serta tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.

Presiden Prabowo Subianto mengajak para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17,  Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, untuk terus belajar, menghormati orang tua dan guru, serta tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.

Pesan tersebut disampaikan Presiden saat berdialog dengan siswa, orang tua, dan tenaga pendidik dalam kunjungannya ke SRMP 17 Tabanan, Minggu (7/6/2026).

Presiden Prabowo menekankan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter, kedisiplinan, dan sikap hormat kepada orang tua serta guru. 

"Patuh sama guru ya. Selalu cintai orang tuamu. Orang tuamu bekerja keras untuk kamu. Apapun pekerjaannya adalah sangat mulia. Kamu nanti harus angkat derajat orang tuamu. Kamu harapan orang tuamu," ujar Prabowo.

Presiden juga mengingatkan para siswa untuk menjaga hubungan baik dengan sesama, menjauhi sikap iri dan kebiasaan merendahkan orang lain.  

"Belajar, belajar, belajar yang baik. Hormati guru, cintai orang tua. Selalu rukun sama kawan. Selalu baik sama orang lain. Sopan santun," katanya.

Menurut Prabowo, sikap saling menghormati dan hidup rukun menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam kehidupan.  

"Jangan sekali-sekali jelek-jelekin orang. Jangan benci orang lain. Hidup dengan baik, rukun. Itu kunci dari keberhasilan," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memberikan motivasi kepada seorang siswa yang mengaku pernah menjadi sasaran ejekan. Ia menegaskan bahwa setiap orang, termasuk dirinya sebagai Presiden, pernah mengalami perlakuan serupa.  

"Kamu dulu diejek, enggak apa-apa. Jangankan kamu, saya pun sering diejek sampai sekarang. Presiden pun sering diejek. Enggak apa-apa, yang penting hati kita baik. Kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun. Semakin dihina, semakin kau teguh. Semakin berani, semakin sopan. Jangan kecil hati," ujarnya.

Kepala Negara menambahkan, banyak tokoh sukses berasal dari keluarga sederhana dan mampu mengubah nasib karena tidak menyerah pada keadaan.  

"Terima kasih. Kamu nanti akan berhasil. Banyak orang yang berhasil datang dari keluarga yang sangat miskin. Banyak sekali. Tapi anaknya tidak mau menyerah. Anaknya tidak mau putus asa. Anaknya selalu gembira. Di tengah kesulitan, cari yang baik. Pasti akan ada kebaikan yang datang," katanya.

Di akhir kunjungan, Presiden mengingatkan seluruh unsur sekolah untuk menjalankan peran masing-masing dengan baik demi mendukung masa depan generasi muda Indonesia.  

"Kepala sekolah, jalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Anak didik, gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Teliti, rajin, disiplin, berbuat yang terbaik," pesan Prabowo. 

close
Pasang Iklan Disini