Kebakaran Gunung Sumbing Kian Meluas: 779,4 Hektare Hutan Lindung Hangus, Api Merembet ke Hutan Rimba

TEMANGGUNG, Iki Radio — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Sumbing di wilayah Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, masih belum dapat dipadamkan hingga Jumat (23/10/2026) pagi. Pendataan terbaru menunjukkan luas area hutan lindung yang hangus terbakar telah mencapai 779,4 hektare.

Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, Dimyati, menyatakan bahwa tim gabungan saat ini tengah memfokuskan upaya pemadaman di dua titik utama yang relatif sulit dijangkau.

"Titik api yang masih sulit dijinakkan saat ini difokuskan di Petak 20-1 wilayah Kabupaten Temanggung dan Petak 23 wilayah Kabupaten Wonosobo," ujar Dimyati.

Angin Kencang dan Cuaca Kering Jadi Kendala Utama

Dimyati memperingatkan bahwa total luasan area yang terdampak masih sangat berpotensi bertambah. Cuaca kemarau yang terik serta angin kencang di lereng pegunungan membuat laju penyebaran api mendahului kecepatan petugas di lapangan.

"Kondisi angin yang bertiup kencang membuat pergerakan api berlangsung cepat, sehingga upaya pemadaman yang dilakukan petugas belum mampu mengimbangi penyebaran kebakaran," tuturnya.

Api Merembet ke Pohon-Pohon Besar

Sebagian besar vegetasi yang hangus pada awalnya merupakan hamparan sabana dan hutan kemlandingan gunung. Namun, api kini dilaporkan telah merembet ke kawasan hutan rimba campuran yang menyimpan vegetasi pepohonan tua dan berukuran besar, seperti bintamin, puspa, dan akasia.

Seluruh area yang terdampak tersebut dipastikan murni berstatus sebagai kawasan hutan lindung.

Operasi Water Bombing Masih Menunggu Izin Pusat

Terkait wacana pemadaman udara (water bombing) yang sempat diusulkan oleh Kapolda Jawa Tengah, Dimyati menjelaskan bahwa operasi helikopter pengebom air tersebut sejauh ini belum dapat dieksekusi. Pihaknya masih menanti keputusan resmi dan kelengkapan perizinan dari otoritas tingkat pusat.

Sembari menunggu kepastian bantuan armada udara, tim gabungan dari Perhutani, TNI/Polri, relawan, dan masyarakat setempat tetap bersiaga penuh melancarkan strategi pemadaman darat dan memantau pergerakan titik api secara berkala.

 

close
Pasang Iklan Disini