Menlu Arrmanatha Nasir Imbau WNI di Eropa Waspada dan Tak Terlibat Politik Lokal

JAKARTA, Iki Radio — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha Nasir, mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di benua Eropa untuk selalu berhati-hati, menjaga keselamatan diri, serta tidak terlibat dalam dinamika politik lokal di negara tempat mereka tinggal.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul gelombang demonstrasi dan aksi protes massa yang marak terjadi di sejumlah negara Eropa selama beberapa pekan terakhir.

“Bagi warga negara Indonesia yang ada di Eropa tentunya kita meminta kepada mereka untuk berhati-hati, menjaga diri, dan tidak ikut-ikut campur dengan urusan politik yang berkembang di sana,” ujar Menlu yang akrab disapa Tata ini saat ditemui awak media di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Menlu Tata menekankan agar para WNI, baik yang berstatus pelajar maupun pekerja, tetap berfokus pada agenda utama kegiatan mereka masing-masing tanpa harus terpancing oleh situasi sosial-politik yang tengah memanas.

“Fokus kepada tugas-tugas mereka di sana, apakah yang belajar atau yang bekerja,” tegasnya.

Gelombang Protes Mulai Rambah Eropa

Imbauan dari Kementerian Luar Negeri RI ini dikeluarkan menyusul serangkaian aksi unjuk rasa di berbagai kota di Eropa yang tercatat berlangsung sejak pertengahan September 2026.

Berdasarkan laporan ABC News, gelombang protes bermula di Créteil, tenggara Paris, Prancis, pada 17 September 2026. Aksi tersebut diawali oleh para tenaga pendidik yang menyuarakan protes terkait krisis kekurangan guru.

Pasca-kejadian di Prancis, gelombang aksi serupa dengan isu yang beragam meluas ke berbagai negara pendukung kawasan Eropa, di antaranya :

  • Spanyol (26 September)
  • Belgia (1 Oktober)
  • Italia (5 Oktober)
  • Portugal (10 Oktober)
  • Albania (12 Oktober)

Meskipun rentetan demonstrasi terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan, pemicu aksi di tiap negara tergolong bervariasi. Di Spanyol, misalnya, massa menyoroti krisis keterjangkauan hunian (housing crisis). Sementara di negara-negara lainnya, aksi dipicu oleh lonjakan biaya hidup (cost of living), pemangkasan dana layanan publik, hingga kebijakan pendidikan pemerintah setempat.

Pemerintah RI melalui perwakilan diplomatik di Eropa terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau WNI untuk segera menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) terdekat apabila berada dalam kondisi darurat.

 

close
Pasang Iklan Disini