Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Dangdut. Show all posts
Showing posts with label Dangdut. Show all posts

Profil Dinda Permata, Pedangdut Medan Alumni KDI 2009

Iki Radio - Dinda Permata Suci Nababan atau lebih dikenal dengan nama Dinda Permata merupakan seorang penyanyi dangdut kelahiran Medan, 17 April 1992. Dinda mulai terkenal setelah mengikuti ajang pencarian bakat Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2009.

Memiliki bakat dan suara yang khas, mengantarkan namanya menjadi salah satu finalis dalam ajang pencarian bakat menyanyi tersebut. Dinda Permata menjadi wakil dari kota Medan.

Pada tahun 2009, Dinda Permata pernah tergabung dengan grup vokal 5 Bidadari. Dinda bersama keempat temannya berhasil mengeluarkan beberapa singel.

Kebersamaannya bersama grup vokal 5 Bidadari tidak berlangsung lama, setelah grup tersebut resmi membubarkan diri tahun 2012. Dan Dinda langsung membentuk Duo Adiva dengan bantuan pemain keyboard band Radja.

Karier Dinda terus berkembang seiring dengan bergabung bersama salah satu label musik ternama Indonesia, Nagaswara. Di bawah naungan label tersebut, namanya semakin dikenal.

Dinda Permata berhasil mengeluarkan beberapa single, dan salah satunya yang berjudul Tak Sanggup lagi berhasil laku dipasaran. Di YouTube, video Tak Sanggup Lagi tembus di atas angka 26 juta.

Berkat kegigihannya Dinda Permata pernah masuk dalam nominasi Anugerah Dangdut Indonesia (ADI) pada kategori penyanyi dangdut pendatang baru paling hits. Meski tidak jadi pemenang, Dinda bangga atas pencapaiannya tersebut.

Salah satu prestasinya yang membanggakan lagi adalah ketika Dinda ditunjuk menjadi salah satu juri dalam ajanng pencarian bakat yang pernah diikutinya, KDI 2018.

Pada tahun 2019, Dinda Permata dipercaya untuk menjadi wakil dari Indonesia untuk mengikuti ajang penyanyi pendatang baru se-Asia, Big Stage. Dalam ajang tersebut Dinda akan bersaing dengan penyanyi pendatang baru lainnya dari negara Asia lainnya.

KARIER

Singel

Tak Sanggup Lagi

Seseorang Dihatimu

Ga Segitunya Keleus

Cewek Matic

 

Profil Arneta, Si Cantik Yang Mampu Curi Perhatian Publik

Iki Radio - Penyanyi dangdut koplo muda, Arneta Julia berhasil mencuri perhatian publik dengan suara merdunya dan penampilan panggung yang memukau. 


Sebagai sosok pedangdut asal Gresik, Jawa Timur, Arneta Julia, yang memiliki nama asli Arneta Yuliana Fitri, telah menapaki karier musiknya di Tanah Air.

Perjalanan Karier

Arneta memulai kariernya sebagai penyanyi dangdut koplo dan langsung menunjukkan bakatnya yang luar biasa.

Kariernya semakin bersinar ketika Arneta Julia bergabung dengan beberapa grup dangdut terkemuka di Jawa Timur, seperti Pallapa, Adella, dan Duta Nirwana. 

Keanggotaannya dalam orkes-orkes tersebut membuka peluang besar baginya untuk menunjukkan kemampuan vokalnya yang istimewa.

Salah satu titik puncaknya adalah lewat lagu berjudul "Scatter," yang berhasil mendapatkan perhatian luas. 

Video musik lagu ini, diunggah di kanal YouTube Henny Adella, menjadi viral dan trending di YouTube Music.

Kehidupan Pribadi

Arneta Julia lahir di Gresik pada tanggal 2 Juli 2002 dan memeluk agama Islam. Meskipun masih tergolong sebagai pendatang baru di industri musik, namun kehadirannya mampu menggetarkan panggung dangdut koplo. 

Selain nama aslinya, Arneta Julia juga dikenal dengan panggilan "Ratu Pesek." Jargon khasnya, "uwenak lek," selalu mengiringi penampilannya di atas panggung.

Sementara fans setianya yang disebut sebagai SAJ (Sahabat Arneta Julia) telah tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Biodata

Nama Asli: Arneta Yuliana Fitri

Nama Panggung: Arneta Julia

Tempat, Tanggal Lahir: Gresik, 2 Juli 2002

Agama: Islam

Profesi: Penyanyi Dangdut

Akun Instagram: @arneta_id1

Lagu Dangdut yang Pernah Dinyanyikan

Potret Tua (2021)

Selamat Jalan (2021)

Sebotol Minuman (2021)

Scatter (2021)

Rembulan Malam (2021)

Tangis Kehidupan (2021)

Badai Biru (2021)

Rahasia Cinta (2022)

Bersabarlah (2022)

Bidadari Cinta (2023)

Mung Kowe (2020)

Rintihan Rindu (2020)

Bukan Cerita Dusta (2021)

Cinta Kasihku (2021)

Sedang Sedang Saja (2021)

Digilir Cinta (2021)

Haruskah Aku Mati (2021)

Repot (2021)

Tak Jujur (2021)

Nyanyian Rindu (2021)

Sun Sing Suwe (2022)

Tak Berdaya (2022)

Pedhot Janji (2022)

Pertemuan (2022)

Pecah Seribu (2022)

Manut Dalane Gusti (2022)

Oleh-oleh (2022)

Sewates Konco (2022)

Permata Hati (2022)

Ngopi Maszeh (2023)

Saat Jumpa Pertama (2023)

Selimut Rindu (2023)

 

Top

Memukau! Penampilan Niken Salindry di Panggung Wayang Kulit Hari Jadi Ke-458 Kabupaten Madiun

Iki Radio — Sinden kondang asal Kediri, Niken Salindry, berhasil membius ribuan pasang mata yang memadati Alun-Alun Reksogati Caruban pada Jumat (24/7/2026) malam.

Kehadirannya dalam pagelaran wayang kulit bersama dalang ternama Ki Cahyo Kuntadi menjadi salah satu magnet utama dalam panggung peringatan Hari Jadi Ke-458 Kabupaten Madiun.

Tampil energik pada sesi Limbukan, pedangdut sekaligus sinden muda ini membawakan beberapa tembang hits.

Suasana semakin pecah saat Niken melantunkan lagu berjudul "Negoro Angin", yang langsung disambut antusias oleh penonton dengan gemuruh sing-along di seluruh penjuru alun-alun.

Penampilan Niken Salindry benar-benar menghidupkan suasana pertunjukan wayang kulit yang mengambil lakon “Semar Mbangun Khayangan” itu. Kombinasi seni tradisi dan hiburan populer yang dibawakannya sangat luar biasa.

Pemilik nama lengkap Dimas Niken Salindry ini lahir di Kediri pada 29 Juni 2008. Darah seni mengalir kuat dari sang ayah, Ki Degleng Gondosupono, seorang dalang kondang, dan ibunya, Wiwin Arumita.

Perjalanan karier Niken terbilang istimewa. Usia 2 tahun Niken mulai mengenal dan meniti karier di dunia pesindenan. Usia 4 tahun sudah dipercaya tampil dalam pementasan wayang kulit profesional yang dipimpin oleh ayahnya.

Tahun 2023 namanya makin meroket secara nasional setelah membawakan ulang (cover) lagu "Mangku Purel" ciptaan Nurbayan versi campursari hingga melesat ke posisi 7 Trending YouTube.

Kualitas vokal dan daya pikat Niken di atas panggung tidak perlu diragukan lagi.

Pada tahun 2023, ia sukses menyabet penghargaan sebagai Penyanyi Cover Lagu Terambyar pada ajang Ambyar Awards MNCTV lewat lagu "Kalih Welasku" ciptaan Denny Caknan, Soepardi Aye, dan Banyu Onyonk.

Video kolaborasinya bersama Lala Atika saat membawakan lagu tersebut di kanal YouTube Kembar Music Digital bahkan sempat menduduki peringkat trending dan telah ditonton lebih dari 27 juta kali.

Kehadiran sosok seniman muda berbakat seperti Niken Salindry di panggung peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ini tak hanya hiburan semata, namun juga menjadi bukti nyata bahwa seni tradisi seperti wayang kulit dan campursari tetap digandrungi oleh lintas generasi.(ir)

 

Sukses Goyang Ribuan Warga, Aftershine Meriahkan Caruban Fun Day dan Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458

Iki Radio – Ribuan warga Caruban dan sekitarnya tumpah ruah memadati Alun-Alun Reksogati, Caruban, pada Jumat malam (3/7/2026). 

Kehadiran massa yang luar biasa ini tak lain untuk menyaksikan penampilan memukau dari Aftershine, grup musik pop koplo asal Sleman, Yogyakarta, yang sukses menggoyang panggung Caruban Fun Day (CFD).

Kemeriahan konser ini sekaligus menjadi momentum spesial perayaan tahun ke-3 Caruban Fun Day (CFD) serta memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Toko Emas Omega yang ke-44.

Hadir mewakili Bupati Madiun, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Madiun, Didik Harianto, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas partisipasi serta sinergi seluruh pihak yang mendukung penuh terselenggaranya acara ini.

Didik menjelaskan bahwa kegiatan ini berjalan beriringan dengan semangat tema Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458, yaitu "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera)".

"Kabupaten Madiun ini telah menempuh perjalanan panjang 458 tahun sejak tahun 1568. Insya Allah, puncak peringatannya akan kita laksanakan pada 18 Juli 2026 mendatang," ujar Didik.

Lebih lanjut, Didik memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Madiun telah menggelar berbagai rangkaian acara pasca-pandemi dan menyambut hari jadi, salah satunya melalui gelaran Sepasar Ing Madiun (Sepasma) yang disebar di beberapa wilayah.

"Sepasma dimulai dari wilayah Selatan. Kemudian bersamaan juga saat ini, mulai tanggal 1 sampai 7 Juli, sedang berlangsung di wilayah Tengah, tepatnya di Lapangan Desa Tiron. Insya Allah nanti tanggal 10 hingga 19 Juli, Sepasma juga akan hadir di Alun-Alun Reksogati ini," jelasnya.

Didik menambahkan, konser malam tersebut merupakan bukti nyata kolaborasi apik antara komunitas CFD, Omega Grup, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun. Ia berharap event besar seperti ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal.

"Semoga kegiatan ini berjalan lancar, aman, dan tertib, serta dapat memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya warga Caruban dan sekitarnya. Monggo silakan Bapak, Ibu, kita nikmati bersama penampilan grup musik bertaraf nasional, Aftershine dari Jogja," pungkasnya.

Aftershine, grup musik yang digawangi oleh Hasan Toys (vokal), Andika Permana Putra (gitar melodi), dan Zulian Achmad Yuniarto (kibor) bersama tiga personel lainnya ini sukses membius penonton lewat deretan tembang hits mereka.

Memulai rekam jejaknya sejak tahun 2010 dengan nama "Tengah Malam", grup ini bertransformasi menjadi "Aftershine" pada 2015 guna menjangkau pasar yang lebih luas. 

Mereka kemudian resmi mendeklarasikan diri pada 22 Maret 2017 di Sleman, DI Yogyakarta. Nama Aftershine kian melejit di blantika musik tanah air pasca merilis singel hit "Yowes Modaro" yang akrab di telinga para pencinta genre dangdut pop koplo.(ir)

Lirik dan Makna Lagu Negoro Angin - Denny Caknan, Cerita Viral Pejuang LDR

Iki Radio - Penyanyi Denny Caknan resmi merilis lagu terbaru berjudul “Negoro Angin” pada 16 Maret 2026. Lirik lagu ini ditulis langsung oleh Denny Caknan, yang juga bertindak sebagai komposer bersama Rijal Pamungkas dan Shadewa Wijaya.


Makna Lagu 'Negoro Angin'

Lagu “Negoro Angin” menggambarkan kepahitan hubungan jarak jauh (LDR) yang sarat akan kerinduan, ketidakpastian, dan rasa kehilangan. Liriknya menuturkan perjalanan panjang demi menepati janji, yang akhirnya berujung pada kesadaran bahwa cinta yang terpisah benua terasa mustahil untuk digapai.
 
Secara keseluruhan, Lagu “Negoro Angin” menjadi deskripsi emosional tentang cinta yang tergerus jarak, penyesalan, serta keteguhan hati yang bertahan meski menyakitkan.

 

Lirik Lagu 'Negoro Angin'

 

Tak tampuh sawelas sewu kilometer nyusul awakmu
Sing nate janjimu mulih ning aku
Sakwise ngrampungke urusanmu
 
Tak tekad-tekadke masio ora tau ngalami adem
Minus siji mosok ora ditemoni
Nekatku mung pengin niliki

Kepisah benua negoro angin
Nggayoh tresnamu rasane wis ra mungkin
Wis bedo semenjak jarang teko
Tiyang sing mbiyen tak kenal dadi wong liyo
 
Ternyata LDR pait tenan
Mboten saindah kembang tulip neng taman
Goblokku isih sayang awakmu
Ngertio ra sudi ngancani jaman susahmu
 
Isih kebayang-bayang, isih dadi kenangan
Bekas ambu rangkulanmu wangine isih ning atiku
Isih tak kangeni, isih tak tunggoni
Isih terus tak tangisi...uwooooooo
Isih tak kangeni, isih tak tangisi
Kenangan sing wingi
Mabur duwur melayang layang
terbang diatas awan
ingin melepas rindu sayang...
 
Kepisah benua negoro angin
Nggayoh tresnamu rasane wis ra mungkin
Wis bedo semenjak jarang teko
Tiyang sing mbiyen tak kenal dadi wong liyo
Ternyata LDR pait tenan
Mboten saindah kembang tulip neng taman
Goblokku isih sayang awakmu
Ngertio ra sudi ngancani jaman susahmu
Goblokku... isih sayang awakmu…




Sadar Umur Rahasia Tuhan, Dewi Perssik Tak Mau Lewatkan Momen Berbagi Daging Kurban

Iki Radio - Pedangdut Dewi Perssik mengungkap alasan dirinya turun langsung membagikan daging kurban kepada warga saat momen Idul Adha.

Pedangdut Dewi Perssik turut terlibat langsung dalam proses pemotongan daging hewan kurban di kediamannya kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2026).(FOTO : Tribunnews.com/Fauzi Alamsyah).

Menurut wanita yang akrab disapa Depe itu, momen berbagi seperti ini menjadi kesempatan berharga yang belum tentu bisa kembali dirasakan di tahun berikutnya.

“Ini kan momen. Belum tentu tahun depan saya masih ada dan masih diberi kesempatan untuk berbagi,” kata Dewi Perssik di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2026).

Tak ingin hanya menyerahkan proses pembagian kepada warga sekitar, Depe memilih melihat langsung antusias warga yang rela mengantre demi mendapatkan daging kurban.

Sebab, bertemu langsung dengan masyarakat membuat dirinya semakin bersyukur atas rezeki dan kesehatan yang diberikan Tuhan.

“Kalau ngelihat mereka sampai ngantre, terus bisa lihat muka-mukanya betapa mereka senang. Saya merasa sama Allah dikasih rezeki, dipermudah, dikasih sehat, ya harus berbagi,” ujarnya.

“Kalau melihat orang-orang di luar sana banyak yang susah, ya Allah terima kasih aku masih dikasih sehat. Jadi aku merasa bersyukur atas apa yang aku dapat saat ini,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dewi Perssik juga mengungkap hikmah Idul Adha tahun ini baginya adalah belajar untuk lebih banyak bersyukur dan peduli terhadap sesama.

“Ternyata di luar sana banyak yang lebih susah dari aku, banyak yang masih membutuhkan secara ekonomi dan kebahagiaan. Jadi harus banyak-banyak bersyukur sama Allah. Senang aku masih bisa berbagi,” tutup Dewi Perssik.

Dicibir Soal THR Rp15 Ribu, Dewi Perssik Sebut Total Dana yang Dikeluarkan Rp900 Juta

Iki Radio - Pedangdut Dewi Perssik kembali menjadi sorotan setelah aksinya membagikan THR kepada warga di kampung halamannya di Jember menuai beragam komentar dari netizen.


Tak hanya memberikan uang tunai, perempuan yang akrab disapa Depe itu juga membagikan beras kepada warga. Untuk setiap orang, bantuan yang diberikan berupa uang Rp15 ribu dan beras 5 kilogram.

THR tersebut dibagikan kepada ribuan warga di lingkungan tempat tinggal keluarganya di Jember sebagai bentuk kepedulian Depe menjelang Lebaran.

Saat mendapat cibiran karena nominal uang yang dianggap kecil, Depe menjelaskan total dana yang ia keluarkan mencapai ratusan juta rupiah.

"Mereka yang bagi, saya tahunya cuma ngasih uang di Jember Rp900 juta. Saya enggak kasih tahu mereka kasih berapa. Ternyata dihitung sama bapak RT, bapak RW, bapak camat, bapak TNI, bapak polisi dihitung satu orangnya adalah (beras) 5 kilogram dan plus Rp15 ribu cukup, ini merata. Oh ya udah kalau memang sekiranya cukup ya udah," pungkas Dewi Perssik dalam siaran langsung di akun TikTok-nya, dilansir TRIBUNTRENDS.COM, Senin (23/3/2026).

Menanggapi komentar miring yang bermunculan, Depe mengaku heran karena niat baiknya justru dipersoalkan.

"Terus Dewi Perssik disalahin lagi? masya Allah heran ya, heran gitu loh. Orang ngasih salah, enggak ngasih salah," kata Depe.

Ia juga menegaskan bahwa uang Rp900 juta yang dibagikan bukan nominal kecil karena diperoleh dari hasil kerja kerasnya sebagai artis.

"Sayang, Rp900 juta itu bukan uang kecil. Rp900 juta itu duit yang dibagi-bagi supaya mereka itu dapat. Itu duit kerja keras. Kalian tidur aku masih nyanyi, kalian tidur aku masih di acara sahur," ungkap Depe.

Depe meminta publik tidak hanya menghitung nominal uang tunai yang diberikan, sebab bantuan tersebut juga disertai beras dengan nilai yang tidak sedikit.

"Inget, jangan uangnya aja dihitung, itu ada berasnya. Itu beras harganya Rp85 ribu, dihitung juga. Berarti satu orang ya Rp100 ribu," tegas Depe.

Mengenai alasan bantuan tidak dibagikan seluruhnya dalam bentuk amplop uang, Depe menyebut teknis pembagian diserahkan kepada panitia setempat karena jumlah penerima mencapai 8.400 orang.

"Mending diamplopin? ya mungkin panitianya keriting tangannya, soalnya (orangnya ada) 8.400. Kamu mau bantuin panitianya? lah kalau Dewi Perssik suruh giniin 8.400 orang ya keriting tanganku gais," imbuh Depe.

close
Pasang Iklan Disini