Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Legend. Show all posts
Showing posts with label Legend. Show all posts

Unggah Foto Tanpa Filter Era 80-an, Aktris Senior Gladys Suwandhi Obati Kerinduan Penggemar

Iki Radio — Nama Gladys Suwandhi tentu tak asing bagi masyarakat yang tumbuh pada era 1980-an. Wajahnya yang dulu kerap menghiasi layar lebar, sinetron, hingga sampul majalah nasional kini kembali mencuri perhatian publik setelah mengunggah foto jadul di media sosial.

Lewat akun Instagram pribadinya, artis yang lahir pada 19 Desember 1969 ini meramaikan tren foto retro 80-an. Berbeda dengan warganet yang memanfaatkan aplikasi atau filter digital, Gladys membagikan potret asli dirinya saat era tersebut berlangsung.

"Ikutan ah 80's trend. Tapi nga pake app yaahh.. no filter, no edit, memang style rambutnya begini dari sananya," tulis Gladys pada unggahannya, Jumat (11/9/2026).

Potret tersebut memperlihatkan gaya khas era 80-an dengan tatanan rambut bervolume. Gladys menyebut penampilan itu membawa ingatan pada masa-masa penuh kesenangan.

"Jadi kalau kelihatan a little too 80's ya memang zamannya begitu. Back to era when big hair was a thing and everything felt a little more fun," lanjutnya.

Gladys Suwandhi mengawali kepopulerannya lewat film Yang Masih di Bawah Umur (1985) karya sutradara Yazman Yazid, beradu akting dengan Rano Karno, Gusti Randa, Dina Mariana, dan Maria Oentoe. Ia kemudian kembali membintangi film Pernikahan Dini (1987) bersama Mathias Muchus dan Mieke Wijaya.

Tak hanya di layar lebar, Gladys juga membintangi sinetron Suara-suara Minor (1988) dan serial populer Pondokan di TVRI. Memasuki era televisi swasta, ia dipercaya menjadi presenter acara musik Rocket di RCTI pada periode 1990–1992.

Di panggung musik, Gladys membentuk grup Trio Glamendys bersama Mega Selvia dan Nindy Ellesse yang merilis sejumlah hits seperti Kekasih dan Cukur Dulu Kumismu. Ia juga sempat bersolo karier dengan merilis album Terlalu pada 1989.

Saat ini, Gladys menjalani kehidupan sebagai seorang istri dan ibu. Di luar kesibukan keluarga, ia aktif membagikan konten memasak, hobi bepergian, serta mengelola bisnis perhiasan handmade. Kemunculannya lewat unggahan foto klasik ini berhasil mengobati kerinduan penggemar akan sosoknya di industri hiburan tanah air.

 

Cerita Wayang Mbangun Taman Maerokoco, Ini Ringkasan dan Makna Filosofisnya

Iki Radio - HUT ke 40 Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL), dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit, bertempat di kediaman mantan Panglima TNI Laksamana (purn) Yudo Margono, di Desa Garon, Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun, Sabtu (29/8/2026).

Pagelaran wayang kulit ini menampilkan lakon "Mbangun Taman Maerokoco" oleh dalang Ki Sigit Aryanto.


Berikut ringkasan cerita lakon "Mbangun Taman Maerokoco".

Dikisahkan, Istana Kerajaan Panchala mendadak gempar setelah Prabu Drupada resmi mengumumkan dibukanya sayembara Mbangun Taman Maerokoco. Langkah ini diambil demi memulihkan keindahan taman istana yang rusak porak-poranda akibat serangan musuh, sekaligus menjaring kesatria terbaik untuk menyunting putrinya, Dewi Srikandi.

Persyaratan utama yang diajukan dalam sayembara ini terbilang mustahil: peserta wajib membangun dan merestorasi kembali seluruh kemegahan Taman Maerokoco hanya dalam waktu satu malam.

Sejumlah tokoh dan kesatria ternama melangkah ke arena persaingan, termasuk mahaguru Resi Drona. Namun, perhatian publik tertuju pada sososk misterius bernama Tumenggung Cakranegara. Usut punya usut, sosok tersebut merupakan penyamaran dari Raden Arjuna, kesatria Penengah Pandawa yang sengaja menyembunyikan identitas aslinya.

Persaingan berlangsung sengit saat malam mulai merayap. Mengandalkan kesaktian, ketekunan, serta restu dari para dewa, Tumenggung Cakranegara berhasil merangkai kembali bangunan taman, menata pepohonan, hingga mengalirkan air jernih di kanal-kanal Taman Maerokoco tepat sebelum fajar menyingsing.

Dengan tuntasnya pembangunan tersebut, Prabu Drupada secara resmi menetapkan Raden Arjuna (Tumenggung Cakranegara) sebagai pemenang tunggal sayembara. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri masa keprihatinan Kerajaan Panchala dan meresmikan hubungan antara Arjuna dengan Dewi Srikandi.

Cerita ini menggambarkan keteguhan niat, kesungguhan, serta pembuktian kesetiaan dan kesaktian dalam mengatasi hal yang tampak mustahil.


Makna dan Nilai Filosofis

Ketekunan dan Kerja Keras: Menyelesaikan pekerjaan besar dalam waktu singkat (semalam) menggambarkan bahwa rintangan seberat apa pun dapat diselesaikan jika dikerjakan dengan tekad kuat, fokus, dan sarana yang tepat.

Tanggung Jawab Moral: Usaha membangun taman melambangkan upaya memulihkan keindahan, keharmonisan, serta tatanan hidup yang sempat rusak oleh konflik atau amarah (kehancuran).

Simbol Kesucian dan Keindahan: Taman Maerokoco sering dimaknai sebagai lambang batin yang suci, tempat ketenangan jiwa yang harus dijaga dan dirawat agar tidak dirusak oleh hawa nafsu atau niat buruk.

MENELUSURI JEJAK SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KABUPATEN MADIUN: DARI PURABAYA HINGGA MENJADI JALUR STRATEGIS JAWA TIMUR

Iki Radio – Kabupaten Madiun menyimpan rekam jejak sejarah yang panjang dan kaya. Berawal dari masa Kesultanan Demak, wilayah ini secara yuridis formal resmi berdiri pada hari Kamis Kliwon, 18 Juli 1568 (atau Jumat Legi, 15 Suro 1487 Be dalam penanggalan Jawa Islam). 

Momentum ini ditandai dengan dilantiknya putra bungsu Sultan Trenggono, Pangeran Timoer, sebagai Bupati pertama di wilayah yang saat itu masih bernama Kadipaten Purabaya, menggantikan masa pengawasan Kyai Rekso Gati.

Kisah Heroik Raden Ayu Retno Dumilah dan Asal-usul Nama Madiun

Seiring berjalannya waktu, pusat pemerintahan Purabaya dipindahkan dari desa Sogaten ke desa Wonorejo (Kuncen) pada tahun 1575. Sejarah mencatat babak dramatis ketika kekuasaan diserahkan kepada putri Pangeran Timoer, yaitu Raden Ayu Retno Dumilah pada tahun 1686. Sebagai senopati perang yang tangguh, ia memimpin prajurit Mancanegara Timur dan berhasil memukul mundur serangan Mataram pada tahun 1586 dan 1587.

Namun, pada tahun 1590, Mataram kembali menyerang taktik berpura-pura takluk. Dalam pertempuran sengit di sekitar sendang dekat istana Wonorejo, Sutawidjaja berhasil merebut pusaka Tundung Madiun. Melalui bujuk rayu, Raden Ayu Retno Dumilah akhirnya dipersunting oleh Sutawidjaja dan diboyong ke istana Mataram di Plered, Yogyakarta.

Untuk memperingati penguasaan Mataram atas Purabaya, pada hari Jumat Legi, 16 November 1590 Masehi, nama "Purabaya" resmi diganti menjadi "Madiun".

Dinamika Perpindahan Ibu Kota dan Sakralnya Boyongan ke Mejayan

Berdasarkan alasan kosmologis Jawa, pusat pemerintahan Kabupaten Madiun tercatat telah berpindah berkali-kali. Beberapa daerah yang pernah menjadi pusat pemerintahan antara lain Sogaten, Kuncen (Wonorejo), Demangan (Wonosari), Kranggan, Maospati (Magetan), Pangongangan (Kota Madiun), Mejayan (Caruban).

Perpindahan terakhir terjadi pada 27 Agustus 2014, di mana Pemerintahan Kabupaten Madiun melakukan boyongan simbolis dari Pangongangan (yang sudah bertahan selama 190 tahun sejak masa Bupati Ronggo Prawirodiningrat tahun 1820) menuju ke Mejayan (Caruban).

Prosesi ini berlangsung sakral melalui kirab budaya yang mengusung tema Kadipaten Madiun masa lampau, melibatkan 36 kereta kencana dan 25 pasukan berkuda. Prosesi diawali penyerahan pataka Kabupaten Madiun serta tombak Pusaka Kyai Balabar oleh tiga mantan bupati kepada Bupati Madiun saat itu, Muhtarom. Kini, legalitas Caruban sebagai ibu kota diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2019.

Potensi Daerah, Seni Budaya, dan Konektivitas Infrastruktur

Saat ini, Kabupaten Madiun yang terdiri atas 15 kecamatan (198 desa dan 8 kelurahan) tumbuh menjadi wilayah yang maju dengan masyarakatnya yang lekat menggunakan Bahasa Jawa Dialek Madiun. 

Di sektor pendidikan, kabupaten ini telah memiliki perguruan tinggi seperti Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun dan Universitas Sebelas Maret Kampus Madiun.

Kekayaan Seni dan Budaya

Kabupaten Madiun sangat terkenal dengan pelestarian budayanya, di antaranya:

Kesenian Dongkrek: Seni pertunjukan komunal berupa tari-tarian dan arak-arakan (pawai) yang dimainkan oleh delapan orang atau lebih.

Pencak Silat: Kampung halaman bagi berbagai perguruan silat besar.

Reog Ponorogo: Seni tari topeng kepala singa berhias bulu merak yang juga menjadi bagian dari kekhasan Madiun karena letak geografisnya yang berdekatan dengan Ponorogo.

Akses Transportasi yang Strategis

Secara geografis, Kabupaten Madiun berada di posisi yang sangat strategis karena dilintasi jalur utama Surabaya-Yogyakarta melalui Jalan Nasional Rute 17 dan Rute 32. Wilayah ini juga didukung oleh akses Jalan Tol Ngawi–Kertosono dengan keberadaan Gerbang Tol Madiun dan Gerbang Tol Caruban.

Untuk transportasi publik, pergerakan masyarakat dilayani oleh Bus AKAP/AKDP di Terminal Caruban. Di sektor perkeretaapian, Stasiun Caruban berdiri sebagai stasiun terbesar di kabupaten ini, didukung oleh stasiun kecil seperti Stasiun Babadan dan Saradan di bawah Daerah Operasi VII Madiun. 

Menariknya, Madiun juga memiliki jejak sejarah transportasi berupa jalur kereta api nonaktif lintas Madiun–Ponorogo–Slahung yang menyisakan eks-Stasiun Pagotan, Kanigoro, Dolopo, dan Halte Milir.

Demi Cinta Ni Ye Viral Lagi, Hetty Koes Endang: Alhamdulillah Diterima Semua Generasi

Iki Radio - Penyanyi senior Hetty Koes Endang mengaku bersyukur dirinya masih bisa terus berkarya dan mendapat tempat di hati penikmat musik Indonesia hingga saat ini. 

Meski telah berkarier sejak 1970-an, Hetty Koes Endang tak menyangka lagu lawasnya, Demi Cinta Ni Ye kembali mencuri perhatian dan viral di berbagai platform media sosial.

"Dan Alhamdulillah sampai saat ini Bunda masih ada berdiri di dunia perseliweran artis-artis baru banyak," ujar Hetty Koes Endang di Trans TV, Jumat (3/7/2026).

Hetty Koes Endang sadar betul bahwa dirinya berasal dari generasi yang berbeda dengan para penyanyi dan musisi masa kini. 

Walaupun begitu, ia merasa bersyukur karena lagu-lagu yang pernah dipopulerkannya masih terus dinikmati oleh masyarakat hingga saat ini.

"Dengan adanya beberapa lagu walaupun lagu lama tapi kembali viral, ya seperti Demi Cinta Ni Ye," ucapnya.

Hetty Koes Endang merasa tak hanya lagunya yang kembali populer, melainkan gerakan tarinya juga banyak diikuti oleh berbagai kalangan.

"Tapi yang viralnya itu adalah gerakannya. Gerakannya jadi diikuti oleh line dance, ibu-ibu ramai-ramai itu, sama anak-anak muda Gen Z. Alhamdulillah," tuturnya.

Hetty Koes Endang mengaku tidak menyangka lagu Demi Cinta Ni Ye, yang telah lama dirilis, bisa kembali menjadi perbincangan publik, terutama setelah banyak digunakan di TikTok.

"Jadi, bunda terima kasih kepada netizen yang terus mengikuti, fans-fans bunda tentunya. Dari yang seumur bunda, sampai anak-anak pun mungkin jadi akhirnya tahu ya Demi Cinta Ni Ye," ungkapnya.

Selain Demi Cinta Ni Ye, Hetty mengungkapkan sejumlah lagu lawasnya juga masih memiliki banyak penikmat. 

Namun, berdasarkan data di kanal YouTube miliknya, lagu Demi Cinta Ni Ye memang menjadi yang paling banyak didengarkan.

"Walaupun Berdiri Bulu Romaku masih sampai saat ini masih digemari, tapi sekarang kan ceritanya di YouTube nomor satu tetap Demi Cinta Ni Ye. Dan lagu Emut Bae ya. Karena Bunda dari Sunda," paparnya.

Tak lupa Hetty Koes Endang menyampaikan apresiasi kepada para penggemarnya yang selama ini setia memberikan dukungan. Ia berharap masih bisa terus berkarya dan menghibur masyarakat melalui musik yang dibawakannya.

"Pokoknya terima kasih banyak fans bunda, terus doain bunda, insyaallah bunda selalu bisa menghibur dan akan menghibur dan terus menghibur kalian semua," pungkasnya.

Kirab Prajurit Patang Puluhan Kawal Minyak Jamas Menuju Kadilangu

Iki Radio - Puncak tradisi Grebeg Besar Demak menyedot perhatian masyarakat. Ribuan masyarakat berjajar dan berdesakan di pinggir jalan, mulai dari Pendopo Kabupaten hingga makan sunan Kalijaga, kurang lebih 3 km.

Puncak tradisi Grebeg Besar Demak menyedot perhatian masyarakat. Ribuan masyarakat berjajar dan berdesakan di pinggir jalan, mulai dari Pendopo Kabupaten hingga makan sunan Kalijaga, kurang lebih 3 km. 


Mereka rela berjubel dengan penonton lain untuk menyaksikan prosesi sakral iringan prajurit patang puluhan yang mengawal perjalanan minyak jamas sebagai uborampe penyucian pusaka kanjeng Sunan kali jaga, Rabu (27/5/2026).

Sebelum kirab menuju kadilangu, diawali dengan penyerahan bokor berisi kembang setaman sebagai uborampe penjamasan oleh Bupati Demak, Eisti'anah selaku Adipati Bintoro kepada Ki Lurah Tamtomo. Selanjutnya, bokor tersebut dibawa menuju Kadilangu dengan pengawalan 40 prajurit pilihan.

Bupati Demak Eisti'anah bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat di lingkup Pemkab Demak mengenakan pakaian adat Jawa dan menaiki dokar atau andong hias yang menuju Kadilangu sambil menyapa masyarakat yang memadati sepanjang jalan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini menyampaikan, iring-iringan Prajurit Patang Puluhan merupakan gabungan antara budaya dan religi.

“Iring-iringan Prajurit Patang Puluhan ini adalah sebuah budaya yang kita perkenalkan kepada generasi sekarang agar mereka mengenal sejarah tentang Wali Songo, Masjid Agung, Kadilangu, serta gerbang besar tempat para Wali Songo dahulu mensyiarkan agama Islam pertama kali di Pulau Jawa,” jelas Endah.

Lanjutnya, relegi karena setelah melakukan iring-iringan ini, dilakukan prosesi ziarah ke makam Sunan Kalijaga. Selain itu terdapat pula tradisi penjamasan Kutang Ontokusumo dan Keris Kyai Crubuk yang dilakukan oleh pihak Kadilangu.

Suasana Kirab berlangsung meriah, Selain barisan prajurit, iring-iringan juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seni budaya yaitu hadirnya Pentas Adiluhung.

Kirab itu juga menampilkan Prajurit Pati Unus dan Pandanarum dari MA Al-Irsyad gajah, Rebana Tanbihun Wonosalam, Walisongo pamade, Tari Tongkek sanggar Tari lestari budaya, Parade Keris Sapujagad, Drumband Mts Nurul Huda dempet, Parade keris oleh SMA N 1 Demak dan Barongan Kademangan.

“Hal yang menarik dari iring-iringan Prajurit Patang Puluhan tahun ini adalah hadirnya Pentas Adiluhung. Pentas Adiluhung sendiri merupakan sebuah budaya, seni, dan tradisi yang diperkenalkan khususnya kepada generasi sekarang. Di dalamnya terdapat berbagai macam keris, tongtek, dan beragam unsur budaya lainnya,”imbuhnya.


Daya tarik wisata

Kirab prajurit patang puluhan sudah menjadi ikon grebeg besar Demak, yang rutin di lakukan saat 10 dzulhijah. Yang merupakan wisata budaya seni dan religi yang terus dijaga dan di kenal masyarakat luas.

Mereka yang datang untuk menyaksikan prosesi penjamasan tersebut tidak hanya warga Demak saja, dari berbagai daerah, bahkan mereka sudah ada yang datang dari hari selasa untuk menyaksikan iringan tumpeng songo dan mengikuti pengajian akbar dan sholat idul adha di Masjid Agung Demak. Seperti yang di lakukan Rakhim dari Jakarta.

"Saya sudah datang dari hari selasa kemarin beserta kerabat, dan bermalam di masjid Agung demak. Ya kita niatkan ngalab barokah atau mencari berkah dari Allah di idul adha ini" Kata Rakhim.

Menurutnya, dirinya sering datang ke demak jika bulan idul adha, sekalis bersilaturahmi dengan saudara yang berdomisili di Demak.

Pernah Berjuang Sembuh dari Stroke dan Kanker Otak, Epy Kusnandar Meninggal di Usia 61 Tahun

Iki Radio - Epy Kusnandar, aktor yang populer dengan perannya sebagai Kang Mus di Preman Pensiun ini meninggal dunia, Rabu (3/12/2025).

Dikenal sebagai aktor senior, perjalanan hidup Epy Kusnandar penuh liku, mulai menjadi aktor yang membintangi banyak film dan sinetron, hingga terakhir diketahui berjualan makanan bersama istrinya, Karina Ranau.

Aktor berusia 61 tahun ini mengawali kariernya lewat serial 1 Kakak 7 Ponakan dan berada di puncak popularitas karena perannya dalam sinetron dan film Preman Pensiun.

Karakternya sebagai Kang Mus selama tujuh musim akhirnya melekat pada sosok Epy Kusnandar.

Selain itu, Epy juga dikenal saat membintangi sinetron Suami-Suami Takut Istri sebagai Dadang.

Di tahun 2020, Epy pernah menghilang dari dunia hiburan dan muncul lagi membawa kabar bahwa dirinya mengalami stroke ringan.

Epy Kusnandar menceritakan awal ia terkena stroke ringan yang dialami secara bertahap melalui bagian tubuh sebelah kiri.

Ia mengatakan bahwa matanya yang terlebih dahulu diserang. Epy menyebut saat terserang stroke, penglihatannya lama kelamaan mulai kabur hingga mengalami kebutaan.

Akhirnya Epy menjalani pengobatan alternatif di daerah Depok, Jawa Barat hingga kondisinya membaik.

Di tahun 2011, Epy juga diketahui pernah didiagnosis dengan kanker otak dan dokter sudah memvonis usianya hanya tinggal 4 bulan.

Saat dunia hiburan mulai tak lagi bisa diandalkan, Epy bersama istrinya, Karina Ranau membuka usaha warung makan.

Tidak hanya berjualan makanan sehari-hari, istri Epy juga ulet berjualan ketika bulan Ramadan dengan menjajakan makanan takjil dan berbuka.

"Saya bukan memutuskan (pensiun), tapi diputuskan," ujar Epy saat itu.

Baca juga: Bintang Preman Pensiun, Epy Kusnandar Akui Kini Berjualan Kerupuk Dorokdok Naik Sepeda

"(Ikut) Casting untuk mencari kecocokan, sampai sekarang belum ada yang pas, skenario yang ditulis," jelasnya.

Epy juga pernah viral karena berjualan kerupuk kerupuk dorokdok dengan sepeda.

Kini semua perjuangannya itu hanya tinggal kenangan, Epy Kusnandar meninggal dunia hari ini, Rabu (3/12/2025) pukul 14.24.

Jenazahnya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan pada 4 Desember 2025 pukul 08.00.(*)

Top

Krisdayanti Siap Wakili Indonesia Pada Kejuaraan Wushu di China

Iki Radio - Diva ternama Indonesia, sekaligus mantan anggota DPR RI, Krisdayanti, siap mewakili Indonesia dalam Kejuaraan Wushu Internasional yang diselenggarakan di Emeishan, China pada 14 hingga 20 Oktober 2025.

Keikutsertaan wanita berusia 50 tahun itu dalam kompetisi bergengsi ini terungkap melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Dalam postingan tersebut, Krisdayanti, yang akrab disapa KD, membagikan momen latihan terakhirnya menjelang keberangkatannya ke China.

"Berlatih layaknya bertanding,hari ini kami melakukan simulasi latihan terakhir sebelum berangkat untuk pertandingan international wushu di İmeishan China 14-20 Oktober nanti. Doakan Indonesia juara ,jiayou!!" tulis Krisdayanti pada unggahannya.

Unggahan tersebut juga menampilkan beberapa foto Krisdayanti yang mengenakan jaket kontingen Indonesia, serta kostum atlet wushu yang memeragakan gerakan-gerakan wushu dengan ornamen kipas sebagai senjata.

Sebelumnya, Krisdayanti mulai menunjukkan ketertarikannya pada wushu sejak pertengahan 2025, meski saat itu ia belum mengungkapkan niat untuk ikut dalam turnamen.

Keikutsertaan Krisdayanti dalam kejuaraan ini menunjukkan keseriusannya dalam menggeluti dunia olahraga wushu.

Semangat dan dedikasinya untuk Indonesia semakin membara, dan publik pun mendoakan agar KD dapat tampil maksimal di ajang tersebut.

"Ternyata atlet wushu👏top diva," ujar seorang netizen.

"Kan keren banget ini tiba-tiba jadi atlet aja dia," ucap netizen lainnya.

"Keren banget Mimi," kata netizen lainnya.

close
Pasang Iklan Disini