Pemerintah Filipina Gelar Sayembara Rp14,2 Miliar untuk Tangkap Eks Kepala Polisi Ronald 'Bato' Dela Rosa

MANILA, Iki Radio — Pemerintah Filipina secara resmi menetapkan sayembara berhadiah fantastis bagi siapa saja yang dapat menemukan dan menangkap mantan Kepala Kepolisian sekaligus eks senator Filipina, Ronald 'Bato' Dela Rosa. Hadiah yang disiapkan mencapai 50 juta peso atau sekitar Rp14,2 miliar.

Dela Rosa merupakan figur penegak hukum utama di balik operasi kontroversial "perang narkoba" yang digencarkan oleh mantan Presiden Rodrigo Duterte. Status buronan ini dikeluarkan hampir setahun setelah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) memerintahkan penangkapannya.

Setelah berbulan-bulan bersembunyi, pengadilan ICC di Den Haag akhirnya membuka segel surat perintah penangkapan terhadap Dela Rosa pada November 2025. Memasuki Mei 2026, ia resmi berstatus sebagai buron internasional.

Menteri Dalam Negeri Filipina, Juanito Victor Remulla, dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (23/10/2026) mengumumkan status bahaya dari buronan tersebut, sebagaimana dilansir dari The Straits Times.

"Mulai hari ini, Senator Bato akan dianggap bersenjata dan berbahaya. Kami menetapkan hadiah 50 juta peso untuk penangkapannya," ujar Remulla.

Remulla juga secara terbuka melontarkan kritik tajam dan menyebut Dela Rosa sebagai pengecut karena terus menghindari proses hukum. "Sudah saatnya bertindak tegas. Sudah saatnya menegakkan keadilan bagi para korbannya," imbuhnya.

Pengumuman sayembara berhadiah besar ini dirilis hanya berselang satu bulan sebelum mantan Presiden Rodrigo Duterte dijadwalkan menjalani persidangan pada 30 November mendatang. Duterte akan diadili atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan dan percobaan pembunuhan.

Sebelumnya, Dela Rosa sempat tepergok keluar dari persembunyiannya pada medio Mei lalu. Namun, ia berhasil lolos kembali dan menghindar dari penegak hukum setelah beberapa hari.

close
Pasang Iklan Disini