Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mengoptimalkan potensi daerah sebagai "Kampung Pesilat". Salah satunya diwujudkan melalui agenda Sarasehan Implementasi Budaya Damai Kampung Pesilat yang digelar di Pendopo Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan yang digagas melalui Paguyuban Kampung Pesilat ini bertujuan untuk meminimalisir potensi konflik antarperguruan serta memelihara kerukunan antaranggota pesilat di tingkat akar rumput.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa potensi pencak silat di Kabupaten Madiun terus mendapat perhatian penuh dari pemerintah daerah, baik dari sisi penguatan regulasi maupun wadah komunikasi secara berkala.
"Secara regulasi sudah kita buatkan. Kebetulan kita wadahi untuk forum komunikasi dengan teman-teman perguruan pencak silat dari desa sampai kabupaten. Semuanya ada; silat desa ada, tingkat kecamatan ada, kemudian kabupaten juga ada," ujar Hari Wuryanto.
Ia menambahkan, pertemuan rutin menjadi salah satu sarana efektif untuk merekatkan hubungan antarperguruan. Jika di tingkat kecamatan seperti Balerejo sarasehan diadakan setiap tiga bulan sekali, Pemkab Madiun mengagendakan silaturahmi serupa setiap dua bulan sekali.
Sebagai bentuk komitmen dalam mempertegas identitas Kabupaten Madiun sebagai wadah pencak silat Indonesia, Pemkab Madiun juga tengah menyiapkan sejumlah infrastruktur dan sarana pendukung kebudayaan.
Hari Wuryanto mengungkapkan, Pemkab Madiun berencana membangun Monumen Kampung Pesilat di kawasan strategis daerah.
"Kita mau buat Delta... istilahnya nanti Monumen Kampung Pesilat di selatan Alun-alun. Rencananya tahun depan, 2027," jelasnya.
Selain pembangunan fisik, Pemkab Madiun juga sedang merancang karya audio-visual berupa film tematik pencak silat untuk memperkenalkan nilai-nilai luhur dan kebudayaan silat Madiun kepada masyarakat luas. Saat ini, proses produksi film tersebut telah berjalan.
"Sudah proses ini, on process. Mudah-mudahan nanti tahun depan juga sudah bisa klir, bisa diputar, dan semua masyarakat bisa lihat," pungkasnya.
Melalui sinergi antara regulasi, wadah silaturahmi rutin, fasilitas publik, dan promosi budaya, Pemkab Madiun berharap tradisi pencak silat tidak hanya menjadi warisan budaya yang membanggakan, tetapi juga menjadi pilar perdamaian dan persatuan bagi seluruh masyarakat Madiun.(ir)








