Iki Radio — Artis cantik Tengku Dewi Putri membagikan pengalamannya mengenai tantangan serta dinamika menjalani peran sebagai orang tua tunggal (single parent) bagi kedua buah hatinya yang masing-masing berusia 5,5 tahun dan 2 tahun. Mantan istri Andrew Andika ini menegaskan pentingnya untuk tetap tegar dan menikmati setiap proses dalam mengasuh anak, meski tak menampik kerap merasa lelah di balik layar.
"Gedebag-gedebuglah pokoknya, dinikmati aja. Tanggung jawab bukan ke diri kita doang, anak-anak juga masih kecil kan. Semangat aja tiap hari, (capek) ya pasti. Di konten mungkin ketawa-ketawa aja, tapi kalau pas momen-momen yang sedih sendiri ya cuma aku sama Tuhan yang tahu," ungkap Tengku Dewi, dikutip dari tayangan YouTube TRANS TV Official, Kamis (1/10/2026).
Untuk mengobati rasa lelah di tengah kesibukannya, wanita berusia 38 tahun tersebut memilih untuk menyalurkan energi positif melalui berbagai aktivitas dan hobi, seperti rutin berolahraga demi menjaga kebugaran tubuh serta kembali menekuni dunia Disc Jockey (DJ).
Kembali ke Dunia Musik Setelah Vakum 8 Tahun
Tengku Dewi mengaku sempat vakum dari panggung hiburan malam dan profesi DJ selama delapan tahun lantaran fokus pada kehidupan berumah tangga. Usai berpisah, ia memutuskan untuk kembali mengasah keahliannya di meja cetak piringan hitam tersebut.
Keputusan kembali ke dunia DJ dinilainya sangat tepat karena jam kerja yang relatif fleksibel. Hal ini memungkinkannya untuk memiliki waktu berkualitas (quality time) yang lebih banyak bersama anak-anak di rumah.
"Aku merasa untuk waktunya lebih banyak buat anak-anak, karena mostly nge-DJ itu paling lama 2 jam dan itu malam jadi anak-anak udah tidur. Kalau syuting tawaran ada, cuma itu kan pagi ke pagi, jadi mending aku fokus balik lagi ke DJ. Aku sekolah lagi terus aku balik lagi ke situ," jelasnya.
Selain alasan waktu, ketertarikan mendalam pada bidang musik menjadikan profesi ini sebagai sarana pelepasan stres dan pemulihan diri. "Aku memang suka banget musik, jadi pas aku balik (nge-DJ) aku merasa release, self healing juga," imbuh wanita bersuara khas tersebut.
Profesi DJ Makin Fleksibel dan Perkembangan Tren Saweran
Lebih lanjut, Tengku Dewi mengamati adanya pergeseran stigma dan tren industri musik DJ saat ini. Menurutnya, penampilan seorang DJ kini tak lagi terbatas pada ekosistem kelab malam semata. Banyak gelaran acara di pagi hari yang memanfaatkan sajian musik DJ untuk menghidupkan suasana.
"Sekarang DJ bukan cuma di kelab doang. Pagi-pagi ada acara running, padel, apa segala macam. Banyak acara-acara pagi pakai DJ," paparnya.
Tak hanya soal tempat tampil, ia juga menceritakan pengalaman menarik terkait fenomena saweran dari para penikmat musik yang dinilainya sudah jauh berbeda dibandingkan era ketika ia pertama kali memulai karier.
"Zaman aku dulu sama sekarang beda. Kalau dulu tuh sawer malu-malu, kayak DJ itu egonya tinggi. Kalau sekarang woahhh langsung tuh," kelakar Tengku Dewi menutup perbincangan.









