JAKARTA, Iki Radio — PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik jenis subsidi maupun nonsubsidi, tidak mengalami perubahan per Senin (19/10/2026). Tarif yang berlaku saat ini masih mengacu pada penyesuaian harga terakhir sejak 1 Oktober 2026.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa harga BBM bersubsidi tetap mengikuti ketetapan dan kebijakan pemerintah hingga akhir tahun 2026. Sementara itu, keputusan untuk mempertahankan harga BBM nonsubsidi diambil berdasarkan evaluasi komprehensif terhadap berbagai faktor ekonomi dan kondisi sosial masyarakat.
"Adapun untuk BBM nonsubsidi, dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat maka sampai saat ini masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya," ujar Kitty dalam keterangan resminya, Senin (19/10/2026).
Dengan keputusan ini, harga BBM subsidi seperti Pertalite (RON 90) tetap bertahan di angka Rp10.000 per liter, dan Biosolar (CN 48) di level Rp6.800 per liter.
Untuk kelompok BBM nonsubsidi, Pertamax (RON 92)
dibanderol Rp15.950 per liter, Pertamax
Green 95 seharga Rp19.150 per liter, serta
Pertamax Turbo (RON 98) sebesar Rp19.600
per liter. Pada kategori bahan bakar mesin diesel nonsubsidi, Dexlite
dilepas di harga Rp23.700 per liter dan Pertamina
Dex sebesar Rp25.200 per liter.
Rincian Lengkap Harga BBM Pertamina per 19 Oktober 2026
|
Jenis BBM |
Kategori |
Harga per Liter |
|
Solar (CN 48) |
Subsidi |
Rp6.800 |
|
Pertalite (RON 90) |
Subsidi |
Rp10.000 |
|
Pertamax (RON 92) |
Non-Subsidi |
Rp15.950 |
|
Pertamax Green
(RON 95) |
Non-Subsidi |
Rp19.150 |
|
Pertamax Turbo
(RON 98) |
Non-Subsidi |
Rp19.600 |
|
Dexlite (CN 51) |
Non-Subsidi |
Rp23.700 |
|
Pertamina Dex (CN
35) |
Non-Subsidi |
Rp25.200 |








