RIYADH, Iki Radio — Koalisi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman menyatakan telah berhasil mencegat dan menghancurkan empat pesawat nirawak (drone) di atas wilayah Provinsi Timur Arab Saudi.
"Empat drone berhasil dicegat di tengah meningkatnya serangan yang menyasar ke Arab Saudi," ujar Juru Bicara Koalisi, Turki al-Maliki, melalui unggahan di platform X, sebagaimana dikutip dari Anadolu, Kamis (22/10/2026).
Pengumuman ini datang menyusul rangkaian serangan
mematikan yang melanda wilayah Kerajaan pada Rabu (21/10/2026), termasuk
insiden di Bandara Internasional Raja Fahd di Dammam yang merenggut satu korban
jiwa dan melukai delapan orang lainnya.
Puing Drone Jatuh di Ladang Minyak Aramco
Serangan tidak hanya mengincar infrastruktur sipil, tetapi juga fasilitas energi vital negara tersebut. Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi bahwa puing-puing dari drone yang berhasil dicegat berjatuhan di kawasan ladang minyak Shaybah milik Saudi Aramco.
"Puing-puing dari pesawat nirawak yang dicegat —,yang menargetkan fasilitas Aramco di ladang minyak Shaybah,— jatuh dan menewaskan dua orang serta melukai dua lainnya," ungkap perwakilan Kementerian Energi Arab Saudi.
Pihak Koalisi juga melaporkan telah mengintersepsi dan menghancurkan tujuh drone lainnya dalam insiden terpisah pada hari Rabu, mempertegas eskalasi permusuhan yang kian memanas dengan kelompok Houthi dari Yaman.
Rentetan Serangan Bandara dan Korban Jiwa
Mengenai serangan di Dammam pada Rabu lalu, Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) memastikan para korban langsung mendapatkan penanganan medis.
"Seluruh korban luka, dengan tingkat cedera mulai dari ringan hingga kritis, telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis," jelas GACA dalam pernyataan resminya.
Eskalasi dalam beberapa pekan terakhir mencatatkan peningkatan serangan dramatis ke fasilitas penerbangan Arab Saudi. Pekan lalu, tepatnya pada 11 Oktober, serangan proyektil yang menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh memakan satu korban jiwa dan melukai 11 orang. Hanya sehari sebelumnya, yaitu pada 10 Oktober, serangan terpisah di bandara yang sama menyebabkan dampak dahsyat dengan 12 orang tewas serta lebih dari 300 orang luka-luka.
Latar Belakang Konflik
Ketegangan ini merupakan bagian dari konflik
berkepanjangan di kawasan tersebut. Sejak tahun 2015, Arab Saudi memimpin
koalisi militer internasional untuk mendukung pemerintah resmi Yaman dalam
melawan kelompok Houthi. Kelompok Houthi sendiri telah menguasai ibu kota
Yaman, Sanaa, serta beberapa provinsi strategis lainnya sejak tahun 2014.








