MADIUN, Iki Radio — Kiprah musisi koplo kenamaan asal Jawa Timur, Denny Caknan, kembali menorehkan tinta emas di kancah musik nasional. Lagu terbarunya yang berjudul "Negoro Angin" resmi dinobatkan sebagai Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik dalam ajang bergengsi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026.
![]() |
| Tangkap layar youtube DC Production |
Kemenangan ini diraih setelah "Negoro Angin" berhasil mengungguli persaingan ketat dari empat nominator kuat lainnya di kategori yang sama. Diantaranya "Demi Kabogoh x Sarua Jeung Bohong" — Azmy Z ; "O Mak Hau Fuan" — Kris Dayanti ; "Habih Tiado Basiso" — Rayola ; dan "Tosiamaseang" — Sulfi Yamma.
Tak hanya berjaya di kategori lagu berbahasa daerah, pencapaian lagu ini semakin lengkap setelah "Negoro Angin" juga sukses masuk dalam jajaran nominasi Artis Solo/Grup/Kolaborasi Koplo Terbaik. Pencapaian ganda ini semakin memperkokoh konsistensi Denny Caknan dalam mengangkat eksistensi bahasa dan budaya daerah ke panggung musik mainstream nasional.
Diciptakan oleh Denny Caknan bersama Rijal Pamungkas dan Shadeva Wijaya, judul "Negoro Angin" terinspirasi dari plesetan "Negeri Kincir Angin" yang merujuk pada negara Belanda. Lagu ini menyimpan kisah emosional yang mendalam: menceritakan perjuangan seseorang yang nekat menempuh jarak 11.000 kilometer demi menyusul sang kekasih di tengah dinginnya suhu minus di Belanda. Ironisnya, setibanya di sana, sang kekasih justru berubah sikap dan memperlakukannya layaknya orang asing.
Menariknya lagi, video musik lagu ini digarap langsung di
lokasi aslinya di Belanda.
Selain berjaya di ajang penghargaan, "Negoro Angin" juga menjadi fenomena besar di berbagai platform digital. Di kanal YouTube, Video musik resmi lagu ini telah ditonton lebih dari 70 juta kali. Salah satu versi cover yang paling disorot adalah milik Niken Salindry, yang penampilannya telah disaksikan lebih dari 20 juta kali di YouTube.
Lagu ini mendulang popularitas masif sebagai musik latar, tercatat digunakan dalam 16,1 juta unggahan di TikTok dengan jutaan interaksi suka.
Keberhasilan Denny Caknan di AMI Awards 2026 ini tidak
hanya menjadi tonggak sejarah baru bagi kariernya, tetapi juga membuktikan
bahwa karya musik berbahasa daerah —khususnya bahasa Jawa— memiliki daya saing
yang sangat tinggi di industri musik nasional maupun era digital saat ini.








