Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

BPOM di Surabaya Fasilitasi Vaksinasi HPV Dosis Ketiga untuk 400 Peserta

Iki Radio – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Surabaya memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dosis ketiga pada Kamis–Jumat (20–21/8/2026). 

Sebanyak 400 peserta dari Surabaya dan wilayah sekitarnya memadati Kantor BBPOM di Surabaya untuk menyelesaikan rangkaian imunisasi tersebut.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pemberian vaksinasi HPV dosis pertama dan kedua yang telah dilaksanakan sebelumnya. 

Penyelesaian dosis ketiga ini menjadi penentu optimalnya tingkat kekebalan tubuh terhadap infeksi virus HPV, yang dikenal sebagai salah satu pemicu utama kanker serviks.

Kepala BBPOM di Surabaya, Yudi Noviandi, menekankan bahwa fasilitasi kegiatan ini merupakan bentuk edukasi nyata agar masyarakat lebih aktif melakukan upaya preventif sejak dini.

“Melalui fasilitasi vaksinasi HPV ini, kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa pencegahan perlu dilakukan sejak dini. Vaksinasi menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilengkapi dengan pola hidup sehat dan deteksi dini,” tutur Yudi, Jum'at (21/8/2026).

Manda, peserta asal Kabupaten Nganjuk, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia mengaku lega bisa menuntaskan seluruh tahapan dosis imunisasi dengan mudah. Menurutnya, program ini tidak hanya mendekatkan akses layanan kesehatan, tetapi juga memperluas wawasan peserta mengenai bahaya kanker serviks.

Upaya pencegahan penyakit ini juga mendapat perhatian serius dari tingkat pusat. 

Kepala Badan POM RI, Prof. Taruna Ikrar, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk menekan angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia.

“Vaksinasi HPV bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi mengurangi beban kesehatan dan sosial dari penyakit yang dapat kita cegah. Setiap nyawa perempuan yang hilang adalah kehilangan yang tidak seharusnya terjadi,” tegas Taruna.

Melalui tuntasnya pemberian dosis ketiga ini, BBPOM di Surabaya berharap pemahaman masyarakat terus meningkat, sehingga langkah preventif—baik melalui vaksinasi, gaya hidup sehat, maupun deteksi dini secara berkala—dapat menjadi budaya kesehatan yang berkelanjutan.(ir)

Perkuat Deteksi TBC, Kemenkes Distribusikan Alat Portable X-Ray

Iki Radio - Kementerian Kesehatan  memperkuat upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) dengan memperluas dukungan sarana deteksi dini, termasuk melalui penyaluran alat Portable X-Ray ke sejumlah provinsi dengan beban kasus TBC tinggi.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, bantuan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat penemuan kasus TBC di lapangan.

Hal itu disampaikan wamenkes,   setelah meresmikan Kecamatan Siaga TBC di Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Rabu (12/8/2026).

“Alatnya, kita telah menyalurkan X-ray portable ke-18 provinsi di mana kasus TBC-nya 80% kasus ada di situ berarti masih ada 20 provinsi lain yang sedang dalam pengiriman” ungkap wamenkes.

Menurut wamenkes, penggunaan Portable X-Ray diharapkan dapat memperluas akses pemeriksaan, khususnya dalam mendukung penemuan kasus secara aktif. Ketersediaan perangkat yang dapat digunakan secara lebih fleksibel di lapangan dinilai penting untuk mendekatkan proses deteksi TBC kepada masyarakat.

Khusus untuk Provinsi Gorontalo, Kemenkes akan menyalurkan delapan unit Portable X-Ray. Alat tersebut nantinya dapat dimanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat kegiatan penemuan kasus TBC, termasuk mendukung pelaksanaan skrining di masyarakat.

“Saya harapkan bulan September ini alat sudah bisa sampai di Gorontalo kita akan memberikan delapan X-ray portable untuk Provinsi Gorontalo” ujarnya.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat eliminasi TBC.

Kehadiran alat pemeriksaan di daerah diharapkan mampu memperluas jangkauan skrining sekaligus mempercepat identifikasi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, dalam kunjungan kerja di Kabupaten Gorontalo, wamenkes bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ahmad Wiyagus meresmikan Kecamatan Siaga TBC di Kecamatan Tilango.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peninjauan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terintegrasi dengan skrining TBC, serta pelayanan kesehatan oleh dokter spesialis. 

 

Kado Hari Jadi ke-458, PDGI Jatim Gelar Baksos Akbar dan Sikat Gigi Bersama 1.000 Siswa di Madiun

Iki Radio – Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Wilayah Jawa Timur menggelar rangkaian bakti sosial (baksos) layanan kesehatan gigi dan umum secara gratis bagi masyarakat Kabupaten Madiun. 

Aksi kemanusiaan yang berlangsung selama lima hari berturut-turut ini dilaksanakan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun.

Rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Selasa lalu tersebut mencapai puncaknya pada Minggu (28/6/2026). 

Momentum puncak ini ditandai dengan gerakan sikat gigi bersama yang melibatkan 1.000 siswa Sekolah Dasar (SD) di Halaman Pendopo Ronggo Djumeno.

Sinergi nyata antara profesi medis dan pemerintah daerah ini menjadi kado istimewa bagi hari jadi kabupaten, sekaligus bukti komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat.

Ketua PDGI Pengwil Jawa Timur, drg. Farid Amirudin, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian profesi dokter gigi terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Madiun. 

PDGI tidak hanya fokus pada edukasi dasar, melainkan juga menghadirkan beragam layanan medis spesifik dan spesialistik yang sangat dibutuhkan warga.

“Kegiatan ini adalah bentuk partisipasi kami dalam Hari Jadi Kabupaten Madiun. Kami memberikan pelayanan mulai dari penyuluhan kesehatan gigi, pemeriksaan kesehatan anak disabilitas, hingga operasi bibir sumbing di RS Dolopo,” ujar drg. Farid Amirudin.

Selain operasi bibir sumbing, layanan gratis yang diberikan selama baksos juga meliputi penanganan gigi impaksi (gigi terpendam), pembuatan gigi tiruan lepasan, hingga pemasangan protesa mata palsu.

Tak berhenti di ranah medis, PDGI Jatim juga menyasar sektor preventif melalui edukasi kesehatan. Mereka menggelar seminar khusus bagi ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita yang berfokus pada pengolahan makanan sehat serta pemberian makanan tambahan (PMT) sebagai upaya nyata menekan angka stunting di Kabupaten Madiun.

Kolaborasi akbar ini mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Madiun Hari Wuryanto. 

Bupati menilai kontribusi PDGI Jatim sangat luar biasa dan sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Madiun untuk menciptakan masyarakat yang bersih, sehat, dan sejahtera. 

Menurut Bupati, edukasi sejak dini merupakan kunci penting dalam menjaga kesehatan, khususnya kesehatan gigi dan mulut yang sering kali terabaikan.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Terima kasih kepada PDGI Jatim. Kegiatan ini sangat membantu mengedukasi masyarakat bahwa kesehatan itu sangat penting. Jangan menunggu sakit baru periksa, tetapi kita harus rutin memeriksakan kesehatan meskipun tidak ada keluhan,” tegas Hari Wuryanto.

Bupati Hari mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Madiun untuk membangun kebiasaan baru dengan melakukan pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Setiap enam bulan sekali, silakan periksakan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas terdekat. Kami sudah melengkapi setiap puskesmas dengan layanan kedokteran gigi,” pungkasnya.(ir)

Gelar Baksos di Hari Jadi ke-458 Madiun, TP PKK dan PDGI Jatim Dorong Ibu Jadi "Menteri Kesehatan" Rumah Tangga

Iki Radio — Kesehatan gigi dan mulut sering kali luput dari perhatian utama, padahal perannya sangat krusial dalam menentukan kualitas tumbuh kembang dan kecerdasan anak sejak dini. 

Menyadari hal tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, mengajak kaum ibu untuk mengambil peran aktif sebagai pelopor kesehatan gigi dan mulut di lingkungan keluarga mereka masing-masing.

Penegasan tersebut disampaikan secara langsung dalam pembukaan acara Bakti Sosial (Baksos) Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Pengurus Wilayah Jawa Timur. 

Mengambil tempat di Gedung Graha Eka Kapti, Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Caruban, Sabtu (27/06/2026), acara ini dihadiri oleh ratusan kader penggerak serta tenaga kesehatan.

Dalam sambutannya, Erni Hari Wuryanto menggunakan analogi yang kuat untuk menggambarkan betapa strategisnya posisi seorang wanita di dalam struktur domestik. 

Menurutnya, fondasi kesehatan sebuah bangsa sejatinya dimulai dari bagaimana seorang ibu mengelola kedisiplinan hidup sehat di dalam rumahnya.

"Ibu adalah menteri kesehatan di dalam rumah tangga. Saya berharap ilmu dan edukasi medis yang diperoleh dari para dokter gigi hari ini tidak berhenti di sini, melainkan benar-benar diterapkan, ditularkan, dan disampaikan kepada keluarga serta lingkungan sekitar," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kesehatan gigi dan mulut bukanlah sekadar masalah estetika atau hal sepele. 

Kerusakan gigi pada usia dini terbukti dapat mengganggu pola makan anak, yang pada gilirannya akan menghambat penyerapan nutrisi penting untuk perkembangan otak dan fisik.

Sementara itu, Wakil Ketua I PDGI Pengurus Wilayah Jatim, drg. Marita Dony Istata, menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial berskala provinsi ini merupakan agenda tahunan organisasi. 

Pada tahun 2026 ini, Kabupaten Madiun mendapatkan kehormatan dipilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan. Momentum ini terasa semakin istimewa karena diintegrasikan langsung untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke-458.

"Tujuan utama dari bakti sosial terintegrasi ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat secara masif sejak dini. Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Madiun di hari jadinya yang bersejarah ini," terang drg. Marita.

Rangkaian kegiatan bakti sosial ini dirancang secara komprehensif agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput. 

Tidak hanya berfokus pada seminar dan penyuluhan teoritis kepada anggota PKK dan Dharma Wanita di tingkat kabupaten, tim baksos PDGI Jatim juga bergerak langsung menyasar wilayah pedesaan. Diantaranya di Desa Tulung (Kecamatan Saradan) dan Desa Duren (Kecamatan Pilangkenceng).

Sasaran spesifik dari ke desa-desa ini adalah ibu hamil dan anak-anak balita. Pemilihan target ini didasarkan pada fakta medis bahwa periode kehamilan dan masa balita (1.000 Hari Pertama Kehidupan) adalah fase paling kritis dalam pembentukan karakter fisik dan kognitif anak.

selain penyuluhan kesehatan gigi dan mulit, sebagai bentuk kepedulian konkret di lapangan, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa susu formula khusus dan makanan padat bergizi tinggi.

Para pakar dari PDGI menegaskan bahwa kondisi kesehatan gigi dan mulut yang buruk, seperti infeksi gusi kronis atau karies parah pada ibu hamil, dapat memicu kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR). 

Sementara pada balita, gigi yang rusak membuat mereka enggan mengunyah makanan, yang berujung pada malnutrisi kronis—pemicu utama terjadinya stunting. Oleh karena itu, intervensi kesehatan gigi dinilai berkaitan erat dan linier dengan keberhasilan program nasional percepatan penurunan angka stunting.

Melalui sinergi yang kuat antara Tim Penggerak PKK, jajaran birokrasi Pemerintah Kabupaten Madiun, dan profesionalisme medis dari PDGI Jawa Timur, diharapkan dapat mendongkrak kesadaran kolektif masyarakat. 

Langkah preventif ini diharapkan mampu mewujudkan generasi masa depan Kabupaten Madiun yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga cerdas, kompetitif, dan berkualitas mutunya.(ir)

Jaga Kesehatan Lansia, Bupati Hari Wuryanto Pesan Untuk Selalu Bahagia

Iki Radio - Bupati Madiun, Hari Wuryanto, memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental bagi para lanjut usia (lansia). Dalam sambutannya saat sosialisasi kesehatan lansia, Bupati Hari Wuryanto menekankan bahwa kunci utama hidup sehat di usia senja adalah keikhlasan, pikiran yang positif (positive thinking), serta konsistensi dalam bergerak.

"Yang utama, sing penting manfaate kudu ikhlas. Jadi harus senang, nggih," ujar Hari Wuryanto, Jum’at (5/6/2026).

Hari Wuryanto mengingatkan bahwa seiring bertambahnya usia, lansia tidak boleh malas berolahraga. Secara khusus, bupati menyoroti pentingnya melatih kekuatan kaki, karena kaki memiliki tugas berat untuk menyangga seluruh beban tubuh.

Jika hanya duduk diam tanpa dilatih setiap hari, risiko gangguan kesehatan pada kaki akan semakin besar.

"Kaki ini tugasnya menyangga badan kita. Kalau tidak dilatih setiap hari, risikonya ke badan kita sendiri. Setidaknya luangkan waktu untuk jalan kaki selama 30 menit setiap hari, tidak perlu meloncat-loncat, cukup jalan kaki atau latihan jinjit," pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga membagikan cerita personalnya saat berjuang melawan COVID-19. Akibat harus menjalani bed rest total selama 12 hari di rumah sakit, sempat kehilangan keseimbangan tubuh saat pertama kali berdiri kembali setelah sembuh.

Pengalaman berharga tersebut menyadarkannya betapa mahalnya arti sebuah kesehatan dan setiap embusan napas yang diberikan secara gratis oleh Tuhan. Beliau mengajak para lansia yang saat ini rata-rata sudah memasuki usia kepala enam untuk merefleksikan nikmat tersebut.

"Saya merasakan sendiri saat COVID, napas itu rasanya mahal sekali sampai harus dipompa oksigen. Kita ini sudah 62 tahun menghirup udara tanpa membayar, itu luar biasa dan harus kita syukuri," tambahnya.

Terkait kesehatan mental, Hari Wuryanto berpesan agar para lansia selalu menerapkan prinsip hidup yang santai namun positif, atau yang ia sebut dengan istilah "Los, Enjoy, Gas Pol".

Bupati mengingatkan agar masyarakat tidak perlu ikut pusing atau iri dengan pencapaian materi orang lain (tetangga).

Meluruskan pola pikir yang salah di masyarakat, yang sering kali menunda bersyukur sampai mereka merasa bahagia atau kaya raya.

"Kita harus bersyukur dulu, insyaallah bahagia pasti selalu mengikuti. Karena ukuran bahagia itu bukan materi, melainkan apa yang bisa dirasakan oleh diri kita masing-masing," jelasnya.

Hari Wuryanto menutup dengan sebuah pesan moral yang kuat untuk seluruh warga yang hadir agar tetap konsisten dalam menebar kebaikan di lingkungan sosial.

"Jangan berhenti berbuat baik, meskipun orang lain menganggap atau menilai itu tidak baik. Tetaplah berbuat baik, itu yang akan membuat Anda semua menjadi luar biasa," pungkasnya.(ir)

 

Kemenkes Ungkap Temuan CKG 2025, Risiko Gangguan Kesehatan Tinggi

Iki Radio – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap sejumlah temuan penting dari pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 yang menunjukkan masih tingginya risiko gangguan kesehatan pada berbagai kelompok umur, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia. Temuan ini akan menjadi dasar penguatan tata laksana CKG pada 2026.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menyampaikan bahwa pada kelompok bayi, sekitar 6 persen lahir dengan berat badan rendah di bawah 2,5 kilogram. Kondisi tersebut berisiko meningkatkan kejadian stunting dan gangguan tumbuh kembang apabila tidak ditangani sejak dini.

Selain itu, Kemenkes juga menemukan sejumlah kelainan bawaan serius, seperti penyakit jantung bawaan kritis dan kekurangan hormon tiroid. Menurut Maria, skrining dini menjadi kunci untuk mencegah dampak jangka panjang pada kualitas hidup anak.

“Kekurangan hormon tiroid sangat penting diperiksa karena jika tidak ditangani, bayi dapat mengalami retardasi mental yang berdampak seumur hidup,” jelas Maria di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Ia menegaskan bahwa bayi yang teridentifikasi mengalami kekurangan hormon tiroid harus segera mendapatkan pengobatan maksimal dalam waktu satu bulan. Seluruh pembiayaan pengobatan tersebut ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Penguatan Skrining Menuju CKG 2026

Untuk menekan risiko gangguan kesehatan di masa depan, Kemenkes mendorong penguatan skrining kesehatan sejak pra-kehamilan, termasuk pada calon pengantin. Ibu hamil juga diimbau menghindari paparan asap rokok dan konsumsi alkohol.

Maria menjelaskan, perbedaan utama CKG 2026 dibandingkan tahun sebelumnya terletak pada penguatan tata laksana dan perawatan, khususnya pada tindak lanjut hasil pemeriksaan.

“Temuan pemeriksaan menunjukkan berbagai masalah kesehatan signifikan di setiap fase kehidupan, mulai dari gangguan pertumbuhan pada bayi hingga ancaman penyakit kronis pada kelompok usia lanjut,” ungkapnya.

Pada kelompok balita dan anak prasekolah usia 1–6 tahun, masalah kesehatan gigi menjadi perhatian utama. Karies gigi ditemukan pada 31 persen anak atau satu dari tiga anak. Kondisi ini berpotensi memicu infeksi, demam, gangguan tenggorokan, serta menghambat konsentrasi belajar dan pertumbuhan anak.

Selain itu, lebih dari 10 ribu balita tercatat mengalami berat badan kurang. Orang tua diimbau memberikan makanan beragam dengan kandungan protein hewani, seperti telur, ikan, dan daging, serta rutin memantau pertumbuhan anak melalui Posyandu setiap bulan.

Pada kelompok usia sekolah dan remaja, Kemenkes menemukan satu dari lima remaja memiliki tekanan darah di atas normal. Risiko ini meningkat pada remaja dengan kegemukan dan obesitas yang dialami sekitar 7 persen remaja.

Masalah pendengaran juga mulai muncul akibat penggunaan earbud berlebihan. Kemenkes menyarankan penggunaan earbud maksimal satu jam per hari dengan volume terkontrol. Di sisi lain, anemia masih dialami oleh satu dari empat remaja, terutama siswi kelas 7 dan 10.

Memasuki usia dewasa, obesitas sentral dialami satu dari tiga orang dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Data Kemenkes mencatat sekitar 7 juta orang dewasa memiliki tekanan darah di atas normal, serta 100 ribu orang mengalami diabetes dan prediabetes.

Pada kelompok lanjut usia, kondisi kesehatan tercatat lebih mengkhawatirkan. Sebanyak 51 persen lansia memiliki tekanan darah di atas normal, sementara 58 persen mengalami masalah kesehatan gigi yang berpotensi memicu infeksi serius.


Kepatuhan Berobat Masih Rendah

Meski berbagai penyakit berhasil terdeteksi melalui CKG, tingkat kepatuhan masyarakat untuk berobat dan melakukan kontrol lanjutan masih rendah. Dari penderita hipertensi, hanya sekitar sepertiga yang rutin mengonsumsi obat dan kontrol. Pada penderita diabetes, tingkat keberhasilan pengendalian gula darah masih di bawah 10 persen.

“Kondisi ini menjadi bahan evaluasi utama Kemenkes dalam penyempurnaan layanan kesehatan pada 2026, dengan fokus pada penguatan tindak lanjut hasil pemeriksaan dan perubahan perilaku hidup sehat,” tegas Maria.

Untuk menekan angka penyakit tidak menular, Kemenkes mengimbau masyarakat membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, melakukan pemeriksaan kesehatan rutin minimal setahun sekali, meningkatkan aktivitas fisik, serta patuh mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Dengan deteksi dini dan penerapan gaya hidup sehat, kualitas hidup masyarakat diharapkan meningkat dan risiko penyakit kronis di masa depan dapat ditekan.

Kemenkes Dorong Optimalisasi Obat Kesehatan Jiwa untuk Perluas Layanan Kuratif

Iki Radio - Kementerian Kesehatan memperkuat layanan kesehatan jiwa nasional melalui peningkatan signifikan alokasi obat kesehatan jiwa pada 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah dalam memperluas akses layanan kuratif bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.



Direktur Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan Imran Pambudi mengatakan, penambahan alokasi obat kesehatan jiwa yang hampir mencapai lima kali lipat merupakan respons atas tingginya beban gangguan kesehatan jiwa di Indonesia serta masih terbatasnya ketersediaan obat di fasilitas layanan tingkat pertama.  

“Ini momentum yang tidak boleh kita sia-siakan. Dukungan penambahan obat kesehatan jiwa harus dimanfaatkan secara optimal agar benar-benar berdampak pada peningkatan layanan di Puskesmas,” ujar Imran dalam Sosialisasi Obat Kesehatan Jiwa 2026, secara daring, Selasa (20/1/2026). 

Imran Pambudi menjelaskan, isu kesehatan jiwa kini menjadi perhatian strategis nasional. Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, kesehatan jiwa disepakati sebagai salah satu isu prioritas yang akan dipantau secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan tantangan global dan kondisi sosial ekonomi yang berpotensi meningkatkan tekanan psikososial masyarakat.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi depresi pada penduduk usia di atas 15 tahun mencapai 1,4 persen. Sementara itu, prevalensi keluarga dengan anggota rumah tangga yang memiliki gangguan jiwa tercatat sebesar 4 per 1.000 penduduk. 

Data Institute for Health Metrics and Evaluation juga menunjukkan bahwa gangguan jiwa menempati peringkat kedua penyebab years lived with disability atau tahun produktif yang hilang akibat disabilitas.  

“Dampak gangguan jiwa sangat besar terhadap produktivitas individu dan pembangunan. Karena itu, layanan kesehatan jiwa harus diperkuat, terutama di layanan primer,” kata Imran.

Dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2022–2029, terdapat sejumlah indikator kinerja utama kesehatan jiwa yang masih perlu digenjot. Capaian layanan depresi pada 2025 baru mencapai 0,7 persen dari target 5 persen. 

Sementara itu, layanan bagi orang dengan gangguan jiwa baru mencapai 56,84 persen dari target 70 persen, dan Puskesmas yang mampu memberikan layanan kesehatan jiwa baru mencapai 47,46 persen dari target 70 persen.

Menurutnya, salah satu tantangan utama terletak pada ketersediaan obat kesehatan jiwa di Puskesmas. Meskipun hampir 80 persen tenaga kesehatan telah mendapatkan pelatihan, Puskesmas yang memiliki obat kesehatan jiwa masih sekitar 40 persen. 

Kondisi ini mendorong Kementerian Kesehatan melakukan pengadaan obat kesehatan jiwa secara terpusat melalui Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan.

Selain penguatan pengadaan obat, Kementerian Kesehatan juga terus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan daring berbasis Massive Open Online Course, termasuk pelatihan kesehatan jiwa terpadu dan tata kelola gangguan penggunaan zat. 

Upaya lainnya adalah memasukkan layanan pelacakan serta pendampingan minum obat bagi orang dengan gangguan jiwa ke dalam dukungan Dana BOK.

Imran Pambudi berharap, dengan ketersediaan obat yang lebih memadai, keberanian tenaga kesehatan dalam memberikan terapi psikofarmaka dasar di Puskesmas juga semakin meningkat. 

“Jika layanan di Puskesmas kuat, maka sistem rujukan akan berjalan lebih tertata dan tidak menumpuk di rumah sakit,” ujarnya.

Melalui penguatan kebijakan, pembiayaan, dan layanan di tingkat primer, Kementerian Kesehatan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan kesehatan jiwa yang lebih inklusif, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

 

close
Pasang Iklan Disini