Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Infotainment. Show all posts
Showing posts with label Infotainment. Show all posts

Terguncang Hujatan Soal Flexing, Maia Estianty Diserang Netizen Usai Unggah Pesan Kerja Keras

Iki Radio - Musisi Maia Estianty kini menjadi sasaran kritik tajam netizen menyusul sang menantu, Alyssa Daguise, yang sebelumnya juga mendapat banyak hujatan. Sejumlah warganet menilai konten vlog Maia kurang tepat karena dianggap terlalu memamerkan kekayaan di tengah kondisi ekonomi dan kesulitan yang tengah dihadapi masyarakat Indonesia.

Seolah merespons gejolak tersebut, Maia mengunggah pesan mengenai hubungan kerja keras dan rezeki di akun Threads pribadinya, @maiaestiantyreal. Dalam unggahan tersebut, ia menekankan pentingnya berikhtiar dan tidak bermalas-malasan jika ingin hidup berkecukupan.

“Melihat burung liar makan, berpikir bahwa semua mahluk hidup rejekinya ditanggung Allah itu benar, tetapi burung juga kalau males terbang juga enggak bakal dapet makanan. Artinya kalau kita hidupnya kurang banyak uang, artinya kudu lebih ikhtiar lagi bekerja seperti burung yang terbang sana sini mencari makanan,” tulis Maia, Jumat (9/10/2026). Ia juga menambahkan bahwa rezeki akan makin seret jika seseorang malas dan enggan bersedekah.

Namun, alih-alih meredam suasana, unggahan tersebut justru memicu gelombang kritik baru. Banyak netizen menilai pandangan Maia tidak menggambarkan realitas masyarakat yang sudah bekerja mati-matian namun tetap kesulitan secara ekonomi.

Beberapa poin kritik utama yang dilayangkan netizen antara lain akun @lov****999 mempertanyakan posisi para pekerja keras di lapangan.

“Ibu pikir para petani, nelayan, dan para pencari barang bekas dan lain-lain kurangkah dalam berikhtiar, berdoa dan bersedekah? Enggak semua ikhtiar menghasilkan banyak uang ya bu ya,” tulisnya.

Akun @ju***oveeta menyentil latar belakang Maia yang dinilai sudah berkecukupan sejak awal. “Dia ngomong kayak gitu soalnya sudah terlahir di piring emas, enggak ngalamin hidup susah jadi enak banget ngomongnya.”

Sementara @dje***nk518 turut menyinggung gaya hidup Maia yang tak lepas dari dukungan finansial suaminya, Irwan Mussry.

Sejumlah netizen menganggap nasihat Maia tidak peka terhadap perjuangan rakyat kecil. Akun @oishi_* membagikan pengalamannya melihat langsung perjuangan driver ojek online yang bekerja hingga dini hari demi menyambung hidup. Ia menegaskan agar figur publik tidak memberikan nasihat soal kerja keras kepada masyarakat bawah yang berjuang hanya untuk bisa makan esok hari.

Hingga saat ini, unggahan tersebut masih terus memicu perdebatan hangat di kalangan warganet terkait batas antara motivasi dan kepekaan sosial figur publik.

 

Syahrini Ungkap Alasan Comeback Usai 7 Tahun Hiatus, Rilis Lagu Baru hingga Tampil di Pestapora

Iki Radio - Penyanyi Syahrini akhirnya kembali menyapa para penggemarnya di panggung hiburan setelah tujuh tahun vakum. Pelantun lagu-lagu hits tersebut mengaku keputusannya beristirahat panjang didasari oleh fokus utamanya untuk mengurus anak dan suami, Reino Barack.

Hal tersebut diungkapkan Syahrini saat menjadi bintang tamu di program televisi pada Selasa (6/10/2026). Ia menegaskan bahwa masa hiatusnya bukan bentuk pembatasan diri dari publik, melainkan bentuk pengabdian kepada keluarga.

"Ibu bukan menjaga jarak. Namun ibu menjaga anak dan menjaga Bapak Reino Barack," ungkap Syahrini.

Ia merincikan perjalanan waktu enam hingga tujuh tahun lamanya yang diisi dengan berbagai fase kehidupan, mulai dari penyesuaian pernikahan, masa pandemi, hingga proses kehamilan dan mengasuh buah hati yang kini berusia dua tahun.

"Ibu kan harus melahirkan sebagai perempuan ya kan? Mengandung setahun. Anak juga usia dua tahun, Covid tiga tahun. Enam tahun kan?" ujarnya.

 

Proses Adaptasi dan Perubahan Peran

Syahrini juga menceritakan tantangan beradaptasi dengan budaya keluarga sang suami yang berasal dari Jepang. Perubahan status dari seorang penyanyi dengan jam terbang tinggi menjadi seorang istri rumah tangga membutuhkan penyesuaian yang tidak mudah.

"Satu tahun Ibu beradaptasi dengan suami dan keluarga suami yang di Jepang. Namanya juga pengantin baru, semua serba baru. Jadi begitu ibu masuk ke keluarga berbeda dengan ibu. Sementara ibu dari daratan Sunda, yang ini dari negeri Sakura, lalu disatukan menjadi mochi," tutur Syahrini dengan gaya khasnya.

Ia menambahkan, pengalamannya berpindah dari panggung ke panggung ke kehidupan domestik memberikan warna baru, meski beruntung sang suami cukup mandiri dalam urusan rumah tangga.

Kembali Lewat Single "Kau Yang Utama" dan Aksi Panggung di Pestapora

Momen penanda kembalinya Syahrini ditandai dengan peluncuran single terbaru bertajuk Kau Yang Utama pada 7 Agustus 2026. Lagu tersebut dipersembahkan khusus untuk suami dan anak tercintanya.

"Ya, lagu baru Ibu yang dipersembahkan untuk Bapak Reino Barack beserta buah hati kami yang berjudul Kau Yang Utama. Jadi porsi kembali Ibu adalah mengutamakan suami, keluarga, dan anak," jelasnya.

Tak butuh waktu lama, Syahrini langsung menghentak panggung hiburan secara langsung saat tampil di festival musik Pestapora pada 27 September 2026. Penampilannya menjadi sorotan publik lantaran ia datang diarak menunggangi kuda.

Di atas panggung, ia membawa nostalgia dengan menampilkan foto-foto gaya ikonis masa lalunya, seperti gaya rambut "jambul khatulistiwa" dan "bulu mata anti badai", hingga membuat parodi partai politik bernama Partai Incess Indonesia (PII).

Usai aksi panggungnya di Pestapora Syahrini kini juga mulai memenuhi undangan berbagai podcast untuk menceritakan kisah kehidupannya selama masa hiatus.

 

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Rizky Billar: Tegang Sampai Merem Saat Adu Penalti

Iki Radio – Aktor sekaligus presenter Rizky Billar mengungkapkan perasaan campur aduknya usai menyaksikan keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. 

Hadir langsung bersama sang istri, Lesti Kejora, serta jajaran publik figur lainnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026), Billar mengaku sangat tegang menyaksikan laga final yang berlangsung sengit hingga babak adu penalti.

Momen adu penalti menjadi babak paling menegangkan bagi Billar dan sang istri. Mereka merasa sangat cemas karena amat berharap skuad Garuda tidak kehilangan kesempatan emas untuk mengamankan gelar juara.

"Menurut lu aja? Gua aja merem," ujar Rizky Billar saat ditemui wartawan usai pertandingan di SUGBK.

Laga pamungkas yang digelar pada Senin malam tersebut menyajikan drama mendebarkan. Di bawah asuhan pelatih John Herdman, Timnas Indonesia tampil dominan sejak awal babak pertama dengan penguasaan bola mencapai 65 persen, meski skor masih imbang 0-0 hingga turun minum.

Pada babak kedua dan perpanjangan waktu, kedua tim saling berbalas gol. Indonesia sempat memimpin lewat gol Dean James pada menit ke-84, sebelum disamakan oleh pemain Thailand, Iklas Santon, di menit ke-87. Di babak tambahan waktu, Thailand sempat berbalik memimpin melalui Peeradol Chamrasamee (111'), tetapi Elkan Baggott berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-116.

Skor imbang 2-2 memaksa wasit asal Uzbekistan melanjutkan pertandingan ke drama adu penalti. Dalam babak penentuan ini, Timnas Indonesia akhirnya sukses menundukkan Thailand dengan skor 4-2.

Kemenangan ini terasa sangat monumental bagi sepak bola Tanah Air. Aktor berusia 31 tahun itu menyoroti catatan sejarah panjang Timnas Indonesia senior yang telah mengalami puasa gelar selama 35 tahun, sejak terakhir kali meraih medali emas pada SEA Games 1991.

Billar menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian Ole Romeny dan kawan-kawan yang berhasil memecahkan rekor dan mengukir sejarah baru bagi Indonesia.

"Ini sejarah pertama kali turnamen ASEAN Cup. Alhamdulillah kita mendapat kesempatan merebut gelar juara. Ini bagi saya prestis. Kita bisa menemukan skuad terbaik dan membuktikan bahwa kita menang saat ini alhamdulillah menjadi yang terbaik di ASEAN," tutur Rizky Billar.

 

Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah, Hanung Bramantyo Bawa Horor Berlatar Sejarah 1964

Iki Radio – Bioskop Suncity Madiun XXI menjadi salah satu tempat pemutaran film terbaru karya sutradara Hanung Bramantyo, Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah, pada Sabtu (3/10/2026). 

Film bergenre fiksi horor misteri ini memboyong Baskara Mahendra dan Carissa Perusset sebagai pemeran utama dengan mengambil latar masa kejolak sosial-politik Indonesia tahun 1964, setahun sebelum peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Film ini mengisahkan serangkaian pembunuhan misterius yang menimpa para tokoh Desa Lobang Buaya pada tahun 1964. Para korban ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi punggung berlubang. 

Letnan Soegeng (Baskara Mahendra), seorang perwira militer yang baru saja menikah, ditugaskan untuk mengusut tuntas dalang di balik aksi keji tersebut di tengah atmosfer kecurigaan antarwarga.

Tugas Soegeng kian rumit kala sang istri, Arum Wangi (Carissa Perusset), mengalami teror mistis dari sosok arwah perempuan berbaju ronggeng yang terus menuntut agar tubuhnya dikembalikan. 

Panggilan "Ronggeng" dari sosok ghaib itu kepada Arum menuntun Soegeng pada keterkaitan antara teror rumah tangganya dengan konspirasi serta ritual gelap di desa—sebuah pemicu yang perlahan membuka tabir menuju peristiwa kelam sejarah bangsa.


Siasat Genre demi Lolos Tayang

Dalam sesi wawancara di Suncity Madiun XXI, Hanung Bramantyo menceritakan dinamika di balik layar pembuatan film ini. Hanung mengungkapkan bahwa gagasan awalnya adalah membuat film dokudrama sejarah peristiwa 1965. Namun, demi menghindari pembatasan izin tayang yang sering menimpa film berisikan isu sensitif, ia memutar otak dan mengemasnya ke dalam fiksi horor misteri.

Ia menegaskan film ini bukan merupakan remake dari film legendaris Pengkhianatan G30S/PKI.

"Saya kepingin banget membuat film dokudrama. Tapi ternyata dengan tema 1965, banyak sekali teman-teman saya yang membuat film itu trailer-nya enggak boleh tayang," ujar Hanung di Madiun, Sabtu (3/10/2026).

Hanung juga merefleksikan pengalaman pahitnya masa lalu saat menggarap skenario dokudrama G30S berjudul September Night. Meski telah disokong riset mendalam bersama sejarawan, sponsor, serta investor, proyek tersebut dihentikan paksa melalui panggilan telepon di tengah jalan.

"Padahal saya sudah kebayang film itu bakal lebih otentik daripada karya Arifin C. Noer. Tapi ternyata tidak diperbolehkan. Pemilihan genre horor misteri ini akhirnya memungkinkan cerita tetap tayang," ungkapnya.

Memasuki hari ketiga penayangannya sejak rilis perdana pada 1 Oktober 2026, Hanung berharap karyanya dapat terus bertahan di bioskop tanah air. 

"Semoga masih tetap tayang, tidak diturunkan, dan saya masih diizinkan untuk membuat film," tuturnya.


Tantangan Peran bagi Carissa Perusset

Di sisi lain, Carissa Perusset yang memerankan karakter Arum Wangi mengaku sangat berkesan dapat terlibat dalam proyek horor pertama Hanung Bramantyo ini. Meski skenario menyentuh ranah sensitif, Carissa mantap mengambil peran tersebut berkat rasa percaya penuh kepada sang sutradara.

"Secara akting ini salah satu yang paling challenging. Tapi I’m super proud of this work. Aku bangga banget sama film ini. Walaupun sudah nonton empat kali, rasanya ini tipe film yang memang harus ditonton dua sampai tiga kali untuk benar-benar diresapi," pungkas Carissa.(ir)

Dewi Perssik 'Reuni' Bareng MD Entertainment Lewat Sinetron Musikal Suara Hati

Iki Radio — Penyanyi dangdut Dewi Perssik kembali menyapa penggemar lewat kebolehan beraktingnya. Kali ini, wanita yang akrab disapa Depe tersebut dipercaya memerankan karakter Melodi dalam sinetron musikal terbaru bertajuk Suara Hati.

Kembali terlibat dalam proyek seni peran membawa kebahagiaan tersendiri bagi Dewi Perssik. Apalagi, karakter Melodi menghadirkannya dalam dinamika kehidupan rumah tangga yang terbilang berbeda dari kehidupan pribadinya saat ini.

“Karakter yang berbeda dan saya punya suami di sini, ya kan?” ujar Dewi Perssik diselingi tawa saat ditemui dalam jumpa pers di kawasan Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2026).

“Kalau di aslinya doain aja yaa,” selorohnya.

Tak hanya urusan suami, Dewi Perssik juga menemukan perbedaan lain antara sosok Melodi dan kehidupan nyatanya. Jika di dunia nyata ia dibersamai seorang putra, dalam Suara Hati ia berperan sebagai ibu dari dua putri yang beranjak dewasa.

“Kalau dalam real life, saya punya anak laki-laki satu-satunya. Kalau di sini, saya punya dua anak perempuan, yaitu Jihan sebagai Nisa, dan juga Ghea sebagai Maya,” jelasnya.

Meski demikian, Dewi mengaku tetap menemukan kemiripan antara dirinya dan karakter yang ia perankan. Melodi digambarkan sebagai figur ibu yang lembut namun tegas, serta berambisi besar agar anak-anaknya dapat mencapai cita-cita sesuai harapannya.

“Melodi ini penuh dengan kelembutan kalau lagi enggak kumat ya. Jadi maksudnya ya tetap tegas sebagai seorang ibu yang memang sangat berambisi punya cita-cita untuk anaknya supaya menjadi yang ibunya mau,” paparnya.

Dinamika hubungan ibu dan anak yang dibalut perbedaan keinginan serta konflik emosional diprediksi akan mengaduk-aduk perasaan penonton.

“Nah, itu yang agak susah tuh. Gimana biar nanti penonton pasti banyak tangisan, haru, dan gemas, dan kasihan, pasti jadi satu pokoknya, campur kayak gado-gado,” tambah Dewi.

Keterlibatan Dewi Perssik dalam sinetron musikal ini terasa kian spesial karena menjadi ajang reuni bersama MD Entertainment. Rumah produksi tersebut merupakan pihak yang pertama kali membukakan jalan baginya di seni peran lewat sinetron Mimpi Manis sekitar dua dekade lalu.

“Setelah 20 tahun bersama Mimpi Manis, saya kembali ke rumah saya, yaitu MD Entertainment yang memperkenalkan saya di dunia akting,” ungkapnya penuh syukur.

Sinetron musikal Suara Hati yang dibintangi Dewi Perssik ini dijadwalkan mulai tayang secara perdana pada 10 Oktober 2026 mendatang melalui saluran MDTV dan platform streaming Netflix.

 

Tengku Dewi Putri Buka Suara Soal Tantangan Single Parent, Kembali Nge-DJ Jadi Sarana Self Healing

Iki Radio — Artis cantik Tengku Dewi Putri membagikan pengalamannya mengenai tantangan serta dinamika menjalani peran sebagai orang tua tunggal (single parent) bagi kedua buah hatinya yang masing-masing berusia 5,5 tahun dan 2 tahun. Mantan istri Andrew Andika ini menegaskan pentingnya untuk tetap tegar dan menikmati setiap proses dalam mengasuh anak, meski tak menampik kerap merasa lelah di balik layar.

"Gedebag-gedebuglah pokoknya, dinikmati aja. Tanggung jawab bukan ke diri kita doang, anak-anak juga masih kecil kan. Semangat aja tiap hari, (capek) ya pasti. Di konten mungkin ketawa-ketawa aja, tapi kalau pas momen-momen yang sedih sendiri ya cuma aku sama Tuhan yang tahu," ungkap Tengku Dewi, dikutip dari tayangan YouTube TRANS TV Official, Kamis (1/10/2026).

Untuk mengobati rasa lelah di tengah kesibukannya, wanita berusia 38 tahun tersebut memilih untuk menyalurkan energi positif melalui berbagai aktivitas dan hobi, seperti rutin berolahraga demi menjaga kebugaran tubuh serta kembali menekuni dunia Disc Jockey (DJ).


Kembali ke Dunia Musik Setelah Vakum 8 Tahun

Tengku Dewi mengaku sempat vakum dari panggung hiburan malam dan profesi DJ selama delapan tahun lantaran fokus pada kehidupan berumah tangga. Usai berpisah, ia memutuskan untuk kembali mengasah keahliannya di meja cetak piringan hitam tersebut.

Keputusan kembali ke dunia DJ dinilainya sangat tepat karena jam kerja yang relatif fleksibel. Hal ini memungkinkannya untuk memiliki waktu berkualitas (quality time) yang lebih banyak bersama anak-anak di rumah.

"Aku merasa untuk waktunya lebih banyak buat anak-anak, karena mostly nge-DJ itu paling lama 2 jam dan itu malam jadi anak-anak udah tidur. Kalau syuting tawaran ada, cuma itu kan pagi ke pagi, jadi mending aku fokus balik lagi ke DJ. Aku sekolah lagi terus aku balik lagi ke situ," jelasnya.

Selain alasan waktu, ketertarikan mendalam pada bidang musik menjadikan profesi ini sebagai sarana pelepasan stres dan pemulihan diri. "Aku memang suka banget musik, jadi pas aku balik (nge-DJ) aku merasa release, self healing juga," imbuh wanita bersuara khas tersebut.


Profesi DJ Makin Fleksibel dan Perkembangan Tren Saweran

Lebih lanjut, Tengku Dewi mengamati adanya pergeseran stigma dan tren industri musik DJ saat ini. Menurutnya, penampilan seorang DJ kini tak lagi terbatas pada ekosistem kelab malam semata. Banyak gelaran acara di pagi hari yang memanfaatkan sajian musik DJ untuk menghidupkan suasana.

"Sekarang DJ bukan cuma di kelab doang. Pagi-pagi ada acara running, padel, apa segala macam. Banyak acara-acara pagi pakai DJ," paparnya.

Tak hanya soal tempat tampil, ia juga menceritakan pengalaman menarik terkait fenomena saweran dari para penikmat musik yang dinilainya sudah jauh berbeda dibandingkan era ketika ia pertama kali memulai karier.

"Zaman aku dulu sama sekarang beda. Kalau dulu tuh sawer malu-malu, kayak DJ itu egonya tinggi. Kalau sekarang woahhh langsung tuh," kelakar Tengku Dewi menutup perbincangan.

Tertipu Kasus Hanania Travel, Davina Karamoy dan Ibunda Tetap Berharap Bisa Berangkat Haji

Iki Radio — Artis Davina Karamoy bersama sang ibunda masih menyimpan asa untuk dapat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, meski rencana keberangkatan mereka terhambat akibat kasus hukum yang kini menjerat agen perjalanan Hanania Travel.

Kuasa hukum Davina Karamoy, Yulius Irawansyah, mengungkapkan bahwa kliennya telah menyetorkan uang muka (down payment) untuk mengikuti program Haji Plus melalui agensi tersebut.

"Davina dengan ibunya. Setiap orang itu USD 17.000, dan dia sudah melakukan DP 10.000," ujar Yulius saat mendampingi Davina menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Yulius meluruskan bahwa nominal 10.000 dolar AS tersebut merupakan total uang muka yang dibayarkan untuk dua orang—bukan pembayaran masing-masing per individu. Dari total biaya program sebesar 17.000 dolar AS per orang, tersisa pelunasan yang semestinya dilakukan menjelang jadwal keberangkatan.

Kendati proses hukum terhadap Hanania Travel tengah berjalan di kepolisian, pihak Davina memilih untuk belum melaporkan kerugian materiil secara resmi. Mereka masih menunggu iktikad baik dari manajemen Hanania Travel untuk menyelesaikan kewajibannya.

Salah satu solusi yang diharapkan adalah pengalihan pendaftaran (reschedule atau over-booking) ke penyelenggara perjalanan ibadah haji (PIHK) lain yang legal dan terpercaya.

"Kita belum melaporkan kerugian. Kita masih berharap Hanania bisa bertanggung jawab, mungkin dengan mengalihkan ke perjalanan lain. Dengan posisi hukum Hanania yang saat ini sedang berjalan, kita masih berharap dialihkan ke travel lain untuk keberangkatannya," jelas Yulius.

Yulius menambahkan bahwa program Haji Plus pada umumnya memang memiliki masa tunggu (waiting list), sehingga pembayaran uang muka lazim dilakukan jauh-jauh hari sebelum jadwal keberangkatan ditentukan. Pihak Davina juga memastikan seluruh dokumen serta bukti transaksi pembayaran kepada Hanania Travel telah tersimpan dengan aman dan sah secara hukum.

"Bukti pembayaran semua sudah kita dapat, sudah kita miliki. Pembayaran itu dari pihak kita ke pihak Hanania untuk berangkat haji," pungkasnya.

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai jadwal keberangkatan Davina dan sang ibunda. Pihaknya masih menanti opsi penyelesaian agar dana yang telah disetorkan tidak hangus dan niat beribadah ke Tanah Suci dapat terlaksana.

close
Pasang Iklan Disini