Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Daerah. Show all posts
Showing posts with label Daerah. Show all posts

Ketuk Pintu Langit di Hari Jadi ke-458, Pemkab Madiun Gelar Sima’an Al-Qur’an Kubro Serentak di 42 Titik

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar kegiatan spiritual Sima’an Al-Qur’an Kubro secara serentak di 42 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Madiun pada Minggu (12/7/2026).

Melalui lantunan ayat suci yang dikumandangkan oleh para hafidz dan hafidzah ini, Pemkab Madiun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama "mengetuk pintu langit" demi keselamatan, kemakmuran, dan keharmonisan daerah. Momentum religius ini dilaksanakan khusus dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun.

Peringatan tahun ini sekaligus menjadi ajang refleksi sejarah panjang Madiun yang didirikan oleh Bupati pertama, Panembahan Ronggo Djumeno—yang merupakan keturunan langsung dari Raden Patah, Sultan Demak. Nilai sejarah yang tinggi tersebut dinilai menjadi fondasi kokoh bagi generasi penerus untuk terus membangun daerah.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, saat menutup secara resmi kegiatan Sima’an Kubro di Pendopo Muda Graha Madiun, Minggu sore.

"Kegiatan spiritual ini menegaskan betapa pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan mental-spiritual masyarakat di bumi 'Kampung Pesilat' ini," ujar Wabup Purnomo Hadi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para kyai, ulama, hafidz-hafidzah, serta seluruh elemen masyarakat yang telah menyukseskan agenda besar ini.

Kegiatan sima’an yang berlangsung khusyuk ini dimulai sejak pagi hari pukul 05.00 WIB hingga berakhir pukul 15.00 WIB. Acara penutupan berjalan dengan sangat hikmat dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh agama, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, serta para penghafal Al-Qur'an.

Sebagai puncak acara, jalannya penutupan sima’an diakhiri dengan ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Mizan Basyari (Gus Mizan). Dalam tausiyahnya, Gus Mizan mengupas mendalam kandungan ayat-ayat suci Al-Qur’an sebagai pedoman hidup guna mewujudkan masyarakat Kabupaten Madiun yang berkah, rukun, dan bersahaja.

Melalui agenda ini, sinergi antara pemerintah (umaro), ulama, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin kokoh. Hubungan harmonis ini menjadi modal utama dalam merefleksikan serta melanjutkan cita-cita luhur fondasi daerah yang telah diinisiasi oleh Panembahan Ronggo Djumeno ratusan tahun silam.(ir)

Semarak Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun: Alunan Syahdu Parade Keroncong Indonesia Pukau Pengunjung Sepasma 2026

Iki Radio – Alunan musik klasik berpadu petikan ukulele menggema indah di area Sepasar di Madiun (Sepasma) 2026. Parade Keroncong Indonesia tampil memukau sebagai salah satu agenda unggulan dalam rangkaian memperingati Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun.

Acara bernuansa budaya ini resmi dibuka Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Kadin Parpora) Kabupaten Madiun, Puji Rahmawati, pada Minggu (12/7/2026).

Dalam sambutannya, Kadin Parpora Puji Rahmawati menyampaikan bahwa kehadiran komunitas keroncong dari berbagai penjuru tanah air merupakan sebuah kehormatan besar bagi Kabupaten Madiun. 

Gelaran ini diharapkan tidak sekadar menjadi hiburan musiman, melainkan mampu menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus ajang nostalgia bagi para pencinta musik keroncong lintas generasi.

“Mudah-mudahan apa yang ditampilkan ini menjadi sebuah upaya pelestarian bagi kita, menjadi suguhan bagi penikmat musik keroncong, serta menjadi obat kangen dan nostalgia bagi Bapak Ibu yang memang hobi keroncong, terutama di Kabupaten Madiun,” ujar Puji Rahmawati.

Sebelumnya, kemeriahan rangkaian acara Sepasma 2026 telah dibuka secara religius melalui pengajian akbar bersama ulama kondang, Gus Iqdam. Festival tahunan kebanggaan warga Madiun ini dipastikan akan terus berlangsung meriah dengan berbagai hiburan menarik setiap hari hingga 19 Juli mendatang.

Puji Rahmawati juga mengajak masyarakat luas, khususnya para pengunjung yang datang dari luar kota, untuk menetap lebih lama di Bumi Kampung Pesilat dan menikmati seluruh rangkaian acara seni, budaya, serta pasar rakyat yang disuguhkan.

Parade musik keroncong ini sendiri berlangsung secara maraton sepanjang hari hingga malam hari. Menambah daya tarik dan bobot acara, sesi malam juga akan diisi dengan agenda talk show khusus bersama Bupati Madiun.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap musik keroncong tetap mendapat tempat di hati masyarakat modern, terutama generasi muda sebagai penerus warisan budaya bangsa.

“Semoga kegiatan ini dapat terus konsisten terlaksana dan komunitas keroncong Indonesia bisa kembali berpartisipasi pada tahun-tahun berikutnya,” pungkas Kadin Parpora.(ir)

Keliling Pasar Banyuwangi, Wapres Gibran: Bagus, Semoga Tambah Ramai

Iki Radio - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (10/7/2026). 

Salah satu agendanya, meninjau progres Pasar Banyuwangi. Gibran memuji desain dan konsep pembangunan pasar induk yang dibangun dengan mengusung arsitektur bergaya Osing tersebut. 

Didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan para pejabat kementerian terkait, Gibran berkeliling ke tiap sudut pasar. 

Gibran sempat meninjau beberapa titik area pasar yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan anggaran Rp 152 miliar itu. Ia meninjau mulai dari bangunan-bangunan sisi depan, hingga kios dan los di bagian dalam.

Gibran juga sempat berbincang dengan perwakilan pedagang Pasar Banyuwangi. Kepada mereka, Gibran menyampaikan selamat karena pasar telah dibangun menjadi bagus dan modern.

"Selamat, ya, pasarnya sudah bagus. Semoga tambah ramai," kata Gibran.

Bangunan pasar juga mengangkat arsitektur lokal. Ornamen-ornamen simbol Suku Osing, suku asli Banyuwangi, tampak mencolok di berbagai sisi.

Pasar Banyuwangi dibangun dengan konsep bangunan hijau. Gedung-gedung pasar dirancang secara semi terbuka sehingga udara di area dalam bisa bersikulasi secara lancar.

“Arsitekturnya bagus. Bangunannya open space, sehingga tidak pengap. Menurut saya pasar Banyuwangi yang paling bagus dibandingkan pasar lain yang sudah direvitalisasi,” kata Gibran.

Meski demikian, Gibran juga memberikan beberapa catatan kepada kontraktor yang membangun pasar. Gibran meminta kabel-kabel yang terlihat berantakan agar dirapikan. Ia juga meminta agar lantai pasar dibersihkan secara menyeluruh sebelum diserahterimakan ke pemerintah daerah.

Pasar Induk Banyuwangi dibangun di atas lahan 10.600 meter persegi dengan dua bangunan utama yang terletak di sisi utara dan selatan. Pasar ini memiliki 397 kios dan 356 los.

Adapun bangunan pasar dibagi menjadi tiga zona utama meliputi areal pasar basah, pasar kering, dan area kuliner.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Pasar Banyuwangi berkonsep Pasar Wisata. Nantinya, para pedagang akan dikelompokan sesuai dengan dagangan masing-masing, sehingga wisatawan bisa datang ke pasar dan mendatangi kelompok lapak yang diinginkan.

"Karena berkonsep pasar wisata, pasar ini juga nantinya diharapkan menjadi tempat penyelenggaraan berbagai event ke depannya," kata Ipuk.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, I Gusti Agung Aris Wibawa, menambahkan, pembangunan Pasar Banyuwangi sudah rampung 100 persen. Saat ini, pihaknya masih berfokus pada masa pemeliharaan.

"Masih akan ada penyempurnaan-penyempurnaan, seperti tadi arahan dari Pak Wapres," kata dia.

Pengoperasian Pasar Banyuwangi menunggu serah terima dari pemerintah pusat ke daerah dalam waktu dekat. Setelah itu, para pedagang baru bisa mulai berpindah dari lokasi relokasi ke bangunan baru. (*)

Pemkab Madiun Salurkan BLT Rp 1,7 Miliar untuk Buruh Tani Tembakau dan Pabrik Rokok

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Sosial (Dinsos) resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai lebih dari Rp 1,7 miliar. 

Bantuan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2026 ini dialokasikan khusus bagi buruh petani tembakau dan buruh pabrik rokok di wilayah Kabupaten Madiun.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan langsung Bupati Madiun Hari Wuryanto, di Pendapa Muda Graha pada Jumat (10/7/2026).

Kepala Dinsos Kabupaten Madiun, Supriyadi, menjelaskan bahwa total penerima manfaat tahun ini mencapai 1.909 orang.

Dari jumlah tersebut 1.400 orang merupakan buruh petani tembakau, dan sebanyak 509 orang buruh pabrik rokok. 

Setiap penerima manfaat mendapatkan BLT sebesar Rp 300.000 per bulan untuk alokasi tiga bulan (Maret hingga Mei 2026), sehingga total yang diterima per orang adalah Rp 900.000. 

Proses penyaluran dana dilakukan secara transparan melalui Perumda BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun.

"Asal data by name by address merupakan usulan resmi dari dinas terkait agar tepat sasaran. Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian dan komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan," ungkap Supriyadi.

Meskipun alokasi dana DBHCHT dari pemerintah pusat mengalami penurunan drastis hingga 50 persen dibandingkan tahun lalu, Pemkab Madiun berkomitmen untuk tidak mengurangi jumlah penerima bantuan sosial ini.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa program perlindungan dan jaminan sosial tetap menjadi skala prioritas utama.

"Penerima BLT tetap sama seperti tahun kemarin. Kegiatan di sektor lain yang terpaksa kami kurangi mengingat jatah dari pusat turun 50 persen. Meskipun anggaran menurun, pemanfaatan DBHCHT akan tetap dioptimalkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Penyaluran BLT ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi buruh di tengah situasi perekonomian global yang tidak menentu. 

Apalagi, momentum pencairan ini dinilai sangat pas dengan dimulainya tahun ajaran baru sekolah.

"Saya rasa momennya sangat tepat karena bersamaan dengan tahun ajaran baru. Bantuan ini bisa digunakan untuk membantu biaya kebutuhan pendidikan anak-anak mereka," tambah Bupati.

Selain untuk BLT, Hari Wur menambahkan bahwa sisa anggaran DBHCHT tahun ini tetap dialokasikan secara proporsional layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di sektor pertanian dan industri tembakau, dan sarana prasarana guna meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi tembakau di Kabupaten Madiun.

Acara penyerahan bantuan ini turut dihadiri oleh jajaran forkopimda dan pejabat penting, di antaranya Wakil Bupati Madiun, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Sekretaris Kepala Biro Perekonomian dan SDA Provinsi Jawa Timur, para Asisten dan Staf Ahli, OPD pengelola DBHCHT, serta sejumlah Camat dan Kepala Desa.(ir)

HUT ke-46 Dekranas di Makassar: Kabupaten Madiun Siap Bawa Kerajinan Lokal Tembus Pasar Internasional

Iki Radio – Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai pembukaan Pameran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang digelar di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Jumat (10/7/2026). 

Ribuan pengurus Dekranasda, perajin, dan pelaku UMKM dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul untuk merayakan karya sekaligus memperkuat jejaring antardaerah.

Dalam momentum akbar ini, Ketua Dekranasda Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, yang hadir bersama dengan wakil Ketua Fitriya Purnomo Hadi dan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Indra Setiyawan, menyatakan kesiapan wilayahnya untuk mengadopsi arahan pusat demi membawa kerajinan khas Madiun naik kelas. 

Ia menaruh harapan besar pada masa depan industri kreatif di daerah bumi pesilat tersebut.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen untuk membawa produk unggulan Kabupaten Madiun melompat lebih jauh. Harapan besar kami ke depan, perajin Madiun tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama yang mandiri, inovatif, dan mampu memanfaatkan digitalisasi untuk menembus pasar internasional,” ungkap Erni optimis.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming. Dalam sambutannya, Selvi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Provinsi Sulawesi Selatan yang telah bersiap menjadi tuan rumah Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 sekaligus puncak peringatan HUT ke-46 Dekranas.

Selvi mengaku bangga melihat antusiasme sekitar 3.000 pengurus Dekranasda tingkat provinsi, kabupaten, hingga kota yang memadati area pameran di Kota Makassar.

“Dekranas menjadi rumah bagi pengrajin seluruh Indonesia, hari ini bukti 3000 yang hadir. Sudah 46 tahun Dekranas menjadi wadah pengrajin seluruh Indonesia,” ucap Selvi.

Ia menambahkan bahwa kekayaan alam dan budaya Indonesia adalah modal besar untuk mengembangkan industri kerajinan nasional. Beragam produk kriya dan wastra (kain tradisional) yang dipamerkan menjadi bukti nyata kreativitas masyarakat yang terus berkembang.

“Indonesia sangat kaya akan keberagaman sumber daya alam. Jangan lelah memberikan support dan ide kreatif untuk membantu UMKM seluruh Indonesia dalam mengembangkan produk kerajinannya. Dekranas dan Dekranasda tidak hanya penyelenggara acara saja, tapi ikut memberikan akses pelatihan serta strategi pemasaran,” tegasnya.

Pameran tahun ini menjadi ruang strategis bagi para perajin untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jaringan, dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

Sebagai tuan rumah, Sulawesi Selatan menyambut hangat ribuan tamu yang datang. Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina, mengaku sangat bangga atas kepercayaan besar yang diberikan kepada daerahnya. Momen ini memiliki arti khusus karena merupakan kali pertama Sulawesi Selatan ditunjuk sebagai tuan rumah acara berskala nasional milik Dekranas.

“Ini kehormatan bagi kami menyambut Bapak/Ibu, dan kepercayaan yang diberikan kepada kami. Momen ini bukan hanya kolaborasi, tapi bukti daerah kami dalam mendukung ekonomi kreatif Indonesia. Ini juga yang pertama untuk Sulsel mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah,” tutur Naoemi.

Perayaan HUT ke-46 Dekranas ini menjadi pengingat solidnya organisasi dalam menaungi para perajin Indonesia selama puluhan tahun. Di tengah tantangan modernisasi, semangat menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan produk kerajinan lokal terbukti tetap hidup melalui karya-karya inovatif yang lahir dari berbagai pelosok Nusantara.


Bupati Siak Ajak ASN Jadi Penggerak Perubahan

Iki Radio - Bupati Siak Afni Zulkifli mengajak sekitar 16 ribu aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menjadi penggerak perubahan melalui aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Bupati Siak Afni Zulkifli saat mengikuti senam pagi bersama dalam rangka Gerakan Indonesia ASRI yang berlangsung di halaman Gedung LAMR Kabupaten Siak, Kamis (9/7/2026). 


Hal tersebut disampaikan Afni saat Gerakan Indonesia ASRI Nasional di kawasan Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan itu diisi dengan senam bersama, gotong royong, penanaman pohon, dan donor darah. Turut hadir Wakil Bupati Siak Syamsurizal, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran perangkat daerah, TNI, Polri, serta sejumlah organisasi.

Dalam kesempatan itu, Afni menegaskan ASN harus menjadi teladan dengan membiasakan tindakan positif, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, mengajak masyarakat memilah sampah, membayar pajak tepat waktu, hingga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

"Saya ingin ASN Kabupaten Siak menjadi ASN yang berdampak, ASN harus jadi pendobrak. Kalau sekitar 16 ribu ASN bergerak bersama melakukan hal-hal baik, saya yakin manfaatnya akan dirasakan masyarakat," kata Afni.

Usai senam bersama, Afni didampingi Wakil Bupati Syamsurizal memimpin gotong royong membersihkan kawasan Gedung LAMR. Keduanya juga melakukan penanaman pohon sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI Nasional sekaligus upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi donor darah yang diselenggarakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Siak bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Palang Merah Indonesia (PMI). Antusiasme peserta cukup tinggi hingga seluruh kantong darah yang disiapkan berhasil terisi.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Siak, Fauzi Asni, mengatakan donor darah merupakan bentuk kepedulian sederhana yang dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.

Menurut dia, ASN perlu terus menghadirkan aksi-aksi positif agar kehadiran pemerintah benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Persiapan Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun Capai 96 Persen, MPLS Siap Digelar 14 Juli

Iki Radio – Pemerintah terus mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun.

Hingga saat ini, pembangunan infrastruktur fisik dan pemenuhan kuota calon siswa (casis) terus dikejar agar program unggulan ini dapat berjalan lancar sesuai target.

Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Bencana dan Kedaruratan Kementerian Sosial RI, Rachmat Koesnadi, mengungkapkan bahwa progres sarana dan prasarana (sarpras) kini telah menyentuh angka 96 persen.

"Terus berproses ya. Terkait sarana prasarana sudah 96 persen. Ruang asrama, ruang kelas, kantin, aula, maupun ruang ibadah pada prinsipnya sudah hampir siap," ujar Rachmat di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Kamis (9/7/2026).

Pihak pelaksana pembangunan, ditargetkan merampungkan sejumlah fasilitas secara bertahap mulai tanggal 10 hingga 15 Juli. Pengecekan menyeluruh akan terus dilakukan demi memastikan kenyamanan para siswa.

Dari target keseluruhan 360 siswa yang dicanangkan pusat, disepakati penyesuaian target awal untuk SR Kabupaten Madiun sebanyak 270 anak, yang dibagi rata untuk tingkat SD (90 anak), SMP (90 anak), dan SMA (90 anak).

Rachmat Koesnadi menambahkan, kendala rekrutmen sejauh ini lebih kepada masalah koordinasi dan penyamaan persepsi mengenai kriteria informasi di lapangan.

Namun ia menegaskan, sesuai arahan Menteri, anak-anak usia sekolah yang masuk desil 1 dan desil 2 berhak masuk ke Sekolah Rakyat.

Sebelum pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan calon siswa guna mempermudah mobilisasi. Setelah pemeriksaan kesehatan, siswa direncanakan langsung masuk asrama.

Untuk keperluan MPLS pada 14 Juli 2026, kelengkapan seperti baju olahraga, celana, dan sepatu sedang dipersiapkan. Menariknya, pemenuhan kebutuhan logistik seperti seragam, alat kebersihan, hingga konsumsi siswa mengutamakan perputaran ekonomi daerah.

"Sebagian besar belanjanya di lokal sini (Madiun)," kata Rachmat.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Tarnu Ashidiq, menjelaskan bahwa hingga hari pelaksanaan pleno, data pemenuhan kuota siswa masih terus bergerak dinamis. Untuk tingkat SD terpenuhi 12 siswa (kurang 78 anak), SMP sudah terpenuhi 100 persen (90 siswa), dan SMA sudah terpenuhi 80 siswa (kurang 10 anak).

“Sebagai program prioritas dan unggulan dari Presiden, pelaksanaan Sekolah Rakyat ini mendapat perhatian khusus dari Bupati Madiun. Implementasi program ini menuntut sinergi ketat lintas sektor agar visi Kabupaten Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera (Bersahaja) dapat terwujud,” ungkap Tarnu.

Untuk mempercepat sisa kuota siswa, Dinas Sosial bersama Dinas Pendidikan sepakat menerapkan langkah koordinasi satu pintu.

Pendamping PKH akan bergerak berkoordinasi langsung dengan para Kepala Sekolah. Selanjutnya, segala rekomendasi yang dibutuhkan dari Dinas Pendidikan akan dikelola melalui satu pintu lewat Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH untuk mempermudah layanan.(ir)

Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun Tampung Puluhan Siswa SR Ponorogo

Iki Radio - Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun bersiap menampung puluhan siswa dari Sekolah Rakyat Ponorogo.

ilustrasi Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun

Kebijakan penitipan siswa antar-daerah ini dilakukan menyusul perkembangan positif pembangunan fasilitas pendidikan di Kabupaten Madiun.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, mengungkapkan bahwa progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun saat ini sudah hampir rampung 100 persen.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan wilayah tetangga (Ponorogo). Meski kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat Ponorogo sudah berjalan, hingga kini mereka belum memiliki fasilitas gedung sendiri.

"Ada tiga rombongan belajar (rombel) dari Ponorogo yang akan dipindahkan sementara ke Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun," ujar Supriyadi, Kamis (9/7/2026).

Ketiga rombel itu masing masing satu rombel untuk setiap tingkat pendidikan, mulai Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dimana setiap rombel terdiri dari 30 siswa.

“Jadi total ada 90 siswa Ponorogo yang nanti akan dititipkan di Madiun,” tambahnya.

Sementara itu, untuk Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun mencatat sebanyak 177 siswa baru yang terdaftar untuk tahun ajaran 2026/2027. Dengan rincian 8 siswa SD, 90 siswa SMP dan 79 siswa SMA.

Jika tidak ada perubahan jadwal, seluruh siswa baru—baik dari Kabupaten Madiun maupun siswa titipan dari Ponorogo—akan mulai memasuki lingkungan sekolah pada pekan depan.

Rencananya, pada 14 Juli 2026, sekolah akan resmi dibuka sekaligus menandai dimulainya kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Agenda perdananya tidak hanya melibatkan para siswa, melainkan juga mengundang orang tua murid agar mereka dapat saling mengenal dan beradaptasi dengan ekosistem belajar yang baru di Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun.(ir)

close
Pasang Iklan Disini