Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Daerah. Show all posts
Showing posts with label Daerah. Show all posts

Ngerandu Buko, Pasar Takjil Ramadan Suguhkan Aneka Kuliner Khas Banyuwangi

Iki Radio - Ramadan menjadi momen yang ditunggu masyarakat. Di Banyuwangi, salah satu cara menyambut Ramadan adalah dengan menggelar pasar takjil Ngerandu Buko (menunggu berbuka puasa). Warga menjual aneka kuliner menu berbuka puasa. 

Salah satu pasar Ngerandu Buko yang ramai berlokasi di wisata Pantai Marina Boom. Di hari pertama puasa Ramadan, pasar kuliner tersebut ramai dikunjungi warga yang ngabuburit. 

Mereka "berburu" aneka kudapan. Ada petula (patula), aneka jenis bubur, kolak, precet (olahan pisang khas Banyuwangi), darplok, hingga makanan berat seperti nasi tempong, dan aneka jenis muniman segar. 

"Salah satu spot berbuka puasa terbaik di Banyuwangi. Kita membatalkan puasa sambil menikmati senja di pinggir marina. Lokasi ini jadi andalan kita semua," kata Dela yang saat itu datang ramai-ramai bersama kawannya. 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa pemkab terus mendorong dan memfasilitasi pelaksanaan pasar takjil Ramadan di seluruh wilayah Banyuwangi.

"Pastinya dengan adanya pasar takjil ini ribuan warga dan UMKM terlibat. Momentum ini kita manfaatkan untuk menumbuhkan dan menggerakkan ekonomi rakyat,” kata Bupati Ipuk, saat membuka Pasar Takjil Ramadhan “Ngerandu Buko”, di Pantai Marina Boom, Kamis (19/02/2026).

Ada sebanyak 250 pedagang yang berjualan di sana. Mereka berjualan dari sore hingga malam hari. Tidak hanya dikunjungi oleh warga setempat, sejumlah wisatawan asing juga tampak berbelanja di kawasan tersebut. Mereka mengaku sangat menikmati suasana pasar kuliner ini. 

“Pasar Ramadan ini sangat menarik. Saya tidak menyangka seramai ini perayaan Ramadan di Banyuwangi. Sangat berbeda sekali suasana Banyuwangi, baik dengan Bali maupun Lombok. Sangat menarik,” kata Glenn, turis asal Amerika Serikat. 

Ipuk berpesan agar pelaksanaan pasar takjil dikoordinasikan dengan baik, terutama masalah sampah. Ia menyarankan kepada pembeli maupun pedagang agar membawa kantong dari rumah untuk mengurangi sampah plastik.

“Sampah, terutama material plastik, adalah masalah besar bangsa ini. Program membawa tas belanja sendiri adalah upaya kita melaksanakan komitmen Banyuwangi ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), guna mendukung kebijakan Presiden untuk penanganan sampah dan penataan lingkungan.

“Selain itu, untuk menjaga higienitas makanan yang dijual, Laboratorium dari Dinas Kesehatan akan rutin berkeliling untuk mengecek apakah makanan yang dijajakan layak dikonsumsi,” kata Ipuk. (*)

Cegah Penyimpangan Dana Desa, Tim Tipikor Polres Madiun Beri Penyuluhan Hukum bagi Perangkat Desa

Iki Radio - Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Resor (Polres) Madiun, mewanti wanti perangkat desa di wilayah Kabupaten Madiun, agar tidak terjebak dalam tindak pidana korupsi dana desa.

Guna mencegah terjadinya malaadministrasi maupun potensi tindak pidana korupsi di tingkat desa, Polres Madiun melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menggelar penyuluhan hukum secara intensif.

Pengelolaan anggaran dan pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel menjadi kunci kemajuan wilayah.

“Sebagai mitra, kami siap mendukung jalannya pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Dengan pemahaman hukum yang baik, kita bisa mencegah terjadinya kesalahpahaman maupun potensi pelanggaran di kemudian hari. Ingat, pencegahan jauh lebih baik daripada penindakan,” ujar Bhabinkamtibmas Desa Sirapan, Aipda Budianto, Rabu (18/2/2026).

Sosialisasi Bidang Hukum dan Perlindungan Masyarakat Tahun 2026 ini, dihadiri lintas perangkat desa, tidak hanya dari Desa Sirapan, namun juga dihadiri Pj. Kades Tanjungrejo, serta Sekretaris Desa (Sekdes) dari Sumberejo dan Tulungrejo.

Budianto juga menekankan pentingnya aspek sosial dalam kepemimpinan desa. Ia mengajak seluruh perangkat desa, baik dari Sirapan maupun desa tetangga yang hadir, untuk membangun komunikasi dua arah yang sehat dengan masyarakat.

“Serap aspirasi penduduk dengan baik. Jika ada permasalahan di lapangan, mari kita kedepankan musyawarah mufakat. Jangan ragu untuk berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa agar situasi tetap kondusif,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan menjadi benteng bagi para pemangku kebijakan di desa agar tidak tergelincir dalam kasus hukum yang merugikan negara dan publik.(hms/ir)

Hilal Tak Terlihat di Batang, LF PCNU Pastikan Awal Puasa 19 Februari 2026

Iki Radio - Pantauan hilal yang dilakukan Lembaga Falakiyah PCNU Batang di kawasan Jembatan Sigandu Batang, Kabupaten Batang, Selasa (17/2/2026) malam tidak membuahkan hasil. Berdasarkan perhitungan hisab, posisi hilal berada di bawah ufuk sehingga mustahil untuk dirukyat.

Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Batang Abdul Kafi menjelaskan, secara astronomis hilal telah terbenam lebih dahulu dibanding Matahari saat waktu pengamatan.

“Berdasarkan hisab atau perhitungan dari berbagai metode kontemporer, antara hilal dan matahari yang terbenam lebih dahulu adalah hilalnya. Jadi dalam posisi minus. Secara otomatis tidak mungkin dirukyat karena hilalnya sudah terbenam duluan,” jelasnya.

Ia menambahkan, momen ijtima atau konjungsi juga belum terjadi saat Matahari terbenam. Berdasarkan perhitungan, ijtima baru berlangsung pukul 19.02 WIB, setelah waktu maghrib.

“Artinya saat matahari terbenam, ijtimak belum terjadi. Sehingga di seluruh wilayah Indonesia, seluruh rukyat yang diselenggarakan bisa dipastikan tidak akan berhasil melihat hilal,” terangnya.

Dengan kondisi tersebut, bulan Syakban disempurnakan menjadi 30 hari sehingga awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis (19/2/2026). Meski demikian, hasil rukyat tetap dilaporkan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sebagai bagian dari prosedur.

“Nantinya yang mengikuti sidang isbat adalah pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia. Penetapan resmi tetap menunggu keputusan pemerintah,” imbuhnya.

Abdul Kafi menyebutkan, lokasi pengamatan kali ini dipilih di Jembatan Sigandu karena pertimbangan teknis. Biasanya, pemantauan hilal dilakukan di rooftop Gedung Rifaiyah maupun kawasan Pantai Ujungnegoro.

“Iya, biasanya kita di rooftop Rifaiyah, kadang di Pantai Ujungnegoro. Ini karena keterbatasan dan kondisi hilal memang di bawah ufuk, kita di sini sekadar melaporkan bahwa telah melaksanakan rukyatul hilal. Karena isbat itu berdasarkan laporan rukyat,” ungkapnya.

Menurutnya, pelaksanaan rukyat tetap dilakukan sebagai tanggung jawab kelembagaan, meskipun secara hisab sudah dapat dipastikan hilal tidak mungkin terlihat.

Ia juga menyebutkan, pada Rabu (18/2/2026), LF PCNU Batang kembali menggelar pemantauan di Gedung Rifaiyah. Namun kegiatan tersebut hanya bersifat verifikasi dan pembelajaran, bukan sebagai dasar penetapan awal bulan.

“Kalau besok itu sifatnya verifikasi. Kita sudah melakukan hisab, posisi hilalnya sudah tinggi di atas ufuk. Nah, besok itu untuk verifikasi dan pembelajaran, tidak untuk dilaporkan,” tandasnya.

Ia berharap, kegiatan ini menjadi sarana edukasi falakiyah bagi anggota dan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal bulan Hijriah.

“Dengan hasil hisab yang menunjukkan hilal berada di bawah ufuk saat matahari terbenam, besar kemungkinan umat Islam di Indonesia akan memulai ibadah puasa Ramadan secara serentak pada Kamis, menunggu penetapan resmi pemerintah melalui sidang isbat,” pungkasnya.

Dekatkan Layanan, PDAM Kabupaten Madiun Hadir di BAHANA BERSAHAJA

Iki Radio - Sebagai bentuk kontribusi ke pemerintah daerah, dan memberikan layanan terbaik pada masyarakat, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun, hadir dalam kegiatan Bakti Harmoni Madiun Bersih Sehat dan Sejahtera (BAHANA BERSAHAJA), yang dilaksanakan di Desa Bulakrejo Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun, Rabu (11/2/2026).

Dalam kegiatan BAHANA BERSAHAJA itu, PDAM Kabupaten Madiun membuka ruang informasi bagi masyarakat, tentang berbagai layanan. Termasuk produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) “YOIKI” yang di produksi oleh Perumdam Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun.

“Sesuai arahan Bapak Bupati, PDAM harus memberikan kontribusi terhadap penyediaan air minum di Kabupaten Madiun, dan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Direktur Utama PDAM Kabupaten Madiun, Imansyah Novianto, ditemui di lokasi kegiatan BAHANA BERSAHAJA.

Dikatakan, pada tahun 2026 ini PDAM Kabupaten Madiun mentargetkan akan menambah jumlah cakupan layanan hingga 2.500 pelanggan.

“Kami menjaring pemasangan gratis dari dana APBN, kami berharap bisa menjangkau sampai 1.500 pelanggan baru untuk program pasang gratis,” lanjutnya.

Dijelaskan, program pasang gratis tersebut dikhususkan bagi pelanggan rumah tangga, dan bukan untuk pelanggan sosial seperti fasilitas umum, atau tempat ibadah.

“Kami harap masyarakat mengetahui program pemasangan gratis ini. Saat ini kami usulkan ke pusat untuk prosesnya,” tambahnya.

Terkait kegiatan BAHANA BERSAHAJA yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Madiun, PDAM Kabupaten Madiun sangat mendukung. Selain sebagai bentuk sinergi bersama seluruh layanan PDAM Kabupaten Madiun nantinya bisa lebih dekat dengan masyarakat.

“Ini perdana di BAHANA. PDAM berkomitmen bisa berpartisipasi terhadap pelayanan di event BAHANA BERSAHAJA dan sebagainya. Pembayaran, pasang baru, layanan kebocoran, pindah meter bisa kita layani disini,” tambahnya.

Selain itu, sebagai upaya dalam layanan air minum bagi masyarakat, PDAM Kabupaten Madiun menyediakan AMDK “YOIKI” produksi Perumdam Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun.

Dalam kesempatan ini, Bupati Madiun Hari Wuryanto, beserta Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, juga berkesempatan menikmati segarnya air minum YOIKI.

“Alhamdulillah.., segar polll,” ujar Wabup dr. Purnomo Hadi di stand PDAM Kabupaten Madiun.

Sedangkan saat ini, AMDK “YOIKI” juga telah menjangkau sejumlah daerah bukan hanya di wilayah Kabupaten Madiun.

Informasi lebih lanjut untuk layanan PDAM Kabupaten Madiun, pelanggan dan masyarakat dapat menghubungi Whatsapp (WA) Live Chat LAPOR PDAM, di nomor : 081-1351-91-11 online 24 jam.

Melalui layanan tersebut masyarakat dapat mengakses berbagai informasi, mulai pasang baru, hingga pengaduan.

Untuk layanan air minum "YOIKI" bisa langsung menghubungi nomor 0811-3033-455. Baik untuk pemesanan atau pembelian.(ir)

Tumbuh di Tengah Tekanan, Bank Madiun Melaju di Penjurian TOP BUMD Awards 2026

Iki Radio - Kinerja Perumda BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun (Bank Madiun) menunjukkan tren positif di tengah tekanan ekonomi dan perlambatan penyaluran kredit sepanjang 2025.


Efisiensi operasional yang ditopang oleh transformasi digital menjadi faktor kunci yang membuat BUMD perbankan ini tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba dan menjaga tingkat kesehatan bank pada kategori “sehat”.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Madiun, Velly Murdianto, dalam sesi presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2026, dengan tema Digitalisasi Bank Madiun dalam Rangka Pembangunan Ekonomi Daerah Berkelanjutan.

“Kinerja 2025 ini sangat menantang. Aset kami hanya tumbuh 0,48 persen, bahkan tabungan dan kredit sempat turun. Namun laba tetap bisa tumbuh 7,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kunci utamanya adalah efisiensi, dan efisiensi itu tidak bisa dilepaskan dari digitalisasi,” ujar Velly.

Berdasarkan data kinerja keuangan per Desember 2025, aset Bank Madiun tercatat Rp 312,779 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar Rp 311,27 miliar. Namun, jumlah turun 6.98 persen menjadi Rp 67,7 miliar dibandingkan 2024 sebesar Rp 72,43 miliar. Demikian pula kredit anjlok 11,23 persen menjadi Rp 192 miliar dibandingkan Rp 213,61 miliar pada 2024.

Untuk deposito, Bank Madiun tercatat ada kenaikan 2,91 persen menjadi Rp 146,74 miliar dari Rp 142,48 miliar pada 2024. Per akhir 2025, Bank Madiun mencetak kenaikan laba 7,39 persen menjadi R 7,1 miliar dibandingkan Rp 6,58 miliar pada 2024.

Velly menjelaskan, sekitar 79–80 persen portofolio kredit Bank Madiun berada di sektor produktif, khususnya UMKM dan pertanian. Bank juga mulai memperluas pembiayaan ke sektor petani tebu yang memiliki pola pelunasan musiman, terutama menjelang akhir tahun.

Kondisi tersebut berdampak pada pertumbuhan aset yang relatif terbatas. Meski demikian, manajemen mampu menjaga kinerja laba dengan mengendalikan biaya operasional serta mengoptimalkan pendapatan berbasis komisi (fee based income).

“Kalau kami tidak melakukan efisiensi, tentu akan sangat berat. Dengan digitalisasi, kami bisa menekan biaya operasional, mengurangi penggunaan kertas, mempercepat proses, dan tetap menjaga kualitas layanan,” kata Velly.


Digitalisasi Layanan Dorong Efisiensi dan Pendapatan

Dalam presentasinya, Bank Madiun memaparkan sejumlah terobosan digital, baik di sisi bisnis maupun operasional. Salah satu inovasi utama adalah MaMu SATSET (Madiun Modern Sistem Aplikasi Transaksi Setoran), aplikasi berbasis ponsel yang digunakan untuk setoran tabungan secara online real time.

Aplikasi ini banyak dimanfaatkan untuk layanan jemput bola di pasar dan sekolah. Saat ini, Bank Madiun telah melayani lebih dari 180 sekolah, yang sebelumnya sangat bergantung pada transaksi manual.

“Dengan MaMu SATSET, transaksi jadi lebih aman, cepat, dan akurat. Ini juga meminimalkan risiko fraud serta jauh lebih efisien dari sisi waktu dan kertas,” jelas Velly.

Selain itu, Bank Madiun juga mengembangkan GASPOL BAMA (Gunakan Aplikasi Pembayaran Online Bank Madiun), layanan pembayaran non-tunai yang mencakup top-up uang elektronik, pembayaran listrik, pajak daerah, pajak kendaraan bermotor, hingga tiket transportasi.

“Transaksi nontunai ini bukan hanya mendukung keuangan berkelanjutan, tetapi juga menghasilkan fee based income yang cukup signifikan bagi bank,” ujarnya.

Sebagai bank BUMD, Bank Madiun juga aktif memerangi rentenir melalui kredit Kurma Manis atau Kredit Usaha Rakyat Madiun Mantap dan Istimewa.

Terobosan lainnya yang dilakukan Bank Madiun adalah memerangi rentenir lewat kredit Kurma Manis. Kredit mikro antirentenir ini menyasar pedagang pasar dan komunitas kecil. Plafon kredit yang diberikan maksimal Rp 2 juta dengan tenor hingga 12 bulan.

Keunikan program ini terletak pada skema subsidi bunga dari dana CSR. Jika nasabah melunasi pokok pinjaman tepat waktu, seluruh bunga akan dikembalikan.

“Nasabah cukup membayar pokoknya saja. Bunganya kami bantu lewat CSR. Ini cara kami memerangi praktik rentenir yang bunganya sangat memberatkan masyarakat kecil,” tegas Velly.

Program ini sekaligus mendorong literasi digital, karena nasabah diwajibkan menggunakan Madiun Pay, dompet elektronik milik Bank Madiun yang mendukung QRIS dan transaksi multipayment berskala nasional (Gopay, OVO, DANA,d an LinkAja).

Menjelang Lebaran, Bank Madiun meluncurkan Promo Ketupat atau kredit murah dan cepat. NKredit ini memiliki bunga flat 0,96 persen. Program ini biasanya cukup diminati para pelaku UMKM. “Harapannya juga karena porsi kami banyak di UMKM, ini cukup membantu pembangunan ekonomi daerah,” ujar Velly.


Pengembangan SDM dan Tata Kelola

Digitalisasi Bank Madiun tidak hanya berfokus pada layanan, tetapi juga pada penguatan tata kelola dan sumber daya manusia. Sistem manajemen risiko, kepatuhan, audit internal, hingga penilaian kinerja telah diintegrasikan secara digital.

Pengambilan keputusan kredit kini dapat dilakukan secara paperless melalui aplikasi berbasis ponsel atau tablet, dengan seluruh indikator risiko dan analisis kredit tersedia secara real time.

Di bidang SDM, Bank Madiun mengembangkan sistem e-learning yang terintegrasi dengan Key Performance Indicator (KPI) berbasis Balanced Scorecard. Seluruh proses pelatihan, mulai dari pre-test, modul pembelajaran, hingga evaluasi, dilakukan secara daring dan terdokumentasi.

“Pengembangan SDM menjadi fokus kami. Dengan sistem digital, pelatihan menjadi lebih efektif, terukur, dan langsung berdampak pada kinerja pegawai,” kata Velly.

Hasilnya, tingkat kepuasan pegawai berada pada kategori sangat baik, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas organisasi.

Dari sisi tata kelola, Bank Madiun mencatat Tingkat Kesehatan Bank (TKB) peringkat 2 atau Sehat, dengan profil risiko yang mencakup enam jenis risiko utama. Meski belum masuk kategori “Sangat Sehat”, manajemen optimistis peringkat dapat meningkat seiring penguatan struktur pengurus dan tata kelola.

“Kami sadar masih ada pekerjaan rumah, terutama pemenuhan komisaris independen. Tapi dengan tata kelola dan digitalisasi yang semakin matang, kami optimistis bisa naik level,” kata Velly.

Implementasi GCG juga dilakukan secara konsisten melalui sistem pelaporan berbasis SILAT OJK.

“Kami menyadari masih ada ruang perbaikan, terutama pada penguatan struktur pengurus. Namun secara keseluruhan, kami optimistis tata kelola dan kinerja Bank Madiun akan terus meningkat,” ujar Velly.


Kontribusi ke Daerah dan Keuangan Berkelanjutan

Selama lima tahun terakhir, Bank Madiun secara konsisten menyetorkan pendapatan asli daerah (PAD) di atas Rp3 miliar per tahun, termasuk pada masa pandemi. Bank juga aktif menyalurkan pembiayaan “hijau”, dengan 29,91 persen portofolio kredit di sektor pertanian, serta menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB).

Sebagai lembaga keuangan yang berfokus pada UMKM dan masyarakat lokal, Bank Madiun kini semakin diarahkan untuk mengadopsi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Meskipun dalam skala operasional tidak sebesar bank umum, Bank Madiun memiliki peran strategis dalam menyalurkan pembiayaan “hijau”.

Sebagai BUMD, Bank Madiun secara konsisten berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selama lima tahun terakhir, setoran PAD tercatat di atas Rp 3 miliar per tahun, termasuk pada masa pandemi.

Selain kontribusi fiskal, Bank Madiun aktif mendukung program Pemda melalui CSR, seperti subsidi bunga UMKM, perbaikan rumah tidak layak huni, serta literasi keuangan bagi pelajar.

Berbagai upaya tersebut mengantarkan Bank Madiun menjadi kandidat peraih TOP BUMD Awards 2026. Pada ajang yang sama tahun lalu, Bank Madiun meraih penghargaan TOP BUMD Awards 2025 dengan predikat “Bintang 4”. Bank BUMD ini juga meraih penghargaan TOP Governance Risk dan Compliance (GRC) Award 2025 dengan predikat “Bintang 4”.

Libatkan 5.020 Personel, Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026

Iki Radio - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Sebanyak 5.020 personel gabungan diterjunkan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menjelaskan operasi ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai persiapan menghadapi Operasi Ketupat Semeru 2026 menjelang Idul Fitri. 

“Petugas gabungan akan melakukan ramp check pada kendaraan, khususnya angkutan umum seperti bus reguler maupun wisata,” ujarnya, Senin (2/2/2026)

Operasi tersebut mengusung tema “Terwujudnya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026”.

Sebanyak 5.020 personel gabungan terdiri atas 395 personel satuan tugas Polda Jatim dan 4.625 personel satuan wilayah di jajaran Polda Jatim dilibatkan dalam operasi tersebut. 

"Operasi Keselamatan Semeru 2026 mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas melalui upaya preemtif, preventif, dan represif, khususnya terhadap armada angkutan umum," lanjutnya.

Menurut dia, masyarakat Indonesia memiliki tradisi mobilisasi tinggi, baik untuk mudik maupun berwisata saat libur Lebaran, sehingga kelayakan kendaraan angkutan umum harus dipastikan sejak dini. 

“Tim gabungan tingkat provinsi tentunya nanti bekerja sama dengan masing-masing kota kabupaten untuk melaksanakan ramp cek pada perusahaan kendaraan bus,” tambah Iwan.

Ia menegaskan fokus operasi juga diarahkan pada peningkatan pemahaman masyarakat terhadap aturan berlalu lintas serta keselamatan diri dan lingkungan sekitar.

Adapun sasaran lain Operasi Keselamatan Semeru 2026 meliputi pengendara tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI), berkendara di bawah umur, berkendara dalam pengaruh alkohol, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, tidak menggunakan sabuk pengaman, berboncengan lebih dari satu orang, serta melebihi batas kecepatan.

Lolos Administrasi, 4 Pejabat Pemkab Madiun Berebut Kursi Sekda

Iki Radio - Empat pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, dinyatakan lolos administrasi, dalam seleksi terbuka untuk pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun.


Kepala BKPSDM Kabupaten Madiun, Heru Kuncoro

Keempat kandidat itu masing masing Didik Harianto yang saat ini menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Madiun ; Sigit Budiarto yang saat ini menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sekaligus Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Madiun ; Suryanto yang saat ini menjabat Kepala Dinas Perhubungan, dan Yudi Hartono yang saat ini menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah.


"Yang mendaftar online ada 12 orang. Tapi delapan pelamar tidak melengkapi berkas secara offline sampai batas akhir pendaftaran. Jadi hanya empat peserta yang dinyatakan lolos ke tahap berikutnya,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Madiun, Heru Kuncoro, Senin (2/2/2026).


Selanjutnya, kata Heru, keempat kandidat itu akan mengikuti uji kompetensi dengan metode assessment center selama dua hari, di UNS Tower Hotel and MICE, Surakarta.


"Setelah uji kompetensi, kemudian tahap wawancara," lanjutnya.


Setelah itu Panitia Seleksi Terbuka dan Kompetitif Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, akan memilih tiga kandidat dengan nilai tertinggi.



"Dari tiga itu akan menjadi bahan pertimbangan Bupati untuk memilih satu orang terbaik sebagai Sekda Kabupaten Madiun," tambahnya.


Jadi siapa yang akan menduduki kursi Sekda Kabuoaten Madiun?


Diketahui, Sekda Kabupaten Madiun sebelumnya di jabat Tontro Pahlawanto yang kemudian memasuki masa purna tugas pada 30 November 2025.


Kala itu diakhir masa jabatannya Sekda Tontro berpesan siapapun OPD harus mampu menerjemahkan visi-misi Bupati, dan sinkron dengan program pemerintah pusat.


Selanjutnya pada 1 Desember 2025, Bupati Madiun Hari Wuryanto menunjuk Kadin Dukcapil Sigit Budiarto sebagai Plt. Sekda, yang kemudian dilantik sebagai Pj. Sekda Kabupaten Madiun.(SW/IR)

Talenta Digital Jatim Mendunia, Pemprov Jatim Teken Adendum MoU dengan BPSDM Komdigi RI

Iki Radio - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan Program Talenta Digital Jatim Mendunia sekaligus melakukan penandatanganan adendum Nota Kesepakatan (MoU) bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital RI terkait pengembangan SDM bidang komunikasi dan digital. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (30/01/2026).

Peluncuran Program Talenta Digital Jatim Mendunia, Jum'at (30/1/2026)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Jawa Timur tidak sekadar menjadi penerima program pusat, melainkan turut berperan sebagai co-creator dalam agenda besar pembangunan talenta digital nasional. Dengan basis pendidikan yang kuat serta ekosistem industri kreatif yang terus tumbuh, Jawa Timur siap menjadi anchor province dalam pengembangan talenta digital di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur.

"Jawa Timur tidak sekadar menjadi penerima program pusat, melainkan co-creator dalam agenda besar pembangunan talenta digital nasional. Dengan basis pendidikan yang kuat dan ekosistem industri kreatif yang terus tumbuh, Jawa Timur siap menjadi anchor province bagi pengembangan talenta digital di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur." ujar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Langkah ini diambil karena Jawa Timur mencatat capaian digital yang signifikan. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan penetrasi internet nasional mencapai 80,66 persen. Jawa Timur berada di atas rata-rata nasional dengan capaian 82,19 persen. Generasi Z dan milenial dalam hal ini tercatat sebagai pengguna terbesar, disusul generasi Alpha, menandakan masa depan digital Indonesia bertumpu pada kualitas talenta muda.

Selain itu, Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Jawa Timur naik 3,1 poin menjadi 49,17. Indeks SPBE meningkat dari 4,43 pada tahun 2024 menjadi 4,79 dengan kategori “memuaskan” di tahun 2025. Tak hanya itu, Indeks Satu Data Indonesia Jawa Timur tahun 2025 menempati peringkat pertama nasional dengan skor 90,13, melonjak dari 76,96 pada tahun sebelumnya.

"Digital ecosystem yang kita bangun di Jawa Timur telah menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik. Bukan lagi orang yang berpindah dari loket ke loket, tetapi dokumen yang bergerak. Waktu layanan bisa dipangkas menjadi jauh lebih cepat dan efisien." ujarnya.

Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya menjadikan talenta digital sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah. Menurutnya, pengembangan talenta digital tidak boleh dipandang semata sebagai program komunikasi dan informatika, melainkan harus diarahkan agar tumbuh merata, relevan, dan berdaya saing.

"Talenta digital harus menjadi agenda pembangunan daerah, bukan sekadar program komunikasi dan informatika. Jawa Timur ingin memastikan talenta digital tumbuh merata, relevan, dan berdaya saing." tegas Khofifah. 

Ia menambahkan, ketika Indonesia berbicara tentang masa depan digital, Jawa Timur tidak hanya sekadar disebut, tetapi benar-benar diperhitungkan sebagai kekuatan.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid menegaskan bahwa digitalisasi yang sebelumnya dipandang sebagai konsep masa depan, kini telah menjadi realitas yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. 

"Artificial intelligence yang dulu kita kenal di lingkungan kampus, kini telah menjadi bagian dari keseharian. Begitu pula cloud computing, quantum computing, dan cyber security yang mengubah cara kita belajar, bekerja, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat." ujarnya.

Menurut Meutya, pengembangan talenta digital ditetapkan sebagai agenda strategis nasional karena adanya perubahan teknologi yang berlangsung cepat menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan serius, khususnya dalam memastikan sumber daya manusia mampu beradaptasi dengan perkembangan digital. 

Ia juga menegaskan bahwa kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan MoU pertama Komdigi RI dengan pemerintah provinsi dalam pengembangan SDM digital, sekaligus mencerminkan kuatnya ekosistem kolaborasi di Jawa Timur. 

"Sulit bertahan di era digital jika berjalan sendiri. Transformasi digital tidak akan berhasil apabila hanya pemerintah yang bergerak, sementara sektor swasta, pendidikan, dan layanan kesehatan tidak ikut bertransformasi. Di Jawa Timur, ekosistem kolaborasi ini telah berjalan dengan sangat baik." ujarnya.

Lebih lanjut, Meutya menyoroti pesatnya perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan artifisial, yang menuntut kesiapan sumber daya manusia untuk beradaptasi. Ia menyampaikan bahwa Indonesia diproyeksikan membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital pada tahun 2030. Dalam konteks tersebut, Jawa Timur dinilai memiliki ekosistem digital yang kuat dan berpotensi menjadi contoh nasional dalam pengembangan talenta digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui adendum nota kesepakatan ini, Pemprov Jawa Timur dan Komdigi RI memperkuat komitmen kerja sama yang sebelumnya masih terbatas pada pelatihan, kini diperluas untuk merespons dinamika perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial (AI), serta peningkatan kapasitas masyarakat digital. Pemprov Jawa Timur juga telah menyiapkan lahan untuk mendukung rencana pembangunan Politeknik Digital Komdigi di Jawa Timur.

Forum ini menjadi wujud nyata sinergi pusat dan daerah dalam membangun SDM digital yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi terdepan dalam transformasi digital nasional.

close
Pasang Iklan Disini