Iki Radio — Pemerintah Kabupaten Madiun terus mematangkan pelaksanaan program Sekolah Rakyat (SR) guna memastikan program strategis nasional tersebut berjalan optimal. Evaluasi berkala yang digelar sejak awal operasional bulan Agustus, September, hingga Oktober ini menjadi langkah responsif Pemkab Madiun dalam memetakan kendala teknis maupun penyesuaian kurikulum di lapangan.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa evaluasi sejak dini penting dilakukan tanpa harus menunggu pergantian semester. Pemkab Madiun berkomitmen menyelesaikan setiap persoalan secara cepat untuk menjamin kesuksesan program.
"Kita evaluasi secepat mungkin untuk mengetahui kendala yang dihadapi dan langsung memberikan solusi. Karena ini program baru dan bagian dari program strategis nasional, harus sukses. Untuk kesuksesan itu butuh upaya luar biasa, salah satunya evaluasi berkala," ujar Hari Wuryanto, Senin (5/10/2026).
Dari hasil evaluasi, salah satu tantangan awal yang dihadapi adalah penyesuaian kultur bagi peserta didik tingkat SD yang harus tinggal terpisah dari keluarga di asrama. Selain itu, sejumlah pembenahan sarana dan kurikulum juga langsung ditindaklanjuti.
Guna mendukung program digitalisasi, Pemkab Madiun melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinas Kominfo) akan segera memasang jaringan Wi-Fi di area sekolah. Sementara itu, Dinas Pendidikan turut diterjunkan untuk melakukan pendampingan penyusunan kurikulum yang adaptif dengan kebutuhan anak-anak di Kabupaten Madiun.
"Setiap ada masalah langsung kita tuntaskan. Regulasi dan SOP yang ada harus ditaati dengan disiplin. Tadi Kominfo sudah kita ajak untuk segera pasang Wi-Fi, dan Dinas Pendidikan akan mendampingi penyesuaian kurikulumnya," tambahnya.
Terkait lingkungan belajar, Hari menekankan pentingnya pengawasan intensif dan kolaborasi antara wali asrama, wali asuh, serta guru untuk mencegah terjadinya bullying (perundungan) dan memahami karakter unik tiap peserta didik.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Madiun, Rohmah Agustin Setyowuni mengungkapkan bahwa Sekolah Rakyat Madiun mendorong pembentukan identitas lokal melalui kegiatan ekstrakurikuler budaya daerah. Selain olahraga seperti sepak bola, SR Madiun mengenalkan seni Karawitan dan kesenian khas Mejayan, Dongkrek, serta penguatan nilai-nilai Kampung Pesilat.
"Dari pusat memang didorong untuk menonjolkan potensi daerah masing-masing. Di Madiun, selain tradisi Kampung Pesilat, kita juga angkat seni Dongkrek dan Karawitan dengan mendatangkan pelatih khusus," jelas Agustin.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Madiun, Supriyadi, menjelaskan strategi pengisian kuota Sekolah Rakyat. Pihaknya mengandalkan pola penjangkauan langsung (outreach) ke rumah-rumah warga kurang mampu ketimbang sekadar promosi pasif.
"Prinsipnya kita lakukan penjangkauan langsung ke desa-desa. Masyarakat yang kurang mampu sering kali enggan menonjolkan diri, maka pilar-pilar sosial seperti PKH, Tagana, SLRT, hingga pemerintah desa turun memberi motivasi agar anak-anak mereka mau bersekolah di Sekolah Rakyat," papar Supriyadi.
Penjangkauan ini juga menyasar anak-anak rentan atau korban musibah keluarga yang berpotensi putus sekolah karena kendala ekonomi. Dinsos bersama Baznas menyiapkan skema beasiswa serta bantuan jaminan sosial lainnya, termasuk bantuan permakanan dan pemulihan ekonomi keluarga.
"Semua warga yang mengalami kerentanan sosial
menjadi atensi prioritas pemerintah daerah, sejalan dengan arahan pemerintah
pusat dan provinsi. Jika anak bersangkutan mau masuk Sekolah Rakyat akan kita fasilitasi,
namun jika tetap di sekolah asal, bantuan beasiswa dan pendampingan lain tetap
disiapkan," pungkasnya.(ir)








